Doa Katolik
Pesta

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Selasa, 9 November 2027· Putih · Pekan Psalterium IV
9 November 2027

Bacaan Misa

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Mazmur Tanggapan

(46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
(46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
(46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
(46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
(46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
(46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Injil

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Air yang Keluar dari Rumah

Renungan · 2 menit baca

Di lereng-lereng gunung sering ada mata air kecil. Orang membangun bak penampung di dekatnya, tapi airnya tidak pernah mau diam di bak. Ia meluap, turun, mengairi sawah-sawah jauh di bawah yang tidak pernah melihat sumbernya.

Hari ini Gereja sedunia merayakan pemberkatan Basilika Lateran, gereja katedral Bapa Suci di Roma, yang dijuluki ibu segala gereja. Mengapa gedung yang jauh itu dirayakan sampai ke kampung kita? Karena gedung itu lambang dari sesuatu yang lebih besar: Gereja yang satu, yang hidup.

Yehezkiel melihat lambang itu dalam penglihatannya: air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci. Makin jauh mengalir makin besar, sampai bermuara di Laut Asin, dan laut yang mati itu menjadi tawar. Ke mana saja air itu sampai, semuanya hidup. Perhatikanlah arahnya: keluar. Bait yang benar tidak menampung berkat untuk dirinya sendiri; ia mengalirkannya ke luar pagar.

Yesus membersihkan Bait Allah dari para pedagang, lalu berbicara tentang bait yang sejati: tubuh-Nya sendiri. Gereja pun akhirnya bukan soal tembok, melainkan tubuh. Ukurannya bukan kemegahan gedung, melainkan seberapa jauh airnya mengalir: kepada yang sakit, yang miskin, yang asin hidupnya.

Dari gereja kita, dari hidup kita, adakah air yang sungguh sampai ke luar pagar?

Tuhan, jadikan hidupku ambang pintu yang mengalirkan air-Mu, bukan bak yang menampungnya sendiri. Amin.

Invitatorium

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Ibadat Bacaan

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai,

Dan rumah abadi kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,

Para kudus-Mu tinggal aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang telah berlalu;

Singkat seperti jaga malam yang berakhir

Sebelum matahari terbit.

Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati saat hari menjelang.

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami selagi masalah berlangsung,

Dan rumah abadi kami.
Mazmur

Antifon 1Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang berhati murni!

Mazmur 72 (73)

Mengapa orang baik banyak mengalami kesukaran?

Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).

I
Betapa baiknya Allah bagi Israel,

bagi mereka yang berhati murni.

Namun kakiku hampir tergelincir,

langkahku hampir terpeleset

karena aku dipenuhi iri hati terhadap orang sombong

ketika aku melihat bagaimana orang fasik makmur.

Bagi mereka tidak ada rasa sakit;

tubuh mereka sehat dan mulus.

Mereka tidak berbagi dalam kesedihan manusia;

mereka tidak menderita seperti orang lain.

Maka mereka mengenakan kesombongan seperti kalung,

mereka menyelimuti diri dengan kekerasan.

Hati mereka meluap dengan kejahatan,

pikiran mereka mendidih dengan rencana jahat.

Mereka mencemooh; mereka berbicara dengan kebencian;

dari atas mereka merencanakan penindasan.

Mereka telah menempatkan mulut mereka di langit

dan lidah mereka mendikte bumi.

Maka orang-orang berpaling mengikuti mereka

dan menelan semua perkataan mereka.

Mereka berkata: Bagaimana Allah bisa tahu?

Apakah Yang Mahatinggi memperhatikan?

Lihatlah mereka, demikianlah orang fasik,

tetapi tanpa masalah, mereka bertambah kaya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBetapa baiknya Allah Israel bagi orang yang berhati murni!

Antifon 2Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.

II
Betapa sia-sianya menjaga hatiku murni

dan membasuh tanganku dalam kemurnian,

ketika aku menderita sepanjang hari,

mengalami hukuman hari demi hari.

Lalu aku berkata: “Jika aku berbicara seperti itu,

aku akan meninggalkan iman umat-Mu.”

Aku berusaha memahami masalah ini,

terlalu sulit bagi pikiranku untuk mengerti,

sampai aku menembus misteri Allah

dan memahami apa yang terjadi pada orang fasik.

Betapa licinnya jalan yang Engkau tempatkan bagi mereka;

Engkau membuat mereka meluncur menuju kehancuran.

Betapa tiba-tiba mereka menemui kehancuran mereka,

terhapus, dihancurkan oleh teror.

Seperti mimpi yang terbangun, ya Tuhan,

ketika Engkau bangun, Engkau mengusir mereka sebagai hantu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.

Antifon 3Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.

III
Maka ketika hatiku menjadi pahit

dan ketika aku terluka sampai ke hati,

aku bodoh dan tidak mengerti,

tidak lebih baik dari binatang di mata-Mu.

Namun aku selalu di hadapan-Mu;

Engkau memegang tanganku.

Engkau akan membimbingku dengan nasihat-Mu

dan demikian Engkau akan membawaku kepada kemuliaan.

Apa lagi yang kumiliki di surga selain Engkau?

Selain Engkau aku tidak menginginkan apa pun di bumi.

Tubuh dan hatiku pingsan karena sukacita;

Allah adalah milikku selamanya.

Semua orang yang meninggalkan-Mu akan binasa;

Engkau akan menghancurkan semua orang yang tidak setia.

Berada dekat dengan Allah adalah kebahagiaanku.

Aku telah menjadikan Tuhan Allah perlindunganku.

Aku akan menceritakan karya-karya-Mu

di gerbang kota Sion.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Adalah baik berada bersama-Mu, Bapa; di dalam-Mu ada kepenuhan hidup bagi umat-Mu yang setia; di dalam-Mu semua harapan bersemayam. Semoga Engkau membimbing kami menuju kebahagiaan abadi.

AntifonMereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

2:26-47

Penglihatan tentang patung dan batu. Kerajaan Allah yang kekal
Raja Nebukadnezar bertanya kepada Daniel, yang namanya Beltsazar, “Dapatkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat, dan maknanya?” Di hadapan raja Daniel menjawab:
“Misteri yang ditanyakan raja, para orang bijak, ahli sihir, tukang tenung, dan ahli nujum tidak dapat menjelaskannya kepada raja. Tetapi ada Allah di surga yang mengungkapkan misteri, dan Ia telah menunjukkan kepada Raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi di masa mendatang; inilah mimpi yang engkau lihat ketika engkau berbaring di tempat tidur.
“Kepadamu di tempat tidurmu datanglah pikiran tentang apa yang akan terjadi di masa depan, dan Dia yang mengungkapkan misteri menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi. Kepadaku juga misteri ini telah diungkapkan; bukan karena aku lebih bijaksana dari orang hidup lainnya, tetapi agar maknanya dapat diketahui oleh raja, agar engkau dapat memahami pikiran dalam benakmu sendiri.
“Dalam penglihatanmu, ya raja, engkau melihat sebuah patung, sangat besar dan sangat terang, menakutkan dalam penampilannya saat berdiri di hadapanmu. Kepala patung itu dari emas murni, dada dan lengannya dari perak, perut dan pahanya dari perunggu, kakinya dari besi, kakinya sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat.
“Ketika engkau melihat patung itu, sebuah batu yang dipahat dari gunung tanpa tangan menyentuhnya, menimpa kaki besi dan tanah liatnya, menghancurkannya berkeping-keping. Besi, tanah liat, perunggu, perak, dan emas semuanya hancur sekaligus, halus seperti sekam di lantai pengirikan di musim panas, dan angin meniupnya tanpa meninggalkan jejak. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar dan memenuhi seluruh bumi.
“Inilah mimpi itu; penafsirannya juga akan kami berikan di hadapan raja. Engkau, ya raja, adalah raja segala raja; kepadamu Allah surga telah memberikan kekuasaan dan kekuatan, kuasa dan kemuliaan; manusia, binatang buas, dan burung-burung di udara, di mana pun mereka tinggal, Ia telah menyerahkan kepadamu, menjadikan engkau penguasa atas mereka semua; engkau adalah kepala emas. Kerajaan lain akan menggantikan tempatmu, lebih rendah dari kerajaanmu, kemudian kerajaan ketiga, dari perunggu, yang akan memerintah seluruh bumi. Akan ada kerajaan keempat, kuat seperti besi; ia akan menghancurkan dan menaklukkan semua kerajaan lainnya, sama seperti besi menghancurkan dan menghancurkan segala sesuatu yang lain.
“Kaki dan jari-jari kaki yang engkau lihat, sebagian dari tanah liat tukang tembikar dan sebagian dari besi, berarti bahwa itu akan menjadi kerajaan yang terbagi, tetapi masih memiliki sebagian kekerasan besi. Seperti yang engkau lihat besi bercampur dengan tanah liat, dan jari-jari kaki sebagian besi dan sebagian tanah liat, kerajaan itu akan sebagian kuat dan sebagian rapuh. Besi yang bercampur dengan tanah liat berarti bahwa mereka akan mengikat perjanjian mereka melalui perkawinan, tetapi mereka tidak akan tetap bersatu, sama seperti besi tidak bercampur dengan tanah liat.
“Pada masa raja-raja itu, Allah surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan atau diserahkan kepada bangsa lain; sebaliknya, ia akan menghancurkan semua kerajaan ini dan mengakhirinya, dan ia akan berdiri selamanya. Itulah makna batu yang engkau lihat dipahat dari gunung tanpa tangan menyentuhnya, yang menghancurkan tanah liat, besi, perunggu, perak, dan emas. Allah yang agung telah mengungkapkan kepada raja apa yang akan terjadi di masa depan; inilah persis seperti yang engkau mimpikan, dan maknanya pasti.”
Kemudian Raja Nebukadnezar sujud menyembah Daniel dan memerintahkan persembahan kurban dan dupa kepadanya. Kepada Daniel raja berkata, “Sesungguhnya Allahmu adalah Allah segala allah dan Tuhan segala raja dan pengungkap misteri; itulah sebabnya engkau dapat mengungkapkan misteri ini.”

Responsorium Daniel 2:44; lihat Lukas 20:17, 18

Allah surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan;

ia akan mengalahkan dan menyerap semua kerajaan di bumi,

dan kerajaan Allah akan berdiri selamanya.
Batu yang dibuang oleh para pembangun telah menjadi batu penjuru bangunan.

Jika batu ini jatuh menimpa siapa pun, ia akan menghancurkannya.

Dan kerajaan Allah akan berdiri selamanya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Pelayan panggilan khusus
Meskipun Gereja universal Allah terdiri dari berbagai tingkatan anggota, namun, terlepas dari banyak bagian tubuhnya yang kudus, Gereja tetap utuh sebagai satu kesatuan, seperti yang dikatakan Rasul: Kita semua satu dalam Kristus. Tidak ada perbedaan jabatan yang begitu besar sehingga seseorang dapat dipisahkan, melalui kerendahan hati, dari kepala. Dalam kesatuan iman dan baptisan, oleh karena itu, komunitas kita tidak terbagi. Ada martabat yang sama, seperti yang dikatakan Rasul Petrus dalam kata-kata ini: Dan kamu dibangun sebagai batu-batu hidup menjadi rumah-rumah rohani, imamat yang kudus, mempersembahkan kurban rohani yang dapat diterima oleh Allah melalui Yesus Kristus. Dan lagi: Tetapi kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat pilihan.
Sebab semua yang dilahirkan kembali dalam Kristus, dijadikan raja oleh tanda salib; mereka dikuduskan sebagai imam oleh minyak Roh Kudus, sehingga di luar pelayanan khusus pelayanan kita sebagai imam, semua orang Kristen yang rohani dan dewasa tahu bahwa mereka adalah keturunan raja dan adalah bagian dalam jabatan imamat. Sebab apa yang lebih seperti raja daripada menemukan diri Anda penguasa atas tubuh Anda setelah menyerahkan jiwa Anda kepada Allah? Dan apa yang lebih seperti imam daripada menjanjikan Tuhan hati nurani yang murni dan mempersembahkan kepada-Nya dalam kasih kurban yang tak bercela di altar hati seseorang?
Karena, melalui rahmat Allah, itu adalah perbuatan yang dilakukan secara universal atas nama semua, adalah sepenuhnya terpuji dan sesuai dengan sikap religius bagi Anda untuk bersukacita pada hari konsekrasi kita ini, untuk menganggapnya sebagai hari ketika kita secara khusus dihormati. Sebab sesungguhnya satu imamat sakramental dirayakan di seluruh tubuh Gereja. Minyak yang menguduskan kita memiliki efek yang lebih kaya pada tingkatan yang lebih tinggi, namun tidak diberikan secara hemat pada tingkatan yang lebih rendah.
Berbagi dalam jabatan ini, saudara-saudaraku yang terkasih, kita memiliki dasar yang kuat untuk bersukacita bersama; namun akan ada alasan yang lebih tulus dan luar biasa untuk bersukacita jika Anda tidak terpaku pada pikiran tentang ketidaklayakan kita. Lebih membantu dan lebih cocok untuk mengalihkan pikiran Anda untuk mempelajari kemuliaan rasul Petrus yang terberkati. Kita harus merayakan hari ini di atas segalanya untuk menghormatinya. Ia melimpah dengan kekayaan berlimpah dari sumber segala rahmat, namun meskipun ia sendiri menerima banyak, tidak ada yang diberikan kepadanya tanpa ia membagikannya. Firman yang menjadi daging hidup di antara kita, dan dalam menebus seluruh umat manusia, Kristus memberikan diri-Nya sepenuhnya.

Responsorium Matius 16:18; Mazmur 48:9

Yesus berkata kepada Simon: Aku berkata kepadamu dengan sungguh-sungguh bahwa engkau adalah Petrus, dan di atas dasar batu ini Aku akan membangun Gereja-Ku,

dan kuasa neraka tidak akan pernah mengalahkannya.
Untuk selama-lamanya, Gereja Allah berdiri teguh.

dan kuasa neraka tidak akan pernah mengalahkannya.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang tidak pernah membiarkan gerbang neraka

mengalahkan Gereja-Mu,

yang teguh didirikan di atas batu apostolik,

kami mohon, berilah dia, melalui perantaraan Paus Santo Leo,

agar dia tetap teguh dalam kebenaran-Mu dan mengenal perlindungan damai yang abadi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota yang dipilih Tuhan
Menjadi kesayangan
Mengumandangkan pujian
Teriring kesukaan
Lantang merdu mewartakan
Allah menyelamatkan.

Turunlah Bapa surgawi
Pada kenisah ini
Kabulkanlah doa kami
Dengan sepenuh hati
Curahkan berkat ilahi
Di sluruh muka bumi.

Dengarkan umatMu ini
Yang mohon diberkati
Agar dengan para suci
Kauperkenankan kami
Berarak dan memasuki
Kemulyaan abadi.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Bacaan Singkat (Yes 56,7)

Semua orang akan Kuhantar ke gunungKu yang suci. Mereka sekalian akan Kubuat gembira dalam rumah doaKu. Aku berkenan menerima kurban bakar dan kurban sembelihan mereka di atas altarKu. Sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Lagu Singkat

℣.Tuhan kita agung,* Ia pantas dipuji.℟.Tuhan.℣.Dalam kota Allah kita, di gunungNya yang suci.℟.Ia pantas dipuji.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Doa Permohonan

Kita sebagai batu yang hidup didasarkan atas Kristus, batu yang terpilih. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa, untuk GerejaNya yang tercinta, dan menyatakan iman kita:

℟. Inilah rumah Allah dan pintu surga.

Ya Bapa, peliharalah, lindungilah dan tumbuhkanlah pokok anggurMu,* supaya ia merambat ke seluruh dunia. ℟.

Gembala abadi, bimbinglah dan berkatilah kawananMu,* supaya domba-dombaMu disatupadukan di bawah pimpinan PuteraMu. ℟.

Penabur yang mahakuasa, taburkanlah benih sabda di ladangMu,* supaya menghasilkan buah seratus kali lipat bagi panenan abadi. ℟.

Pembangun yang bijaksana, kuduskanlah rumahMu seisinya,* supaya kota surgawi, Yerusalem baru, tampak mulia laksana mempelai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 IO 3, 17-18)

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Ayat Singkat

℣.Berbahagialah orang yang menaruh belas kasih dan memberi pinjaman.℟.Orang benar itu akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Bacaan singkat 1Kor 3,16-17

Saudara-saudara, kamu kan tahu, bahwa kamu tempat kediaman Allah dan bahwa Roh Allah tinggal dalam dirimu. Orang yang menghancurkan kediaman Allah, akan dihancurkan oleh Allah. Sebab kuduslah kediaman Allah dan kamu sendirilah kediaman itu.

℣.Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu.℟.Tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Is 55, 10-11)

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Ayat Singkat

℣.Tuhan menyampaikan firman-Nya ke bumi.℟.Dengan segera firman-Nya melaju.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota Yerusalem mulya
Yang aman dan sentosa
Engkau dibangun di surga
Dari batu bernyawa
Suci murni indah permai
Tak ubahnya mempelai.

Engkau turun dari surga
Bagai mempelai mulya
Yang siap menghadap Tuhan
Dihias kesucian
Untuk bersatu slamanya
Dengan Tuhan yang jaya.

Pintumu penuh permata
Lebar-lebar terbuka
Bagi wargamu semua
Yang demi Anakdomba
Rela mengurbankan nyawa
Menumpahkan darahnya.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Bacaan Singkat (Why 21,2-3.22.27)

Kulihat kota suci, Yerusalem baru, turun dari surga, dari Allah, berhias laksana mempelai yang siap menyambut suamiNya. Dan aku mendengar suara yang nyaring dari takhta berseru: Inilah kemah Allah di tengah-tengah manusia. Allah akan tinggal bersama mereka. Mereka akan menjadi umatNya, dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan aku tidak melihat suatu kenisah di kota itu; sebab Tuhan, Allah yang mahakuasa sendiri dan Anakdomba itulah kenisahNya. Ke dalamnya tidak akan masuk sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta. Hanyalah orang yang terdaftar dalam kitab kehidupan Anakdomba, diizinkan masuk ke dalam kota suci itu.

Lagu Singkat

℣.Berbahagialah orang,* Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℟.Berbahagialah.℣.Mereka akan memuji Engkau selama-lamanya.℟.Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Berbahagialah.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menyerahkan nyawaNya untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tersebar di mana-mana. Marilah berdoa kepadaNya:

℟. Ingatlah GerejaMu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus, Engkau mendirikan rumahMu di atas wadas yang teguh,* kuatkanlah kepercayaan GerejaMu, dan teguhkanlah imannya. ℟.

Tuhan Yesus, dari lambungMu telah mengalir darah dan air,* perbaharuilah GerejaMu dengan sakramen-sakramen perjanjian yang baru dan kekal. ℟.

Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami yang berhimpun demi namaMu,* kabulkanlah doa seluruh GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, bersama Bapa Engkau menyediakan tempat bagi setiap orang yang mencintai Engkau,* sempurnakanlah cinta kasih GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, tak seorangpun yang datang kepadaMu, Kaubuang ke luar,* terimalah semua orang mati dalam rumah Bapa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.

Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.

Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilik itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.

Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.

Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?

Santo Teodorus Tiro

Martir

Teodorus Tiro-yang juga dikenal dengan nama 'Teodoros Amasea' adalah prajurit Romawi yang beragama Kristen. Bersama rekan-rekannya yang ada di dalam divisi Tyronum, ia ditugaskan untuk menjaga keamanan di wilayah Pontus, Asia Kecil sekitar Laut Hitam. Menurut legenda, sementara ia berada dalam kedudukan sebagai seorang prajurit `tiro' (= yang direkrut), ia dipaksa untuk turut serta. di dalam upacara korban kepada dewa-dewa kafir Romawi; namun karena imannya ia dengan tegas menolak untuk turut serta di dalam praktek kekafiran itu. Ia tetap berpegang teguh pada imannya dan hanya Ingin menyembah Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah oleh manusia. Oleh karena itu ia ditangkap, disiksa secara bengis oleh pasukan kafir lainnya. Akhirnya pada tahun 306, ia dibakar hidup-hidup hingga mati.

Di kaki bukit Palatium, Roma, didirikan sebuah gereja untuk menghormati dia sebagai martir Kristus yang berani mati karena mempertahankan imannya. Makamnya sendiri terdapat di Euchaita, Asia Kecil. Kemungkinan ia dan Teodorus Stratelates, yang juga disebut Teodoros dari Heraclea adalah orang yang sama.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari