Doa Katolik
Pesta

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Rabu, 2 Februari 2028· Putih · Pekan Psalterium IV
2 Februari 2028

Bacaan Misa

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
Mal.3:1-4

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.

Beginilah Firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke dalam bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya Ia datang. Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka, persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Gapuramu lapangkanlah, menyambut Raja mulia.

Angkatkanlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan.

Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan yang jaya dan perkasa! Tuhan yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan.

Angkatkanlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan.

Siapakah itu Raja Kemuliaan? Dialah Tuhan semesta alam! Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan.

Bacaan Kedua
Ibr.2:14-18

Dalam segala hal, Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya.

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka, Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya, Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian, Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kapada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham. Itulah sebabnya, dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan, yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Bait Pengantar Injil
Luk.2:32

Alleluya.U Allelya.

Bacaan Injil
Luk.2:22-40

Mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu.

Ketika genap waktu penahiran menurut Hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam Hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam Hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel; Roh Kudus ada di atasnya dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan Hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan Firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak itu. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri - supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Ada juga di situ seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada saat Anak itu dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan bersyukur kepada Allah serta berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut Hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf serta Anak itu ke kota kediamannya, yaitu Nazareth di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Lilin di Laci

Renungan · 1 menit baca

Hampir setiap rumah menyimpan lilin di laci. Ia tidak dipakai setiap hari. Ia menunggu. Baru ketika listrik padam, benda kecil yang lama terlupakan itu dikeluarkan, dinyalakan, dan seisi rumah berkumpul pada nyalanya.

Hari ini Gereja merayakan Yesus dipersembahkan di kenisah, dan sejak dahulu pada pesta ini lilin-lilin diberkati. Sebab di Bait Allah itu Simeon yang tua menatang seorang Bayi dan menyebut-Nya terang bagi bangsa-bangsa. Simeon sendiri seperti lilin di laci. Bertahun-tahun ia menunggu, setia, hampir tak terlihat, sampai Roh Kudus menuntunnya masuk pada hari yang tepat. Ada pula Hana, delapan puluh empat tahun umurnya, tidak pernah meninggalkan Bait Allah. Dua orang tua yang sabar itulah yang pertama mengenali Terang.

Maleakhi berkata Tuhan akan masuk ke bait-Nya dengan mendadak. Justru itu soalnya. Yang mendadak hanya bisa disambut oleh yang lama menunggu.

Berdoa setiap hari memang sering terasa seperti menyimpan lilin: sunyi, seolah tak berguna. Sampai gelap datang, dan kita tahu untuk apa semuanya.

Tuhan, jadikan aku lilin kecil-Mu. Biar lama menunggu, asal siap menyala saat Engkau datang. Amin.

Invitatorium

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gembala baik, Raja kasih,
Kasih-Mu takkan pudar.
Tak kurang suatu apa pun,
Bila aku milik-Mu.

Ke mata air hidup-Mu,
Jiwa tebusan Kau bimbing;
Di padang rumput hijau,
Kau beri santapan surgawi.

Sesat dan bodoh, sering aku tersesat,
Namun dalam kasih Kau cari aku;
Di bahu-Mu Kau letakkan aku,
Dan pulang, bersukacita, Kau bawa aku.

Di lembah gelap maut, tak kutakut,
Bersama-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
Tongkat dan gada-Mu hiburanku,
Salib-Mu di depan membimbingku.

Kau siapkan meja di hadapanku;
Urapan-Mu curahkan rahmat;
Oh, betapa sukacita melimpah
Dari piala-Mu yang murni!

Maka sepanjang hari-hari,
Kebaikan-Mu takkan pudar;
Gembala Baik, semoga kupuji Dikau
Di rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Mazmur 102 (103)

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
seluruh batinku, pujilah nama-Nya yang kudus.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.

Dialah yang mengampuni segala dosamu,
yang menyembuhkan setiap penyakitmu,
yang menebus hidupmu dari kubur,
yang memahkotai engkau dengan kasih dan belas kasihan,
yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,
memperbarui masa mudamu seperti elang.

Tuhan melakukan perbuatan keadilan,
memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.
Ia menyatakan jalan-jalan-Nya kepada Musa
dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Antifon 2Seperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang menghormati Dia.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,
lambat marah dan kaya akan kerahiman.
Murka-Nya akan berakhir;
Ia tidak akan marah selamanya.
Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita
pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.

Sebab setinggi langit di atas bumi
demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.
Sejauh timur dari barat
sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.

Seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya,
Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;
sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,
Ia ingat bahwa kita adalah debu.

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;
ia mekar seperti bunga di padang;
angin bertiup dan ia lenyap
dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSeperti seorang bapa berlemah lembut kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan kepada mereka yang menghormati Dia.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

III
Tetapi kasih Tuhan adalah kekal
atas mereka yang takut akan Dia;
keadilan-Nya menjangkau anak cucu
apabila mereka memelihara perjanjian-Nya dalam kebenaran,
apabila mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.

Tuhan telah menetapkan takhta-Nya di surga
dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala malaikat-Nya,
perkasa dalam kekuatan, melaksanakan firman-Nya,
yang memperhatikan suara firman-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,
para hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala karya-Nya,
di setiap tempat di mana Ia memerintah.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang Bapa berbelas kasihan kepada anak-anak-Nya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian kekal agar kami dapat memuji dan memuliakan Dikau selamanya.

AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, buatlah aku mengerti jalan perintah-perintah-Mu.

Dan aku akan mengagumi hikmat-Mu.

Bacaan Pertama

Dari surat pertama kepada jemaat Tesalonika

1 Tesalonika 5:1-28

Kehidupan anak-anak terang
Mengenai waktu dan saat-saat tertentu, Saudara-saudari, kami tidak perlu menulis kepada kalian; kalian tahu benar bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri di malam hari. Tepat ketika orang-orang berkata, "Damai dan keamanan," kehancuran akan menimpa mereka dengan tiba-tiba seperti rasa sakit yang menimpa seorang wanita yang melahirkan, dan tidak akan ada jalan keluar.
Kalian tidak berada dalam kegelapan, Saudara-saudari, sehingga hari itu akan mengejutkan kalian, seperti pencuri. Tidak, kalian semua adalah anak-anak terang dan siang. Kita tidak termasuk kegelapan maupun malam.
Oleh karena itu, janganlah kita tidur seperti yang lain, tetapi berjaga dan sadar! Orang yang tidur tidur di malam hari dan pemabuk minum di malam hari. Kita yang hidup di siang hari harus waspada, mengenakan iman dan kasih sebagai baju zirah dan pengharapan keselamatan sebagai ketopong. Allah tidak menetapkan kita untuk murka tetapi untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Ia mati untuk kita, agar kita semua, baik yang terjaga maupun yang tertidur, bersama-sama hidup dengan Dia. Oleh karena itu, hiburlah dan bangunlah satu sama lain, seperti yang memang sedang kalian lakukan.
Kami mohon kepada kalian, Saudara-saudari, hormatilah mereka di antara kalian yang tugasnya adalah menjalankan wewenang dalam Tuhan dan menegur kalian; hargailah mereka dengan kasih yang terbesar karena pekerjaan mereka. Tetaplah berdamai satu sama lain.
Kami menasihati kalian untuk menegur yang tidak tertib; menghibur yang tawar hati; menopang yang lemah; bersabar terhadap semua. Pastikan tidak ada yang membalas kejahatan kepada orang lain; selalu carilah kebaikan satu sama lain dan, untuk itu, kebaikan semua.
Bersukacitalah selalu, jangan pernah berhenti berdoa, ucapkan syukur senantiasa; demikianlah kehendak Allah bagi kalian dalam Kristus Yesus.
Jangan memadamkan Roh. Jangan meremehkan nubuat. Ujilah segala sesuatu; pertahankan apa yang baik. Hindari segala bentuk kejahatan.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kalian secara sempurna. Semoga Ia memelihara kalian utuh dan lengkap, roh, jiwa, dan tubuh, tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia yang memanggil kita adalah setia, oleh karena itu Ia akan melakukannya.
Saudara-saudari, doakanlah kami juga.
Salamkanlah semua Saudara dengan cium kudus. Aku bersumpah kepada kalian demi Tuhan agar surat ini dibacakan kepada mereka semua.
Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kalian.

Responsorium 1 Tesalonika 5:9; Kolose 1:13

Allah tidak menetapkan kita untuk menanggung murka-Nya melainkan untuk memperoleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus,

yang mati bagi kita, agar kita dapat hidup dalam Dia.
Allah menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan dan membawa kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang terkasih.

Yang mati bagi kita, agar kita dapat hidup dalam Dia.

Bacaan Kedua

Dari risalah Tentang Kesempurnaan Rohani oleh Diadochus dari Photice, uskup

Budi memiliki indra rohani yang mengajarkan kita untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat
Terang pengetahuan sejati memungkinkan untuk membedakan tanpa kesalahan perbedaan antara yang baik dan yang jahat. Kemudian jalan keadilan, yang menuntun kepada Matahari Keadilan, membawa budi ke dalam terang pengetahuan yang tak terbatas, karena ia tidak pernah gagal mencari kasih Allah dengan segala keyakinan.
Oleh karena itu, kita harus menjaga ketenangan budi yang besar, bahkan di tengah perjuangan kita. Kita kemudian akan dapat membedakan antara berbagai jenis pikiran yang datang kepada kita: yang baik, yang dikirim oleh Allah, akan kita simpan dalam ingatan kita; yang jahat dan diilhami oleh iblis akan kita tolak. Perbandingan dengan laut dapat membantu kita. Laut yang tenang memungkinkan nelayan untuk melihat langsung ke kedalamannya. Tidak ada ikan yang dapat bersembunyi di sana dan luput dari pandangannya. Laut yang bergelora, bagaimanapun, menjadi keruh ketika diguncang oleh angin. Kedalaman yang sama yang diungkapkannya dalam ketenangannya, kini disembunyikan oleh laut. Keterampilan nelayan tidak berguna.
Hanya Roh Kudus yang dapat memurnikan budi: kecuali orang kuat masuk dan merampok pencuri, rampasan tidak akan ditemukan kembali. Jadi dengan segala cara, tetapi terutama dengan kedamaian jiwa, kita harus berusaha menyediakan tempat peristirahatan bagi Roh Kudus. Maka kita akan memiliki terang pengetahuan yang bersinar di dalam kita setiap saat, dan itu akan menunjukkan apa adanya semua godaan gelap dan penuh kebencian yang datang dari setan, dan tidak hanya akan menunjukkannya: paparan cahaya kudus dan mulia ini juga akan sangat mengurangi kekuatan mereka.
Inilah sebabnya Rasul berkata: Jangan memadamkan Roh. Roh Kudus adalah Roh kebaikan: jangan menyedihkan-Nya dengan tindakan dan pikiran jahatmu, dan dengan demikian merampas dirimu dari pertahanan yang diberikan terang-Nya kepadamu. Dalam keberadaan-Nya sendiri, yang kekal dan memberi hidup, Ia tidak dipadamkan, tetapi ketika Ia disedihkan Ia berpaling dan meninggalkan budi dalam kegelapan, kehilangan terang pengetahuan.
Budi mampu merasakan dan membedakan secara akurat apa pun yang disajikan kepadanya. Sama seperti ketika kesehatan kita baik kita dapat membedakan antara makanan baik dan buruk dengan indra perasa tubuh kita dan mengambil apa yang sehat, demikian pula ketika budi kita kuat dan bebas dari segala kecemasan, ia mampu merasakan kekayaan penghiburan ilahi dan untuk memelihara, melalui kasih, ingatan akan rasa ini. Ini mengajarkan kita apa yang terbaik dengan kepastian mutlak. Seperti yang dikatakan Santo Paulus: Doaku adalah agar kasihmu semakin bertambah dalam pengetahuan dan wawasan, dan dengan demikian memungkinkanmu untuk memilih apa yang terbaik.

Responsorium Lihat Tobit 4:19; 14:8, 9

Pujilah Tuhan Allah setiap saat; dan mintalah kepada-Nya untuk membimbingmu di jalan-jalan-Nya,

agar segala yang kaulakukan berakar dalam Dia.
Mintalah kepada Allah untuk membimbingmu agar engkau melakukan apa yang menyenangkan-Nya dengan ketulusan dan dengan segenap kekuatanmu.

Agar segala yang kaulakukan berakar dalam Dia.

Doa Penutup

Anugerahkanlah kepada kami, Tuhan Allah kami,
agar kami menghormati Dikau dengan segenap budi kami,
dan mengasihi setiap orang dalam kebenaran hati.
Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan bersama)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Ibrani 10,5-7)

Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."

Antifon KidungKetika orang tuaNya membawa masuk Anak Yesus, Simeon menyambut Dia dalam pangkuannya dan memuji Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungKetika orang tuaNya membawa masuk Anak Yesus, Simeon menyambut Dia dalam pangkuannya dan memuji Allah.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan rendah hati kami mohon kepada keagunganMu: sebagaimana PuteraMu yang tunggal pada hari ini dipersembahkan di kenisah dalam rupa daging kami, semoga kami pun dipersembahkan kepadaMu dengan hati yang murni. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)

Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Ayat Singkat

℣.Baiklah bersyukur kepada Tuhan.℟.Dan bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat Kol 3,23-24

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

℣.Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.℟.Dalam tanganMulah nasibku.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan rendah hati kami mohon kepada keagunganMu: sebagaimana PuteraMu yang tunggal pada hari ini dipersembahkan di kenisah dalam rupa daging kami, semoga kami pun dipersembahkan kepadaMu dengan hati yang murni. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Ayat Singkat

℣.Tuhanlah bagian warisanku dan pialaku.℟.Engkaulah yang meneguhkan bagian yang diundikan bagiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungHari ini Santa Perawan Maria mempersembahkan Anak Yesus di kenisah, dan Simeon, penuh Roh Kudus, menyambut Dia dalam pangkuannya serta memuji Allah.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHari ini Santa Perawan Maria mempersembahkan Anak Yesus di kenisah, dan Simeon, penuh Roh Kudus, menyambut Dia dalam pangkuannya serta memuji Allah.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan rendah hati kami mohon kepada keagunganMu: sebagaimana PuteraMu yang tunggal pada hari ini dipersembahkan di kenisah dalam rupa daging kami, semoga kami pun dipersembahkan kepadaMu dengan hati yang murni. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Beata Eugenia de Smet

Perawan

Puteri kebangsaan Perancis ini lahir pada tahun 1825 dan dikenal sebagai pembina tarekat suster-suster Pembantu jiwa-jiwa di api penyucian. Sejak berusia 17 tahun, ia sudah berniat mengabdikan dirinya bagi kemuliaan Tuhan. Ia bersedia dan rela menerima penyelenggaraan Ilahi atas dirinya dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, kendatipun kehendak Allah berat baginya.

Sesudah menerima Komuni Kudus pada hari peringatan jiwa-jiwa di Api Penyucian tahun 1853, ia merasakan dalam hatinya suatu gejolak batin yang luar biasa kuatnya: Ia merasa mendapat panggilan Allah untuk membina suatu tarekat baru bagi suster-suster yang khusus mengabdikan diri bagi kepentingan jiwa-jiwa yang masih bergulat dengan penderitaan di api penyucian dengan doa dan tapa serta pekerjaan amal kasih. Gejolak hati itu tak tertahankan. Namun ia masih juga merasa ragu-ragu akan panggilan Ilahi itu. Guna mendapatkan kepastian akan pentingnya mendirikan tarekat itu dan agar tarekat itu tidak didirikan atas dorongan emosional perorangan belaka, ia meminta kepada Tuhan lima buah tanda sebagai petunjuk perihal apa yang dikehendaki-Nya dari padanya. Tuhan mengabulkan permohonannya itu selama 2 tahun awal karyanya.

Kecuali itupun, ia meminta petunjuk dari Santo Maria Vianney, Pastor Ars yang pada waktu itu sudah masyur namnya karena berbagai karunia yang luar biasa yang diberi Allah kepadanya. Kepada Eugenia, Pastor Ars yang Kudus itu mengatakan bahwa pendirian tarekat baru yang diusulkan berkenan kepada Allah dan sangat berguna bagi pembebasan jiwa-jiwa di api penyucian. Kata- kata Yohanes memberinya peneguhan untuk memulai karya agung itu.

Dengan ijin Uskup Agung Paris, rumah biara pertama tarekat itu dibangunnya di Paris pada tahun 1856. Sejak itu ia mengganti namanya dengan nama baru: Maria, Puteri Penyelenggara Ilahi, karena segala yang terjadi atas dirinya adalah atas penyelenggaraan Ilahi Allah. Kepercayaannya akan Penyelenggaraan Ilahi tak pernah mengecewakan dia. Dalam beberapa tahun, tarekat Pembantu jiwa- jiwa di Api Penyucian tersebar ke seluruh dunia: Eropa, Amerika dan Asia. Akan tetapi kemajuan ini tidak tercapai tanpa mengarungi sengsara. Banyak salib penderitaan yang ditanggungnya: ia terserang penyakit kanker, fitnahan dan olokan. Meskipun demikian, semuanya itu ditanggungnya dengan sabar penuh iman sambil tetap bersemangat melaksanakan tugasnya. Bapa pengakuannya sendiri bersusah payah mengendalikan dia agar tidak terlalu giat sementara ia dalam keadaan sakit. Namun ibu Maria toh tidak dikekang semangat pengabdiannya, karena ia yakin bahwa Tuhan menyertainya.

Setelah menerima Sakramen sakramen terakhir dari tangan Pater Petrus Olivaint, yang beberapa bulan kemudian mati sebagai martir di Tiongkok, Ibu Maria wafat dengan tenang pada tanggal 7 Februari 1872. Kata terakhir yang ditinggalkannya kepada suster-susternya ialah Cinta Kasih. Ia digelari Beata oleh Paus Pius XII (1939 - 1958) pada tanggal 26 Mei 1957.

Beato Theofanus Venard

Martir

Misionaris muda ini dijuluki Martir Gembira sebab sepanjang kariernya yang penuh dengan bahaya, bahkan sampai akhir hidupnya sebagai seorang martir, ia tetap menghadapi semuanya dengan gembira dan lapang dada. Theofan lahir pada tahun 1829 di Perancis, disebuah keluarga Katolik yang saleh. Semenjak muda ia suka membaca majalah misi yang dikeluarkan oleh Serikat KePausan untuk Penyebaran Iman. Ia kagum akan keberanian dan semangat pengorbanan para misionaris tanah-tanah misi, terutama tanah misi di Tiongkok, sebagaimana yang dikisahkan pada majalah itu. Sejak itu, hasrat hatinya untuk menjadi misionaris mulai bersemi.

Suatu hari ia berkata kepada orang tuanya: Saya juga ingin menjadi misionaris di Tonkin dan menjadi martir Kristus disana. Tetapi siapakah yang mau menyekolahkannya hingga menjadi seorang imam? Orang tuanya miskin dan tak mampu menyekolahkannya. Tetapi rahmat Tuhan menyertainya. Partor parokinya rela membantu menyekolahkan dia. Mula-mula ia belajar di Pastoran dan kemudian pindah ke seminari. Akhirnya pada tahun 1852 dalam usianya yang 23 tahun, ia ditabhiskan menjadi imam.

Tiga hari sesudah di tabhiskan, ia bersiap-siap untuk berangkat ke Tonkin (sekarang Vietnam), Cina sebagai misionaris. Ia tidak sempat lagi bertemu dengan semua orang yang dikasihinya: orangtua, sanak saudara dan sahabat kenalannya. Oleh kerena itu ia menulis surat perpisahan kepada mereka dari Paris. Lebih dari setahun ia berada di Hongkong untukmempelajari bahasa setempat. Dari Hongkong ia secara gelap menyusup ke Tonkin, karena penguasa setempat tidak memperkenankan orang-orang asing termasuk para misionaris berkarya disana, meskipun jumlah umat Katolik sudah cukup banyak. Dalam keadaan itu, tindakan nekad Teofan sungguh berbahaya bagi dirinya.

Namun ia sendiri merasa tidak ada masalah dan tetap bergembira. Kepada seorang sahabat ia menulis: Hiduplah kegembiraan! Tentu engkau tahu semboyan Santa Theresia: Apa saja yang terjadi atas dirimu janganlah bersusah hati, janganlah takut dan gelisah; pada akhirnya segala sesuatu akan lenyap, dan hanya Tuhan lah yang tetap.

Tujuh tahun lamanya Theofan bekerja di Tonkin secara sembunyi-sembunyi. Ia melayani umat dengan sakramen-sakramen, mengajarkan agama, dan meneguhkan hati mereka. Waktu-waktu luangnya ia manfaatkan untuk menyalin seluruh perjanjian baru kedalam bahasa Annam. Lama kelamaan kehadirannya disana diketahui juga. Oleh laporan seorang yang mengetahui dengan baik kegiatan - kegiatannya ia ditangkap dan dipenjarakan pada tanggal 30 November 1860. Kepada seorang adiknya di Perancis ia masih sempat menulis beberaa surat. Surat-surat itu diawalinya dengan kata-kata: Dari kurungan saja saya menulis surat kepadamu, karena memang ia dipenjarakan di dalam sebuah sel yang bertelali besi dan di jaga ketat siang dan malam. Dari surat-suratnya terbaca jelas wataknya yang tetap riang gembira.Dua bulan lebih ia tinggal di dalam sel itu. Katanya dalam sebuah surat:Mungkin kepalaku akan dipenggal oleh penguasa kafir yang lalim dan dengan demikian tamatlah riwayat hidupku. Namun kematian itu sungguh merupakan suatu peristiwa iman yang membahagiakan sekali hatiku. Kematian yang kurindukan sejak dahulu karena olehnya aku akan pindah kedalam kehidupan abadi bersama Tuhan.

Pada tanggal 2 Februari 1861 ia dipenggal kepalanya karena iman akan Kristus dan kecintaannya yang luar biasa pada umatnya. Sewaktu dihantarkan ke panggung tempat ia disiksa, ia menyanyikan Mazmur-mazmur dan lagu-lagu rohani.

Pesta Yesus dipersembahkan di Kenizah

Empat puluh hari yang lalu, kita merayakan pesta kelahiran Yesus, Juruselamat Dunia. Dan hari ini kita memperingati peristiwa Yesus dipersembahkan kepada Allah di Kenizah Yerusalem. Peristiwa ini terjadi sesuai dengan tuntutan Hukum Taurat Musa: Setiap anak laki- laki sulung harus dikuduskan bagi Allah pada hari yang ke 40. Yusuf dan Maria menepati hukum itu. Mereka datang dengan membawa serta sepasang burung merpati sebagai persembahan suturut adat Yahudi. Dengan bertindak demikian mereka tidak saja memenuhi hukum Tuhan, tetapi juga mau memberi teladan bagi kita dalam hal ketaatan pada hukum: Hukum Tuhan, Hukum Gereja dan Hukum Negara.

Sesuai dengan kebiasaan, Maria menyerahkan anaknya Yesus kepada Imam yang bertugas yang nantinya akan meletakkan Yesus di altar Tuhan sebagai persembahan kepada Allah. Sedangkan Yusuf membawa dua ekor merpati itu dan memberikannya kepada imam untuk dikurbankan menggantikan Yesus. Setelah merpati itu dikurbankan, Yesus diserahkan kembali kepada orang tuanya. Persembahan anak laki-laki sulung kepada Tuhan merupakan suatu tindakan iman untuk menyatakan bahwa anak itu sesungguhnya adalah karunia Tuhan. Maka tindakan Maria dan Yusuf tidak hanya menunjukkan bahwa mereka mau menaati Hukum Taurat Musa tetapi juga mau menunjukkan imannya kepada Allah sebagai pemberi Yesus.

Peristiwa persembahan Yesus di kenizah bukanlah peristiwa biasa seperti yang terjadi atas semua anak sulung orang Israel. Peristiwa itu adalah suatu peristiwa keselamatan karena terjadi atas Pribadi Putera Allah sendiri yang menentukan sejarah dunia. Kedatangan Simeon dan Hana ke Kenizah Allah atas dorongan Roh Kudus membuktikan secara lebih tandas lagi makna peristiwa itu. Mereka datang untuk bertemu dan menyaksikan sendiri sang Mesias yang dijanjikan Allah sebagai penebus umat manusia.

Pada hari itupun kita diundang dan dikumpulkan oleh Roh Kudus di dalam gereja untuk bertemu dengan Kristus dalam perjamuan Kudus. Di dalamnya kita menjumpai dan mengenal Dia sampai pada hari Ia datang dalam semarak kemulian-Nya.

Santa Yoana Lestonac

Janda

Yoana lahir pada tahun 1556. Beliau adalah seorang janda dan ibu dari 4 orang anak. Sepeninggal suaminya ia menjalani cara hidup membiara. Tetapi karena di fitnah ia terpaksa keluar dari biara itu. Akhirnya ia mendirikan kongregasi suster yang mengabdikan diri di bidang pendidikan anak-anak puteri. Ia meninggal dunia pada tahun 1640.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari