Sabtu, 24 Juni 2028

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

Namanya Yohanes

Memilih nama anak bukan pekerjaan semalam. Calon ayah dan ibu membuka buku, menimbang bunyi, menanyakan arti, meminta pendapat orang tua. Orang Jawa menyebut asma kinarya japa: nama adalah doa. Setiap kali nama itu dipanggil, doanya diulang.

Hari ini Gereja merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis, dan pusat kisahnya justru soal nama. Para tetangga hendak menamai bayi itu Zakharia, menurut nama bapanya. Wajar dan penuh hormat. Tetapi Elisabet menolak: ia harus dinamai Yohanes. Orang-orang protes, tidak ada sanak saudara yang bernama demikian. Lalu Zakharia yang bisu meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika itu juga lidahnya terlepas dan ia memuji Allah.

Mengapa sebuah nama sampai membuka mulut yang terkunci? Yohanes berarti Allah bermurah hati. Anak ini bukan sekadar penerus silsilah bapanya. Ia awal babak baru: pembuka jalan bagi kemurahan Allah yang datang dalam Kristus. Namanya sendiri sudah menjadi pewartaan pertamanya.

Bacaan pertama memperluas cakrawalanya. Hamba Tuhan berkata: TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Sebelum bidan sempat mencatat berat badan, Allah sudah menyebut nama. Tidak ada manusia yang lahir tanpa nama di hadapan-Nya.

Dan lihatlah bagaimana Yohanes dewasa memperlakukan nama besarnya. Ketika orang banyak mulai menyangka dialah Mesias, ia menjawab tegas: aku bukanlah Dia; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Kebesaran Yohanes justru di situ. Ia tahu namanya menunjuk kepada Allah yang bermurah hati, bukan kepada dirinya sendiri.

Para tetangga dulu bertanya sambil merenung: menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan itu pantas kita ajukan juga tentang diri kita, pada umur berapa pun. Sebab nama kita pun disebut Allah sejak dari kandungan, dengan sebuah maksud. Sudahkah hidup kita menjadi doa yang terkandung dalam panggilan itu?

Tuhan, Engkau menyebut namaku sebelum aku lahir. Seperti Yohanes, jadikanlah hidupku penunjuk jalan kepada-Mu, bukan kepada diriku sendiri. Amin.

Invitatorium

SABTU III PAGI

Pembukaan

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ave Maria, gratia plena

Dominus tecum

Benedicta tu in mulieribus

Et benedictus fructus ventris tui, Jesus

Sancta Maria, Mater Dei

Ora pro nobis peccatoribus

Nunc et in hora mortis nostrae

Amin.

Terjemahan Bahasa Indonesia:
Salam Maria, penuh rahmat

Tuhan sertamu

Terpujilah Engkau di antara wanita

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus

Santa Maria, Bunda Allah

Doakanlah kami orang berdosa

Sekarang dan waktu kami mati

Amin.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tiada yang melakukan keajaiban seperti Tuhan; kasih-Nya kekal abadi.

Mazmur 136

Himne Paskah

Kita memuji Allah dengan mengenang karya-karya-Nya yang ajaib (Cassiodorus)
I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang sendiri melakukan keajaiban besar,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang dengan hikmat-Nya menciptakan langit,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

yang menegakkan bumi di atas air,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Dialah yang menciptakan benda-benda penerang yang besar,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

matahari untuk menguasai siang,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tiada yang melakukan keajaiban seperti Tuhan; kasih-Nya kekal abadi.

Ant. 2 Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan perkasa dan lengan terentang.

II
Ia membunuh anak sulung Mesir,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

dengan lengan terentang, dengan kuasa di tangan-Nya,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia membelah Laut Merah menjadi dua,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

Ia membuat Israel melintas di tengah-tengahnya,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

Ia menenggelamkan Firaun dan pasukannya di laut,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan perkasa dan lengan terentang.

Ant. 3 Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

III
Melalui padang gurun Ia memimpin umat-Nya,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Bangsa-bangsa yang besar Ia kalahkan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Raja-raja yang megah Ia bunuh,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Sihon, raja orang Amori,

sebab kasih-Nya kekal abadi;

dan Og, raja Basan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia memberikan tanah mereka kepada Israel sebagai warisan,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Kepada hamba-Nya Ia menganugerahkan tanah mereka,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia mengingat kita dalam kesusahan kita,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Dan Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Ia memberi makan kepada segala makhluk hidup,

sebab kasih-Nya kekal abadi.

Kepada Allah surga bersyukurlah,

sebab kasih-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Pencipta kami, betapa ajaibnya Engkau menciptakan kami. Engkau mengubah debu menjadi gambar-Mu sendiri dan memberinya bagian dalam kodrat-Mu sendiri; namun Engkau lebih ajaib dalam mengampuni orang yang telah memberontak terhadap-Mu. Anugerahkanlah kiranya, agar di mana dosa berlimpah, rahmat semakin berlimpah, sehingga kami dapat menjadi lebih kudus melalui pengampunan dan lebih bersyukur kepada-Mu.

Ant. Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tunjukkanlah jalan-jalan-Mu kepadaku,

Ajarlah aku berjalan di jejak-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Yosua

24:1-7, 13-28

Pembaharuan perjanjian di tanah terjanji
Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem, memanggil para tua-tua mereka, para pemimpin mereka, para hakim mereka, dan para pengawas mereka. Ketika mereka berdiri berbaris di hadapan Allah, Yosua berkata kepada seluruh bangsa: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Dahulu kala nenek moyangmu, sampai Terah, bapa Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai dan melayani allah-allah lain. Tetapi Aku membawa bapa Abrahammu dari daerah seberang Sungai dan menuntunnya melalui seluruh tanah Kanaan. Aku membuat keturunannya banyak, dan memberinya Ishak. Kepada Ishak Aku memberi Yakub dan Esau. Kepada Esau Aku menetapkan daerah pegunungan Seir untuk didiami, sedangkan Yakub dan anak-anaknya pergi ke Mesir.

“Kemudian Aku mengutus Musa dan Harun, dan memukul Mesir dengan keajaiban-keajaiban yang Aku lakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu Aku menuntun kamu keluar dari Mesir, dan ketika kamu sampai di laut, orang Mesir mengejar nenek moyangmu sampai ke Laut Merah dengan kereta dan penunggang kuda. Karena mereka berseru kepada Tuhan, Ia menaruh kegelapan antara umatmu dan orang Mesir, atas siapa Ia mendatangkan laut sehingga menenggelamkan mereka. Kamu menyaksikan apa yang Aku lakukan kepada Mesir, dan tinggal lama di padang gurun.

“Aku memberi kamu tanah yang tidak kamu garap dan kota-kota yang tidak kamu bangun, untuk didiami; kamu telah makan dari kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanam.

“Maka sekarang, takutilah Tuhan dan layanilah Dia dengan sepenuh hati dan tulus. Buanglah allah-allah yang dilayani nenek moyangmu di seberang Sungai dan di Mesir, dan layanilah Tuhan. Jika tidak menyenangkan bagimu untuk melayani Tuhan, putuskanlah hari ini siapa yang akan kamu layani, allah-allah yang dilayani nenek moyangmu di seberang Sungai atau allah-allah orang Amori di negeri tempat kamu tinggal. Adapun aku dan keluargaku, kami akan melayani Tuhan.”

Tetapi bangsa itu menjawab, “Jauhlah dari kami untuk meninggalkan Tuhan demi melayani allah-allah lain. Sebab Tuhan, Allah kami, yang membawa kami dan nenek moyang kami keluar dari tanah Mesir, dari keadaan perbudakan. Ia melakukan mukjizat-mukjizat besar itu di depan mata kami dan melindungi kami sepanjang perjalanan kami dan di antara semua bangsa yang kami lewati. Pada kedatangan kami, Tuhan mengusir orang Amori yang tinggal di tanah itu. Oleh karena itu kami juga akan melayani Tuhan, sebab Dialah Allah kami.”

Yosua kemudian berkata kepada bangsa itu, “Kamu mungkin tidak dapat melayani Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang kudus; Ia adalah Allah yang cemburu yang tidak akan mengampuni pelanggaran-pelanggaranmu atau dosa-dosamu. Jika, setelah kebaikan yang telah Ia lakukan bagimu, kamu meninggalkan Tuhan dan melayani allah-allah asing, Ia akan melakukan kejahatan kepadamu dan membinasakan kamu.”

Tetapi bangsa itu menjawab Yosua, “Kami akan tetap melayani Tuhan.” Yosua kemudian berkata kepada bangsa itu, “Kamu adalah saksi-saksi sendiri bahwa kamu telah memilih untuk melayani Tuhan.” Mereka menjawab, “Memang benar!” “Maka sekarang, buanglah allah-allah asing yang ada di antara kamu dan palingkanlah hatimu kepada Tuhan, Allah Israel.” Kemudian bangsa itu berjanji kepada Yosua, “Kami akan melayani Tuhan, Allah kami, dan menaati suara-Nya.”

Maka Yosua membuat perjanjian dengan bangsa itu pada hari itu dan membuat ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan bagi mereka di Sikhem, yang ia catat dalam kitab hukum Allah. Kemudian ia mengambil sebuah batu besar dan mendirikannya di sana di bawah pohon ek yang ada di tempat kudus Tuhan. Dan Yosua berkata kepada seluruh bangsa, “Batu ini akan menjadi saksi kita, sebab ia telah mendengar semua perkataan yang Tuhan katakan kepada kita. Ia akan menjadi saksi terhadap kamu, jika kamu ingin menyangkal Allahmu.” Kemudian Yosua membubarkan bangsa itu, masing-masing ke warisannya sendiri.

RESPONSORIUM Yosua 26:16,24; 1 Korintus 8:5-6

Jauhlah dari kami untuk berpaling dari Tuhan, untuk melayani allah-allah lain.

Kami akan melayani Tuhan Allah kami dan akan menaati suara-Nya.
Meskipun ada yang disebut allah, baik di surga maupun di bumi, bagi kami hanya ada satu Allah.

Kami akan melayani Tuhan Allah kami dan akan menaati suara-Nya.
Bacaan Kedua

Dari Penjelasan Mazmur oleh Santo Ambrosius, uskup

Aku akan bernyanyi dalam roh, dan dengan pengertian
Apa yang lebih menyenangkan daripada mazmur? Daud mengungkapkannya dengan baik: Pujilah Tuhan, sebab nyanyian pujian itu baik: biarlah ada pujian bagi Allah kita dengan sukacita dan rahmat. Ya, mazmur adalah berkat di bibir umat, himne pujian bagi Allah, penghormatan jemaat, aklamasi umum, perkataan yang berbicara untuk semua, suara gereja, pengakuan iman dalam nyanyian. Itu adalah suara persetujuan penuh, sukacita kebebasan, hari kebahagiaan, gema kegembiraan. Itu menenangkan amarah, mengalihkan dari kekhawatiran, meringankan beban kesedihan. Itu adalah sumber keamanan di malam hari, pelajaran kebijaksanaan di siang hari. Itu adalah perisai ketika kita takut, perayaan kekudusan, visi ketenangan, janji kedamaian dan harmoni. Itu seperti kecapi, membangkitkan harmoni dari perpaduan nada. Hari dimulai dengan musik mazmur. Hari berakhir dengan gema mazmur.

Dalam mazmur, pengajaran bersaing dengan keindahan. Kita bernyanyi untuk kesenangan. Kita belajar untuk keuntungan kita. Pengalaman apa yang tidak tercakup oleh pembacaan mazmur? Aku menemukan kata-kata: Nyanyian untuk yang terkasih, dan aku terbakar dengan kerinduan akan kasih Allah. Aku melalui wahyu Allah dalam segala keindahannya, isyarat-isyarat kebangkitan, karunia-karunia janji-Nya. Aku belajar menghindari dosa. Aku melihat kesalahanku dalam merasa malu untuk bertobat dari dosa-dosaku.

Apa itu mazmur selain alat musik untuk mengungkapkan semua kebajikan? Pemazmur zaman dahulu menggunakannya, dengan bantuan Roh Kudus, untuk membuat bumi menggemakan musik surga. Ia menggunakan usus senar yang mati untuk menciptakan harmoni dari berbagai nada, untuk mengirimkan ke surga nyanyian pujian Allah. Dengan demikian ia mengajari kita bahwa kita harus terlebih dahulu mati terhadap dosa, dan kemudian menciptakan dalam hidup kita di bumi harmoni melalui perbuatan-perbuatan baik, jika rahmat pengabdian kita ingin mencapai Tuhan.

Daud demikian mengajari kita bahwa kita harus menyanyikan nyanyian pujian batiniah, seperti Santo Paulus, yang mengatakan kepada kita: Aku akan berdoa dalam roh, dan juga dengan pengertian; Aku akan bernyanyi dalam roh, dan juga dengan pengertian. Kita harus membentuk hidup kita dan membentuk tindakan kita dalam terang hal-hal yang di atas. Kita tidak boleh membiarkan kesenangan membangkitkan nafsu jasmani, yang membebani jiwa kita alih-alih membebaskannya. Nabi suci mengatakan kepada kita bahwa nyanyian pujiannya adalah untuk merayakan pembebasan jiwanya, ketika ia berkata: Aku akan bernyanyi bagi-Mu, Allah, dengan kecapi, Yang Kudus Israel; bibirku akan bersukacita ketika aku telah bernyanyi bagi-Mu, dan jiwaku juga, yang telah Engkau bebaskan.

RESPONSORIUM Mazmur 92:2-4

Adalah baik untuk bersyukur kepada Tuhan,

untuk menyanyikan nama-Mu, Yang Mahatinggi.
Adalah baik untuk bersyukur dengan kecapi sepuluh senar dan gambus dan untuk bernyanyi dengan melodi harpa.

Untuk menyanyikan nama-Mu, Yang Mahatinggi.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

dari-Mu segala yang baik datang,

anugerahkanlah kiranya kepada kami, yang memohon kepada-Mu dalam kebutuhan kami,

agar atas dorongan-Mu kami dapat membedakan apa yang benar,

dan dengan bimbingan-Mu melakukannya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SABTU III PAGI

Pembukaan

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

Madah

Kristus cahaya dunia

Terbitlah bagaikan surya

Datanglah, kami menunggu

Kami siap menyambut-Mu.
Kristus Anak Domba Paska

Yang dibunuh namun jaya

Datanglah, kami menanti

Sudah rindu hati kami.
Kristus gembala utama

Yang wafat membela domba

Datanglah, jangan terlambat

Kami mendambakan slamat.
Terpujilah Yesus Kristus

Dengan Bapa dan Roh kudus

Yang hidup dan berkuasa

Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*

ketetapan-Mu hendak kupegang.
Aku berseru kepada-Mu: selamatkanlah aku!*

Perintah-Mu akan kutepati.
Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolongan-Mu,*

aku berharap pada firman-Mu.
Semalam-malaman mataku tertuju kepada-Mu,*

untuk merenungkan janji-Mu.
Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu,*

ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukum-Mu.
Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*

mereka menjauh dari hukum-Mu.
Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*

dan segala perintah-Mu benar.
Sejak lama aku mengakui ketetapan-Mu,*

sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Kebij 9,1-12
Allah leluhur kami, Tuhan yang berbelaskasih,*

Engkau menciptakan semesta alam dengan sabda-Mu.
Engkau membentuk manusia dengan hikmat-Mu,*

agar ia menguasai makhluk ciptaan-Mu,
agar ia memerintah dunia dengan suci dan adil,*

dan memegang kekuasaan dengan lurus hati.
Berikanlah kepadaku hikmat yang memerintah bersama Engkau,*

dan janganlah aku Kauusir dari lingkungan anak-Mu.
Sebab aku ini hamba-Mu dan anak sahaya-Mu,+

manusia yang lemah dan pendek umur,*

kurang pengertian tentang hukum dan keadilan.
Bahkan orang yang paling sempurna tidak berarti sama sekali,*

kalau tidak mempunyai hikmat yang berasal dari pada-Mu.
Engkau telah memilih aku menjadi raja bangsa-Mu,*

untuk memerintah putera-puteri-Mu.
Engkau menyuruh aku membangun kenisah di atas gunung-Mu yang kudus,+

dan mesbah dalam kota kediaman-Mu,*

gambaran yang serupa dengan kemah suci di surga.
Pada-Mulah hikmat yang mengenal segala karya-Mu,*

yang hadir tatkala Engkau menciptakan bumi.
Ia menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu,*

dan yang sesuai dengan firman-Mu.
Utuslah hikmat dari surga suci,*

dari takhta-Mu yang mulia.
Agar mendampingi aku dalam usahaku,*

untuk menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu.
Sebab hikmat-Mu menmendapatahui dan memahami segala-galanya,+

ia menuntun aku dengan bijaksana dalam segala tingkah laku,*

dan melindungi aku dengan cahaya kemuliaannya.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*

megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.
Sebab besar kasih-Nya kepada kami,*

kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya Engkau tiada bercela dan tiada bernoda. Sebab Engkau harus hidup di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sebagai anak-anak Allah yang lurus hati. Maka Engkau akan bercahaya di antara mereka laksana bintang-bintang yang menyinari dunia.
Lagu Singkat
P: Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku.

U: Aku.

P: Engkaulah warisanku yang menghidupkan.

U: Engkaulah yang melindungi aku.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Allah memuliakan Maria, bunda Kristus, di atas semua makhluk di surga dan di dunia. Marilah kami penuh kepercayaan berdoa kepada Allah:

U: Indahkanlah bunda Putera-Mu, dan dengarkanlah kami.

P: Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya.

P: Engkau mendorong Maria untuk menerima sabda-Mu dan menjadi hamba-Mu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya.

P: Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika Putera-Mu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah sumber dan pangkal keselamatan kami. Semoga kami selalu berusaha menyatakan kemuliaan-Mu dengan tingkah laku kami, sehingga di surgapun kami Kauizinkan memuji Engkau selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU III SIANG

Madah

Yesus penebus Illahi

Kami mohon Kaudampingi

Dalam usaha mengabdi

Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya

Melalui suka duka

Yang harus kami alami

Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini

Ya Yesus junjungan kami

Kepada Bapa surgawi

Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119), 121-128

Aku bertindak adil dan jujur,*

jangan aku Kauserahkan kepada pemerasku.
Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu,*

jangan sampai orang sombong menganiaya aku.
Mataku sangat merindukan keselamatan-Mu,*

dan keadilan yang Kaujanjikan.
Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu,*

dan ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Hamba-Mulah aku, beri aku pengertian,*

supaya aku memahami perintah-Mu.
Ya Tuhan, telah tiba saatnya Engkau bertindak,*

mereka telah memperkosa hukum-Mu.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-Mu,*

melebihi emas yang paling murni.
Itulah sebabnya aku hidup sesuai dengan segala titah-Mu,*

segala jalan dusta kubenci.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*

mulutku tetap menyanyikan pujian-Nya.
Karena Tuhan aku bermegah-megah,*

hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.
Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*

mari kami bersama memasyhurkan nama-Nya.
Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*

Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.
Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*

Ia tak akan mengecewakan dikau.
Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*

Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.
Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*

untuk melindunginya terhadap bahaya.
Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*

berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.
Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*

sebab yang takwa tidak berkekurangan.
Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*

yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*

kuajar Engkau menjadi takwa.
Siapakah yang merindukan hidup,*

merindukan umur panjang penuh bahagia?
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*

dan bibirmu jangan menipu.
Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*

perjuangkanlah damai sejahtera.
Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*

telinga-Nya kepada seruan mereka
Wajah Tuhan menentang para penjahat,*

untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*

dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.
Tuhan dekat pada orang yang bertobat,*

Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.
Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*

tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.
Tuhan melindungi segala tulangnya,*

tak satupun akan dipatahkan.
Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*

yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.
Tuhan menyelamatkan para hamba-Nya,*

semua yang berlindung kepada-Nya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)

Janganlah kami gila hormat, janganlah kami saling menentang dan saling mendengking. Hendaklah kami saling menanggung beban. Demikianlah Engkau memenuhi hukum Kristus.
P: Alangkah baik dan menyenangkan.

U: Tinggal bersama sebagai saudara.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

MINGGU IV SORE I

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Bacaan Singkat (2Ptr 1,19-20)

Karena Kristus, sabda para nabi menjadi lebih teguh bagi kita. Baiklah kamu memperhatikannya, seperti seorang dalam kegelapan memperhatikan pelita yang bercahaya sampai fajar menyingsing dan bintang kejora terbit dalam hatinya. Perhatikanlah pertama-tama bahwa nubuat-nubuat Kitab suci tak boleh ditafsirkan sesuka hati. Sebab nubuat itu tak pernah timbul karena kehendak manusia. Tetapi berkat dorongan Roh kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Lagu Singkat

P: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji. U: Dari. P: Kemuliaan Tuhan mengatasi langit. U: Nama Tuhan patut dipuji. P: Kemuliaan. U: Dari.

Ant.Kidung (Mi IV): Melihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Melihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.

Doa Permohonan

Kristus menggembirakan semua orang yang berharap kepadaNya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
P: Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darahMu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang luhur.
P: Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaanMu dengan tekun dan setia.
P: Raja damai, semoga RohMu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa.
P: Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya.
P: Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cintaMu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang kudusMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.