Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.
Orang-orang yang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka, ketakutanlah mereka semua, sementara rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda. Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan sehati tiap-tiap hari mereka berkumpul di Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah-rumah jemaat secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Mereka disukai oleh semua orang. Dan tiap-tiap hari, Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah kaum Harun berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah orang yang takwa berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”
Aku didorong dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku. Tuhan itu kekuatan dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar, “Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan.”
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan Ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena-Nya.
Oleh kebangkitan Yesus Kristus, Allah telah melahirkan kita kembali dari antara orang mati kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.
Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Berkat Rahmat-Nya yang besar kita telah dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kita dilahirkan untuk hidup yang penuh harapan, yaitu untuk menerima warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu. Kuasa Allah telah memelihara kamu karena iman sementara kamu menantikan keselamatan yang tersedia yang akan dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun untuk sekarang ini kamu harus berdukacita sejenak oleh berbagai-bagai pencobaan. Semuanya itu dimaksudkan untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api. Dengan demikian, kamu memperoleh pujian-pujian kemuliaan, dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan kemuliaan-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Yesus bersabda: Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya; berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.
Delapan hari kemudian Yesus datang
Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu, datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu?” Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-Murid itu bersukacita Ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Pada waktu Yesus datang itu, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka, kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas pun bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Pintu yang Terkunci
Rumah yang penghuninya sedang ketakutan mudah dikenali. Semua pintu digembok dari dalam, jendela ditutup rapat, lampu diredupkan. Ketakutan selalu berbentuk penguncian: menutup diri serapat mungkin, berharap yang menakutkan itu tidak bisa masuk. Sayangnya, tembok yang menahan bahaya juga sekaligus menahan pertolongan. Orang yang mengunci diri karena takut akhirnya juga terkunci dari kabar baik.
Minggu lalu kita berdiri di depan kubur kosong bersama Petrus dan murid yang dikasihi, dan mendengar bahwa mereka melihat lalu percaya. Hari ini kita masuk ke ruangan tempat para murid bersembunyi sesudah semua itu. Injil mencatatnya dengan jujur: pintu-pintu terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Kebangkitan sudah terjadi, kabarnya sudah sampai, tetapi hati mereka masih terkunci oleh ketakutan. Percaya di kepala belum tentu langsung membuka gerendel di hati.
Lalu terjadilah sesuatu yang mematahkan seluruh logika penguncian. Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka, tanpa membuka gerendel, tanpa mengetuk pintu. Dan kata-kata pertama-Nya bukanlah teguran atas kepengecutan mereka yang telah lari meninggalkan-Nya, melainkan sapaan yang menyembuhkan: damai sejahtera bagi kamu. Inilah wajah Kerahiman Ilahi. Ia tidak menunggu kita cukup berani dan cukup layak untuk membuka pintu lebih dahulu. Ia menembus ketakutan kita dan berdiri di dalamnya dengan tangan yang membawa damai.
Tomas kebetulan tidak hadir malam itu, dan ia menolak percaya pada kabar teman-temannya; ia menuntut bukti yang bisa ia raba sendiri. Delapan hari kemudian Yesus datang lagi, dan kali ini khusus untuk Tomas, menawarkan luka-Nya untuk disentuh dan berkata: jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Dari mulut Tomas keluar pengakuan yang paling ringkas sekaligus paling dalam dalam seluruh Injil: ya Tuhanku dan Allahku. Keraguannya yang jujur justru berujung pada iman yang paling tegas.
Lalu Yesus mengucapkan berkat yang sesungguhnya tertuju kepada kita yang hidup berabad-abad kemudian: berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Itulah kita. Kita tidak pernah meraba bekas paku itu dengan jari kita. Namun kita mewarisi kesaksian jemaat perdana yang, kata Kisah Para Rasul, bertekun dalam pengajaran para rasul dan berkumpul memecahkan roti dengan gembira dan tulus hati. Iman sampai kepada kita lewat rantai orang yang percaya dan hidup berbeda karenanya.
Petrus menegaskan bahwa sukacita itu sungguh bisa menjadi milik kita juga: sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya, dan kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan tidak terkatakan. Maka hari Minggu Kerahiman ini bertanya lembut kepada kita masing-masing: pintu mana dalam hidupku yang masih kukunci rapat karena takut, karena malu, karena luka lama? Justru ke ruangan yang paling terkunci itulah Ia ingin masuk, membawa damai, bukan tuduhan.
Tuhan yang penuh kerahiman, Engkau menembus pintu-pintu ketakutanku dan berdiri di tengahnya dengan damai. Kuatkanlah aku percaya tanpa melihat, dan sembuhkanlah hatiku yang masih terkunci rapat. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada pesta Anak Domba yang agung
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Mazmur 1
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik,
tidak berdiam di jalan orang berdosa
AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Antifon 2Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Mazmur 2
mengapa suku-suku bangsa merencanakan hal yang sia-sia?
Bangkitlah raja-raja bumi,
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Antifon 3Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Mazmur 3
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
Betapa banyak yang berkata tentang aku:
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Responsorium Kolose 3:1, 2, 3
Responsorium Kolose 3:3-4; Roma 6:11
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 10,40-43
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungMasukkanlah tanganmu ke dalam lambungKu. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungMasukkanlah tanganmu ke dalam lambungKu. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu. ℟.
Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau. ℟.
Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu. ℟.
Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: 1 Kor 15,3b-5
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 10,12-14
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungHai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungHai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.
Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun GerejaMu. ℟.
Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* semoga GerejaMu tetap memberi kesaksian tentang Engkau. ℟.
Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambungMu,* semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu. ℟.
Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan. ℟.
Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Sabas dari Goth
Sabas hidup di kota Targovosta, Dasia (Rumania) pada abad keempat. Ia dikenal sebagai seorang martir karena giat sekali meneguhkan iman orang-orang Kristen Goth. Ia miskin dan tidak mempunyai kedudukan dalam masyarakat. Oleh karena berbudi luhur dan beriman teguh, ia ditabhiskan menjadi lektor untuk membantu imam-imam dalam upacara-upacara gerejani.
Ia pun giat meneguhkan iman saudara-saudaranya agar tidak mengikuti praktek-praktek kekafiran kepada dewa-dewa. Kepada walikota yang merencanakan penganiayaan besar-besaran terhadap orang-orang Kristen, Sabas dengan tegas menyatakan dirinya sebagai orang Kristen yang rela mati bagi Kristus. Pada tahun 372, ketika ia menyelenggarakan perayaan Paskah di rumahnya, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh walikota. Ia ditenggelamkan di sungai dekat Buzan, Rumania. Kepada para pelaksana hukuman mati atas dirinya, ia berkata: "Lakukanlah sebaik-baiknya apa yang menjadi kewajibanmu saat ini. Aku tidak gentar sedikit pun sebab aku tahu apa yang akan kuterima dari Tuhanku sebagai pahala, yakni takhta kemuliaan surgawi bersama-Nya.
Santo Yulius I
Hari kelahiran Yulius tidak diketahui dengan pasti. Ia memimpin Gereja sebagai Paus dari tahun 337 sampai wafatnya pada tahun 352 di Roma. Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai seorang Paus yang dengan keras menentang para pemimpin gereja Timur yang memberhentikan uskup-uskup yang ditabhiskan secara sah. Kecuali hal itu, ia pun menentang bidaah Arianisme dan pengikut-pengikutnya, terutama uskup-uskup yang terpengaruh oleh ajaran itu.
Athanasius, Uskup Aleksandria, Mesir adalah salah seorang korban perlakuakn para pemimpin gereja timur yang arianis itu, karena ia menetang ajaran sesat Arianisme. Ketika Athanasius berada di Konstantinopel untuk membela kebenaran iman di hadapan kaisar, taktha keuskupannya diambil alih oleh Gregorius dari Kapadokia, Turki, seorang penganut Arianisme. Setelah dengan gigih mempertahankan ajaran iman yang benar di hadapan kaisar, Athanasius berangkat ke Roma untuk melaporkan peristiwa itu kepada Sri Paus Yulius.
Yulius, yang bertanggungjawab atas masalah itu, segera mengadakan suatu konsili di Roma pada tahun 340. Ia mengundang semua Uskup Timur untuk menghadiri konsili itu. Tetapi undangan Yulius di tolak. Semua Uskup Timur tetap bersikap keras terhadap Athanasius. Tanpa kehadiran uskup-uskup timur, Yulius bersama Uskup-uskup lainnya meneguhkan hati Athanasius dan menyuruhnya kembali ke keuskupannya besama Marcellus dari Ancyra, seorang uskup lain yang juga dipecat oleh penganut-penganut Arianisme. Untuk itu, Yulius mengirimkan sepucuk surat yang berisi penegasan konsili tentang sahnya kedudukan Athanasius sebagai Uskup Aleksandria, kepada Uskup-uskup pengikut Eusebius, Patriakh Konstantinopel yang Arianis.
Untuk mendamaikan Uskup-Uskup barat dengan uskup-uskup Timur, Konstans (dari Barat) dan Konstansius (dari Timur) yang bersama-sama memangku suatu jabatan penting dalam kekaisaran Romawi mendesak para Uskup itu agar berkumpul di Sardica, Bulgaria, guna membicarakan masalah pemecatan uskup-uskup yang sah itu. Yulius menyambut baik ajakan itu dengan mengirimkan utusan-utusannya pada tahun 343. Tetapi uskup-uskup Arianis menolak menghadiri konsili Sardica. Mereka sebaliknya berkumpul di Philippolis, Thrasia (Yunani Utara). Disana mereka mengeluarkan suatu keputusan yang menghukum baik Athanasius maupun Yulius dari Roma yang dianggap sebagai biang keladi semua kejahatan yang ada disana. Sementara itu, para Uskup Barat tetap bersidang di Sardica untuk menegakkan kembali keabsahan jabatan uskup-uskup yang dipecat oleh kaum Arian. Mereka pun meneguhkan kembali isi syahadat Nicea tanpa merubahnya, dan mengancam tipu muslihat dari Uskup-uskup Arian di pengadilan kekaisaran. Sementara itu masalah belum tuntas, Gregorius dari Kapadokia meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi peluang emas bagi Athanasius untuk kembali menduduki taktha keuskupannya di Aleksandria pada tahun 346. Yulius mengirim surat kepada seluruh umat di Aleksandria agar dengan sepenuh hati menerima kembali Athanasius sebagai Uskup Aleksandria yang sah.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari