Bacaan Misa
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Lumbung
Lemari kita punya kebiasaan aneh: selalu terasa kurang besar. Dulu satu lemari cukup. Sekarang dua penuh, dan kita mulai melirik gudang. Barang bertambah, tetapi rasa cukup tidak ikut bertambah.
Orang kaya dalam perumpamaan Yesus mengalami hal yang sama dalam skala besar. Tanahnya berlimpah hasilnya. Masalahnya satu: lumbungnya kurang. Maka ia berencana merombak lumbung lama dan mendirikan yang lebih besar. Dengarkan kata-katanya: hasil tanahku, lumbungku, gandumku, barang-barangku, jiwaku. Semua serba aku. Dalam seluruh rencananya tidak ada Allah, tidak ada sesama, bahkan tidak ada keluarga.
Lalu Allah menyapanya dengan sebutan yang mengejutkan: hai engkau orang bodoh. Bukan orang jahat. Bodoh. Ia tidak mencuri, tidak menipu. Ia hanya salah hitung besar-besaran: mengira hidupnya tergantung pada kekayaannya, dan lupa bahwa malam itu juga jiwanya akan diambil. Apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Paulus dalam bacaan pertama memberi hitungan yang benar: karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Hidup ini pemberian, bukan pencapaian. Orang yang sadar semuanya pemberian akan gampang membagi.
Lumbung tidak salah. Yang salah kalau lumbung menjadi jiwa kita.
Tuhan, jadikan aku kaya di hadapan-Mu, bukan hanya penuh di lumbungku. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Mazmur 6
Seorang yang menderita memohon belas kasihan Allah
Aku diliputi kegelisahan…. Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).
AntifonTunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Antifon 2Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
AntifonOrang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Antifon 3Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
AntifonAku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
Antifonara dia yang melayani Allah,
Responsorium Maleakhi 3:1; Lukas 1:76
Responsorium Ibrani 11:33, 34, 39; Kebijaksanaan 3:5
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
℟. Berilah kami RohMu, ya Tuhan.
Anugerahilah kami suatu hari tanpa noda, penuh sukacita dan damai,* supaya kami nanti malam dapat memuji Engkau dengan hati gembira. ℟.
Semoga kemuliaanMu menyinari kami hari ini,* dan bimbinganMu menyuburkan usaha dan pekerjaan kami. ℟.
Tunjukkanlah seri wajahMu kepada kami,* dan lindungilah kami hari ini di jalan kebaikan dan damai. ℟.
Perhatikanlah semua orang yang menaruh harapan pada doa kami,* dan limpahilah mereka dengan kurnia rohani dan jasmani. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 8. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat Yak 1,19-20.26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 17b. 18a. 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Kol 1,9b-11)
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
℟. Peliharalah umatMu, ya Tuhan.
Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* dan berkatilah milik pusakaMu. ℟.
Satukanlah semua orang kristen,* supaya dunia percaya kepada Kristus yang telah Kauutus. ℟.
Limpahkanlah rahmatMu kepada kaum kerabat dan sanak saudara kami,* supaya mereka menyerahkan diri kepada Kristus. ℟.
Tunjukkanlah cinta kasihMu kepada semua orang yang berada dalam sakrat maut,* supaya mereka melihat keselamatanMu. ℟.
Rahimilah kiranya semua orang mati,* dan satukanlah mereka dengan para kudus yang beristirahat dalam Kristus. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Kedelapan Martir Kanada
Sekitar pertengahan abad ke-17, Amerika Utara, yang kini lazim disebut Kanada, menjadi salah satu wilayah misi imam-imam misionaris Serikat Yesus. Ketika itu penduduk asli Indian yang masih kafir dan liar bertebaran mendiami tepi beberapa danau besar yang ada di sana. Wilayah itu sangat luas dan menakutkan karena lebat sekali hutannya. Di situlah enam orang misionaris Yesuit didampingi dua rasul awam asal Prancis merintis karya pewartaan iman Kristen. Mereka itu ialah P. Jean de Brebeuf SJ, P. Gabriel Lalement SJ, P. Charles Garnier SJ, P. Anto nine Daniel SJ, P. Noel Chabanel SJ, P: Isak Joques SJ, Rene Goupil dan Jean de la Lande.
Kedelapan misionaris ini berkarya di antara orang-orang suku Huron yang mendiami wilayah sekitar danau Huron. Orang-orang Huron ini sering kejangkitan wabah pes, menderita kelaparan dan terus-menerus mendapat serangan dari orang-orang suku Irokes yang sangat ganas dan suka berperang. Mulanya orang-orang Huron berencana jahat terhadap Pater de Brebeuf. Ketika beliau mengunjungi rnereka, para dukun menghasut orang-orang Huron lainnya supaya membunuh Pater de Brebeuf. Maksud jahat mereka diketahui oleh Pater de Brebeuf. Maka beliau justru mengundang mereka untuk makan bersama. Ia tidak gentar, malah sebaliknya berterimakasih karena mereka segera ingin mengirimnya dengan cepat ke surga. Karena keberanian dan kebaikan hatinya, Pater de Brebeuf tidak jadi dibunuh. Ia sebaliknya dibantu dalam karyanya, antara lain membangun 'Benteng Santa Maria', gereja dan rumah sakit. Ia dianggap sebagai bapa dan guru mereka.
Orang-orang suku Irokes merasa irihati dan marah melihat kemajuan orang-orang suku Huron. Mereka mencari kesempatan baik untuk melenyapkan nyawa misionaris-misionaris itu. Kesempatan baik itu datang pada suatu hari di bulan Maret 1649. Pater de Brebeuf bersama Pater Gabriel Lalement ditangkap oleh orang-orang Irokes yang sedang berpatroli. Mereka dipukul sampai pingsan dan kuku-kuku jari mereka dicabut. Kedua imam ini tidak mengeluh, bahkan sebaliknya berdoa dan menguatkan hati orang-orang Huron yang ditangkap bersama mereka. Ketika salah seorang Irokes mendengar kata-kata doa kedua imam itu, ia mengambil air yang telah mendidih dan menuangkannya ke atas kepala Pater de Brebeuf sambil mengolok-oloknya: "Cepatlah ke surga! Sekarang kamu telah saya baptis baik-baik." Seorang Irokes lain mengambil obor dan membakar ketiak kedua imam itu. Karena Pater de Brebeuf terus-menerus menegur para penyiksa supaya ingat akan pengadilan ilahi, mereka malah semakin bengis dan beramai-ramai memotong lidahnya, mengiris daging dari tubuhnya, memanggang dan memakannya. Mereka berteriak-teriak: "Kami temanmu, karena itu kami menyiksamu supaya masuk surgamu!" Mereka mengambil lagi jantungnya untuk dimakan dan meminum darahnya supaya menjadi berani seperti imam itu.
Bulan Desember tahun 1649, kepala Pater Charles Garnier SJ dipecahkan dengan Tomahawk ketika ia sedang membantu orang Huron yang hampir mati. Demikian juga Pater Antonine Daniel SJ mati sebagai martir pada tahun 1648 oleh anak panah orang-orang suku Irokes. Sedangkan Pater Noel Chabanel SJ dibunuh di benteng pengungsian Santo Yosef oleh seorang suku Huron yang murtad.
Pater Isaiz Joques SJ bersama dua orang awam pembantunya, yaitu Rene Goupil dan Jean de la Lande dibunuh di tempat yang sekarang di kenal sebagai tempat ziarah Santa Maria di Auriesville, New York, Amerika Serikat. Mulanya Pater Isak didampingi oleh Rene Goupil, seorang bekas frater Yesuit, dan sekarang menjadi sukarelawan awam di tanah misi sebagai dokter. Rene Goupil dibunuh pada tahun 1642 karena memberkati anak-anak suku Huron dengan tanda salib. Ketika itu pun Pater Isak ditangkap. Kuku mereka dicabut dan darah yang mengucur dari jari mereka dihisap oleh penyiksa Indian itu. Anak-anak menusuk-nusukkan potongan kayu membara ke tubuh dua misionaris itu. Yang dibunuh pada waktu itu hanyalah Rene Goupil, sedangkan Pater Isak dipaksa menjadi budak mereka selama 13 bulan. Pater Isak kemudian berhasil meloloskan diri. Melalui New York, ia pulang ke Prancis. Setengah tahun kemudian, ia kembali ke Kanada bersama Jean de la Lande. Tapi nasib sial telah menanti mereka. Keduanya dibunuh oleh orang-orang Indian pada bulan September 1464 karena dianggap sebagai pembawa sial kegagalan panen tahun itu.
Pater Isak adalah imam Katolik pertama yang masuk Amsterdam Baru (kini New York). Dialah yang menemukan danau George dan dikenal sebagai orang pertama yang melayari seluruh sungai Hudson. Pada tahun 1939, negara bagian New York mendirikan sebuah patung besar di tepi danau George untuk menghormati Isak Joques.
Santo Isaac Jogues
Santo Isaac Bergabung dengan Serikat Jesus di Rouen, Perancis pada tahun 1624. Ia kemudian ditahbiskan menjadi seorang imam, lalu melanjutkan pendidikannya dalam bidang Sastra sampai meraih gelar professor. Pada tahun 1636 Pater Isaac dikirim sebagai Misionaris ke New France (Kanada). Awalnya di Quebec dimana ia bekerja di antara suku Hurons dan Petuns di daerah Great Lakes.
Ini adalah tugas yang berat; tidak hanya karena kondisi alam yang keras, namun penduduk asli setempat yang masih percaya takhayul sering menyalahkan mereka untuk setiap penyakit, nasib buruk, atau masalah lain yang terjadi diantara mereka.
Tanggal 3 Agustus 1642 pastor Isaac ditangkap oleh suku Mohawks. Ia diperbudak, disiksa dan beberapa jarinya dimutilasi. Ini berlangsung selama tiga belas bulan. Namun walau dalam kondisi yang menyedihkan seperti itu, pastor Jesuit ini tetap mengajarkan Iman kepada siapa pun yang mau mendengarkan.
Dia akhirnya berhasil melarikan diri berkat belas kasihan dari beberapa pedagang Belanda yang menyelundupkannya kembali ke Manhattan. Pastor Jogues adalah imam Katolik pertama yang pernah datang ke Pulau Manhattan (New York). Dari sana, ia berhasil berlayar kembali ke Perancis, di mana ia disambut dengan kejutan dan sukacita. Sebagai "martir hidup", Jogues diberi izin khusus oleh Paus Urbanus VIII merayakan Misa Kudus dengan tangannya yang sudah dimutilasi.
Penganiayaan dari para Mohawk itu sama sekali tidak meredupkan semangat misionaris dalam diri pastor Jogues. Sebagai seorang Professor Sastra sebenarnya Ia bisa saja tinggal nyaman dalam biara Jesuit di paris. Namun Dalam beberapa bulan kemudian, ia sudah berada dalam perjalanan kembali ke Kanada untuk melanjutkan karyanya.
Pada tahun 1645, sebuah perdamaian damai tentatif disepakati antara Iroquois dan Hurons, Algonquins, dan Perancis. Pada musim semi 1646, Jogues dikirim kembali ke wilayah Mohawk bersama dengan Santo Jean de la Lande untuk bertindak sebagai duta besar bagi Perancis.
Kedatangan mereka tidak disukai oleh para Indian. Beberapa tetua suku menyatakan bahwa Jogues dan de Lalande adalah seorang tukang sihir kulit putih yang telah mendatangkan bencana gagal panen dan wabah penyakit ditengah mereka. Pada tanggal 18 Oktober 1646, Jogues dan Lalande ditangkap lalu ditebas tomahawk (kampak perang orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari suku Mohawk. Mereka berdua tewas dengan leher putus.
Santo Isaac Jogues SJ, Santo Jean de Lalande, Santo Noel Chabanel SJ, Santo Charles Garnier SJ, Santo Jean de Brebeuf SJ, santo Gabriel Lalement SJ, Santo Antonine Daniel SJ, dan Santo Rene Goupil, sekarang sering disebut sebagai para Martir Amerika Utara atau para Martir Kanada. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Isaac berasal dari bahasa Ibrani יִצְחָק (Yitzchaq) yang berarti "dia tertawa" (Kej 21:6)
Santo Jean de Lalande
Santo Jean de Lalande (Yohanes de Lalande) berasal dari Dieppe, Normandy Perancis. Ia adalah seorang missionaris awam yang membantu para Jesuit Perancis dalam karya mereka di New France (Kanada). Saat baru berusia 19 tahun, Jean tiba di New France bersama Santo Isaac Jogues untuk berkarya di ladang misi yang masih baru tersebut.
Pada musim semi 1646, Jean ditugaskan untuk menemani Pater Isaac Jogues yang menjadi duta Perancis di wilayah Indian Iroqouis. Kedatangan mereka tidak disukai oleh para Indian. Beberapa tetua suku menyatakan bahwa Jogues dan de Lalande adalah seorang tukang sihir kulit putih yang telah mendatangkan bencana gagal panen dan wabah penyakit ditengah mereka.
Santo Isaac Jogues dibunuh pada tanggal 18 Oktober 1646. Lehernya ditebas putus dengan tomahawk. Tubuhnya dibuang ke sungai mohawk dan kepalanya dipajang di tepi sungai. Keesokan harinya Santo Jean de Lalande juga dibunuh dengan cara yang sama setelah tertangkap saat hendak melarikan diri dan menyelamatkan tubuh Santo Isaac Jogues.
Santo Jean de Lalande, Santo Isaac Jogues SJ, Santo Noel Chabanel SJ, Santo Charles Garnier SJ, Santo Jean de Brebeuf SJ, santo Gabriel Lalement SJ, Santo Antonine Daniel SJ, dan Santo Rene Goupil, sekarang sering disebut sebagai para martir Amerika Utara atau para martir Kanada. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Jean adalah bentuk Perancis untuk nama ==> Yohanes
Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Santo Paulus dari Salib
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku. . ." (Luk 9:23) Kata-kata Yesus ini dihayati benar-benar oleh Santo Paulus dari Salib dan menjadi spiritualitas dasar dari tarekat religius. yang didirikannya: Ordo Passionis. Salib dan peristiwa sengsara Yesus menjadi semangat hidup dan landasan karya dari tarekat misionaris ini.
Paulus Fransiskus - demikian nama kecil Santo Paulus dari Salib - lahir di Ovada, Genoa, Italia Utara pada tanggal 3 Januari 1694. Beliau adalah anak kedua dari 16 orang anak Lukas Danei, seorang pedagang kain yang kaya raya. Ayah dan ibunya dikenal sangat baik dan menjadi teladan bagi keluarga-keluarga Kristen di Ovada. Di bawah bimbingan orangtuanya, Paulus bertumbuh dewasa menjadi seorang yang beriman teguh. Cara hidupnya di kemudian hari sebagai seorang orang kudus - kiranya sudah ditempa ibunya semenjak kecil. Semenjak kecil ia sudah diarahkan ibunya untuk menghayati penderitaan Kristus. Apabila ia menangis karena luka-luka kecil di badannya, ibunya selalu mengatakan bahwa Yesus dahulu menderita luka-luka yang jauh lebih berat.
Ketika berusia 15 tahun, ia terpaksa, berhenti sekolah karena harus membantu ayahnya dalam usaha dagang mereka. Waktu-waktu luang biasanya dimanfaatkannya untuk berdoa. Kemudian pengalaman rohaninya itu mendorong dia membentuk sebuah perkumpulan doa untuk para pemuda. Pada usia 20 tahun, ia menjadi tentara sukarelawan dalam peperangan melawan tentara-tentara Turki. Namun tak lama kemudian ia keluar lagi dari dinas ketentaraan itu, karena merasa bahwa itu bukanlah panggilan hidupnya. Lalu ia lebih banyak berdoa dan bermatiraga.
Pada tahun 1720, ia mengalami penampakan ajaib: selembar jubah hitam yang di bagian dadanya tertera nama Yesus dengan huruf putih dan sebuah salib. Penampakan ajaib itu terjadi tiga kali. Pada penampakan ketiga, Bunda Maria berpesan supaya ia mendirikan sebuah tarekat religius yang khusus untuk menghayati Sengsara Kristus dan memajukan kebaktian padanya. Anggota-anggota tarekat itu harus berpakaian seperti yang tampak dalam penglihatan di atas.
Paulus melaporkan semua kejadian ajaib itu kepada uskup. Dan setelah diadakan penyelidikan mendalam atas kejadian-kejadian itu, ia diizinkan uskup untuk mendirikan tarekat itu. Paulus mulai mendirikan tarekatnya di Castellazo pada tanggal 20 Nopember 1720. Ia sendiri mulai mengganti namanya menjadi Paulus dari Salib. Pengikutnya yang pertama ialah adik kandungnya sendiri, Yohanes Baptis. Beberapa pemuda lain meninggalkan dia karena tidak bisa tahan hidup tapa seperti yang dituntut. Kemudian bersama adiknya, Paulus pergi ke Monte Argentaro untuk berdoa dan bertapa.
Pada tahun 1727 Paulus ditahbiskan menjadi imam. Ia ternyata menjadi seorang pengkotbah yang disukai umat. Biaranya yang pertama didirikannya di Monte Argentaro. Setelah lama berjuang untuk mewujudkan pesan Bunda Maria, tarekatnya diakui sah oleh Takhta Suci. Setelah itu Paulus giat mendirikan biaranya di berbagai tempat. Ia sendiri mendirikan 11 buah biara. Selain tarekat untuk para imam, Paulus pun mendirikan Tarekat Suster-suster Passionis pada tahun 1771. Semuanya dikerjakan di bawah bimbingan Allah. Ia wafat pada tanggal18 Oktober 1775 di Roma.
Santo Petrus dari Alkantara
Pedro Garavito - demikian nama kecil Santo Petrus Alkantara - lahir pada tahun 1499 di Alkantara, Spanyol dekat perbatasan Portugal. Ayahnya menjabat sebagai gubernur dan ahli di bidang hukum. Ia cerdas sekali dan semenjak masa mudanya, ia banyak mengalami karunia-karunia Allah yang istimewa. Ia suka berdoa berjam-jam di rumah dan di gereja. Pernah suatu hari ibunya mencari-cari dia di berbagai sudut kota di antara kawan-kawannya namun tidak menemukannya. Lalu ia pergi ke gereja dan di sana ia menemukan Pedro sedang dalam keadaan ekstase di hadapan Sakramen Mahakudus. Ia. bukan seorang pemuda pengkhayal. Ia rajin sekali bekerja. Di sekolah ia dikenal cerdas. Orangtuanya mencita-citakan pangkat duniawi yang tinggi baginya, namun dia sendiri memprotes. "Terserahlah kepada Tuhan, Apa yang dikehendakiNya dari padaku!" katanya.
Ketertarikannya pada cara hidup bakti hanya kepada Tuhan berawal dari pengalamannya di gereja paroki. Di sana ia melihat dua orang biarawan berpakaian jubah kasar berwarna coklat tua tanpa mengenakan alas kaki. Mereka itu biarawan-biarawan dari tarekat Saudara-saudara Dina Fransiskus. Melihat mereka, ia tergugah dan tergerak untuk berbincang-bincang dengan biarawan-biarawan dina itu. Sejak itu, tanpa sepengetahuan orang-tuanya dan tanpa kembali lagi ke rumah, ia meninggalkan segala.-galanya dan secara diam-diam masuk Novisiat Tarekat Saudara-saudara Dina Fransiskus.
Tarekat ini menghayati suatu tata tertib hidup yang keras. Baginya hal itu bukanlah masalah karena hidup yang keras itu justru telah menjadi cita-citanya. Kepadanya dipercayakan tugas berikut: menjaga pintu biara, menjadi koster dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga biara lainnya. Banyak waktunya dia manfaatkan untuk berdoa. Lama-kelamaan ia semakin berkembang dalam kehidupan rohani.
Mulanya ia tidak mau ditahbiskan menjadi imam, namun atas desakan atasannya ia akhirnya mau juga menerima tahbisau imamat itu. Ia kemudian menjadi terang bagi sesamanya dalam hal kebajikan-kebajikan Kristiani. Kesungguhannya di dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai imam serta kesalehan hidupnya membuat dia mampu membimbing banyak orang kembali ke jalan Tuhan. Pada umurnya 39 tahun, ia dipilih rekan-rekannya menjadi Provinsial Ordonya. Dalam jabatannya ini, ia mengadakan pembaharuan dalam tarekatnya: para biarawan dibagi-bagi dalam kelompok-kelompok kecil sehingga dapat benar-benar secara pribadi menghayati semangat kesederhanaan dan kemiskinan. Mereka tidak bersepatu, pantang daging dan tidak minum anggur. Kewajiban mereka ialah banyak berdoa dan bersamadi. Ia sendiri menjadi teladan dalam pelaksanaan cara hidup. demikian. Kepada rekan-rekannya ia berkata: "Kalau kita mau mentobatkan orang lain, kita harus terlebih dahulu bertobat. Susahnya ialah bahwa kita sekalian ingin memperbaiki orang lain tanpa pernah berusaha memperbaiki diri sendiri." Petrus mendukung usaha Santa Theresia dari Avilla dalam usahanya membaharui ordonya. Ia menulis uraian yang mendalam tentang doa dan meditasi yang mengalami 200 kali cetak ulang dan masih terus diterjemahkan hingga sekarang. Karena cara hidupnya dan berbagai karyanya, ia sudah disebut 'kudus' oleh Santa Theresia dari Avilla selagi ia masih hidup. Ia meninggal dunia pada tahun 1562 dalam usia 63 tahun.
Santo Yohanes de Brebeuf
Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, enam orang imam Yesuit bersama dua orang awam, semuanya berasal dari Perancis, wafat sebagai martir di Amerika Utara. Kedelapan orang kudus yang kini dikenal sebagai 8 Martir Kanada tewas terbunuh antara tahun 1642 dan 1649. Mereka adalah sekelompok misionaris yang gagah berani dan mengorbankan segala sesuatu yang mereka miliki demi mewartakan Kristus kepada penduduk pribumi Amerika Utara. Mereka sukses mempertobatkan banyak jiwa dari suku Indian Huron. Tetapi suku Iroquois, musuh bebuyutan suku Huron, membunuh mereka semua.
St. Yohanes de Brebeuf adalah seorang Yesuit dari Perancis. Dia ingin menjadi imam sejak usia dini, tetapi kesehatannya begitu buruk sehingga ia sendiri sering merasa ragu-ragu apakah ia bisa menjadi imam atau tidak. Tapi akhirnya Yohanes lulus juga. Ia menjalani pendidikan diseminari Serikat Jesus sampai kemudian dithabiskan menjadi imam Jesuit.
Pada usia 32 tahun ia di tugaskan sebagai misionaris ke perbatasan Kanada. Dia menghabiskan sisa hidupnya di sana. Tubuhnya yang sakit-sakitan dan iklim kanada yang keras dan panas membuatnya cukup menderita tapi ia membuat semua orang terkejut melihat keteguhannya dan daya tahan tubuhnya yang luar biasa. Orang Pribumi indian memanggilnya dengan sebutan Echon, yang berarti pembawa beban.
Pastor Yohanes Brébeuf memiliki kesulitan besar belajar bahasa Huron. "Anda mungkin seorang profesor terkenal atau teolog di Prancis," tulisnya dalam sepucuk surat, "tapi di sini Anda hanya akan menjadi mahasiswa” Namun, akhirnya ia berhasil juga menulis sebuah katekismus dalam bahasa Huron, dan kamus Perancis-Huron untuk digunakan oleh misionaris lainnya.
Santo John menjadi martir pada Tahun 1649 ketika Suku Iroquois menyerbu dan membasmi 1.650 orang bangsa Huron. Ia ditangkap dan disiksa sampai mati oleh Suku Iroquois. Kemartirannya tidak membuat semangat misionaris surut. Malahan menciptakan gelombang panggilan dan semangat misionaris yang luar biasa di Prancis.
St. Yohanes de Brebeuf bersama Santo Isaac Jogues, St. Antonius Daniel, St. Gabriel Lallemont, St. Charles Garnier, St. Noel Chabenel, disebut sebagai para Martir Amerika Utara atau 8 Martir Kanada. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari