Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu XXIX Masa Biasa

Minggu, 18 Oktober 2026· Hijau · Pekan Psalterium I
18 Oktober 2026

Bacaan Misa

Minggu XXIX Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Aku memegang tangan kanan Koresh supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya.

Beginilah Firman Tuhan, “Inilah Firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang untuk menundukkan bangsa-bangsa di depannya supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup. Demi hamba-Ku, Yakub, dan demi Israel pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu dan menggelari engkau sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku supaya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya orang tahu bahwa tidak ada yang lain di luar Aku; Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.

Mazmur Tanggapan (PS 068)

Refren: Pujilah Tuhan, hai Umat Allah, pujilah Tuhan, hai Umat Allah.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang Ajaib di antara segala suku.

Sebab Mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji. Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.

Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan Kedua

Kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu.

Salam dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai Sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap Syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab, kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihani Allah, kami tahu bahwa Allah telah memilih kamu. Sebab, Injil yang kami beritakan disampaikan kepada kamu bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh.

Bait Pengantar Injil

Alleluya, alleluya.

Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti Bintang-bintang sambil berpegang pada Sabda kehidupan.

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan mereka. Maka, Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka, Yesus bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Bergambar Siapa

Renungan · 2 menit baca

Coba keluarkan selembar uang dari dompet. Di situ ada gambar pahlawan, lambang negara, tanda tangan pejabat bank. Uang itu sah bukan karena kertasnya, melainkan karena gambar dan tulisan yang dicetak di atasnya. Siapa yang gambarnya tercetak, dialah yang berkuasa atas uang itu.

Minggu lalu kita mendengar perjamuan kawin yang kursinya dibiarkan kosong. Hari ini orang Farisi dan orang Herodian, dua kubu yang biasanya saling sinis, kompak memasang jerat. Boleh membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Jawab ya, Yesus dicap antek penjajah. Jawab tidak, Ia bisa dilaporkan sebagai pemberontak. Pertanyaannya kedengaran sopan, padahal bermata dua.

Yesus tidak berteori. Ia minta ditunjukkan sekeping koin. Gambar dan tulisan siapakah ini? Gambar kaisar. Kalau begitu, berikanlah kepada kaisar apa yang wajib diberikan kepada kaisar. Koin itu memang bergambar kaisar, kembalikan saja kepada pemiliknya. Lalu kalimat kedua, yang sering kita baca sambil lalu: dan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah.

Di sinilah pertanyaannya berbalik kepada kita. Kalau koin bergambar kaisar adalah milik kaisar, apa yang bergambar Allah? Kitab Kejadian sudah menjawab sejak halaman pertama: manusia diciptakan menurut gambar Allah. Koin boleh untuk kaisar. Diri kita seutuhnya, waktu kita, hati kita, pilihan hidup kita, bergambar Allah. Itulah yang wajib kita kembalikan. Kaisar mendapat logamnya. Allah berhak atas orangnya.

Bacaan pertama memperlihatkan betapa luas kuasa Allah bahkan atas wilayah kaisar. Koresh, raja Persia yang tidak mengenal Tuhan, disebut orang yang Kuurapi. Allah memegang tangan kanannya dan memakai dia untuk memulangkan Israel dari pembuangan. Rupanya Allah tidak pernah kehabisan cara. Kuasa duniawi pun bisa menjadi alat di tangan-Nya, kadang tanpa disadari oleh pemegangnya.

Hari ini Gereja juga merayakan Minggu Misi Sedunia. Misi berasal dari kata Latin missio, pengutusan. Paulus mengenang jemaat Tesalonika yang menerima Injil bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan kekuatan Roh Kudus, lalu hidup dalam amal iman, usaha kasih, dan ketekunan harapan. Misi tidak selalu berarti berangkat ke pulau yang jauh. Misi bisa berarti mengembalikan kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya: anak yang kita didik, pekerjaan yang kita jalani, tetangga yang kita sapa. Orang Jawa menyebutnya sangkan paraning dumadi, tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali.

Maka malam ini, sebelum tidur, cobalah bertanya kepada diri sendiri: dari semua yang kupegang hari ini, mana yang sudah kukembalikan kepada Allah?

Tuhan, Engkau menera gambar-Mu pada diriku. Jangan biarkan aku menyerahkannya kepada pemilik yang salah. Jadikanlah hidupku utusan-Mu di tempat aku berada. Amin.

Invitatorium

Minggu XXIX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu XXIX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Mazmur 1

Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia

Berbahagialah mereka yang, dengan menaruh seluruh kepercayaan pada salib, telah terjun ke dalam air kehidupan (dari seorang penulis abad kedua).
Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi kesukaannya adalah Taurat Tuhan

dan yang merenungkan Taurat-Nya siang dan malam.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya

dan daunnya tidak akan layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Sebab mereka seperti sekam yang ditiup

akan diterbangkan oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

tidak akan menemukan tempat di antara orang-orang yang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau adalah kepenuhan hidup kekudusan dan sukacita. Penuhilah hari dan malam kami dengan kasih hikmat-Mu, agar kami dapat berbuah dalam keindahan kekudusan, seperti pohon yang diairi oleh aliran sungai.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).

Mengapa keributan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara umat manusia gumaman yang tidak berguna ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran berkomplot melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari, kita buang kuk mereka.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menyerang mereka dengan teror.

“Akulah yang telah mengangkat raja-Ku

di Sion, gunung kudus-Ku.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:
Tuhan berfirman kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

letakkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan menghancurkan mereka,

memecahkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Sekarang, ya raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan hormat

dan gemetar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia marah dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau memberikan bangsa-bangsa di dunia sebagai warisan Putra tunggal-Mu; Engkau memahkotai-Nya sebagai Raja Sion, kota suci-Mu, dan memberikan Gereja-Mu untuk menjadi mempelai-Nya. Ketika Dia memberitakan hukum kerajaan-Mu yang kekal, semoga kami melayani-Nya dengan setia, dan dengan demikian berbagi kuasa kerajaan-Nya selamanya.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Antifon 3Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Mazmur 3

Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan

Kristus tertidur dalam kematian, tetapi Dia bangkit dari antara orang mati, karena Allah adalah penyelamat-Nya (Santo Ireneus).
Betapa banyak musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyak yang bangkit melawan aku!

Betapa banyak yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Dia menjawab dari gunung kudus-Nya.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, karena Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawan aku.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Bangkitlah, Tuhan; selamatkan aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mendengar seruan Putra-Mu ketika Dia tertindas dan menyelamatkan-Nya dari tidur kematian. Bangkitlah, Tuhan, tolonglah Gereja-Mu. Jadilah perisainya agar ia dapat mengangkat kepalanya dan memancarkan kemuliaan kebangkitan.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Semoga sabda Kristus senantiasa memenuhi hati-Mu.

℟ Bagikanlah satu sama lain hikmat yang Engkau terima.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Ester

Est 1:1-3, 9-13, 15-16, 19; 2:5-10, 16-17

Wasti ditolak dan Ester dipilih
Ahasyweros, yang memerintah dari India sampai Etiopia atas seratus dua puluh tujuh daerah, bersemayam di atas takhta kerajaannya di benteng Susan. Pada tahun ketiga pemerintahannya, ia mengadakan perjamuan besar bagi semua pembesar dan pegawainya, bagi para panglima Persia dan Media yang gagah perkasa, bagi para bangsawan dan para kepala daerah, di hadapannya.

Ratu Wasti juga mengadakan perjamuan bagi kaum perempuan di istana raja, tempat raja Ahasyweros biasa tinggal.

Maka pada hari ketujuh, ketika hati raja riang karena anggur, ia memerintahkan Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar, dan Karkas, ketujuh sida-sida yang melayani di hadapannya, supaya mereka membawa ratu Wasti ke hadapan raja dengan mahkota kerajaan di kepalanya, untuk memperlihatkan kecantikannya kepada segala bangsa dan para pembesar: sebab ia memang sangat cantik.

Tetapi ratu menolak dan tidak mau datang memenuhi perintah raja yang disampaikan melalui para sida-sida; maka raja murka dan berkobar-kobar amarahnya, lalu bertanya kepada orang-orang bijaksana yang mengetahui tanda-tanda zaman, sebab segala urusannya dilakukannya menurut nasihat orang-orang yang paham akan undang-undang dan hukum leluhur: "Menurut hukum, apakah yang harus diperbuat terhadap ratu Wasti, yang tidak mau melakukan perintah raja Ahasyweros yang disampaikan melalui para sida-sida?"

Maka jawab Memukan, didengar raja dan para pembesar: "Ratu Wasti bukan hanya bersalah terhadap raja, melainkan juga terhadap semua pembesar dan segala bangsa yang ada di semua daerah raja Ahasyweros. Jika raja berkenan, hendaklah dikeluarkan suatu titah dari hadapan raja dan dituliskan di antara undang-undang Persia dan Media, yang tidak boleh diubah, bahwa Wasti tidak boleh lagi menghadap raja, dan bahwa kedudukannya sebagai ratu diberikan kepada orang lain yang lebih baik dari padanya."

Di benteng Susan ada seorang Yahudi bernama Mordekhai, anak Yair, anak Simei, anak Kish, dari suku Benyamin, yang diangkut dari Yerusalem bersama orang-orang buangan yang diangkut bersama Yekhonya, raja Yehuda, yang dibuang oleh Nebukadnezar, raja Babel. Ia menjadi pengasuh Hadasa, anak saudara ayahnya, yang juga disebut Ester, yang telah kehilangan ayah dan ibunya; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ayah dan ibunya meninggal, Mordekhai mengangkatnya sebagai anaknya sendiri.

Maka terjadilah, setelah perintah raja tersiar dan menurut titahnya banyak gadis cantik dibawa ke Susan dan diserahkan kepada Hegai, Ester pun dibawa ke istana raja dan diserahkan ke tangan Hegai, penjaga kaum perempuan. Gadis itu berkenan kepadanya dan mendapat kasih sayang di hadapannya; maka ia segera menyediakan wangi-wangian dan jatah makanannya serta tujuh gadis pilihan dari istana raja, dan ia memindahkan Ester bersama dayang-dayangnya ke bagian terbaik dari rumah kaum perempuan.

Ester tidak memberitahukan bangsa dan asal usulnya, sebab Mordekhai telah berpesan supaya ia sama sekali tidak menyebutkan hal itu. Maka Ester dibawa masuk ke bilik raja Ahasyweros pada bulan kesepuluh, yaitu bulan Tebet, pada tahun ketujuh pemerintahannya. Raja mencintai Ester lebih dari semua perempuan lain; ia mendapat kasih dan sayang di hadapannya lebih dari semua gadis lain, lalu raja mengenakan mahkota kerajaan di kepalanya dan mengangkatnya menjadi ratu menggantikan Wasti.

Responsorium Mzm 113 (112):5-8a; Luk 1:51b-52

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang bersemayam di tempat tinggi dan merendahkan diri untuk memandang ke langit dan ke bumi?

℟ Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya bersama para pembesar.
Ia mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah.

℟ Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya bersama para pembesar.
Bacaan Kedua

Dari Surat Santo Agustinus, uskup, kepada Proba

(Ep. 130, 8, 15. 17 - 9, 18: CSEL 44, 56-57. 59-60)

Hendaklah kerinduan kita dilatih dalam doa
Mengapa kita terpencar ke dalam banyak hal dan mencari-cari apa yang harus kita doakan, karena takut jangan-jangan kita berdoa tidak sebagaimana mestinya, dan tidak lebih baik berkata bersama pemazmur: "Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan mengunjungi bait-Nya"? Sebab di sana segala hari tidak datang dan berlalu, dan permulaan hari yang satu bukanlah akhir hari yang lain; semuanya ada bersama-sama tanpa akhir, di mana hidup itu sendiri, yang memiliki hari-hari itu, tidak mempunyai akhir.

Untuk memperoleh hidup bahagia ini, Hidup yang sejati itu sendiri mengajar kita berdoa, bukan dengan banyak kata, seolah-olah kita dikabulkan karena makin banyak bicara, sebab kita berdoa kepada Dia yang, seperti dikatakan Tuhan sendiri, mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya kepada-Nya.

Mengapa Ia, yang mengetahui apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya, berbuat demikian, dapat membingungkan hati, kecuali bila kita mengerti bahwa Tuhan dan Allah kita tidak menghendaki agar kehendak kita diberitahukan kepada-Nya, sebab hal itu tidak mungkin tidak diketahui-Nya, melainkan supaya kerinduan kita dilatih dalam doa, agar kita mampu menerima apa yang disediakan-Nya untuk diberikan. Sebab apa yang disediakan itu sangat besar, sedangkan kita kecil dan sempit untuk menerimanya. Karena itu dikatakan kepada kita: "Bukalah hatimu lebar-lebar; janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya."

Sebab apa yang sangat besar itu (yang tidak pernah dilihat oleh mata, karena bukan warna; tidak pernah didengar oleh telinga, karena bukan bunyi; dan tidak pernah timbul dalam hati manusia, karena hati manusialah yang harus naik ke sana) akan kita terima dengan daya tampung yang makin besar, semakin setia kita mempercayainya, semakin teguh kita mengharapkannya, dan semakin berkobar kita merindukannya.

Jadi, dalam iman, harapan, dan kasih itu kita selalu berdoa dengan kerinduan yang terus-menerus. Tetapi pada jam-jam dan waktu-waktu tertentu kita juga memohon kepada Allah dengan kata-kata, supaya dengan tanda-tanda lahiriah itu kita mengingatkan diri kita sendiri, menyadari seberapa jauh kita telah maju dalam kerinduan ini, dan menggerakkan diri kita dengan lebih bersemangat untuk menambahkannya. Sebab hasil yang lebih pantas akan menyusul, apabila didahului oleh kasih sayang yang lebih berkobar. Maka perkataan Rasul "Berdoalah tanpa henti" tidak lain berarti: rindukanlah tanpa henti hidup bahagia, yang tidak lain adalah hidup kekal, dari Dia yang satu-satunya dapat memberikannya.

Responsorium Yer 29:13, 12b, 11b

Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, apabila kamu mencari Aku dengan segenap hatimu.

℟ Kamu akan berdoa kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkan kamu.
Aku merancangkan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu masa depan dan harapan.

℟ Kamu akan berdoa kepada-Ku, dan Aku akan mendengarkan kamu.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah yang perkasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal, jadikanlah kami selalu berkehendak bakti kepada-Mu dan mengabdi kepada keagungan-Mu dengan hati yang tulus. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu XXIX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Why 7,10.12)

Selamat bagi Allah kita yang duduk di atas takhta dan bagi Anakdomba. Pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sepanjang segala masa. Amin.

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungSupaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, buatlah kami selalu berkehendak taat kepada-Mu dan mengabdi kepada keagungan-Mu dengan hati yang tulus. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu XXIX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Io 4, 16)

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Ayat Singkat

℣.Condongkanlah hatiku, ya Allah, kepada peringatan-peringatan-Mu.℟.Hidupkanlah aku di jalan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu XXIX Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kita jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, asal saja kita tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.℟.KetetapanMu hendak kupegang.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, buatlah kami selalu berkehendak taat kepada-Mu dan mengabdi kepada keagungan-Mu dengan hati yang tulus. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu XXIX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Ayat Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati, jawablah aku, ya Tuhan.℟.Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu XXIX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungBerikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungGuru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, buatlah kami selalu berkehendak taat kepada-Mu dan mengabdi kepada keagungan-Mu dengan hati yang tulus. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Minggu XXIX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo Lukas

Pengarang Injil · abad ke-1

Lukas lahir di Antiokia dari sebuah keluarga kafir. Pada masa itu Antiokia adalah kota termasyhur ketiga di Kekaisaran Romawi karena luas dan makmur. Ke sanalah orang-orang Kristen pertama menyebar karena penganiayaan orang-orang Yahudi. Di sana mereka mewartakan Tuhan dan berhasil mentobatkan banyak orang kafir, baik Yahudi maupun Yunani. Salah satu orang Antiokia yang bertobat ialah Lukanos, atau lazim dikenal dengan Lukas. Beliau seorang tabib terkemuka di kota itu.

Setelah bertobat, ia menggabungkan diri dengan Paulus, menemaninya dalam perjalanan misioner ke Makedonia, dan bersamanya ke Yerusalem dan ke Roma. Di Yerusalem, Paulus ditangkap lalu ditahan dalam penjara selama dua tahun. Lukas mengunjunginya dengan setia. Sangat boleh jadi bahwa pada waktu itu Lukas mulai mengumpulkan bahan-bahan yang dipergunakannya dalam menulis Kitab Injilnya dan bagian pertama Kisah para Rasul.

Dari bahasanya yang halus dan keahliannya dalam mengarang, diketahui bahwa Lukas adalah seorang yang terdidik. Pandangannya tentu sangat dipengaruhi oleh pandangan dan ajaran Paulus. Ia sebagaimana Paulus, menekankan bahwa keselamatan Allah dimaksudkan bagi semua bangsa. Ia menaruh perhatian khusus terhadap orang-orang miskin dan hina-dina dan ia suka menunjukkan bagaimana Allah berbelaskasih kepada manusia dan rela mengampuni. Ditampilkannya juga peranan wanita-wanita yang turut serta melibatkan diri dalam tugas perutusan Kristus serta dengan setia melayani Dia serta para Rasul. Ia seorang yang bekerja dengan teliti dan memeriksa kebenaran cerita yang didengarnya. Di samping Injil, Lukas juga menulis Kisah para Rasul yang menggambarkan perkembangan Gereja dari saat Kristus naik ke surga sampai saat Paulus tiba di Roma.

Menurut Lukas, kabar gembira ditujukan kepada semua orang, khususnya kepada orang-orang lemah dan hina-dina, kepada kaum fakir miskin dan para pendosa. Oleh karena itu, Injil Lukas biasa disebut "Injil Kerahiman Allah" atau "Injil Cinta Allah". Lihat saja misalnya, peristiwa pembangkitan anak muda dari Naim dan belaskasih Yesus pada ibunya, sikap Yesus kepada Maria Magdalena yang mengurapi kaki Yesus, kisah Zakeus pemungut cukai; dari antara perumpamaan-perumpamaan di dalam Injilnya, terdapat dua perumpamaan yang sangat indah: Anak yang hilang dari orang Samaria yang baik hati.

Sebagai pengarang Injil, ia diberi lambang lembu yang dikenal sebagai binatang persembahan karena ia memulai Injilnya dengan imam Zakaria yang membawa korban persernbahan di Bait Allah Yerusalem. Lukas meninggal dunia pada usia 84 tahun sebagai martir. Ia dihormati sebagai pelindung para pelukis.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari