Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi, Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka, aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Refren: Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?
Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang, “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.
Mereka membagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undian atas jubahku. Tetapi Engkau, ya Tuhan, janganlah jauh; Ya kekuatanku, segeralah menolong aku.
Yesus Kristus telah merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.
Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa semua lidah mengakui: Yesus Kristus adalah Tuhan.
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
N:Dua hari lagi Hari Raya Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi akan dimulai. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, dan mereka berkata,
Im:“Jangan pada waktu perayaan supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”
N:Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain,
R:“Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”
N:Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi, Yesus berkata,
+:“Biarkanlah dia! Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka kapan saja kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
N:Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid Yesus, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Para imam sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepada Yudas. Maka, Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
N:Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid berkata kepada Yesus,
Rs:“Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
N:Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan,
+:“Pergilah ke kota! Di sana, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Guru berpesan: Di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita.”
Maka berangkatlah kedua murid itu. Setibanya di kota, mereka dapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka menyiapkan Paskah. Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama dengan kedua belas murid-Nya. Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata,
+:“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”
N:Maka sedihlah hati mereka, dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya,
Rs:“Bukan aku, ya Tuhan?”
N:Ia menjawab,
+:“Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu seandainya ia tidak dilahirkan.”
N:Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecah roti itu lalu memberikannya kepada para murid dan berkata,
+:“Ambillah, inilah tubuh-Ku.”
N:Sesudah itu, Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada para murid, dan mereka semua minum dari cawan itu. Dan, Yesus berkata kepada mereka,
+:“Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya yang baru, yaitu dalam Kerajaan Allah.”
N:Sesudah mereka menyanyikan lagu pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun. Dalam perjalanan ke Bukit Zaitun Yesus berkata kepada mereka,
+:“Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-dombanya akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”
N:Kata Petrus kepada Yesus,
Ptr:“Biar pun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak!”
N:Lalu kata Yesus kepadanya,
+:“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
N:Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata,
Ptr:“Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.”
N:Semua yang lain pun berkata demikian juga. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya,
+:“Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.”
N:Dan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Yesus sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka,
+:“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”
N:Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu berlalu dari pada-Nya. Kata-Nya,
+:“Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini daripada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki terjadilah.”
N:Setelah itu Yesus kembali, dan mendapati ketiga murid sedang tidur. Maka, Yesus berkata kepada Petrus,
+:“Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam saja? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
N:Lalu Yesus pergi lagi dan mengucapkan doa yang sama. Dan ketika kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada Yesus. Kemudian, Yesus kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka,
+:“Tidurlah sekarang dan istirahatlah! Cukuplah! Saatnya sudah tiba! Lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa! Bangunlah, mari kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”
N:Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, para ahli Taurat dan tua-tua. Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka,
Yd:“Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat!”
N:Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata,
Yd:“Rabi.”
N:Lalu mencium Dia. Maka, orang-orang yang bersama Yudas itu memegang Yesus dan menangkap-Nya. Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Kata Yesus kepada rombongan yang menangkap-Nya,
+:“Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengahmu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci!”
N:Lalu semua murid itu meninggalkan Yesus dan melarikan diri. Pada waktu itu ada seorang muda, hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup tubuhnya, mengikuti Yesus. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kain itu dan lari dengan telanjang. Kemudian, Yesus dibawa menghadap Imam Agung. Lalu semua imam kepala, para tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. Sementara itu Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai ke dalam halaman rumah Imam Agung, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu tentang Yesus, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu sama lain. Lalu beberapa orang naik saksi melawan Yesus dengan tuduhan palsu ini,
R:“Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merobohkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain yang bukan buatan tangan manusia.”
N:Dalam hal ini pun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu sama lain. Maka, Imam Agung bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus,
Im:“Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan dan para saksi ini terhadap Engkau?”
N:Tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Sekali lagi Imam Agung itubertanya kepada-Nya,
Im:“Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
N:Jawab Yesus,
+:“Akulah Dia! Kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah awan-awan di langit.”
N:Maka Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata,
Im:“Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapatmu?”
N:Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan bahwa Yesus harus dihukum mati. Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya serta meninju-Nya sambil berkata,
R:“Hai nabi, cobalah terka!”
N:Malah para pengawal pun memukul Dia. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Agung, dan ketika melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata,
W:“Engkau juga selalu bersama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
N:Tetapi Petrus menyangkalnya dan berkata,
Ptr:“Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.”
N:Lalu Petrus pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam). Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkata pulalah ia kepada orang-orang yang ada di situ,
W:“Orang ini adalah salah seorang dari mereka.”
N:Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus,
R:“Engkau ini pasti salah seorang dari mereka! Apalagi engkau seorang Galilea!”
N:Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah,
Ptr:“Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!”
N:Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka, teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
N:Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan para ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mufakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa Dia dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. Pilatus bertanya kepada Yesus,
PP:“Engkaukah raja orang Yahudi?”
N:Jawab Yesus,
+:“Engkau sendiri mengatakannya.”
N:Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia. Pilatus bertanya pula kepada Yesus,
PP:“Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!”
N:Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran. Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. Pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam suatu pemberontakan. Maka, datanglah orang banyak dan meminta supaya kebiasaan itu diikuti juga. Pilatus menjawab mereka dan bertanya,
PP:“Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?”
N:Pilatus memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki. Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka. Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka,
PP:“Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?”
N:Mereka berteriak lagi, katanya,
SO:“Salibkanlah Dia!”
N:Lalu Pilatus berkata kepada mereka,
PP:“Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”
N:Namun mereka makin keras berteriak,
SO:“Salibkanlah Dia!”
N:Dan karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkan untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada Yesus, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,
S:“Salam, hai raja orang Yahudi!”
N:Mereka memukul kepala Yesus dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu daripada-Nya dan mengenakan pakaian Yesus sendiri.
Kemudian Yesus dibawa keluar untuk disalibkan. Pada waktu itu lewatlah seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Yesus menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan Yesus, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Saat Yesus disalibkan, hari menunjuk jam sembilan. Alasan mengapa Ia dihukum disebut pula pada tulisan yang terpasang di situ: Raja Orang Yahudi. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi, “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata,
R:“Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!”
N:Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata,
Im:“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib, supaya kita melihat dan percaya.”
N:Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus mencela-Nya juga. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,
+:“Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”
N:Yang berarti:
+:“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
N:Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,
R:“Lihat, Ia memanggil Elia.”
N:Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata,
R:“Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”
N:Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
(Semua berlutut dan hening sejenak)
N:Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia,
S:“Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”
N:Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus. Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka, ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah mendengar keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan jenazah Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat dimana Yesus dibaringkan.
Dua Sorak
Sorak-sorai keramaian itu menular dan murah. Datanglah ke pinggir jalan saat ada arak-arakan: orang bertepuk, berteriak, melambai, kadang tanpa tahu persis apa yang sedang lewat. Dan begitu iring-iringan berlalu, kerumunan bubar, jalanan kembali seperti semula.
Hari ini kita memegang daun palma dan ikut berseru: Hosana! Kata itu sebenarnya sebuah doa, dari bahasa Ibrani yang berarti selamatkanlah kiranya. Yerusalem menyambut Yesus seperti menyambut raja. Tetapi Gereja dengan sengaja membaca kisah sengsara pada hari yang sama. Sebab kedua sorak itu memang satu paket. Hosana pada hari Minggu, salibkan Dia pada hari Jumat. Dan yang mengerikan, bisa jadi keluar dari mulut-mulut yang sama.
Apa yang mengubah sorakan itu? Kekecewaan. Mereka mengelu-elukan raja yang mereka bayangkan: pembebas politik, pengusir Roma. Yang datang ternyata raja yang membiarkan diri ditangkap, diam di hadapan penuduh, dan mati di antara dua penyamun. Ketika Yesus tidak sesuai pesanan, kerumunan berbalik.
Kisah sengsara menurut Markus penuh dengan wajah-wajah yang kita kenal. Yudas yang menjual. Petrus yang bersumpah setia lalu menyangkal sebelum ayam berkokok dua kali. Para murid yang lari. Pilatus yang tahu Yesus tak bersalah tetapi ingin memuaskan orang banyak. Kita tidak perlu jauh-jauh mencari peran kita dalam drama ini. Semua peran itu pernah kita mainkan. Markus bahkan mencatat seorang muda yang lari telanjang, meninggalkan kainnya di tangan para penangkap. Begitu paniknya orang menyelamatkan diri, martabat pun rela ditinggalkan. Kerumunan itu, sekali lagi, adalah kita.
Namun di tengah kegelapan itu, Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi membukakan apa yang sesungguhnya terjadi: Ia yang setara dengan Allah mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa hamba, taat sampai mati di kayu salib. Yang tampak seperti kekalahan adalah penyerahan yang disengaja. Dan justru karena itu Allah sangat meninggikan Dia.
Satu suara jernih muncul di kaki salib, dari mulut yang tak terduga: kepala pasukan Roma. Melihat cara Yesus mati, ia berkata: sungguh, orang ini adalah Anak Allah. Iman yang benar ternyata lahir bukan di tengah sorak-sorai, melainkan di hadapan salib.
Pekan Suci dimulai hari ini. Kita boleh membawa palma pulang, tetapi pertanyaannya ikut terbawa: sorak kita yang mana yang akan bertahan sampai Jumat Agung?
Tuhan Yesus, Raja yang lembut, jangan biarkan hosanaku berubah menjadi teriakan yang menyalibkan-Mu. Ajarilah aku setia melewati pekan ini bersama-Mu. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dengan keagungan dan kemuliaan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Mazmur 103 (104)
Kidung kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dengan keagungan dan kemuliaan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik.
Responsorium Ibrani 10:5, 6, 7, 4 (Mazmur 40:7-8)
Responsorium Yohanes 12:12, 13; Matius 21:8, 9
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Banyak orang yang berkumpul pada hari raya, berseru kepada Tuhan: Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah Yang mahatinggi.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Banyak orang yang berkumpul pada hari raya, berseru kepada Tuhan: Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah Yang mahatinggi.
Antifon 2Marilah kita bersama para malaikat dan anak-anak bersorak bagi Kristus yang mengalahkan maut: Hosanna. Terpujilah Yang mahatinggi.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Marilah kita bersama para malaikat dan anak-anak bersorak bagi Kristus yang mengalahkan maut: Hosanna. Terpujilah Yang mahatinggi.
Antifon 3Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Damai di surga, kemuliaan bagi Yang mahatinggi.
Mazmur 150
Antifon 3Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan. Damai di surga, kemuliaan bagi Yang mahatinggi.
Bacaan Singkat: (Zak 9,9)
Lagu Singkat:
Antifon KidungDengan membawa palma kita bersujud menghormati Tuhan yang datang. Kita menyongsong Tuhan sambil bernyanyi dan bermadah: Terberkatilah Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungDengan membawa palma kita bersujud menghormati Tuhan yang datang. Kita menyongsong Tuhan sambil bernyanyi dan bermadah: Terberkatilah Tuhan.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 2 Cor 4, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.
Bacaan Singkat: (1Ptr 4,13-14)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 5, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Setiap hari Aku mengajar di bait Allah, tetapi kamu tidak menangkap Aku. Sekarang Aku kamu dera dan kamu giring untuk disalibkan.
Antifon 1Setiap hari Aku mengajar di bait Allah, tetapi kamu tidak menangkap Aku. Sekarang Aku kamu dera dan kamu giring untuk disalibkan.
Antifon 2Tuhan Allah penolongku, aku tidak dikecewakan.
Antifon 2Tuhan Allah penolongku, aku tidak dikecewakan.
Antifon 3Tuhan Yesus merendahkan diri dan taat sampai wafat, sampai wafat di kayu salib.
Antifon 3Tuhan Yesus merendahkan diri dan taat sampai wafat, sampai wafat di kayu salib.
Antifon KidungTertulis dalam Kitab suci: Gembala akan Kubunuh, dan domba-domba kawanannya akan dicerai-beraikan. Tetapi sesudah Aku bangkit dari alam maut, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Aku.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTertulis dalam Kitab suci: Gembala akan Kubunuh, dan domba-domba kawanannya akan dicerai-beraikan. Tetapi sesudah Aku bangkit dari alam maut, Aku akan mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Aku.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Noel Pinot
Rovolusi Perancis membawa gejolak besar di dalam Gereja. Biara- biara di tutup, pendidikan imam dihentikan, dan banyak rohaniwan- rohaniwati dipaksa untuk bersumpah dan mengakui konstitusi Perancis yang anti gereja. Tak terkecuali uskup- uskup. Banyak dari antara mereka dibunuh karena tidak bersedia mengakui konstitusi itu. Noel Pinot adalah seorang imam yang mengalami nasib itu. Ia dengan penuh semangat berkhotbah mencela uskup- uskup yang mengangkat sumpah atas konstitusi Prancis yang anti gereja itu. Karena itu pastor kepala paroki ini dipecat dan dibuang. Namun dengan diam- diam ia pulang kembali untuk melanjutkan perjuanggannya. Tatkala sedang mempersembahkan misa di tengah malam, Noel Pinot dikhianati, ditangkap dan dipenggal kepalanya. Ia mati sebagai martir Kristus pada tahun 1794.
Santo Serapion
Serapion adalah murid St. Antonius Agung. Ia dipilih menjadi Uskup Thmuis, Mesir dan berjuang gigih melawan semua aliran bidaah yang berkembang pada masa itu. Ia dengan gigih membela St. Athanasios di hadapan pengadilan Kaisar demi tegaknya ajaran iman yang benar. Oleh karena itu, ia dibuang oleh pemerintah. Dalam masa pembuangannya, ia menulis buku- buku liturgi yang penting. Serapion meninggal pada tahun 362.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari