Doa Katolik
Hari Raya

Hari Minggu Paskah III

Minggu, 19 April 2026· Putih · Pekan Psalterium III
19 April 2026

Bacaan Misa

Hari Minggu Paskah III

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
Kisah 2:14.22-33

Tidak mungkin Yesus tetap berada dalam kuasa maut.

Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring, ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Yang aku maksudkan ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat, dan tanda-tanda yang dilakukan Allah dengan pengantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi, Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab, Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan bahwa Dia tidak ditinggalkan di dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan Allah, dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan kamu dengar di sini.”

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Bagi orang benar, Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.

Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”

Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak akan goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku, ya Tuhan, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bacaan Kedua

Kamu telah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu Darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda.

Saudara-saudara terkasih, Allah yang menghakimi semua orang menurut perbuatannya tanpa pandang muka, kamu sebut Bapa. Maka, hendaklah kamu hidup dengan takwa selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu. Kamu telah ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu Darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir karena kamu. Oleh Dialah, kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

Alleluya U: Alleluya

Bacaan Injil

Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawabnya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan Bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang menyatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar apa yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat,” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua murid itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Tinggallah Bersama Kami

Renungan · 3 menit baca

Di kampung, seorang tamu yang hendak pamit sering ditahan dulu. Mampir dulu, makan dulu, hari sudah sore, begitu kata tuan rumah. Menahan tamu supaya tinggal adalah bentuk kasih yang paling sederhana dan paling tua. Ada sesuatu yang tidak ingin kita lepaskan begitu saja ketika kehadiran seseorang terasa menghangatkan rumah dan hati kita.

Dua murid dalam perjalanan ke Emaus mengalami dorongan itu. Sepanjang jalan, orang asing yang menjelaskan Kitab Suci telah membuat hati mereka berkobar, meski mereka belum juga mengenali siapa Dia. Ketika sampai di kampung tujuan, Ia berbuat seolah hendak meneruskan perjalanan. Dan di sinilah seluruh kisah nyaris berbelok. Andai mereka membiarkan Dia berlalu, hari itu akan berakhir dengan hati yang hangat tetapi mata yang tetap tertutup. Tetapi mereka mendesak-Nya: tinggallah bersama kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.

Maka Sang Tamu pun masuk untuk tinggal, dan terjadilah pertukaran peran yang indah. Di meja itu, tamu berubah menjadi tuan rumah. Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. Persis pada gerakan itulah terbukalah mata mereka, dan mereka mengenali Dia, tepat sebelum Ia lenyap dari pandangan. Mereka mengenali Yesus bukan pada saat Ia menjelaskan Kitab Suci, melainkan pada saat Ia memecah roti. Firman menghangatkan hati; roti yang dipecah membuka mata.

Inilah gambaran perjalanan iman kita sendiri setiap kali merayakan Ekaristi. Kitab Suci lebih dahulu diterangkan bagi kita dalam Liturgi Sabda, menyalakan hati yang mungkin datang dalam keadaan muram. Lalu roti dipecah di altar, dan di situ kita mengenali Tuhan yang tidak kelihatan oleh mata biasa. Bukan kebetulan bahwa Gereja mengenali Kristus dengan cara yang sama sampai hari ini: dalam Firman yang diterangkan dan dalam roti yang dipecah.

Minggu lalu Petrus mengingatkan kita akan sukacita yang tak terkatakan bagi orang yang percaya tanpa melihat. Hari ini, dalam bacaan kedua, ia menambahkan mengapa perjumpaan dengan Kristus itu begitu berharga sekaligus begitu mahal. Kita ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi, bukan dengan barang yang fana seperti perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Roti yang dipecah di Emaus itu menunjuk kepada tubuh yang telah dipecah di kayu salib demi kita. Pengenalan yang manis itu berakar pada penebusan yang berat.

Maka undangan kedua murid itu layak menjadi doa kita sendiri, terutama pada saat-saat hidup terasa gelap. Setiap kali kita merasa Tuhan seakan hendak berlalu dan meninggalkan kita, kita boleh menahan-Nya seperti mereka: tinggallah bersama kami. Dan Ia yang sebenarnya paling ingin tinggal itu pasti masuk, duduk semeja, lalu memecah roti bagi kita sampai mata kita terbuka.

