Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Seumur hidupnya Samuel diserahkan kepada Tuhan.
Setahun sesudah mempersembahkan kurban di Silo, mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberinya nama Samuel sebab katanya, “Aku telah memintanya dari Tuhan.” Lalu Elkana, suami Hana, pergi dengan seisi rumahnya untuk mempersembahkan kurban sembelihan tahunan dan kurban nazar kepada Tuhan. Tetapi, Hana tidak ikut pergi. Katanya kepada suaminya, “Nanti, apabila anak itu sudah cerai susu, aku akan mengantarkan dia; maka ia akan menghadap ke hadirat Tuhan, dan tinggal di sana seumur hidupnya.” Setelah Samuel disapih oleh ibunya, ia diantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah: seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung, dan sebuyung anggur. Waktu itu, Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu, Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara, Tuanku!” Demi Tuhanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku, untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta daripada-Nya. Maka, aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikanlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Refren: Berbahagialah yang mendiami Rumah Tuhan.
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan. Jiwaku dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripada-Mu, yang bertolak dengan penuh gairah.
Ya Tuhan semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga-Mu, ya Allah Yakub. Lihatlah kami, ya Allah perisai kami, pandanglah wajah orang yang Kauurapi.
Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.
Saudara-saudaraku terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak. Akan tetapi, kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah. Dan, apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh daripada-Nya karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan, inilah perintah-Nya itu, yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan, beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Demikanlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
Alleluya.U Alleluya.
Yesus ditemukan orang tua-Nya sedang duduk di tengah-tengah alim ulama.
Tiap-tiap tahun, pada Hari Raya Paskah, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Seusai hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah orangtua Yesus ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari, mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya. Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka. Lalu, kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?” Lihatlah, bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi, mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu, Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan, Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Yesus semakin bertambah besar, dan bertambah pula hikmat-Nya; Ia semakin besar, dan semakin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Sehari Setelah Pesta
Sehari setelah pesta, biasanya yang tersisa adalah piring kotor dan sisa penganan. Suasana masih hangat, lagu-lagu masih terngiang. Maka terasa mengejutkan bahwa tepat sehari setelah Natal, dalam oktaf yang masih penuh sukacita, Gereja mengenang Stefanus: martir pertama, orang pertama yang dibunuh karena imannya kepada Kanak-kanak yang baru kita sambut kemarin.
Ini bukan salah susun jadwal. Gereja sengaja menaruh kisah palungan dan kisah batu berdampingan, supaya kita tidak salah paham tentang Natal. Anak yang lahir kemarin itu bukan hiasan musiman. Ia terang yang datang ke dalam gelap, dan gelap melawan.
Lukas melukiskan Stefanus dengan kata-kata yang bercahaya: penuh karunia dan kuasa, penuh hikmat, penuh Roh Kudus. Lawan-lawannya tidak sanggup membantah kata-katanya, maka mereka membungkam orangnya. Di tengah hujan batu, Stefanus menatap ke langit dan melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu ia mengucapkan dua doa yang persis menggemakan doa Gurunya di salib: terimalah rohku, dan janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Ia mati sambil mengampuni para pembunuhnya.
Kata martir berasal dari bahasa Yunani martys, artinya saksi. Aslinya ini istilah pengadilan: orang yang menceritakan apa yang sungguh dilihatnya. Stefanus disebut martir bukan pertama-tama karena ia mati, melainkan karena kesaksiannya begitu utuh sampai ia rela mati untuk itu. Darahnya pun tidak sia-sia. Di antara para penonton berdiri seorang muda bernama Saulus, menjaga jubah para pelempar. Kelak benih yang jatuh hari itu tumbuh menjadi Paulus.
Yesus sudah menyiapkan murid-murid-Nya untuk saat-saat seperti ini: kamu akan digiring ke muka para penguasa, tetapi jangan kuatir akan apa yang harus kamu katakan, "karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu." Janji itu terbukti pada Stefanus. Yang diminta dari seorang saksi bukan kepandaian bersilat kata, melainkan kesetiaan untuk tetap berdiri.
Kebanyakan kita tidak akan menghadapi hujan batu. Tetapi setiap orang beriman menghadapi ujian kesaksian versi hariannya: jujur ketika semua orang menyerong, tetap mengampuni ketika dendam lebih memuaskan, tetap mengaku percaya ketika iman ditertawakan. Natal memberi kita sukacita; Stefanus mengingatkan bahwa sukacita itu ada harganya, dan harganya layak dibayar.
Sehari setelah pesta, pertanyaan itu datang: sanggupkah kita menjadi saksi, bukan sekadar penonton?
Tuhan, Engkau lahir bagiku; jadikanlah aku saksi-Mu yang setia, bahkan ketika bersaksi itu mahal. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).
AntifonStefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Antifon 2Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Mazmur 10 (11)
Allah adalah penopang yang tak pernah gagal bagi orang benar
Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilan; mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).
AntifonStefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Antifon 3Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Mazmur 16 (17)
Selamatkanlah aku, Tuhan, dari mereka yang membenci-Mu
Selama hidup-Nya di bumi… Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan didengar (Ibrani 5:7).
AntifonTidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Responsorium
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Madah
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Antifon 2Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Antifon 3Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Mazmur 149
Antifon 3Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Bacaan Singkat (Kis 6:2b-5a)
Lagu Singkat
Antifon KidungTerbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
Doa Permohonan
℟. Engkau telah menebus kami dalam darahMu.
Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.
Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.
Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.
Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (1Yoh 1:5b.7)
Antifon Kidung(Mi 26 Des): Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKetika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
Doa Permohonan
Sabda Allah tinggal di tengah-tengah kita dan membuka jalan keselamatan abadi bagi kita. Marilah kita mohon kepadaNya: ℟.
℟. Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
Demi penjelmaan, kelahiran dan masa mudaMu,* demi seluruh hidupMu yang dibaktikan kepada Bapa: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi usahaMu, demi pewartaan Injil dan perjalanan-perjalananMu,* demi pergaulanMu dengan orang berdosa: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi sakratul maut dan penderitaanMu, demi salib dan kehinaanMu,* demi kesusahan, wafat dan pemakamanMu: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Demi kebangkitan dan kenaikanMu, demi kedatangan Roh kudus, demi kegembiraan dan kemuliaanMu yang abadi,* bebaskanlah saudara kami yang telah meninggal, ya Tuhan: ℟.
Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Stefanus
Stefanus adalah salah satu dari tujuh diakon pertama yang dipilih para rasul untuk melayani jemaat (Kis 6). Penuh iman dan Roh Kudus, ia berkhotbah dengan hikmat yang tak terbantahkan, hingga difitnah dan diseret ke hadapan Mahkamah Agama.
Dalam pembelaannya ia memandang ke surga dan berseru, "Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Ia dirajam sampai mati di luar kota Yerusalem, sambil berdoa bagi para pembunuhnya: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." Ia menjadi martir pertama Gereja, dan jubah para saksi diletakkan di kaki seorang muda bernama Saulus , yang kelak menjadi Rasul Paulus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari