Doa Katolik
Hari Raya

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Minggu, 7 Maret 2027· Rose · Pekan Psalterium IV
7 Maret 2027

Bacaan Misa

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
2 Taw. 36:14-16.19-23

Murka Allah dinyatakan lewat pembuangan, kerahiman-Nya di-nyatakan lewat pembebasan.

Ketika Israel diperintah oleh Raja Zedekia, semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan Tuhan di Yerusalem mereka najiskan. Namun, Tuhan, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya karena Tuhan sayang kepada umat-Nya dan kepada tempat kediaman-Nya. Tetapi, mereka mengolok-olok para utusan Allah itu, menghina segala Firman Allah, dan mengejek nabi-nabiNya. Oleh sebab itu, murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya sehingga tidak mungkin lagi ada pemulihan. Maka, Tuhan menggerakkan raja orang-orang Kasdim. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu, sehingga musnahlah segala perabotan yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan terluput dari pedang diangkutnya ke Babel, mereka dijadikan budak raja dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian, genaplah Firman Tuhan yang diucapkan Yeremia, sampai tanah ini pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabat karena tanah itu menjadi tandus selama tahun sabat hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja negeri Persia itu, untukmenggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia. Maka, dimaklumkanlah di seluruh kerajaan Koresh, secara lisan dan tulisan maklumat ini, “Beginilah perintah Koresh, rajaPersia. Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, kira-nya Tuhan Allah menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!”

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.

Dí tepi Sungaí Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu, kita gantungkan kecapi kita.

Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita, “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”

Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhandi negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak suka-citaku!

Bacaan Kedua
Ef. 2:4-10

Kamu mati karena kesalahan, tetapi diselamatkan berkat kasih karunia.

Saudara-saudara, terdorong oleh kasih karunia-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus. Sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kamu diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu, Allah telah membangkitkan kita juga dan memberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan itu, Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kepada kita kasih karunia-Nya yang berlimpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab, berkat kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi, keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka, jangan sampai ada orang yang memegahkan diri. Sebab, sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.

Bait Pengantar Injil
Yoh. 3:16

Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Bacaan Injil
Yoh. 3:14-21

Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia untuk menyelamatkannya.

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam, “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab, Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan, inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat sebab barangsiapa berbuat jahat, ia membenci terang dan tidak datang kepada terang itu supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.

Lampu Teras

Renungan · 2 menit baca

Di banyak kampung ada kebiasaan sederhana: lampu teras dibiarkan menyala semalaman. Bukan untuk penghuni rumah, sebab mereka sudah tidur. Lampu itu untuk orang yang lewat. Untuk yang pulang larut. Supaya jalan tidak sepenuhnya gelap, dan siapa pun yang tersesat bisa menemukan pintu.

Minggu lalu kita melihat Yesus marah di Bait Allah, mengusir para pedagang dengan cambuk. Hari ini nadanya berubah sama sekali. Dalam percakapan malam dengan Nikodemus, keluar kalimat yang mungkin paling banyak dihafal orang sedunia: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.

Perhatikan kata berikutnya. Allah mengutus Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Terang itu dinyalakan bukan untuk menelanjangi orang yang berjalan di gelap. Ia dinyalakan supaya mereka menemukan jalan pulang.

Gereja menamai hari ini Minggu Laetare, artinya bersukacitalah. Di tengah puasa, kita diberi jeda untuk bergembira. Alasannya dibentangkan Paulus kepada jemaat Efesus: kamu diselamatkan oleh kasih karunia, bukan hasil usahamu. Bacaan pertama menunjukkan polanya. Umat berkhianat berulang-ulang, dibuang ke Babel, lalu dipulangkan lewat tangan Koresh, raja asing yang bahkan tidak mengenal Tuhan. Keselamatan selalu datang dari pihak Allah lebih dulu.

Yesus sendiri memakai gambar dari padang gurun: sama seperti Musa meninggikan ular tembaga supaya yang memandangnya hidup, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan. Salib adalah lampu teras yang dipasang Allah di tengah malam dunia. Ia tidak dinyalakan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk ditatap oleh siapa saja yang terluka di jalan.

Kalau begitu, mengapa masih ada yang binasa? Yohanes menjawab dengan getir: terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan. Lampu teras sudah menyala. Persoalannya tinggal satu: ada orang yang memilih tetap berjalan menjauh, sebab di dekat lampu, segala yang disembunyikan menjadi kelihatan.

Prapaskah sering kita jalani seperti orang menghadap hakim: menunduk, takut, menghitung kesalahan. Minggu Laetare meluruskan itu. Kita sedang berjalan pulang menuju rumah yang lampunya sengaja dinyalakan untuk kita. Yang menunggu di dalam bukan hakim dengan palu, melainkan Bapa yang sudah lama berdiri di dekat pintu.

Puasa yang lahir dari takut cepat lelah. Puasa yang lahir dari rasa dikasihi bisa berjalan jauh.

Masihkah ada bagian hidup yang kita sembunyikan dari terang itu?

Bapa, begitu besar kasih-Mu kepadaku. Tariklah aku keluar dari gelap yang kusukai, menuju terang yang menyelamatkan. Amin.

Invitatorium

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kita puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Dunia dari kegelapan Kau bawa.

Pada hari ini Putra kekal

Atas maut kemenangan-Nya raih;

Pada hari ini Roh datang

Dengan karunia api hidup-Nya.

Bapa, yang membentuk manusia

Serupa Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.

Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.

Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.

Allah, Tritunggal Mahakudus,

Semoga kehendak-Mu yang kudus terlaksana;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Mazmur 23 (24)

Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya

Kristus membuka surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Dia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua penghuninya.

Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;

di atas air Dia menjadikannya teguh.

Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang sia-sia,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.

Dia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari Dia,

mencari wajah Allah Yakub.

Hai gerbang-gerbang, angkatlah kepalamu;

tinggikanlah dirimu, pintu-pintu kuno.

Biarlah Dia masuk, Raja kemuliaan!

Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa, yang gagah berani,

Tuhan, yang gagah berani dalam perang.

Hai gerbang-gerbang, angkatlah kepalamu;

tinggikanlah dirimu, pintu-pintu kuno.

Biarlah Dia masuk, Raja kemuliaan!

Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ketika Putra-Mu dihukum secara tidak adil, Tuhan Allah, dan dikelilingi oleh orang-orang fasik, Dia berseru kepada-Mu, dan Engkau membebaskan-Nya. Jagalah umat-Mu sebagai harta hati-Mu dan bimbinglah langkah mereka di jalan yang aman agar mereka dapat melihat wajah-Mu.

AntifonSiapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.

Mazmur 65 (66)

Madah Ekaristi

Tuhan telah bangkit dan semua orang telah dibawa oleh-Nya kepada Bapa (Hesychius).

I
Bersoraklah dengan sukacita kepada Allah, seluruh bumi,

Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.

Persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyat perbuatan-Mu!

Karena kebesaran kekuatan-Mu

musuh-musuh-Mu gemetar di hadapan-Mu.

Di hadapan-Mu seluruh bumi akan sujud;

akan bernyanyi kepada-Mu, bernyanyi bagi nama-Mu!”

Datanglah dan lihatlah perbuatan Allah,

dahsyat perbuatan-Nya di antara manusia.

Dia mengubah laut menjadi tanah kering,

mereka melewati sungai dengan kaki kering.

Biarlah sukacita kita ada di dalam Dia;

Dia memerintah selamanya dengan kekuatan-Nya.

Mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa;

jangan biarkan pemberontak bangkit melawan Dia.

Hai bangsa-bangsa, berkatilah Allah kita,

biarlah suara pujian-Nya bergema,

dari Allah yang memberi hidup kepada jiwa kita

dan menjaga kaki kita agar tidak tersandung.

Karena Engkau, ya Allah, telah menguji kami,

Engkau telah menguji kami seperti perak diuji:

Engkau menuntun kami, ya Allah, ke dalam jerat;

Engkau menaruh beban berat di punggung kami.

Engkau membiarkan orang-orang menunggangi kepala kami;

kami melewati api dan air

tetapi kemudian Engkau memberi kami kelegaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.

Antifon 3Dengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.

II
Kurban bakaran kubawa ke rumah-Mu;

kepada-Mu aku akan membayar nazarku,

nazar yang telah diucapkan bibirku,

yang diucapkan mulutku dalam kesesakanku.

Aku akan mempersembahkan kurban bakaran dari hewan gemuk

dengan asap domba jantan yang terbakar.

Aku akan mempersembahkan lembu jantan dan kambing.

Datanglah dan dengarkanlah, semua yang takut akan Allah.

Aku akan menceritakan apa yang Dia lakukan bagi jiwaku:

kepada-Nya aku berseru dengan nyaring,

dengan pujian yang tinggi siap di lidahku.

Jika ada kejahatan di hatiku,

Tuhan tidak akan mendengarkan.

Tetapi sesungguhnya Allah telah mendengarkan;

Dia telah memperhatikan suara doaku.

Terpujilah Allah yang tidak menolak doaku

dan tidak menahan kasih-Nya dariku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa Mahakuasa, dalam kematian dan kebangkitan Putra-Mu sendiri Engkau membawa kami melalui air baptisan ke pantai kehidupan baru. Melalui air itu dan api Roh Kudus Engkau telah memberikan penghiburan kepada kami masing-masing. Terimalah kurban pujian kami; semoga hidup kami menjadi persembahan total kepada-Mu, dan semoga kami layak masuk ke rumah-Mu dan di sana bersama Kristus memuji kekuatan-Mu yang tak pernah gagal.

AntifonDengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, sabda-Mu adalah roh dan hidup.

Engkau memiliki sabda hidup yang kekal.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Imamat

8:1-17; 9:22-24

Penahbisan para imam
Tuhan berfirman kepada Musa, “Ambillah Harun dan anak-anaknya, bersama dengan pakaian keimaman, minyak urapan, lembu jantan untuk kurban penghapus dosa, dua ekor domba jantan, dan keranjang berisi roti tak beragi. Kemudian kumpulkanlah seluruh jemaat di pintu masuk Kemah Pertemuan.”
Dan Musa melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan. Ketika jemaat telah berkumpul di pintu masuk Kemah Pertemuan, Musa memberitahu mereka apa yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan.
Musa membawa Harun dan anak-anaknya, pertama-tama membasuh mereka dengan air. Kemudian ia mengenakan tunik pada Harun, mengikatkan ikat pinggang padanya, mengenakan jubah padanya, menempatkan efod padanya, dan mengikatkan ikat pinggang bersulam efod padanya, mengikatkannya di sekelilingnya. Kemudian ia menempatkan penutup dada padanya, dengan Urim dan Tumim di dalamnya, dan mengenakan serban di kepalanya, memasang lempengan emas, mahkota suci, di bagian depan serban, di dahinya, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Musa mengambil minyak urapan, mengurapi dan menguduskan Kemah Suci, dengan segala isinya. Kemudian ia memercikkan sebagian minyak ini tujuh kali pada mezbah, dan mengurapi mezbah, dengan semua perlengkapannya, dan bejana pembasuhan, dengan alasnya, demikianlah menguduskannya.
Ia juga menuangkan sebagian minyak urapan di atas kepala Harun, demikianlah menguduskannya. Musa juga membawa anak-anak Harun, mengenakan tunik pada mereka, mengikatkan ikat pinggang pada mereka, dan mengenakan serban pada mereka, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Ketika ia membawa lembu jantan untuk kurban penghapus dosa, Harun dan anak-anaknya meletakkan tangan mereka di atas kepalanya. Kemudian Musa menyembelihnya, dan mengambil sebagian darahnya, dengan jarinya ia mengoleskannya pada tanduk-tanduk di sekeliling mezbah, demikianlah menyucikan mezbah. Ia juga mengadakan pendamaian bagi mezbah dengan menuangkan darah di alasnya ketika ia menguduskannya. Mengambil semua lemak yang menutupi organ-organ dalam, serta lobus hati dan kedua ginjal dengan lemaknya, Musa membakarnya di atas mezbah. Namun, lembu jantan itu, dengan kulit dan daging serta kotorannya ia bakar di api di luar perkemahan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Harun kemudian mengangkat tangannya ke atas umat dan memberkati mereka. Ketika ia turun dari mempersembahkan kurban penghapus dosa dan kurban bakaran dan kurban pendamaian, Musa dan Harun masuk ke dalam Kemah Pertemuan. Setelah keluar mereka kembali memberkati umat. Kemudian kemuliaan Tuhan dinyatakan kepada seluruh umat. Api keluar dari hadapan Tuhan dan menghabiskan kurban bakaran dan sisa-sisa lemak di atas mezbah. Melihat ini, seluruh umat berseru dan sujud.

Responsorium Ibrani 7:23, 24; Sirakh 45:7, 8

Di bawah perjanjian lama, ada banyak imam, karena kematian menghalangi mereka untuk terus menjabat.

Tetapi Kristus memiliki imamat yang kekal karena Dia tetap ada selamanya.
Tuhan mengangkat Harun, menganugerahkan kepadanya imamat umat, dan memberkatinya dengan kehormatan besar.

Tetapi Kristus memiliki imamat yang kekal karena Dia tetap ada selamanya.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Yohanes oleh Santo Agustinus, uskup

Kristus adalah jalan menuju terang, kebenaran, dan hidup
Tuhan berkata kepada kita: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup. Dalam beberapa kata ini Dia memberi perintah dan membuat janji. Marilah kita melakukan apa yang Dia perintahkan agar kita tidak malu menginginkan apa yang Dia janjikan dan mendengar Dia berkata pada hari penghakiman: “Aku menetapkan syarat-syarat tertentu untuk memperoleh janji-janji-Ku. Sudahkah kamu memenuhinya?” Jika kamu berkata: “Apa yang Engkau perintahkan, Tuhan Allah kami?” Dia akan berkata kepadamu: “Aku memerintahkanmu untuk mengikuti Aku. Kamu meminta nasihat tentang bagaimana masuk ke dalam hidup. Hidup apa, jika bukan hidup yang tentangnya tertulis: Pada-Mu ada sumber kehidupan?”
Marilah kita sekarang melakukan apa yang Dia perintahkan. Marilah kita mengikuti jejak Tuhan. Marilah kita melepaskan belenggu yang menghalangi kita untuk mengikuti Dia. Siapa yang dapat melepaskan belenggu ini tanpa bantuan dari Dia yang kepadanya kata-kata ini ditujukan: Engkau telah memutuskan belenggu-Ku? Mazmur lain berkata tentang Dia: Tuhan membebaskan orang-orang yang terbelenggu, Tuhan mengangkat orang-orang yang tertindas.
Mereka yang telah dibebaskan dan diangkat mengikuti terang. Terang yang mereka ikuti berkata kepada mereka: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Tuhan memberi terang kepada orang buta. Saudara-saudari, terang itu bersinar atas kita sekarang, karena mata kita telah diurapi dengan salep mata iman. Air liur-Nya dicampur dengan tanah untuk mengurapi orang yang lahir buta. Kita adalah keturunan Adam, buta sejak lahir; kita membutuhkan Dia untuk memberi kita terang. Dia mencampur air liur dengan tanah, dan demikianlah dinubuatkan: Kebenaran telah tumbuh dari bumi. Dia sendiri telah berkata: Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.
Kita akan memiliki kebenaran ketika kita melihat muka dengan muka. Ini adalah janji-Nya kepada kita. Siapa yang berani berharap untuk sesuatu yang Allah dalam kebaikan-Nya tidak memilih untuk menjanjikan atau menganugerahkan?

Kita akan melihat muka dengan muka. Rasul berkata: Sekarang aku tahu sebagian, sekarang samar-samar melalui cermin, tetapi kemudian muka dengan muka. Yohanes rasul berkata dalam salah satu suratnya: Saudara-saudari terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, dan belum dinyatakan apa yang akan kita jadi. Kita tahu bahwa ketika Dia dinyatakan kita akan menjadi seperti Dia, karena kita akan melihat Dia sebagaimana adanya. Ini adalah janji yang besar.
Jika kamu mengasihi Aku, ikutilah Aku. “Aku memang mengasihi-Mu,” kamu memprotes, “tetapi bagaimana aku mengikuti-Mu?” Jika Tuhan Allahmu berkata kepadamu: “Akulah kebenaran dan hidup,” dalam keinginanmu akan kebenaran, dalam kasihmu akan hidup, kamu pasti akan meminta Dia untuk menunjukkan kepadamu jalan untuk mencapainya. Kamu akan berkata pada dirimu sendiri: “Kebenaran adalah kenyataan yang besar, hidup adalah kenyataan yang besar; seandainya saja jiwaku dapat menemukannya!”

Responsorium Mazmur 119:104-105; Yohanes 6:69

Aku membenci jalan-jalan dusta.

Sabda-Mu adalah pelita yang membimbing langkahku, terang bagi jalan di hadapanku.
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki sabda hidup yang kekal.

Sabda-Mu adalah pelita yang membimbing langkahku, terang bagi jalan di hadapanku.

Te Deum

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang melalui Sabda-Mu mendamaikan umat manusia

kepada Diri-Mu dengan cara yang menakjubkan,

kami mohon, berilah,

agar dengan devosi yang cepat dan iman yang bersemangat

umat Kristiani dapat bergegas

menuju perayaan-perayaan khidmat yang akan datang.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kami menghadap padaMu
Allah yang baik selalu
Hati kami hancur luluh
Kami menangis mengaduh.

Kami sungguh menyadari
Kedosaan diri kami
Namun kami tetap ingat
Akan Dikau sumber rahmat.

Ampunilah dosa kami
Yang sudah kami sesali
Semoga berkat restuMu
Kani bertobat selalu.

Kami mohon pada Tuhan
S'moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin.

Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku,*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa."

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.

Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.

Dan 3,52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.

Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.

Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kita. Jangan berdukacita dan jangan menangis. Sebab hari ini suci bagi Tuhan. Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kita.

Lagu Singkat:

℣.Kristus, Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.HatiMu hancur luluh karena kedurhakaan kami.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.

Doa Permohonan:

Penebus kita telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kita. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟.Perbaharuilah semangat kami, ya Tuhan.℣.Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,* semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.℣.Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,* semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum.℣.Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,* dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat suciMu di surga.℣.Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,* agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuanMu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang maharahim, dengan perantaraan SabdaMu Engkau memulihkan nasib umat manusia. Semoga kami menyongsong perayaan Paska dengan bakti yang rela dan iman yang bersemangat. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

MINGGU — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)

Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.

Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)

Saudara-saudara kamu telah mendengar dari kami, Bagaimana kamu harus hidup agar berkenan kepada Allah. Dan itu memang kamu turuti. Maka kami minta dan nasehati kamu demi Tuhan Yesus: hendaklah kamu melakukannya lebih sungguh-sungguh lagi. Sebab Allah memanggil kita bukan untuk hidup cemar, melainkan untuk hidup suci.

℣.Berbahagialah mereka yang hidupnya tidak bercela.℟.Yang hidup menurut sabda Tuhan.

Doa Penutup

Tuhan yang maharahim, dengan perantaraan SabdaMu Engkau memulihkan nasib umat manusia. Semoga kami menyongsong perayaan Paska dengan bakti yang rela dan iman yang bersemangat. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

MINGGU — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)

Dan baru di sana engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. Sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

Ayat Singkat

℣.Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.℟.Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Dengarkan Bapa ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska suci.

Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.

Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.

Kami mohon pada Tuhan
S'moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin

Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.

Mazmur 111 (112)

Berbahagialah orang takwa,*
yang sangat suka akan perintah Tuhan.

Anak cucunya akan berkuasa di bumi,*
keturunan orang jujur akan diberkati.

Rumah tangganya makmur dan sejahtera,*
kebaikannya tetap selama-lamanya.

Tuhan yang adil, pengasih dan penyayang,*
menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.

Orang baik menaruh belaksihan dan memberi pinjaman,*
ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

Orang jujur tidak pernah akan goyah,*
ia akan dikenang selama-lamanya.

Ia tidak gentar akan kabar buruk,*
hatinya teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya tenang, ia tidak takut,*
ia bersukacita karena mengalahkan musuh.

Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,+
kebaikannya tetap selama-lamanya,*
kekuatannya tiada bandingnya.

Orang jahat melihatnya dan sakit hati,+
menggertakkan gigi, merana dan hancur lebur,*
usaha orang berdosa akan gagal.

Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.

Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.

1Petr 2,21-24

Kristus telah menderita sengsara bagi kita,+
dan memberikan teladan,*
supaya kita mengikuti jejakNya.

Ia tak pernah berdosa,*
dan tak terdapat dusta pada mulutNya.

Ketika dinista, Ia tak membalas dengan nista,*
tatkala menderita, Ia tak mengancam;

Tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah,*
hakim yang adil.

Ia sendiri menanggung dosa kita,*
ketika mati di kayu salib;

Supaya kita mati terhadap dosa,*
lalu hidup dengan suci.

Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.

Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)

Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Larilah sedemikian rupa hingga kamu menang. Semua peserta pertandingan menguasai diri dalam segala hal. Mereka hanya untuk merebut mahkota yang fana, tetapi kita untuk yang baka.

Lagu Singkat:

℣.Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapanMu.℟.Perhatikanlah.℣.Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus.℟.Sebab kami berdosa di hadapanMu.℣.Kemuliaan.℟.Perhatikanlah.

Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.

Doa Permohonan:

Pujian bagi Allah Bapa, sebab Ia melahirkan kembali umat pilihanNya dengan sabdaNya yang kekal. Marilah kita mohon kepadaNya:

℟.Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.℣.Ya Allah mahapengasih, dengarkanlah permohonan yang kami haturkan bagi umatMu,* agar kami mendambakan sabdaMu, dan tidak hanya menginginkan rezeki yang fana.℣.Ajarlah kami mencintai bangsa kami dan semua manusia tanpa memandang muka,* dan selalu mengusahakan kebaikan dan perdamaian.℣.Ingatlah semua orang yang hendak dilahirkan kembali dalam pembaptisan,* agar mereka ikut membangun rumah rohani bagiMu sebagai batu yang hidup.℣.Dengan khotbah nabi Yunus Engkau telah mentobatkan orang-orang Ninive,* ubahlah kiranya hati semua orang berdosa dengan sabdaMu.℣.Semoga orang-orang yang meninggal dapat menghadap Kristus hakimnya penuh pengharapan,* dan bergembira melihat Engkau selama-lamanya.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang maharahim, dengan perantaraan SabdaMu Engkau memulihkan nasib umat manusia. Semoga kami menyongsong perayaan Paska dengan bakti yang rela dan iman yang bersemangat. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

Hari Minggu Prapaskah IV (Laetare)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Perpetua dan Filisitas

Martir

Kedua orang kudus ini hidup di Kartago, Afrika Utara. Perpetua adalah seorang ibu muda yang berusia 22 tahun. Ketika ia ditangkap karena imannya, ia sedang mengandung anaknya yang pertama. Felisitas adalah pelayan Perpetua. Ia juga ditangkap bersama dengan Perpetua.

Di dalam penjara, Perpetua diolok-olok oleh para serdadu kafir. Tetapi dengan tenang Perpetua berkata: "Sekarang adalah giliranku untuk menderita. Tetapi akan tiba saatnya aku akan berbagia, dan kamu yang akan menanggung penderitaan lebih besar daripada yang kualami sekarang ini."

Ayah Perpetua yang belum menjadi Kristen turut merasakan penderitaan yang dialami oleh anaknya. Ia datang ke penjara untuk membujuknya mutrad dari imannya. Ia dengan setia mengikuti Perpetua hingga ke pengadilan. Di sana ia dipukul oleh para serdadu dengan pukulan bertubi-tubi. Seperti ayahnya, Perpetua sungguh merasa sakit hati melihat perlakuan para serdadu terhadap ayahnya. Meskipun begitu, baginya mati karena Kristus lebih mulia daripada mutrad karena sayang kepada ayahnya.

Bersama dengan Perpetua dan Felisitas, banyak juga orang Kristen yang lain yang ditangkap dan dipenjarakan. Mereka senasib sepenanggungan di dalam penderitaan yang ditimpakan pada mereka. Mereka saling meneguhkan agar tidak seorang pun lemah imannya dan menjadi mutrad. Sementara itu di dalam penjara Perpetua mengalami suatu penglihatan ajaib. Seberkas cahaya surgawi bersinar terang benderang di ruang penjaranya. Di dalam cahaya itu, ia melihat dirinya bersama semua orang Kristen lainnya berarak memasuki kemuliaan surgawi.

Perpetua dan orang-orang Kristen lainnya dimasukkan ke dalam gelanggang binatang buas yang kelaparan. Di sana mereka di terkam dan di koyak-koyak pleh binatang-binatang buas itu hingga mati.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari