Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi, Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka, aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Refren: Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?
Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang, „Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.
Mereka membagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undian atas jubahku. Tetapi Engkau, ya Tuhan, janganlah jauh: Ya kekuatanku, segeralah menolong aku.
Yesus Kristus telah merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.
Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa semua lidah mengakui: Yesus Kristus adalah Tuhan.
N: Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid Yesus yaitu Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata kepada mereka.
Yd: Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”
N: Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari Pertama pada Hari Raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
Rs:„Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
N: Jawab Yesus
+: „Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
N: Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
N: Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan Ia berkata,
+: „Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
N: Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,
Rs: „Bukan aku, ya Tuhan?”
N: Yesus menjawab,
+ „Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!”
N: Yudas yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,
Yd: „Bukan aku, ya Rabi?”
N: Kata Yesus kepadanya,
+ „Engkau telah mengatakannya.”
N: Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada para murid-Nya seraya berkata,
+ „Ambillah dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
N: Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata,
+Minumlah kamu semua, dari cawan ini! Sebab inilah Darah-Ku, Darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu: Mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”
N: Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka, berkatalah Yesus kepada mereka,
+ „Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis:
Aku akan membunuh gembala,
Dan kawanan domba akan tercerai berai.
Akan tetap sesudah bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”
N: Petrus menjawab,
Ptr: „Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak!”
N: Yesus berkata kepadanya,
+ „Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
N: Kata Petrus kepada-Nya,
Ptr: „Sekalipun harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.”
N: Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.
N: Maka, sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
+ „Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
N: Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka, mulailah Ia merasa sedih dn gentar, lalu kata-Nya kepada mereka,
+ „Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya! Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.”
N: Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya,
+ „Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
N: Setelah itu, Yesus kembali kepada murid-murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur. Maka, Yesus berkata kepada Petrus.
+ „Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetap daging ini lemah!”
N: Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa,
+ „Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak dapat berlalu kecuali kalau Kuminum, jadilah kehendak-Mu!”
N: Dan ketika kembali pula, Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu, Ia kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka,
+ „Tidurlah sekarang, dan istirahatlah! Lihat, saatnya sudah tiba Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”
N: Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari keduabelas murid Yesus, dan bersama-sama dia datang pula satu rombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung; mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua Bangsa Yahudi.
N: Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, „Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata,
Yd: „Salam, ya Rabi!”
N: Lalu ia mencium Yesus. Tetapi, Yesus berkata kepadanya,
+ „Hai Teman, untuk itukah engkau datang?”
N: Maka, majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi, salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedang, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung sehingga putuslah telinganya, Maka, kata Yesus kepadanya,
+ „Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya sebab barangsiapa menggunakan pedang, ia akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku? Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”
N: Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu,
+ „Sangkamu Aku ini penyamun sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan petning untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”
N: Akan tetapi semua ini terjadi supaya genaplah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi. Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri.
N: Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum-kaum tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai masuk ke halaman Imam Agung. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan dari perkara itu.
N: Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan,
R: „Orang ini berkata: Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”
N: Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus,
Im: „Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
N: Tetapi, Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung itu kepada-Nya,
Im: „Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau bukan?”
N: Jawab Yesus,
+ „Engkau telah mengatakannya. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
N: Maka, Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata,
Im: „Ia menghujat Allah! Untuk apa kita cari saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapatmu?
N: Mereka menjawab,
SO: „Ia harus dihukum mati!”
N: Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dan berkata,
R: „Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”
N: Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka, datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata,
W: „Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus orang Galilea itu.”
N: Tetapi, Petrus menyangkalnya di depan semua orang, katanya,
Ptr: „Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!”
N: Ketika Petrus peri ke pintu gerbang, seorang perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ.
W: „Orang ini bresama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
N: Dan, Petrus menyangkalnya pula dengan bersumpah,
Ptr: „Aku tidak kenal orang itu?”
N: Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata,
R: „Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Ini jelas dari bahasamu!”
N: Maka, mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah,
Ptr: „Aku tidak kenal orang itu!”
N: Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka, teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, „Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedih.
N: Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua Bangsa Yahudi berkumpul, dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu
N: Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua sambil berkata,
Yd: „Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.”
N: Tetapi, jawab mereka,
R: „Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
N: Maka, Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata,
R: „Tidak boleh memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan sebab ini uang darah!”
N: Sesudah berunding, mereka membeli dnegan uang itu sebidang tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian, genaplah Firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia:
Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.
N: Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri, yakni Pilatus. Dan wali negeri bertanya kepada Yesus,
PP: „Benarkah Engkau raja orang Yahudi?”
N: Jawab Yesus,
+: „Engkau sendiri mengatakannya!”
N: Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka, kata Pilatus kepada-Nya,
PP: „Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
N: Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak Pada waktu itu, ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka,
PP: „Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”
N: Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
N: Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya: „Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.”
N: Tetapi, oleh hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua, orang banyak bertekat meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka,
PP: „Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”
N: Kata mereka,
SO: „Barabas!”
N: Kata Pilatus,
PP: „Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”
N: Namun, semakin keras mereka berteriak,
SO: „Ia harus disalibkan!”
N: Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak, seraya berkata,
PP: „Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini! Itu urusan kamu sendiri!”
N: Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.
N: Serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia,
S: „Salam, hai Raja orang Yahudi!”
N: Mereka meludahi-Nya, lalu mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah itu daripada-Nya dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.
N: Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan orang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
N: Maka, sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu, setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.
N: Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: Inilah Yesus Raja Orang Yahudi. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata,
R: „Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah Diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!”
N: Demikian juga imam-imam kepala bersama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olok Yesus dan berkata,
R: „Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib, dan kami akan percaya kepada-Nya! Ia menaruh harapan-Nya pada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia berkata, ‘Aku adalah anak Allah’.”
N: Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.
N: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,
+: „Eli, Eli, lama sabkhtani?”
N: Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,
R: „Ia memanggil Elia!”
N: Dan, segera mendekatlah seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi, orang-orang lain berkata,
R: „Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
N: Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.
(semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan)
N: Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus, dan menampakkan diri kepada banyak orang.
N: Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata,
S: „Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.”
N: Ada pula di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
N: Menjelang malam, datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf, yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan minta jenzah Yesus. Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, duduk di depan kubur. Keesokan harinya, sesudah hari persiapan, datanglah Imam-imam kepala bersama orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus,
R: „Tuan kami ingat bahwa si penyesat itu, sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati. Penyesatan yang terakhir ini akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama.
N: Kata Pilatus kepada mereka,
PP: „Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”
N: Maka, pergilah mereka, dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur Yesus dan menjaganya.
Janur yang Layu
Janur dipilih orang justru karena mudanya. Daun kelapa yang masih kuning muda itu dilengkungkan di pintu hajatan, dianyam menjadi ketupat, dilambaikan menyambut tamu yang datang. Tetapi semua orang tahu umurnya: dua tiga hari, janur layu. Kemeriahan memang jarang berumur panjang.
Hari ini Gereja mengenang penyambutan paling meriah dan paling singkat dalam sejarah. Yesus memasuki Yerusalem dielu-elukan bagai raja, daun-daun palma melambai, hosana bergema. Lalu liturgi hari ini sengaja membuat kita tersentak: dari kisah penyambutan, kita langsung membaca kisah sengsara yang panjang. Mulut yang pekan ini berseru hosana, beberapa hari kemudian berteriak: Ia harus disalibkan! Kerumunan yang sama, suara yang berbalik arah.
Mudah menunjuk mereka. Lebih jujur bila kita bercermin. Iman kita pun sering seperti janur: segar ketika doa dikabulkan, meriah ketika hidup lancar, lalu layu pada kesulitan pertama. Petrus, yang bersumpah sekalipun harus mati takkan menyangkal, menyerah di hadapan seorang hamba perempuan, sebelum ayam berkokok.
Di tengah kerumunan yang berubah-ubah itu, hanya satu yang tidak berubah: Yesus sendiri. Yesaya melukiskan-Nya jauh sebelumnya sebagai hamba yang memberi punggung kepada orang-orang yang memukul, yang meneguhkan hati seperti gunung batu. Paulus merangkum jalan-Nya dalam madah yang indah: Ia yang walaupun dalam rupa Allah telah mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Kerumunan bersorak, Ia tetap berjalan. Kerumunan berbalik, Ia tetap berjalan. Arah-Nya tidak pernah ditentukan oleh suara di kiri kanan, melainkan oleh kehendak Bapa dan kasih kepada kita.
Pekan Suci terbentang di depan kita mulai hari ini. Inilah pekan paling penting dalam tahun Gereja, dan godaan terbesarnya adalah melewatinya sebagai penonton: hadir di perayaan, melambaikan daun, lalu pulang tanpa berubah. Undangannya justru sebaliknya: berjalan bersama Dia sampai selesai. Ikut ke ruang perjamuan, bertahan di Getsemani barang satu jam, berdiri dekat salib bersama para perempuan yang setia.
Janur boleh layu; kasih-Nya tidak. Pertanyaan untuk pekan ini hanya satu: ketika sorak-sorai mereda dan jalan mulai mendaki, masihkah kita mengikuti Dia?
Tuhan Yesus, Raja yang menunggang keledai, jangan biarkan imanku layu seperti janur. Tuntun aku berjalan bersama-Mu sepanjang Pekan Suci ini, sampai salib, sampai fajar Paskah. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dengan keagungan dan kemuliaan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Mazmur 103 (104)
Kidung kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dengan keagungan dan kemuliaan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik.
Responsorium Ibrani 10:5, 6, 7, 4 (Mazmur 40:7-8)
Responsorium Yohanes 12:12, 13; Matius 21:8, 9
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Banyak orang yang berkumpul pada hari raya, berseru kepada Tuhan: Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah Yang mahatinggi.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Banyak orang yang berkumpul pada hari raya, berseru kepada Tuhan: Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah Yang mahatinggi.
Antifon 2Marilah kita bersama para malaikat dan anak-anak bersorak bagi Kristus yang mengalahkan maut: Hosanna. Terpujilah Yang mahatinggi.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Marilah kita bersama para malaikat dan anak-anak bersorak bagi Kristus yang mengalahkan maut: Hosanna. Terpujilah Yang mahatinggi.
Antifon 3Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Damai di surga, kemuliaan bagi Yang mahatinggi.
Mazmur 150
Antifon 3Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Damai di surga, kemuliaan bagi Yang mahatinggi.
Bacaan Singkat: (Zak 9,9)
Lagu Singkat:
Antifon KidungDengan membawa palma kita bersujud menghormati Tuhan yang datang. Kita menyongsong Tuhan sambil bernyanyi dan bermadah: Terberkatilah Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungDengan membawa palma kita bersujud menghormati Tuhan yang datang. Kita menyongsong Tuhan sambil bernyanyi dan bermadah: Terberkatilah Tuhan.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 2 Cor 4, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.
Bacaan Singkat: (1Ptr 4,13-14)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 5, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Setiap hari Aku mengajar di bait Allah, tetapi kamu tidak menangkap Aku. Sekarang Aku kamu dera dan kamu giring untuk disalibkan.
Antifon 1Setiap hari Aku mengajar di bait Allah, tetapi kamu tidak menangkap Aku. Sekarang Aku kamu dera dan kamu giring untuk disalibkan.
Antifon 2Tuhan Allah penolongku, aku tidak dikecewakan.
Antifon 2Tuhan Allah penolongku, aku tidak dikecewakan.
Antifon 3Tuhan Yesus merendahkan diri dan taat sampai wafat, sampai wafat di kayu salib.
Antifon 3Tuhan Yesus merendahkan diri dan taat sampai wafat, sampai wafat di kayu salib.
Antifon KidungTertulis dalam Kitab suci: Gembala akan Kubunuh, dan domba-domba kawanannya akan dicerai-beraikan. Tetapi sesudah Aku bangkit dari alam maut, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Aku.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTertulis dalam Kitab suci: Gembala akan Kubunuh, dan domba-domba kawanannya akan dicerai-beraikan. Tetapi sesudah Aku bangkit dari alam maut, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Aku.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Bertold
Bertold dikenal sebagai seorang rahib. Bersama kawannya Brokard, Bertold bertapa di Gunung Karmel, Palestina dan mendirikan Ordo Karmel pada awal abad ke 13. Brokard sangat dihormati oleh orang Islam.
Santo Yonah dan Berijesu
Martir kakak beradik ini disiksa hingga mati karena meneguhkan iman banyak orang Kristen di berbagai penjara Persia. Yonah ditindih dengan press sampai mati, sedangkan adiknya Berikjesu menemui ajalnya setelah dituangkan ter panas kedalam mulutnya. Keduanya tak gentar sedikitpun menghadapi siksaan yang ditimpakan atas mereka. Mereka bahkan bersyukur karena turut serta bersama Yesus dalam penderitaannya untuk menyelamatkan manusia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari