Bacaan Misa
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.
Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
Beban yang Menerbangkan
Sayap adalah bagian tubuh burung yang paling berat dibanding badannya yang kecil. Kalau burung bisa berpikir seperti kita, mungkin ia mengeluh: alangkah enaknya hidup tanpa beban ini. Padahal justru sayap itulah yang membuatnya terbang. Dibuang, ia bukan makin bebas, malah jatuh. Beban dan sayap ternyata benda yang sama, tergantung dipakai untuk apa.
Kemarin kita mendengar bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Hari ini Yohanes meneruskan dengan kalimat yang melegakan: "Perintah-perintah-Nya itu tidak berat." Aneh, bukan? Mengampuni itu berat. Setia itu berat. Jujur ketika semua orang curang itu berat. Tetapi Yohanes tahu apa yang ia tulis: bagi orang yang lahir dari Allah, perintah itu seperti sayap. Berat kalau ditimbang, ringan kalau dipakai terbang.
Dalam Injil, Yesus berdiri di Nazaret dan membacakan tugas-Nya: menyampaikan kabar baik, membebaskan, memulihkan. Tugas mahaberat, dibawakan-Nya dalam kuasa Roh, sampai semua orang heran akan kata-kata-Nya yang indah.
Kita sering memandang perintah Allah seperti barang bawaan yang memberatkan hidup. Bagaimana kalau mulai hari ini kita memandangnya sebagai sepasang sayap yang belum kita kepakkan? Terbang perdana memang menakutkan, tetapi udara akan menopang.
Tuhan, ubahlah perintah-Mu yang kurasa sebagai beban menjadi sayap yang membawaku terbang kepada-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.
Mazmur 43 (44)
Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
AntifonTuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.
Antifon 2Luputkanlah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.
AntifonLuputkanlah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.
Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau berbelas kasihan.
AntifonBangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau berbelas kasihan.
Dari Kitab Nabi Yesaya
Responsorium (Lihat Yesaya 56:1; Mikha 4:9; Yesaya 43:3)
Responsorium Yehezkiel 37:27-28; Ibrani 8:8
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.
Mazmur 79 (80)
Antifon 1Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.
Antifon 2Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.
Yes 12,1-6
Antifon 2Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.
Antifon 3Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Mazmur 80 (81)
Antifon 3Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Bacaan Singkat (Yes 62:11-12)
Lagu Singkat
Antifon KidungBerduyun-duyun para bangsa datang dari jauh sambil membawa persembahan, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBerduyun-duyun para bangsa datang dari jauh sambil membawa persembahan, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kemuliaan kepada Allah di surga.
Bersama dengan para malaikat, bapa, bangsa dan nabi-nabi,* kami memuji Engkau, ya Tuhan. ℟.
Bersama dengan perawan Maria, bunda Allah,* kami meluhurkan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Bersama dengan para rasul dan penginjil,* kami bersyukur kepadaMu, ya Tuhan. ℟.
Bersama dengan para martir Kristus yang kudus,* kami mempersembahkan diri kepadaMu, ya Tuhan. ℟.
Bersama dengan semua orang kudus,* kami membaktikan hidup kami kepadaMu, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 2, 3b-4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Mazmur 118 (119),65-72
Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Mazmur 56 (57)
Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Bacaan singkat Gal 5,22.23a.25
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 60, 4 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.
Mazmur 71 (72) - I
Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.
Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.
Mazmur 71 (72) - II
Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Bacaan Singkat (1Yoh 1,5b.7)
Antifon KidungSemua akan datang dari Saba mempersembahkan emas dan wangi-wangian.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSemua akan datang dari Saba mempersembahkan emas dan wangi-wangian.
Doa Permohonan
℟. Tujukkalah belas kasihMu kepada kami, Ya Tuhan.
Bapa yang kudus, kami berdoa kepadaMu bagi mereka yang mengenal Engkau hanya berdasarkan terang akal budi,* agar mereka Kau sinari juga dengan cahaya Injil PuteraMu. ℟.
Perhatikanlah semua orang yang hidup di luar GerejaMu, dan yang mencari pembebasan dari kesukaran hidup manusia,* agar mereka menjumpai Kristus, jalan, kebenaran dan kehidupan. ℟.
Bantulah semua orang yang hidup dengan takwa seturut keyakinannya,* agar meeka sampai kepada cahaya mulia Kristus. ℟.
Sucikanlah selalu hati orang yang percaya kepadaMu,* agar mereka semakin jelas mengenal Engkau. ℟.
Perlihatkanlah kemurahanMu terhadap orang-orang mati,* dan kenakanlah kemuliaan para pilihanMu pada mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Kaspar
Peristiwa kelahiran Yesus dilukiskan dengan berbagai cerita manarik. Salah satu cerita itu adalah kisah kunjungan orang - orang Majus dari Timur ke Betlehem dalam Injil Mat2:1-18.
Mulanya istilah Majus (dari kata Magus) dikenakan pada sekelompok imam yang dikenal sebagai ahli - ahli perbintangan dan pada orang - orang bijak di kalangan suku bangsa Medes dan Persia. Pada zaman Yesus, istilah majus berarti ahli nujum dan ahli sihir yang terdapat di semua bangsa. Terdapat banyak cerita mengenai orang - orang itu, seperti cerita tentang tiga sarjana atau Raja Timur: Kaspar, Melkior dan Balthasar. Dalam tradisi Kristen, Kaspar, Melkior dan Balthasar dikenal sebagai sarjana - sarjana dari Timur yang datang ke Betlehem untuk menyembah Kanak - Kanak Yesus.
Nama ketiga orang ini tidak ada dalam naskah - naskah Kitab Suci. Injil Matius yang dipakai sebagai sumber cerita dalam tradisi Kristen tidak membeberkan nama ketiga orang itu. Matius hanya secara umum mengatakan: "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang - orang Majus dari Timur Yerusalem dan bertanya - tanya: "Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."(Mat2:1-2). Adanya nama tiga orang bijak dari Timur merupakan refleksi lebih lanjut dari orang - orang Kristen atas kisah Injil Matius tersebut. Dalam kaitannya perlu dicatat maksud Matius dengan kisah ini. Matius menulis Injilnya kepada orang - orang Yahudi yang telah berabad - abad mengharapkan datangnya sang Mesias Terjanji, figur raja yang akan memperbaharui kerajaan Israel dan menyemarakkan kembali kebanggaan nasional Israel atas bangsa - bangsa lain. Maksud Matius dengan kisah ini adalah, bahwa seperti orang - orang Majus, semua orang harus mencari dan menemukan Kristus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari segala bangsa dan jaman; Kristus datang tidak hanya untuk bangsa Yahudi/Israel saja tetapi juga untuk semua orang dari segala bangsa yang merindukan keselamatan dari Allah.
Biasanya pada tanggal 6 Januari, huruf pertama dari ketiga nama orang Majus itu bersama dengan tahun yang sedang berlangsung ("19 + K = M = B + 91") dituliskan pada pintu - pintu rumah untuk mengenyahkan malapetaka dari rumah dan penghuninya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari