Senin, 1 November 2027
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14
Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6
Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Bacaan Injil Matius 5:1-12a
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Renungan
Dinding Penuh Foto
Di banyak rumah tua ada satu dinding yang penuh foto. Hitam putih, bingkainya kayu, kacanya mulai buram. Sebagian wajah masih kita kenal. Sebagian tinggal cerita: katanya ini kakek buyut, katanya ini adik nenek. Kita tidak tahu banyak tentang mereka. Tapi satu hal pasti: tanpa mereka, kita tidak pernah ada.
Hari Raya Semua Orang Kudus itu seperti berdiri di depan dinding foto keluarga besar iman. Yohanes melihatnya dalam penglihatan: suatu kumpulan besar yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. Tidak dapat terhitung. Jadi bukan hanya nama-nama yang masuk kalender liturgi. Bukan hanya yang patungnya berdiri di gereja. Di dalam kumpulan itu ada nenek yang dulu mengajari kita membuat tanda salib. Ada guru agama kampung yang tidak pernah masuk koran.
Yang mengejutkan adalah jawaban atas pertanyaan salah satu tua-tua: dari mana mereka datang? Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Aneh, bukan? Mencuci dengan darah kok menjadi putih? Di situlah rahasianya. Putih itu bukan prestasi. Putih itu anugerah. Orang kudus bukan orang yang tidak pernah kotor, melainkan orang yang membiarkan dirinya dicuci.
Lalu bagaimana jalannya? Injil hari ini memberi petanya: Sabda Bahagia. Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang membawa damai. Perhatikanlah, tidak ada satu pun yang mustahil. Yesus tidak berkata: berbahagialah yang membuat mukjizat. Ia menunjuk hal-hal yang terbuka bagi siapa saja. Ibu rumah tangga bisa. Petani bisa. Pegawai bisa. Anak sekolah bisa. Kekudusan ternyata bukan jalur khusus. Ia jalan umum. Sabda Bahagia bukan tangga menuju panggung, melainkan jalan setapak yang bisa ditempuh dengan sandal jepit.
Surat Yohanes menegaskan: sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata keadaan kita kelak. Orang-orang kudus itu bukan manusia jenis lain. Mereka anak-anak Allah yang sudah sampai; kita anak-anak Allah yang masih di jalan. Dinding foto itu bukan pajangan untuk dikagumi dari jauh. Ia undangan. Undangan yang ditandatangani dengan darah Anak Domba.
Hari ini, wajah siapa yang terpasang di dinding iman kita? Dan beranikah kita bermimpi, pelan-pelan, suatu hari wajah kita ikut tergantung di sana?
Tuhan, Engkau memanggil semua orang menjadi kudus. Cucilah jubahku yang kusam, dan tuntunlah langkahku menyusul kumpulan besar yang tak terhitung itu. Amin.
Invitatorium
SENIN III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Mazmur 40
Syukur dan permohonan pertolongan
Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Ant. 2 Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Ant. 3 Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Mazmur 42
Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya
Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
BACAAN
BACAAN PERTAMA
RESPONSORIUM
BACAAN KEDUA
RESPONSORIUM Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
SENIN I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Madah
Ant.1: Kepada-Mu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.1: Kepada-Mu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.2: Kami memuji nama-Mu yang mulia, ya Allah.
Ant.2: Kami memuji nama-Mu yang mulia, ya Allah.
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN I SIANG
Madah
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
menginjak-injak hidupku ke tanah,*
melawan amarah para penindasku,*
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat (Yak 1,19-20.26)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN I SORE
Madah
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
memasang anak panah pada talinya,*
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
yang berkata benar dalam hatinya,*
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Ant.3: Allah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.
yang telah memberkati kami dalam Kristus,*
Ant.3: Allah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.
Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.
Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.
Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).