Tuhan, tinggallah bersama kami, sebab hari kerap terasa menjelang malam. Terangilah hati kami dengan sabda-Mu dan bukalah mata kami dalam roti yang Kaupecah bagi kami. Amin.

Invitatorium

Hari Minggu Paskah III

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Hari Minggu Paskah III

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pada Perjamuan Anak Domba

Kami memuji Raja kami yang jaya,

Yang telah membasuh kami dalam arus

Yang mengalir dari lambung-Nya yang tertikam.
Kami memuji Dia, yang cinta ilahi-Nya

Memberi darah-Nya yang kudus sebagai anggur,

Memberi tubuh-Nya untuk perjamuan

Kristus sang kurban, Kristus sang imam.
Di mana darah Paskah dicurahkan,

Malaikat maut menyarungkan pedangnya;

Pasukan Israel yang jaya melangkah

Melalui gelombang yang menenggelamkan musuh.
Kami memuji sekarang, yang darah-Nya dicurahkan,

Kurban Paskah, roti Paskah;

Dengan ketulusan dan kasih

Kami makan manna dari atas.
Kurban Perkasa dari surga,

Kuasa neraka tergeletak di bawah-Mu;

Engkau telah menang dalam pertempuran,

Engkau telah membawa kami hidup dan terang;
Kini maut tak lagi menakutkan,

Kini kubur tak lagi membelenggu;

Engkau telah membuka Firdaus,

Dan dalam Dikau para kudus-Mu akan bangkit.
Kemenangan Paskah, sukacita Paskah,

Dosa sendirilah yang dapat menghancurkan ini;

Dari kuasa dosa bebaskanlah

Jiwa-jiwa yang baru lahir, ya Tuhan, dalam Dikau.
Madah kemuliaan dan pujian,

Tuhan yang bangkit, kepada-Mu kami naikkan;

Bapa yang kudus, pujian kepada-Mu,

bersama Roh, senantiasa.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Mazmur 144 (145)

Pujian akan keagungan Allah

Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Dikau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.
Aku akan memberkati Dikau hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.
Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang ajaib.
Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyerukan keadilan-Mu.
Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, berlimpah kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua makhluk-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Antifon 2Alleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

II
Semua makhluk-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan kerajaan-Mu yang mulia.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

pemerintahan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAlleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.
Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.
Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Dia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.
Dia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Dia mendengar seruan mereka dan Dia menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Dia hancurkan sama sekali.
Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk segala abad yang tak berkesudahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang berseru kepada-Mu dalam kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian mereka yang menghormati-Mu. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka agar kami senantiasa mengasihi dan memuji nama-Mu yang kudus.

AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Seluruh tubuhku bersukacita, alleluya.

Dengan segenap kekuatanku aku akan memuji Allahku, alleluya.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

6:1-17

Anak Domba membuka meterai-meterai kitab Allah.
Aku, Yohanes, melihat ketika Anak Domba membuka meterai yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar salah satu dari keempat makhluk hidup itu berseru dengan suara seperti guntur, “Datanglah!” Dengan terkejut aku melihat seekor kuda putih; penunggangnya memiliki busur, dan ia diberi mahkota. Ia maju dengan jaya, untuk menaklukkan lagi.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk hidup yang kedua berseru, “Datanglah!” Kuda lain keluar, yang berwarna merah. Penunggangnya diberi kuasa untuk merampas kedamaian dari bumi dengan membiarkan manusia saling membunuh. Untuk ini ia diberi pedang yang besar.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk hidup yang ketiga berseru, “Datanglah!” Kali ini aku melihat seekor kuda hitam, yang penunggangnya memegang sepasang timbangan di tangannya. Aku mendengar apa yang tampaknya adalah suara yang datang dari antara keempat makhluk hidup itu. Katanya: “Upah sehari untuk satu takaran gandum dan sama untuk tiga takaran jelai! Tetapi jangan merusak minyak zaitun dan anggur!”
Ketika Anak Domba membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk hidup yang keempat berseru, “Datanglah!” Sekarang aku melihat seekor kuda berwarna hijau pucat. Penunggangnya bernama Maut, dan dunia orang mati mengikutinya. Keempatnya diberi kuasa atas seperempat bumi, untuk membunuh dengan pedang dan kelaparan dan wabah dan binatang buas di bumi.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah mati syahid karena kesaksian yang mereka berikan kepada firman Allah. Mereka berseru dengan suara nyaring: “Berapa lama lagi, ya Tuhan, yang kudus dan benar, sebelum Engkau menghakimi perkara kami dan membalas darah kami di antara penduduk bumi?” Setiap martir diberi jubah putih panjang, dan mereka diberitahu untuk bersabar sedikit lebih lama sampai kuota hamba-hamba dan saudara-saudara mereka yang akan dibunuh, seperti mereka, terpenuhi.
Ketika aku melihat Anak Domba membuka meterai yang keenam, terjadilah gempa bumi yang dahsyat; matahari menjadi hitam seperti kain tenda bulu kambing dan bulan menjadi merah seperti darah. Bintang-bintang di langit berjatuhan ke bumi seperti buah ara yang diguncang lepas oleh angin kencang. Kemudian langit menghilang seolah-olah itu adalah gulungan yang digulung; setiap gunung dan pulau tercabut dari dasarnya. Raja-raja bumi, para bangsawan dan mereka yang berkuasa, orang kaya dan berkuasa, budak dan orang bebas—semua bersembunyi di gua-gua dan celah-celah gunung. Mereka berseru kepada gunung-gunung dan batu-batu, “Jatuhlah menimpa kami! Sembunyikan kami dari wajah Dia yang duduk di takhta dan dari murka Anak Domba! Hari besar pembalasan mereka telah tiba. Siapa yang dapat menahannya?”

Responsorium Wahyu 6:9, 10, 11

Aku mendengar suara-suara mereka yang telah dibunuh berseru dari bawah mezbah: Mengapa Engkau tidak membalas darah kami? Tuhan menjawab:

Bersabarlah sedikit lebih lama sampai jumlah penuh saudara-saudaramu bergabung denganmu, alleluya.
Mereka diberi jubah putih untuk dipakai dan Dia berkata kepada mereka:

Bersabarlah sedikit lebih lama sampai jumlah penuh saudara-saudaramu bergabung denganmu, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari Apologi Pertama untuk Pembelaan Orang Kristen oleh Santo Yustinus, Martir

Perayaan Ekaristi
Tidak seorang pun boleh berbagi Ekaristi dengan kami kecuali ia percaya bahwa apa yang kami ajarkan adalah benar, kecuali ia telah dibasuh dalam air pembaharuan baptisan untuk pengampunan dosa-dosanya, dan kecuali ia hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang diberikan Kristus kepada kami.
Kami tidak mengonsumsi roti dan anggur Ekaristi seolah-olah itu adalah makanan dan minuman biasa, karena kami telah diajarkan bahwa sebagaimana Yesus Kristus Juruselamat kami menjadi manusia daging dan darah oleh kuasa Sabda Allah, demikian pula makanan yang diasimilasi oleh daging dan darah kami untuk nutrisinya menjadi daging dan darah Yesus yang menjelma oleh kuasa sabda-Nya sendiri yang terkandung dalam doa syukur.
Para rasul, dalam ingatan mereka, yang disebut Injil, menyerahkan kepada kami apa yang Yesus perintahkan kepada mereka untuk dilakukan. Mereka menceritakan bahwa Dia mengambil roti, mengucap syukur dan berkata: Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku. Inilah tubuh-Ku. Dengan cara yang sama Dia mengambil cawan, Dia mengucap syukur dan berkata: Inilah darah-Ku. Tuhan memberikan perintah ini hanya kepada mereka. Sejak saat itu kami terus-menerus saling mengingatkan tentang hal-hal ini. Orang kaya di antara kami membantu orang miskin dan kami selalu bersatu. Untuk semua yang kami terima, kami memuji Pencipta alam semesta melalui Putra-Nya Yesus Kristus dan melalui Roh Kudus.
Pada hari Minggu kami mengadakan pertemuan umum semua anggota kami, baik yang tinggal di kota maupun di daerah terpencil. Ingatan para rasul atau tulisan para nabi dibacakan, selama ada waktu. Setelah pembaca selesai, pemimpin pertemuan berbicara kepada kami; ia mendesak setiap orang untuk meniru contoh-contoh kebajikan yang telah kami dengar dalam bacaan. Kemudian kami semua berdiri bersama dan berdoa.
Pada akhir doa kami, roti dan anggur serta air dibawa ke depan. Pemimpin mempersembahkan doa dan mengucap syukur sebaik mungkin, dan umat memberikan persetujuan dengan mengatakan, “Amin.” Ekaristi dibagikan, setiap orang yang hadir menerima komuni, dan para diakon membawanya kepada mereka yang tidak hadir.
Orang kaya, jika mereka mau, dapat memberikan sumbangan, dan mereka sendiri yang menentukan jumlahnya. Kolekte ditempatkan dalam pengawasan pemimpin, yang menggunakannya untuk membantu anak yatim piatu dan janda serta semua yang karena alasan apa pun dalam kesusahan, baik karena sakit, di penjara, atau jauh dari rumah. Singkatnya, ia mengurus semua yang membutuhkan.
Kami mengadakan pertemuan umum kami pada hari Minggu karena itu adalah hari pertama dalam seminggu, hari di mana Allah mengusir kegelapan dan kekacauan dan menciptakan dunia, dan karena pada hari yang sama Juruselamat kami Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Karena Dia disalibkan pada hari Jumat dan pada hari Minggu Dia menampakkan diri kepada para rasul dan murid-Nya dan mengajar mereka hal-hal yang telah kami sampaikan untuk pertimbangan Anda.

Responsorium

Ketika Dia akan berpindah dari dunia ini kepada Bapa, Yesus menetapkan peringatan akan kematian-Nya:

Dia memberi kita sakramen tubuh dan darah-Nya, alleluya.
Dia memberi kita tubuh-Nya sebagai makanan, darah-Nya sebagai minuman, dan Dia berkata: Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku.

Dia memberi kita sakramen tubuh dan darah-Nya, alleluya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji Dikau;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan Dikau;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah Dikau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji Dikau.

Persekutuan luhur para nabi memuji Dikau.

Pasukan martir berjubah putih memuji Dikau.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan Dikau:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengatasi sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati Dikau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Dikau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Semoga umat-Mu

bersukacita selamanya, ya Allah,

dalam semangat muda yang diperbarui,

agar, bersukacita sekarang dalam kemuliaan adopsi kami yang dipulihkan,

kami dapat menantikan dengan harapan yang penuh keyakinan

sukacita hari kebangkitan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam kesatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Minggu Paskah III

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Antifon 1Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+
takhtaMu teguh sejak dahulu,*
dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+
air pasang meningkatkan suaranya,*
air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+
hebat melebihi empasan samudera,*
agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*
rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, alleluya.

Antifon 2Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, alleluya.

Antifon 3Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, alleluya.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*
pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*
dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan;*
Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*
ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*
naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*
angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*
pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*
binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*
para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*
kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan;*
sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*
namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*
hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Antifon 3Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, alleluya.

Bacaan singkat: Kis 10,40-43

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepadaNya akan mendapat pengampunan dosa demi namaNya.

Lagu singkat:

℣.Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, alleluya.℟.Kristus.℣.Engkau bangkit dari alam maut.℟.Alleluya, alleluya.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungSi lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat itu segenap rakyat memuji Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSi lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat itu segenap rakyat memuji Allah.

Doa Permohonan

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kekuatanNya. Marilah kita berdoa:

℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu. ℟.

Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau. ℟.

Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu. ℟.

Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umatMu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anakMu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, ang hidup ...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Minggu Paskah III

MINGGU — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Minggu Paskah III

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa."

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan Singkat: (Ef 2,4-6)

Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahimanNya yang melimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus dan telah diselamatkan demi rahmat Kristus. Bersama Kristus Yesus pula kita dibangkitkan dan bersama Dia kita ditahtakan dalam surga.

℣.Jika kita sudah mati bersama Kristus, alleluya.℟.Kita akan hidup bersama Kristus pula, alleluya.

Doa Penutup

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umatMu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anakMu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, ang hidup ...

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Minggu Paskah III

MINGGU — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Rom 6, 4)

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Minggu Paskah III

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Antifon 1Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Antifon 2Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Antifon 2Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Antifon 3Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

Bacaan singkat: Ibr 10,12-14

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuhNya dijadikan tumpuan kakiNya. Dengan satu kurban Ia menyempurnakan orang yang dikuduskanNya untuk selama-lamanya.

Lagu singkat:

℣.Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya.℟.Tuhan.℣.Dan memperlihatkan diri kepada Simon.℟.Alleluya, alleluya.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungYesus bersabda kepada para muridNya: "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap". Simon Petrus naik ke perahu lagi, menghela jala ke darat, penuh ikan-ikan besar, alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungYesus bersabda kepada para muridNya: "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap". Simon Petrus naik ke perahu lagi, menghela jala ke darat, penuh ikan-ikan besar, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan kita telah wafat, bangkit dan selalu menjadi perantara kita. Maka marilah kita memohon padaNya dengan gembira:

℟. Raja pemenang, dengarkanlah kami.

Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu. ℟.

Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu. ℟.

Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah. ℟.

Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi. ℟.

Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umatMu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anakMu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, ang hidup ...

Ibadat Penutup

Hari Minggu Paskah III

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Tarbula

Perawan dan Martir

Sekitar tahun 340 Sapor II, Raja Persia, Iran melancarkan penganiayaan yang kejam terhadap umat Kristen. Simeon, Uskup kota Seleukea, dibunuh dalam aksi penyaniayaan ngeri itu. Selang beberapa waktu kemudian permaisuri raja diserang penyakit yang sangat membahayakan. Tarbula, seorang biarawati dan adik Uskup Simeon, dituduh sebagai biang keladi penyakit naas tersebut. Karenanya ia pun ditangkap. Terhadap tuduhan yang diarahkan kepadanya, Tarbula dengan tegas menyatakan bahwa ia lebih taat kepada perintah Kristus yang melarang membunuh orang. Tetapi Mereptes, hakim yang mengadilinya, tetap mempertahankan tuduhannya. Katanya: "Sesungguhnya perkara ini sudah jelas dan dapat dimengerti. Engkau bermaksud membalas kematian kakakmu dengan menimpakan penyakit berbahaya itu kepada sri ratu." Dengan tenang Turbula menjawab: "Kakakku yang telah kamu bunuh kini hidup dalam kemuliaan suragawi bersama Kristus Tuhan kami; siksaanmu terhadap dirinya sama sekali tidak mendatangkan malapetaka apa pun atas dirinya."

Turbula seorang gadis muda yang berparas cantik. Melihat kecantikannya itu, sang hakim secara diam-diam jatuh cinta padanya dan bertekad menikahinya. Secara rahasia ia mengabarkan kepada Turbula bahwa ia akan selamat, asal saja ia mau menjadi isterinya. Mendengar hal itu Turbula dengan tegas mengatakan bahwa: "Janganlah berencana jahat terhadap aku. Aku telah menjadi mempelai Kristus, Tuhanku. Tak akan pernah aku menerima cintamu itu; bagaimanakah mungkin aku memilih kematian yang kekal hanya untuk menyelamatkan nyawaku dan hidupku yang sementara ini?" Keteguhan serta ketegasannya yang sama ini ditunjukkan pula kepada Sapor II, tatkala sang raja sendiri mengajaknya mempersembahkan kurban kepada dewa matahari.

Karena semua daya upaya mereka untuk menyesatkan dia sia-sia saja, maka Turbula bersama-sama dengan dua wanita lainnya dibawa ke panggung penyiksaan, di luar kota. Disanalah mereka dibunuh oleh kaki tangan raja.

Santo Elfege OSB

Uskup

Elfege hidup diantar tahun 954-1012. Ia menolak dibebaskan dari penjara oleh seorang tentara Denmark dengan uang tebusan karena ia tidak mau membeli kebebasannya dengan uang yang telah disisihkan untuk kepentingan kaum miskin.

Santo Leo IX

Paus

Bruno Egesheim, nama asli Paus Leo IX (1049-1054), lahir pada tahun 1002 di sebuah kota kecil di perbatasan Jerman dan Prancis. Keluarganya tergolong keluarga bangsawan yang kaya raya dan berpengaruh di Jerman. Semenjak kecil, Bruno bercita-cita menjadi imam, terdorong oleh cara hidup keluarganya yang saleh.

Ketika berumur 5 tahun, ayahnya memasukkan dia ke sebuah sekolah yang didirikan oleh Uskup Bertold di Toul, Prancis. Ketika saudara sepupunya menjadi Kaisar Jerman dengan nama Conrad II, Bruno menjadi pembantu uskup Harriman di Toul. Sepeninggal Uskup Harriman, Bruno diangkat menjadi Uskup Toul pada tahun 1027. Selama 22 tahun ia bekerja keras membina iman umatnya dan membaharui keuskupannya.

Sepeninggal Sri Paus Damasus II pada tahun 1048, Bruno diajukan sebagai Paus oleh Kaisar Henry III, yang menggantikan Conrad II, saudara sepupu Bruno. Walaupun Bruno sendiri merasa berat untuk menerima jabatan mulia itu, namun ia bersedia juga berangkat ke Roma. Bersama peziarah lainnya, Bruno memasuki kota suci Roma tanpa memakai alas kaki. Rahib Hildebrand, yang nanti bertugas sebagai penasehat Bruno dan kemudian menjadi Paus Gregorius VII (1073-1085), menerima Bruno di Roma. Dalam hati kecilnya, Bruno berpikir bahwa orang-orang Roma akan menolaknya karena berkebangsaan Jerman. Tetapi ternyata orang-orang Roma datang dan berkumpul di Basilika Santo Petrus untuk menyambut dia. Imam-imam Roma dengan suara bulat menerima dan memilih dia menjadi Paus. Akhirnya ia menjadi Paus dengan nama Leo IX.

Semenjak awal kepemimpinannya, Leo IX melancarkan aksi pembaharuan di seluruh gereja. Terlebih dahulu ia memperbaharui cara hidup para imam, sambil berusaha keras menentang kembalinya Benedikstus IX ke atas tahta kePausan dan menyehatkan kembali keadaan keuangan kePausan yang porak poranda. Hildebrand diangkatnya menjadi pengawas keuangan kePausan. Selanjutnya beliau mengadakan sinode untuk membicarakan kejahatan besar praktek simonia (membeli jabatan gerejani dengan uang) dan cara hidup para imam yang tidak mengindahkan keluhuran hidup selibat. Semua tabhisan yang telah dibeli dengan uang dibatalkan meskipun ada perlawan keras dari kaum awam dan imam-imam. Ia melarang imam-imam untuk menikah dan menjual barang-barang gereja. Campur tangan kaum awam dalam pencalonan dan pentabhisan imam-imam tidak di perkenankan.

Untuk mencapai keberhasilan dalam usaha-usahanya itu, ia sendiri mengadakan perjalanan ke seluruh Eropa untuk menjelaskan keabsahan dan ketulusan rencana-rencananya. Ia mengadakan serangkaian konsili di Pavia, Italia, Reims, Perancis dan Mainz-Jerman untuk membicarakan masalah kehidupan rohani para imam dan memecat imam-imam yang tidak hidup menurut cita-citanya. Dari tahun 1050 sampai 1053, Leo beberapa kali mengadakan perjalanan keliling Italia Selatan, Jerman dan Perancis untuk memberi konferensi-konferensi di Langres, Traves, Pressburg, Ratisbon, Augsburg dan Mantua.

Pada tahun 1050, Leo mengadakan lagi sebuah konsili di Roma untuk membicarakan masalah Berengarius dari Tours dan pengikut-pengikutnya yang tetap menyangkal kebenaran ajaran iman perihal kehadiaran riil Yesus Kristus dalam Ekaristi dan transubstansi (perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus). Dalam konsili ini, Berengarius dijatuhi hukuman ekskomunikasi.

Dalam masa kepemimpinannya yang singkat itu. Leo dikenal sebagai Paus yang menuntut otoritas atas gereja timur. Ia dikenal sebagai pembaharu Gereja, pendobrak praktek simonia dalam gereja dan praktek hidup imam yang bertentangan dengan cita-cita imamat. Ia juga dengan gigih membela orang-orang Italia selatan yang dikuasai oleh bangsa Normandia.

Santo Werner

Martir

Sewaktu masih bocah, ia melarikan diri karena terus dipukuli oleh ayah tirinya. Lalu ia menjadi pembantu seorang petani anggur yang jahat. Suatu hari majikannya menyuruh dia membawa pulang hosti dari gereja. Tetapi anak itu menjawab: "Tak pernah saya berbuat dosa ini!" Pada hari Kamis Putih ia diseret ke kebun anggur, diikat pada tiang selama tiga hari supaya menurut. Namun Werner tak mundur setapak pun. Maka para penyiksa memotong pembuluh darah Werner, sehingga ia mati lemas. Mayatnya diceburkan ke sungai dekat Bacherach, Jerman. Ia meninggal pada tahun 1287.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari