Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati.
Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka, turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah lalu berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”
Refren: Puji jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Terpujilah engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta Kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
Umat Allah dipersatukan oleh tiga macam ikatan. Ikatan itu ialah cinta kasih Bapa sebagai sumbernya, rahmat yang diperoleh Putra karena misteri Paskah-Nya, dan persatuan cinta kasih Roh Kudus.
Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus.
Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka, Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Alleluya U: Alleluya
Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Anak tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Allah yang Datang Menghampiri
Hari Raya Tritunggal Mahakudus gampang terasa seperti soal matematika yang membingungkan. Tiga tapi satu, satu tapi tiga. Kita cenderung memperlakukannya sebagai teka-teki untuk dipecahkan, lalu menyerah. Padahal Tritunggal bukan rumus, melainkan kabar tentang siapa Allah itu: Ia relasi, Ia kasih yang mengalir, dan Ia selalu bergerak menghampiri.
Zefanya melukiskan Allah yang sama sekali tidak jauh: "TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita." Allah bukan penonton yang berjarak di langit. Ia berada di tengah, dan bahkan bersukacita atas umat-Nya. Coba bayangkan: Allah yang gembira karena kita.
Dan dalam Injil, "berada di tengah" itu mengambil bentuk yang nyata. Maria, yang baru mengandung Yesus, bergegas ke pegunungan mengunjungi Elisabet. Begitu salamnya terdengar, anak dalam rahim Elisabet melonjak, dan ia dipenuhi Roh Kudus. Lihat betapa penuhnya ruangan kecil itu: Bapa yang mengutus, Putra dalam rahim Maria, Roh yang memenuhi Elisabet. Tritunggal hadir bukan dalam diagram, melainkan dalam sebuah kunjungan antara dua perempuan yang sedang mengandung.
Inilah cara Allah bekerja. Ia datang menghampiri, lalu mendorong kita untuk saling menghampiri. Maria tidak menyimpan Yesus untuk dirinya sendiri. Ia membawa-Nya menyeberangi bukit, kepada saudarinya yang juga membutuhkan. Kehadiran Allah selalu bergerak keluar, tidak pernah mengurung diri.
Maria lalu menyanyikan Magnificat: "Jiwaku memuliakan Tuhan." Nyanyian itu jawaban atas Allah yang lebih dulu bersukacita atas dia, persis seperti nubuat Zefanya. Sukacita bersambut sukacita. Begitulah relasi Tritunggal meluber ke dalam hidup manusia.
Zefanya pun menulis kalimat penghiburan itu bukan di masa aman, melainkan sesudah berbicara panjang tentang hukuman. Justru kepada umat yang babak belur oleh dosanya sendiri, Allah berkata, "Janganlah takut... Aku ada di antaramu." Begitulah selalu cara Sang Tritunggal mendekat: bukan menunggu kita pantas lebih dulu, melainkan menghampiri saat kita masih penuh cela.
Maka merayakan Tritunggal bukan berarti memahami misteri sampai tuntas. Ia berarti membiarkan diri dihampiri oleh Allah yang adalah kasih, lalu bergegas menghampiri sesama, seperti Maria. Di bulan Mei yang kita persembahkan bagi Bunda ini, ia menjadi contoh paling jelas: orang yang penuh Allah selalu berjalan keluar menuju orang lain.
Siapa yang perlu kita hampiri hari ini, membawa serta kehadiran Allah yang tinggal di dalam kita?
Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Engkau kasih yang selalu menghampiri. Penuhilah aku, lalu utuslah aku bergegas menghampiri sesama. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.
Mazmur 23 (24)
Tuhan masuk ke bait-Nya
dunia dan semua yang mendiaminya.
AntifonMaria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.
Antifon 2Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.
Mazmur 45 (46)
Allah, perlindungan dan kekuatan kita
Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).
AntifonYang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.
Antifon 3Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.
Mazmur 86 (87)
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita yang merdeka; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).
AntifonHal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.
Responsorium Lukas 1:41b-43, 44
Responsorium Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Roma 11,33-36)
Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 4, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
Pesta ini merayakan kunjungan Santa Perawan Maria kepada saudarinya Elisabet, seperti dikisahkan dalam Injil Lukas. Sesudah menerima kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung Sang Penyelamat, dan bahwa Elisabet yang sudah lanjut usia pun sedang mengandung, Maria segera berangkat ke pegunungan Yudea untuk melayani.
Perjumpaan itu penuh sukacita. Ketika Maria memberi salam, bayi dalam rahim Elisabet, yaitu Yohanes Pembaptis, melonjak kegirangan, dan Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus berseru, Diberkatilah engkau di antara semua perempuan (Lukas 1:42). Maria menanggapinya dengan madah Magnificat, nyanyian pujian yang mengagungkan Allah karena berpihak kepada mereka yang rendah dan lapar akan keadilan.
Perayaan ini pertama kali dijalankan oleh para Fransiskan pada tahun 1263 atas anjuran Santo Bonaventura. Kemudian Paus Urbanus VI menetapkannya bagi seluruh Gereja pada tahun 1389, dengan harapan agar melalui perantaraan Maria, perpecahan besar yang saat itu melanda Gereja Barat dapat dipulihkan.
Sesudah pembaruan liturgi Konsili Vatikan II, pestanya ditempatkan pada 31 Mei, di penghujung bulan yang khusus didedikasikan bagi Maria. Letaknya pun bermakna, di antara Hari Raya Kabar Sukacita dan Kelahiran Yohanes Pembaptis. Bagi umat hari ini, pesta ini mengajarkan bahwa membawa Kristus kepada sesama selalu terwujud dalam pelayanan yang nyata dan penuh kasih.
Ditetapkan: bagi Gereja universal oleh Paus Urbanus VI tahun 1389; tanggal 31 Mei ditetapkan dalam pembaruan kalender Konsili Vatikan II.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari