Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
L: Tatkala bangsa Israel mengembara di padang gurun mereka kehausan dan dengan bersungut-sungut memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” Lalu berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya, “Apakah yang akan kaulakukan kepada bangsa ini?” Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul Sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu Horeb; haruslah kau pukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan tua-tua Israel. Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?”
-ayat
Marilah kita bernyanyi-nyayi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
L: Saudara-saudara, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah karena Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh karena Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia Allah. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seseorang mau mati untuk untuk orang yang benar - tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati -. Akan tetapi Allah menunjukan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
I: Pada suatu ketika Yesus tiba di sebuah kota di Samaria, yang bernama Shikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, “Berilah Aku minum.” Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya, “Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepada-Ku, seorang Samaria?” Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang kasih karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, “Tuhan Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; darimanakah engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa akan minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” kata perempuan itu kepada-Nya, Tuhan berilah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” Kata perempuan itu, “Aku tidak mempunyai suami.” kata Yesus kepadanya, “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” Kata perempuan itu kepada-Nya, “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalem tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya, “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Jawab perempuan itu kepada-Nya “Aku tahu bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberikan sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya, “Akulah Dia, yang sedang berkata kata dengan engkau.” Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata, “Apa yang engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?” Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang di situ, ”Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Kristus?” Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia katanya, “Rabi, makanlah.” Akan tetapi Ia berkata kepada mereka, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain, “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?” Kata Yesus kepada mereka, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tiba musim menuai? Tetapi aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benar peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang kamu tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu tidak datang memetik hasil usaha mereka.” Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi, “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kau perbuat.” Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu, ”Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”
Timba yang Ditinggal
Di banyak kampung, sumur adalah pusat kehidupan. Orang datang membawa timba dan ember, menimba untuk masak, mandi, mencuci. Pekerjaan itu tidak pernah selesai. Hari ini menimba, besok haus lagi. Ember yang penuh pagi hari akan kosong lagi sebelum malam.
Di pinggir sumur seperti itulah, di Sikhar, terjadi percakapan terpanjang Yesus yang dicatat Injil. Lawan bicara-Nya bukan imam atau ahli kitab, melainkan seorang perempuan Samaria yang datang menimba pukul dua belas siang, jam paling terik, jam ketika sumur biasanya sepi. Mungkin ia memang menghindari orang. Lima suami, dan yang sekarang bukan suaminya. Hidupnya penuh bisik-bisik tetangga.
Yesus memulai bukan dengan khotbah, melainkan dengan meminta: "Berilah Aku minum." Sang Guru yang letih menempatkan diri sebagai yang membutuhkan. Dari satu permintaan air, percakapan turun makin dalam seperti timba yang diulurkan: dari air sumur ke air hidup, dari soal suami ke soal hati, dari gunung tempat menyembah ke penyembahan dalam roh dan kebenaran. Akhirnya perempuan itu menyebut Mesias, dan Yesus menjawab terang-terangan: "Akulah Dia."
Lalu Injil mencatat satu detail kecil yang mudah terlewat: perempuan itu meninggalkan tempayannya, lalu pergi ke kota. Tempayan, alasan ia datang ke sumur, ditinggal begitu saja. Ia datang untuk air yang membuat haus lagi, dan pulang membawa air yang memancar sampai hidup kekal. Barang yang tadinya paling penting mendadak boleh tertinggal.
Bacaan pertama menunjukkan gambar sebaliknya. Israel yang haus di Masa dan Meriba bersungut-sungut dan menggugat: adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak? Haus yang sama bisa melahirkan dua hal: gugatan atau percakapan. Bangsa itu memilih bertengkar. Perempuan Samaria memilih bercakap-cakap, dan pulang dengan hati penuh.
Kita semua datang ke sumur masing-masing setiap hari. Gaji, hiburan, pujian, belanja. Semuanya perlu, tetapi semuanya jenis air yang itu: barangsiapa meminumnya akan haus lagi. Kalau ada dahaga yang tidak kunjung reda meski ember hidup kita penuh, mungkin itu bukan tanda kurang menimba. Mungkin itu undangan untuk duduk di pinggir sumur dan berbicara dengan Dia yang lebih dulu haus menunggu kita.
Prapaskah menyediakan waktu untuk percakapan itu. Dan siapa tahu, seperti perempuan Sikhar, kita pulang dengan meninggalkan beberapa tempayan lama.
Tuhan Yesus, Engkau mengenal seluruh hidupku dan tetap mengajakku bercakap-cakap. Berilah aku air hidup itu, supaya hausku yang paling dalam menemukan mata airnya. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Ya Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, ya Tuhan.
Mazmur 144 (145)
Pujian atas keagungan Allah
Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, ya Tuhan.
Antifon 2Kerajaan-Mu, ya Tuhan, adalah kerajaan yang kekal.
AntifonKerajaan-Mu, ya Tuhan, adalah kerajaan yang kekal.
Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.
Responsorium Mazmur 82:3-4; lihat Yakobus 2:5
Responsorium Yohanes 7:37-39; 4:13
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1KesaksianMu sangat teguh, ya Tuhan, melebihi suara ombak samudera.
Mazmur 92 (93)
Antifon 1KesaksianMu sangat teguh, ya Tuhan, melebihi suara ombak samudera.
Antifon 2Pujilah Tuhan, segala mata air, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Pujilah Tuhan, segala mata air, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Antifon 3Semua raja dunia dan segala bangsa pujilah Tuhan.
Mazmur 148
Antifon 3Semua raja dunia dan segala bangsa pujilah Tuhan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungRombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungRombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan, raja yang kuasa, bebaskanlah kami demi namaMu, berilah kesempatan untuk bertobat.
Antifon 1Tuhan, raja yang kuasa, bebaskanlah kami demi namaMu, berilah kesempatan untuk bertobat.
Antifon 2Kita ditebus dengan darah Kristus, Anak domba yang tak bernoda.
Mazmur 110 (111)
Antifon 2Kita ditebus dengan darah Kristus, Anak domba yang tak bernoda.
Antifon 3Derita kitalah yang ditanggung Kristus, sengsara kitalah yang dipikulNya.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Derita kitalah yang ditanggung Kristus, sengsara kitalah yang dipikulNya.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungTuhan bersabda: Barang siapa minum air yang saya berikan, takkan haus untuk selama-lamanya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan bersabda: Barang siapa minum air yang saya berikan, takkan haus untuk selama-lamanya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Filemon dan Apolonios
Menurut kisah kuno, Filemon disuap oleh diakon Apolonios yang takut akan hukuman mati yang dijatuhkan atas dirinya, untuk membawa persembahan kepada dewa-dewa dengan mengenakan pakaiannya. Hal ini kiranya dapat mengelabuhi mata para penguasa. Di pihak lain, Filemon sendiri tentu tidak berkeberatan karena ia masih kafir dan biasa membawa kurban kepada dewa-dewa. Filemon menerima suap itu dan bersedia melakukan apa yang diminta oleh Apolonios. Namun di muka mezbah dewa, Filemon tergerak oleh Rahmat Allah sekonyong-konyong berubah pendiriannya dan mengaku beriman kepada Kristus. Menyaksikan hal itu, Apolonios menyesali perbuatan itu lalu bertobat. Mereka berdua kemudian dibunuh bersama karena imannya.
Santo Yohanes de Deo
Perjalanan hidup Yohanes hingga meraih mahkota kekudusan sungguh mengagumkan. Ia lahir di Montemor o Novo, Lisabon Timur, Portugal pada tanggal 8 Maret 1495. Nama julukannya ‘Yohanes de Deo", yang berarti ‘Yohanes yang diutus Allah" diberikan oleh Uskup dari Tuy, Spanyol karena karya pengabdiannya yang tulus bagi orang-orang miskin dan orang sakit.
Di masa mudanya, ia tidak memperlihatkan tanda-tanda yang menunjukkan kesuciannya di kemudian hari. Ia sebaliknya menjalani suatu cara hidup yang tidak terpuji. Semasa kecilnya, ia pernah kabur dari rumah orangtuanya dan lari ke Spanyol. Di sana ia menjadi seorang gembala. Kemudian ia menjadi tentara dalam perang melawan Perancis. Seusai perang itu, Yohanes menjadi anggota sebuah kelompok tentara yang ditugaskan untuk menyerang Turki. Keterlibatannya dalam perang-perang ini membuatnya tidak lagi memperhatikan kewajiban-kewajiban imannya.
Ketika berumur 40 tahun, ia bertobat dan kembali menjalankan kewajiban-kewajiban imannya. Untuk menebus dosa-dosanya, ia pergi ke Afrika untuk membebaskan orang-orang Kristen yang dipenjarakan oleh orang-orang Moor. Ia bermaksud menjadi martir bagi orang-orang itu. Tetapi atas nasehat dari bapa pengakuannya, ia kembali ke Spanyol. Ia pergi ke Gilbraltar dan menyebarkan Injil dengan menjual buku-buku rohani dan gambar-gambar Kudus. Dari Gilbraltar, ia berpindah ke Granada. Disana ia mendirikan sebuah toko kecil yang menjual barang-barang kudus dan rajin menjalankan kewajiban-kewajiban beragama. Awal kehidupannya sebagai ‘manusia baru" di dalam Allah berawal dari sentuhan khotbah Beato Yohanes dari Avilla. Khotbah ini sungguh menyadarkan dia akan kebejatan hidupnya di masa lampau. Ia sungguh menyesal bahkan sampai sakit dan harus berbaring di rumah sakit selama beberapa waktu.
Setelah sembuh, ia memutuskan untuk mengabdikan seluruh sisa hidupnya bagi kepentingan orang-orang miskin dan sakit di Granda. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang miskin dan sakit di rumahnya di bawah tanggungan dan perawatannya. Dengan bantuan para penderma lainnya, ia sungguh berhasil dalam karyanya. Semua orang mengakui pengabdiannya yang tulus itu, termasuk Uskup Agung Granada dan Uskup Tuy, Spanyol, yang memberinya julukan ‘Yohanes a Deo".
Sekali peristiwa, ia mendapati seorang miskin yang terkapar hampir mati di jalan yang dilaluinya. Segera ia membawa orang sakit itu ke rumah sakit untuk merawatnya. Ketika ia memandikan orang sakit itu, ia tertegun heran karena luka-luka tembusan paku pada kedua kaki orang itu memancarkan cahaya. Sementara itu ia mendengar seseorang berkata: "Yohanes, apa yang kaulakukan untuk orang-orang sakit dan miskin ini, kaulakukan juga untuk Aku."Lalu serta merta orang sakit itu lenyap dari pandangannya. Orang sakit itu ternyata Yesus yang menampakkan diri pada Yohanes sebagai seorang sakit yang tidak berdaya. Yohanes meninggal pada tanggal 8 Maret 1550 di Granada, Spanyol Selatan. Ia digelari ‘beato" pada tanggal 21 September 1638 oleh Paus Urbanus VIII, dan ditetapkan kudus pada tanggal 16 Oktober 1690 oleh Paus Aleksander VIII. Kemudian pada tahun 1886 Paus Leo XIII mengangkatnya sebagai ‘pelindung surgawi semua rumah sakit dan orang-orang sakit".
Santo Yulianus dari Toledo
Semenjak masa mudanya, Yulianus mengikuti pendidikan di Toledo di bawah bimbingan Santo Eugenius II. Pendidikan itu berhasil menanamkan dalam dirinya benih panggilan hidup membiara.
Ia kemudian masuk biara di Agli, dekat Toledo. Pendidikan lanjutan di biara ini menghantarnya menjadi seorang ahli ilmu keTuhanan dan seorang pemimpin yang bijaksana. Bakat-bakatnya berkembang pesat. Diantara rekan-rekannya sebiara, ia dikenal rajin, ramah dan rendah hati. Karena itu, ia kemudian diangkat mejadi pemimpin biara Agli.
Pada tahun 680, Yulianus di tabhiskan menjadi uskup Agung Toledo, Spanyol Tengah. Ia adalah Uskup pertama yang memimpin seluruh negeri Spanyol. Sebagai seorang uskup dan ahli ilmu keTuhanan, ia memiliki kuasa dan pengaruh yang besar di Spanyol. Keuskupannya diatur dengan bijaksana. Selama masa kepemimpinannya, ia mengikuti beberapa konsili gereja. Liturgi Mazarabic yang dipakai semua orang Kristen Moor diperbaharuinya sehingga lebih berkenan di hati umat. Ia meninggal pada tahun 690.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari