Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Wahai domba-domba-Ku, aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.
Beginilah Firman Tuhan Allah, “Dengar, aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah Firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi, Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Wahai kamu domba-domba-Ku,” beginilah Firman Tuhan Allah, “sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.”
Refren: Tuhanlah gembalaku, tak ‘kan kekurangan aku.
Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan, ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang ‘ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun aku harus berjalan di Lembah yang kelam aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu itulah yang menghibur aku.
Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku berlimpah.
Kerelaan yang dari Tuhan dari kemurahan Ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam Persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam Persekutuan dengan Kristus. Tetapi, tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Dan, kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari seorang.
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika aku sakit, kamu melawat Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka, orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami mleihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuat uyang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Lalu, Raja itu akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab, ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu, mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan, mereka itu akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”
Raja yang Membalut Luka
Penobatan raja selalu enak ditonton: mahkota, karpet merah, barisan pengawal, rakyat melambai dari kejauhan. Ukuran seorang raja, menurut mata dunia, adalah seberapa banyak orang yang melayaninya.
Hari ini, di puncak tahun liturgi, Gereja merayakan Kristus Raja Semesta Alam. Tetapi bacaan pertama langsung membalik gambar penobatan itu. Raja kita memperkenalkan diri sebagai gembala yang turun ke lapangan: yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan. Itu bukan pekerjaan istana. Itu pekerjaan kotor, berdebu, berkeringat. Raja macam apa yang tangannya sibuk membalut luka domba?
Minggu lalu kita mendengar hamba-hamba dititipi talenta selama tuannya pergi. Minggu ini sang Tuan kembali, dan Injil memperlihatkan hari perhitungannya: semua bangsa dikumpulkan, domba dipisahkan dari kambing. Yang mengejutkan adalah soal ujiannya. Bukan prestasi besar, bukan jabatan gerejawi, bukan kefasihan doa. Melainkan: ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku. Sang Raja ternyata selama ini menyamar. Ia bersembunyi di balik wajah orang yang paling hina. Kalimat-Nya tegas: segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Perhatikan: dua kelompok itu sama-sama kaget. Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar? Baik yang diberkati maupun yang dihukum tidak menyadarinya. Artinya, kasih yang dihitung di pengadilan terakhir bukan kasih yang dipentaskan sambil menoleh ke kamera, melainkan kasih yang sudah menjadi kebiasaan. Begitu biasa sampai pelakunya sendiri lupa.
Paulus dalam bacaan kedua melebarkan cakrawalanya: Kristus harus memegang pemerintahan sampai semua musuh diletakkan di bawah kaki-Nya, dan musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Lalu, dan ini yang paling indah, Ia menyerahkan Kerajaan kepada Bapa, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. Raja kita tidak menggenggam kuasa untuk diri-Nya. Bahkan takhta pun Ia serahkan. Dari gembala yang membalut luka sampai Anak yang menyerahkan Kerajaan, garisnya lurus: kuasa dalam Kerajaan ini selalu berbentuk pemberian diri.
Pekan depan kita memasuki Adven, menantikan Raja yang sama datang sebagai bayi di palungan. Antara palungan dan takhta pengadilan, Ia tetap satu: Raja yang memilih yang kecil. Maka pertanyaan penutup tahun ini sederhana: di wajah siapa, pekan ini, kita akan melayani Raja kita yang menyamar?
Tuhan Yesus, Raja semesta alam, ajarilah aku mengenali-Mu dalam saudara-Mu yang paling hina, supaya kelak aku berdiri di sebelah kanan-Mu. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Barang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, ia akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Mazmur 130 (131)
Kepercayaan seperti anak kecil kepada Allah
Belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29).
AntifonBarang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, ia akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Antifon 2Dengan kesederhanaan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.
Mazmur 131 (132)
Janji-janji Allah kepada keluarga Daud
Tuhan Allah akan menganugerahkan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya (Lukas 1:32).
AntifonDengan kesederhanaan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.
Antifon 3Tuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selamanya.
AntifonTuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selamanya.
Responsorium Zakharia 13:1; 14:8; Yohanes 19:34
Responsorium Mazmur 71:8, 23; 9:3
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Kolose 1,12-14)
Antifon KidungTuhan menganugerahkan kepadaNya kuasa, kehormatan, dan kerajaan; segala bangsa akan mengabdi kepadaNya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTuhan menganugerahkan kepadaNya kuasa, kehormatan, dan kerajaan; segala bangsa akan mengabdi kepadaNya.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 5, 1-2. 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat Rom 8,26
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Cor 1, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon KidungPada jubahNya dan pahaNya tertulis nama: Raja segala raja dan Tuan segala tuan; bagiNyalah kemuliaan dan kuasa sepanjang segala masa.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPada jubahNya dan pahaNya tertulis nama: Raja segala raja dan Tuan segala tuan; bagiNyalah kemuliaan dan kuasa sepanjang segala masa.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
S. Sesilia
Sesilia adalah salah satu martir Roma yang paling dihormati, dan namanya disebut dalam Doa Syukur Agung. Menurut tradisi, ia lahir dari keluarga bangsawan Roma dan menjadi Kristen sejak muda. Ia telah berjanji mempersembahkan keperawanannya kepada Allah, tetapi orang tuanya menikahkannya dengan seorang pemuda kafir bernama Valerianus.
Pada malam pernikahan, Sesilia menceritakan janjinya kepada Valerianus dan mengajaknya mengenal iman Kristen. Valerianus bersedia dibaptis, dan bersama saudaranya Tiburtius ia pun menjadi Kristen. Mereka bertiga rajin menolong sesama, membagikan harta kepada orang miskin, dan menguburkan jenazah para martir. Karena itu Valerianus dan Tiburtius ditangkap dan dihukum mati lebih dulu.
Sesilia sendiri kemudian ditangkap karena imannya. Menurut kisah, ia hendak dibunuh dengan uap panas, tetapi tetap selamat, lalu diperintahkan untuk dipenggal. Algojo memukul lehernya beberapa kali namun ia belum juga mati, dan selama beberapa hari ia masih hidup sambil meneguhkan iman umat. Karena tradisi menyebut ia bernyanyi memuji Tuhan di dalam hatinya, ia dikenang sebagai pelindung musik gereja. Ia wafat sebagai martir di Roma.
Pelindung: para musisi, penyanyi, pemusik gereja, dan seni musik.
Santo Filemon
Filemon yang berarti 'yang mengasihi' adalah kawan dan teman sekerja Santo Paulus di Kolose, Turki. Ia seorang Kristen yang kaya raya di dalam jemaat Kolose. Rumahnya sering digunakan untuk merayakan Ekaristi Kudus.
Ia mempunyai seorang budak, bernama Onesimus. Karena sesuatu masalah Onesimus lari ke Roma. Di sana ia ditobatkan oleh Paulus. Setelah itu ia dikirim kembali kepada Filemon dengan sepucuk surat pengantar dari Paulus. Surat itulah 'Surat Filemon' yang diakui juga sebagai salah satu surat pastoral dalam Kitab Perjanjian Baru. Surat Filemon digolongkan ke dalam kelompok 'surat dari penjara'. Di dalamnya Paulus meminta kepada Filemon agar menerima kembali Onesimus. Paulus berharap untuk mempertahankan Onesimus selaku pengantar. Konon, Filemon yang dikenal dermawan ini menjadi uskup dan mati sebagai martir.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari