Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Allah melihat segala yang dijadikan-Nya, sungguh amat baik.
Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan masih kosong. Gelap gulita meliputi samudera raya. Dan, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Allah berfirman, “Jadilah terang!” Maka, jadilah terang. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap. Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Maka, jadilah petang dan pagi: hari pertama. Lalu Allah berfirman, “jadilah cakrawala di tengah segala air, untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala, dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang berada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit. Maka, jadilah petang dan pagi: hari kedua. Lalu Allah berfirman, “Hendaknya segala air yang ada di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Allah menamai yang kering itu darat dan kumpulan air itu laut. Allah melihat bahwa semua itu baik. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka, jadilah petang dan pagi: hari ketiga. Lalu Allah berfirman, “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, menunjukkan hari dan tahun; dan sebagai penerang pada cakrawala, biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka, Allah menjadikan dua benda penerangan yang besar, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam; dan Allah menjadikan juga bintang-bintang. Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang serta malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk yang bergerak, yang berkeriapan dalam air dan segala burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, Firman-Nya, “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak, dan binatang melata serta segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar, segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah berfirman, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di muka bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; menurut gambar Allah diciptakannya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcucu dan bertambah banyaklah, penuhilah bumi dan taklukkanlah, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Lalu Allah berfirman, “Lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji. Itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka, Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh sangat baik. Maka, jadilah petang dan pagi: hari keenam. Demikianlah langit dan bumi dan segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatnya itu. Maka, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Refren: Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.
Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kauselubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.
Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung. Burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul di antara dedaunan.
Dari bangsal-Mu, Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan. Bumi penuh dengan ciptaan-Mu: Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
(atau bila ada pembaptisan – lih. Mazmur Tanggapan 5 – Yes 12)
atau
Mazmur Tanggapan 1b – Mzm. 33:4-5.6-7.12-13.20.22; Ul:5b
Ulangan: Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Bersukacitalah, sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum, bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
Oleh Firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung, samudera raya ditaruh-Nya dalam bejana.
Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya. Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Doa 1a
Sesudah bacaan pertama (Penciptaan: Kej. 1:1-2:2 atau 1:1.26-31a dan Mzm 104 atau 33)
I: Marilah kita berdoa.
Allah Yang Mahakuasa dan kekal, sungguh mengagumkan seluruh rencana dan karya penyelamatan-Mu. Terangilah umat-Mu yang telah Engkau tebus agar memahami bahwa karya penciptaan-Mu pada awal mula sungguh agung, namun lebih agung karya penebusan kami yang berlangsung sampai pada kepenuhan masa dalam kurban Paskah Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.
U: Amin.
Atau mengenai penciptaan manusia:
I: Marilah kita berdoa.
Allah Yang Mahakuasa, Engkau telah menciptakan manusia secara mengagumkan, dan lebih mengagumkan lagi karya penebusan-Mu dalam diri kami. Semoga kami bertahan menentang godaan dosa agar kami layak masuk dalam sukacita surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U: Amin.
Kurban Abraham leluhur kita
Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Ia berfirman kepadanya, “Abraham.” Abraham menyahut, “Ya, Tuhan.” Firman Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Keesokan harinya, pagi-pagi benar, bangunlah Abraham. Ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya. Ia membelah juga kayu untuk kurban bakaran itu. Lalu berangkatlah ia, dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya, “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini. Aku beserta anakku akan pergi ke sana. Kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedangkan ia sendiri membawa api dan pisau di tangannya. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya, “Bapa!” Sahut Abraham, “Ya Anakku.” Bertanyalah Ishak, “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?” Sahut Abraham, “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk kurban bakaran bagi-Nya, Anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama dan sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mendirikan mezbah di situ dan Menyusun kayu. Kemudian Ishak, anaknya itu, diikat dan diletakkanya di atas mezbah, di atas kayu api itu. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya, Tuhan.” Lalu Tuhan berfirman, “Jangan kaubunuh anak itu, dan jangan kau apa-apakan dia, sebab kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Abraham lalu menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut pada belukar. Diambilnya domba itu, lalu dipersembahkannya sebagai kurban pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu “Tuhan menyediakan”. Sebab itu sampai sekarang dikatakan orang, “Di atas gunung, Tuhan menyediakan.” Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah Firman Tuhan – karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Dan keturunanmu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat sebab engkau menaati Firman-Ku.”
Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit!
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu yang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka, “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit! Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu di Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.
Api di Tengah Malam
Mati lampu di malam hari selalu mengajarkan hal yang sama: betapa kecilnya nyala yang dibutuhkan untuk mengubah segalanya. Satu batang lilin di ruang yang gelap gulita kelihatan lebih terang daripada lampu seribu watt di siang bolong. Gelap tidak pernah menang melawan nyala, sekecil apa pun nyala itu.
Malam ini Gereja di seluruh dunia melakukan hal yang tampak sederhana: menyalakan api di tengah kegelapan, lalu dari satu lilin Paskah, nyala itu menjalar dari tangan ke tangan sampai seisi gereja bercahaya. Vigili Paskah dimulai dari titik nol, sebab memang dari titik nol segalanya bermula.
Bacaan pertama malam ini membawa kita ke awal yang mutlak: bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya. Lalu Allah berfirman: jadilah terang. Kalimat pertama Allah yang dicatat Kitab Suci adalah perintah kepada terang. Dan malam ini kita mendengarnya lagi, bukan sebagai kenangan, melainkan sebagai kejadian: Allah yang dulu menyalakan semesta kini menyalakan ciptaan baru dari gelapnya kubur.
Sebab kubur itulah samudera gelap yang baru. Tiga perempuan berjalan ke sana pagi-pagi benar, membawa rempah-rempah untuk merawat jenazah. Di tengah jalan mereka baru sadar ada soal teknis yang tak terpecahkan: siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita? Pertanyaan yang sangat manusiawi. Kita pun sering berangkat mencintai sambil membawa daftar kekhawatiran. Padahal sering kali Allah sudah bekerja jauh sebelum daftar kekhawatiran kita selesai disusun.
Tetapi ketika mereka tiba, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Orang muda berjubah putih menyampaikan berita yang membalik dunia: jangan takut. Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.
Paulus menjelaskan apa artinya bagi kita: dalam baptisan kita telah dikuburkan bersama Kristus, supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Karena itulah malam ini para calon baptis dibaptis dan kita semua memperbarui janji baptis. Lilin bernyala di tangan kita bukan hiasan. Ia pengakuan: aku pun sudah ikut mati dan bangkit bersama-Nya. Orang Jawa punya pepatah yang cocok untuk malam ini: urip iku urup. Hidup itu menyala, hidup mesti menerangi.
Batu mana dalam hidup kita yang selama ini kita cemaskan, padahal mungkin sudah digulingkan-Nya?
Kristus, Terang dunia, nyalakanlah aku malam ini, dan jadikanlah hidupku nyala kecil yang meneruskan cahaya-Mu. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Dalam damai, aku akan berbaring dan tidur.
Mazmur 4
Syukur
dari kesesakan Engkau melepaskan aku, kasihanilah aku dan dengarkanlah aku!
AntifonDalam damai, aku akan berbaring dan tidur.
Antifon 2Tubuhku akan beristirahat dalam harapan.
Mazmur 15 (16)
Allah adalah bagianku, warisanku
Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan memutuskan ikatan kematian (Kisah Para Rasul 2:24).
AntifonTubuhku akan beristirahat dalam harapan.
Antifon 3Angkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonAngkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Responsorium Lihat Matius 27:66, 60, 62
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.
Mazmur 63 (64)
Antifon 1Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.
Antifon 2Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.
Yes 38,10-14.17-20
Antifon 2Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.
Antifon 3Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.
Mazmur 150
Antifon 3Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.
Bacaan Singkat: (Hos 6,1-3a)
AntifonKristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Alah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.
Antifon KidungPenyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPenyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 1, 8-9)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Antifonifon dan Mazmur diambil dari Sabtu II, hlm. 598
Madah
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan Singkat: (1 Yoh 2,1b-2)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Io 2, 8b-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.
Antifon 1Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.
Antifon 2Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.
Mazmur 142 (143),1-11
Antifon 2Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.
Antifon 3Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Flp 2,6-11
Antifon 3Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Bacaan Singkat: (1Ptr 1,18-21)
AntifonKristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.
Antifon KidungMaria: Sekarang Putera manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan dalam Dia. Allah akan segera memuliakan Dia.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Lucy Filipini
Lucy Filipini lahir pada tahun 1672 di Tarquinia, Italia, barat laut Roma. Ia dikenal sebagai pelanjut pendidikan bagi kaum wanita Katolik di Italia.
Sebagai seorang gadis yatim piatu, Lucy berhasil menarik perhatian Kardinal Martinus Barbarigo karena ketelatenan, kesalehan dan bakat- bakatnya. Ia mendesak Lucy untuk belajar disebuah institut Pendidikan Guru, yang disebut Maestre Pie di Monte Fiascone, dekat Tarquinia. Kemudian pada tahun 1707, Paus Klemens XI meminta Lucy untuk mendirikan sekolah pertama dari Maestre Pie di Roma. Tugas ini dijalankannya dengan sukses besar hingga ia menghembuskan nafasnya terakhir pada tanggal 25 Maret 1732. Pada tahun 1930 ia dinyatakan Kudus oleh Sri Paus Pius XI (1922- 1939).
Santo Rupertus
Rupertus dikenal sebagai orang Kudus keturunan suku bangsa berbahasa Jerman. Sebelum menjadi misionaris di Bavaria sehingga dijuluki Rasul Bavaria, dia telah menjadi Uskup Worms, Jerman.
Perjalanan misionernya ke Regensburg, Bavaria, dilakukan pada tahun 697. Di Regensburg, Rupertus bersama beberapa orang rekannya diterima dengan baik oleh adipati Theodo. Adipati ini masih kafir namun ia sangat baik hati dan mendukung para misionaris itu dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta Injil Kristus.
Agama Kristen memang sudah masuk di wilayah kekuasaan Theodo sebelum kedatangan Rupertus bersama kawan- kawannya. Ini terbukti dari data yang ada bahwa beberapa orang di wilayah ini sudah menganut agama Kristen, termasuk saudari kandung Theodo sendiri. Setelah menyaksikan keberhasilan karya para misionaris itu dan merasakan sendiri kebenaran agama Kristen, Theodo memutuskan untuk menerima pelajaran agama Kristen dari para misionaris itu. Rupertus lah yang mengajari dia agama Kristen bersama beberapa orang lainnya. Di Bavaria Rupertus dengan kawan- kawannya mendapat sukses besar dalam karyanya. Untuk memperkokoh karya mereka, Rupertus mendirikan sebuah pusat pendidikan agama di Juvavum, Austria. Disini ia melayani umatnya sebagai Uskup hingga hari kematiannya pada tahun 710.
Nikodemus, Pengajar Israel
Nikodemus adalah seorang farisi dan dewan Anggota Sanhendrin. Kisah tentang dirinya dalam hubungannya dengan Yesus dapat ditemukan dalam Injil Yohanes 3: 1-21. Ia kagum akan kepribadian Yesus dan cara pengajaran Nya yang penuh wibawa. Ia mengakui Yesus sebagai seorang utusan Allah. Ia datang kepada Yesus di waktu malam hari dan menanyakan Yesus tentang bagaimana orang dapat mendapatkan Kerajaan Allah. Yesus menjawab bahwa manusia harus dilahirkan kembali dari air dan Roh. Pada akhir hidup Yesus dengan peristiwa tragis di Salib, Nikodemus tampil lagi sebagai seseorang yang mengurapi jenazah Yesus dengan minyak wangi. (Yoh 19:39).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari