Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Kamis, 2 November 2028· Ungu · Pekan Psalterium II
2 November 2028

Bacaan Misa

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
2 Mak. 12:43-46

Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan.

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu, disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu supaya mereka di-lepaskan dari dosa mereka.

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian,kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan Firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan,lebih daripada pegawai mengharapkan pagi.

Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak sekali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bacaan Kedua
1 Kor. 15:20-24a.25-28

Kristus menjadi pokok harapan, entah bagi mereka yang hidup maupun mereka yang sudah meninggal. Di dalam Kristus, semua orang akan dibawa kepada Allah dan memperoleh kehidupan.

Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan bahwa “Segala sesuatu telah ditaklukkan”, sudah barang tentu Allah sendiri, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah Kristus, tidak termasuk di dalamnya. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

Bait Pengantar Injil
Yoh. 6:40

Alleluya.U Alleluya.

Bacaan Injil
Yoh. 6:37-40

Kristus datang untuk menyelamatkan manusia. Kehadiran Kristus terlaksana atas kehendak Bapa. Maka, manusia diminta untuk mempercayakan diri kepada Kristus demi keselamatannya.

Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman.

Dalam rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Terpahat pada Batu

Renungan · 2 menit baca

Bulan November banyak keluarga berziarah ke makam. Rumputnya dibersihkan, lilin dinyalakan, bunga ditabur. Di batu nisan terpahat sebuah nama dan dua angka tahun. Manusia memahat pada batu karena takut lupa, dan lebih takut lagi dilupakan.

Ayub mengerti ketakutan itu. Dalam sakitnya ia berseru: kiranya perkataanku dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir pada gunung batu untuk selama-lamanya. Ia ingin meninggalkan jejak yang lebih awet daripada tubuhnya yang rusak. Tetapi di tengah keinginan itu meloncatlah kalimat yang jauh lebih berani: Aku tahu, Penebusku hidup. Ayub tidak lagi bersandar pada pahatan; ia bersandar pada satu Pribadi.

Sebab batu pun bisa aus. Nisan-nisan tertua di pemakaman kampung sering sudah tidak terbaca lagi hurufnya. Kalau harapan kita hanya pada kenangan manusia, harapan itu berumur pendek. Coba saja: berapa nama leluhur yang masih kita hafal? Tiga generasi? Empat?

Injil hari ini memberi pegangan yang lain sama sekali. Yesus berkata: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Lalu kalimat yang layak dibawa pulang dari setiap pemakaman: supaya jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Jangan ada yang hilang. Orang bisa hilang dari ingatan kita; tidak ada seorang pun yang hilang dari ingatan Allah.

Maka mendoakan arwah bukanlah upaya panik menahan mereka agar tidak lenyap. Mereka tergenggam. Doa kita adalah kasih yang menolak diputus oleh maut, dan kasih itu bukan buatan kita sendiri. Paulus menyebutnya kasih Allah yang telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus. Kristus mati bagi kita ketika kita masih berdosa. Kalau ketika berdosa saja kita dikasihi sebegitunya, apalagi mereka yang telah berpulang dalam iman kepada-Nya.

Hari ini nyalakanlah lilin, sebutlah nama-nama itu satu per satu. Mereka tidak terpahat aman pada batu. Mereka terpahat pada telapak tangan Allah.

Tuhan, terimalah saudara-saudari kami yang telah berpulang. Jangan ada satu pun yang hilang, dan bangkitkanlah mereka pada akhir zaman. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Jadilah Engkau penglihatanku, siang dan malam,
Terangilah aku selalu, Roh-Mu tinggal.
Engkau, Bapa abadi, yang agung dan yang terakhir,
Penguasa yang bijak dan benar atas segala yang akan berlalu.

Jadilah Engkau kebijaksanaanku, tongkat dan penopangku,
Bersinarlah menembus kegelapan, berikan terang bagi jalanku!
Jadilah Engkau sumber sejati dari segala yang kunikmati,
Agar kesenangan duniawi tak lagi mengganggu.

Jadilah Engkau pelindungku, pedangku dalam pertempuran,
Jadilah Engkau martabatku, Engkau kegembiraanku,
Engkau perlindungan jiwaku, dan Engkau menara tinggiku,
Akankah Engkau mengangkatku ke surga, ya kuasa dari kuasaku.

Kekayaan tak kuhiraukan, atau pujian kosong manusia,
Engkau warisanku, sekarang dan selalu,
Engkau dan hanya Engkau, tetap yang pertama di hatiku,
Raja surga yang agung, Engkau hartaku.

Raja surga yang agung, kemenanganku telah diraih,
Semoga aku mencapai sukacita surga, ya matahari surga yang cerah!
Hati dari hatiku sendiri, apa pun yang terjadi,
Tetaplah Engkau penglihatanku, ya penguasa segalanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Mazmur 17 (18)

Nyanyian syukur

Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).

IV
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna;
firman Tuhan, emas murni.
Sesungguhnya Dia adalah perisai
bagi semua yang menjadikan Dia tempat perlindungan.

Sebab siapa Allah selain Tuhan?
Siapa gunung batu selain Allah kita?
Allah yang mengikat pinggangku dengan kekuatan
dan membuat jalanku aman di hadapanku.

Kakiku Kaujadikan cepat seperti rusa;
Kaujadikan aku berdiri teguh di tempat tinggi.
Tangan-Ku Kaulatih untuk berperang
dan lenganku untuk membengkokkan busur yang berat.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Antifon 2Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

V
Kau berikan kepadaku perisai keselamatan-Mu;
Kau menopang aku, Kau melatih aku dengan cermat.
Kau berikan kepadaku kebebasan melangkah;
kakiku tidak pernah tergelincir.

Aku mengejar dan menyusul musuh-musuhku,
tidak berbalik sampai mereka terbunuh.
Aku memukul mereka sehingga mereka tidak dapat bangkit;
mereka jatuh di bawah kakiku.

Kau mengikat pinggangku dengan kekuatan untuk berperang;
Kau membuat musuh-musuhku jatuh di bawahku,
Kau membuat musuh-musuhku melarikan diri;
mereka yang membenci aku, aku hancurkan.

Mereka berseru, tetapi tidak ada yang menyelamatkan mereka;
mereka berseru kepada Tuhan, tetapi sia-sia.
Aku menghancurkan mereka halus seperti debu di hadapan angin;
menginjak-injak mereka seperti kotoran di jalanan.

Kau menyelamatkan aku dari perselisihan umat
dan menempatkan aku di kepala bangsa-bangsa.
Orang-orang yang tidak kukenal melayani aku:
ketika mereka mendengar tentang aku, mereka menaati aku.

Bangsa-bangsa asing datang kepadaku dengan merendahkan diri:
bangsa-bangsa asing lenyap.
Mereka datang gemetar dari benteng-benteng mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

Antifon 3Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

VI
Panjang umur Tuhan, gunung batuku!
Terpujilah Allah yang menyelamatkan aku,
Allah yang memberikan kepadaku pembalasan
dan menaklukkan bangsa-bangsa di bawahku.

Kau menyelamatkan aku dari musuh-musuhku yang marah.
Kau menempatkan aku di atas para penyerangku.
Kau menyelamatkan aku dari orang-orang yang kejam,
maka aku akan memuji Engkau, Tuhan, di antara bangsa-bangsa:
Aku akan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

Dia telah memberikan kemenangan besar kepada raja-Nya
dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang diurapi-Nya,
kepada Daud dan keturunannya untuk selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan jadikanlah kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

AntifonSemoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Bukalah mataku, Tuhan, agar aku dapat melihat.

Keajaiban hukum-Mu.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Ester

5:1-5; 7:1-10

Raja dan Haman makan bersama Ester. Haman digantung
[Pada hari ketiga, Ester mengenakan pakaian kerajaannya dan berdiri di pelataran dalam, menghadap istana raja, sementara raja duduk di takhta kerajaannya di ruang audiensi, menghadap pintu istana. Ia melihat Ratu Ester berdiri di pelataran, dan menyambutnya dengan mengulurkan tongkat emas yang dipegangnya. Ia mendekat kepadanya, dan menyentuh ujung tongkat itu.]
Kemudian raja berkata kepadanya, “Ada apa, Ratu Ester? Apa permintaanmu? Sekalipun itu setengah dari kerajaanku, akan dikabulkan bagimu.” “Jika berkenan kepada Tuanku,” jawab Ester, “datanglah hari ini bersama Haman ke perjamuan yang telah kusiapkan.” Dan raja memerintahkan, “Suruhlah Haman bersegera memenuhi keinginan Ester.”
Maka raja dan Haman pergi ke perjamuan bersama Ratu Ester. Lagi, pada hari kedua ini, saat minum anggur, raja berkata kepada Ester, “Apa pun yang kau minta, Ratu Ester, akan dikabulkan bagimu. Permintaan apa pun yang kau ajukan akan dihormati, bahkan setengah dari kerajaan.” Ratu Ester menjawab: “Jika aku telah mendapat perkenan di hadapan Tuanku, ya raja, dan jika berkenan kepada Tuanku, aku mohon agar nyawaku diselamatkan, dan aku memohon agar Tuanku menyelamatkan nyawa bangsaku. Sebab bangsaku dan aku telah diserahkan untuk dimusnahkan, dibantai, dan dimusnahkan. Jika kami dijual sebagai budak, aku akan tetap diam, tetapi karena ini, musuh tidak akan dapat mengganti kerugian yang ditimbulkan kepada raja.”
“Siapa dan di mana,” kata Raja Ahasyweros kepada Ratu Ester, “orang yang berani melakukan ini?” Ester menjawab, “Musuh yang menindas kami adalah Haman yang jahat ini.” Mendengar ini, Haman diliputi ketakutan akan raja dan ratu.
Raja meninggalkan perjamuan dengan marah dan pergi ke taman istana, tetapi Haman tetap tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ratu Ester, karena ia melihat bahwa raja telah memutuskan nasibnya. Ketika raja kembali dari taman istana ke ruang perjamuan, Haman telah menjatuhkan diri di atas dipan tempat Ester berbaring; dan raja berseru, “Apakah ia juga akan memperkosa ratu sementara ia bersamaku di rumahku sendiri!” Hampir saja raja berbicara, ketika wajah Haman ditutupi.
Harbona, salah seorang sida-sida yang melayani raja, berkata, “Di rumah Haman berdiri tiang gantungan setinggi lima puluh hasta, Haman menyiapkannya untuk Mordekhai, yang memberikan laporan yang menguntungkan raja.” Raja menjawab, “Gantunglah dia di situ.” Maka mereka menggantung Haman di tiang gantungan yang telah disiapkannya untuk Mordekhai, dan kemarahan raja mereda.

Responsorium Lihat Ester 10:9; Yesaya 48:20

Israel berseru kepada Tuhan,

dan Tuhan menyelamatkan umat-Nya.

Dia membebaskannya dari segala kejahatan
dan melakukan mukjizat besar di antara bangsa-bangsa.
Maklumkanlah ini dengan sorak-sorai:

Tuhan telah menebus hamba-Nya Yakub.

Dia membebaskannya dari segala kejahatan
dan melakukan mukjizat besar di antara bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Agustinus, uskup, kepada Proba

Kita tidak tahu apa yang patut kita doakan
Engkau mungkin masih ingin bertanya mengapa Rasul berkata: Kita tidak tahu apa yang patut kita doakan, karena, tentu saja, kita tidak dapat percaya bahwa ia atau orang-orang yang kepadanya ia menulis tidak mengetahui Doa Bapa Kami.
Ia menunjukkan bahwa ia sendiri berbagi ketidakpastian ini. Apakah ia tahu apa yang patut didoakan ketika ia diberi duri dalam daging, malaikat Setan untuk menyakitinya, agar ia tidak menjadi sombong oleh kebesaran apa yang diwahyukan kepadanya? Tiga kali ia meminta Tuhan untuk mengambilnya darinya, yang menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa yang harus ia minta dalam doa. Akhirnya, ia mendengar jawaban Tuhan, menjelaskan mengapa doa orang yang begitu besar tidak dikabulkan, dan mengapa tidak pantas untuk dikabulkan: Rahmat-Ku cukup bagimu, karena kuasa bersinar lebih sempurna dalam kelemahan.
Dalam jenis penderitaan, maka, yang dapat membawa kebaikan atau keburukan, kita tidak tahu apa yang patut didoakan; namun, karena itu sulit, menyusahkan, dan bertentangan dengan keinginan kita, lemah seperti kita, kita melakukan apa yang akan dilakukan setiap manusia, kita berdoa agar itu diambil dari kita. Namun, kita berutang setidaknya sebanyak ini dalam tugas kita kepada Allah: jika Ia tidak mengambilnya, kita tidak boleh membayangkan bahwa kita dilupakan oleh-Nya, tetapi karena ketahanan kita yang penuh kasih terhadap kejahatan, harus menantikan berkat yang lebih besar sebagai gantinya. Dengan cara ini, kuasa bersinar lebih sempurna dalam kelemahan. Kata-kata ini ditulis untuk mencegah kita memiliki pendapat yang terlalu tinggi tentang diri kita sendiri jika doa kita dikabulkan, ketika kita tidak sabar dalam meminta sesuatu yang lebih baik tidak diterima; dan untuk mencegah kita menjadi putus asa, dan tidak percaya akan belas kasihan Allah kepada kita, jika doa kita tidak dikabulkan, ketika kita meminta sesuatu yang akan membawa kita penderitaan yang lebih besar, atau sepenuhnya menghancurkan kita melalui pengaruh korup kemakmuran. Dalam kasus-kasus ini kita tidak tahu apa yang patut diminta dalam doa.
Oleh karena itu, jika sesuatu terjadi yang tidak kita doakan, kita tidak boleh ragu sama sekali bahwa apa yang Allah inginkan lebih bermanfaat daripada apa yang kita inginkan sendiri. Mediator agung kita memberi kita contoh ini. Setelah Ia berkata: Bapa, jika mungkin, biarlah cawan ini diambil dari-Ku, Ia segera menambahkan, Namun bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu, Bapa, sehingga mengubah kehendak manusia yang adalah milik-Nya melalui pengambilan sifat manusia. Sebagai akibatnya, dan memang demikian, melalui ketaatan satu orang banyak orang dibenarkan.

Responsorium Matius 7:7, 8; Mazmur 145:18

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.

Sebab setiap orang yang meminta akan menerima,
setiap orang yang mencari akan menemukan,
setiap orang yang mengetuk, pintu akan dibukakan baginya.
Tuhan dekat kepada semua orang yang berseru kepada-Nya dengan tulus.

Sebab setiap orang yang meminta akan menerima,
setiap orang yang mencari akan menemukan,
setiap orang yang mengetuk, pintu akan dibukakan baginya.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,

anugerahkanlah agar kami senantiasa
menyesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu
dan melayani keagungan-Mu dengan ketulusan hati.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus pokok kehidupan
Engkau sumber pengampunan
Yang menjamin kebangkitan
Bagi umat yang beriman.

Engkau telah mengalami
Kematian sangat ngeri
Karena taat pada Bapa
Tetap setya sepenuhnya.

Maka maut Kaukalahkan
Berjayalah kehidupan
Besarkanlah hati kami
Yang sedang berduka ini.

Semoga arwah saudara
Yang pindah ke alam baka
Kauizinkan berbahagya
Hidup mulya selamanya. Amin.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat menyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Bacaan Singkat (1Tes 4,34)

Kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang meninggal dalam iman akan Yesus, akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.

Lagu Singkat

℣.Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan,* Sebab Engkau membebaskan daku.℟.Aku.℣.Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira.℟.Sebab Engkau membebaskan daku.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungAku inilah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungAku inilah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Doa Permohonan

Allah Bapa yang mahakuasa telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan akan membangkitkan juga tubuh kita yang fana ini. Marilah kita mohon kepadaNya dan berseru:

℟. Ya Tuhan, hidupkanlah kami dalam Kristus.

Bapa yang kudus, karena pembaptisan, kami telah mati dan dikubur bersama PuteraMu serta dibangkitkan kembali berkat kebangkitanNya,* semoga kami memasuki hidup baru bersama Kristus. ℟.

Bapa penyelenggara, Engkau telah memberi kami roti kehidupan yang turun dari surga, sebagai bekal dalam perjalanan kami di dunia ini,* semoga kami memiliki hidup abadi dan dibangkitkan pada hari kiamat. ℟.

Ya Tuhan, Engkau telah mengutus malaikat untuk memperkuat PuteraMu dalam sakrat maut,* hiburkanlah kami dengan pengharapan teguh, bila ajal kami tiba. ℟.

Engkau telah melepaskan ketiga pemuda dari tengah-tengah api,* bebaskanlah arwah orang yang sudah meninggal dari hukuman atas dosa. ℟.

Allah orang-orang hidup dan mati, Engkau membangkitkan Yesus dari antara orang mati,* bangkitkanlah orang-orang yang telah meninggal, dan terimalah kami juga dalam kemuliaan abadi bersama mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Gal 5, 13-14)

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Ayat Singkat

℣.Ya Tuhan, aku berlari di jalan perintah-perintah-Mu.℟.Sebab Engkau melapangkan hatiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Mazmur 118 (119),65-72

Engkau telah berbuat baik terhadap hambaMu,*
sesuai dengan firmanMu, ya Tuhan.

Maka ajarkanlah kebijaksanaan dan pengertian kepadaku,*
sebab aku berharap akan perintahMu.

Sebelum aku disiksa, aku tersesat,*
tetapi sekarang aku berpegang pada aturanMu.

Engkau baik, dan baiklah karyaMu,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Orang sombong memfitnah aku,*
tetapi aku dengan segenap hati berpegang pada titahMu.

Hati mereka tegar dan tanpa perasaan,*
tetapi kesukaanku ialah hukumMu.

Baiklah bagiku, bila aku disiksa,*
dengan demikian aku belajar memahami ketetapanMu.

Hukum dari mulutMu sangat berharga bagiku,*
melebihi ribuan keping perak dan emas.

Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Mazmur 55 (56),2-7b.9-14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,*
selalu mereka memerangi dan menindas aku.

Seteruku selalu menganiaya aku,*
mereka menyerbu aku dengan hebat.

Waktu aku ketakutan,*
aku percaya padaMu, ya Allah mahatinggi.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Sepanjang hari mereka memutarbalikkan perkataanku,*
dan bertekad mencelakakan daku.

Bersama-sama mereka mengintip, ingin mencabut nyawaku,*
mereka mengamat-amati segala langkahku.

Hidupku penuh sengsara, Engkau kan tahu,+
segala air mataku Kauingat senantiasa,*
semuanya itu Kauperhatikan.

Maka musuh akan mundur, bila aku berseru,*
aku yakin, Allah di pihakku.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Janjiku kepadaMu, ya Allah, akan kutepati,*
dengan mempersembahkan kurban pujian.

Sebab Engkau meluputkan daku dari maut,*
dan menjaga jangan sampai aku tersandung.

Maka aku terus hidup di hadapan hadirat Allah,*
dalam cahaya yang menerangi orang hidup.

Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang mahatinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Bacaan singkat Yes 25,8

Tuhan akan membinasakan maut selama-lamanya dan akan menghapus air mata dari wajah segala orang. Kehinaan umatNya akan Ia lenyapkan dari muka bumi, karena demikianlah Tuhan telah bersabda.

℣.Sekalipun berjalan dalam lembah maut.℟.Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 5, 22. 23a. 25)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Ayat Singkat

℣.Beritahukanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan yang harus kutempuh.℟.Kiranya Roh-Mu yang baik menuntun aku di tanah yang rata.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Raja yang mahakuasa
Kristus pahlawan mulia
Engkau telah mengalahkan
Kedahsyatan kematian.

Dengan bangkit dari kubur
Engkau berhasil melebur
Dosa maut serta setan
Dan memulihkan harapan.

Kami mohon keyakinan
Yang teguh tak tergoncangkan
Bahwa hidup pasti menang
Lawan maut yang menyerang.

Panggillah saudara ini
Yang mendahului kami
Sambutlah dalam kasihMu
Agar bahagya selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Bacaan Singkat (1Kor 15,55-57)

Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kemenangan kepada kita berkat Yesus Kristus, Tuhan kita.

Lagu Singkat

℣.KepadaMu aku berlindung, ya Tuhan,* Aku takkan dikecewakan.℟.KepadaMu.℣.Aku akan bergembira dan bersukacita karena belaskasihanMu.℟.Aku takkan dikecewakan.℣.Kemuliaan.℟.KepadaMu.

Atau:

℣.Demi belaskasihanMu, ya Tuhan,* Berilah mereka istirahat kekal.℟.Demi.℣.Engkau akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.℟.Berilah mereka istirahat kekal.℣.Kemuliaan.℟.Demi.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Doa Permohonan

Kristus akan mengubah tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Marilah kita berseru kepadaNya dan berkata:

℟. Engkaulah kehidupan dan kebangkitan kami, ya Tuhan.

Kristus, Putera Allah yang hidup, Engkau membangkitkan sahabatMu Lazarus dari alam maut,* bangkitkanlah semua orang yang telah meninggal, ke dalam kehidupan dan kemuliaan kekal. ℟.

Kristus, penghibur orang berdukacita, ketika Lazarus, pemuda Naim dan puteri Yairus meninggal, Engkau menghapuskan air mata kaum kerabat mereka,* hiburlah semua orang yang berkabung karena kehilangan sanak saudara. ℟.

Kristus penyelamat, hancurkanlah kekuasaan dosa yang membawa kematian,* sehingga kami layak menerima hidup abadi dalam Engkau. ℟.

Kristus, penebus kami, ingatlah akan semua orang yang tidak mempunyai harapan karena belum mengenal Engkau,* semoga mereka percaya akan kebangkitan dan akan hidup abadi. ℟.

Engkau telah memulihkan penglihatan orang yang lahir buta hingga ia dapat memandang kemuliaanMu,* tunjukkanlah wajahMu kepada arwah-arwah yang sampai kini belum memandang terang cahayaMu. ℟.

Engkau menghendaki agar tempat kediaman kami di dunia ini akhirnya dibongkar,* sediakanlah bagi kami tempat kediaman abadi di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari