Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
“Barangsiapa takwa kepada Tuhan, ia akan menghormati orangtuanya.”
Anak-anakku, dengarkanlah aku: Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditujukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
Refren: Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
(Mzm. 128:1-2.3.4-5; R:1)
Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
“Tata hidup keluarga di dalam Tuhan.”
Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi oleh-Nya. Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cintakasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraan-Nya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita. Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu, dan janganlah berlaku kasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga sabda Kristus berakar dalam dirimu.
“Ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan larilah ke Mesir.”
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, nampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Kata malaikat itu, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh nabi-nabi bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Malam Pergantian
Malam ini dunia menghitung mundur. Di kota-kota orang berkumpul menunggu jam dua belas, seolah pergantian angka pada kalender akan mengubah segalanya. Ada yang gembira, ada yang diam-diam menimbang: setahun berlalu, apa yang sudah kudapat, apa yang telah kusia-siakan?
Hari ini Gereja mempertemukan dua hal sekaligus. Kita merayakan Keluarga Kudus, Yesus, Maria, dan Yusuf, dan sekaligus berdiri di ambang tahun yang baru. Sebuah perpaduan yang tidak kebetulan. Sebab tempat kita paling merasakan berjalannya waktu memang keluarga. Di sanalah kita melihat anak bertambah tinggi, orang tua beruban, kursi yang dulu terisi kini kosong.
Injil hari ini justru mengangkat kita di atas hitungan jam. Yohanes tidak memulai dari kalender, melainkan dari kekekalan: "Pada mulanya adalah Firman." Sebelum ada tahun untuk dihitung, Firman itu sudah ada. Dan Firman yang kekal itu memilih masuk ke dalam waktu, lahir dalam sebuah keluarga, tumbuh hari demi hari seperti kita.
Di sinilah penghiburan malam ini. Waktu yang terasa menggerus segalanya justru dimasuki oleh Dia yang tak tersentuh waktu. Ia tidak menonton dari luar. Ia ikut mengalami pagi dan petang, kelahiran dan perpisahan, di dalam sebuah rumah di Nazaret. Dan tahun-tahun panjang di rumah itu hampir tak diceritakan Injil. Tiga puluh tahun yang sunyi, tanpa mukjizat besar, hanya kerja sehari-hari, makan bersama, dan saling menjaga. Rupanya Allah tidak menganggap waktu yang biasa itu terbuang percuma.
Surat Yohanes menyapa dengan nada yang pas untuk ujung tahun: "Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir." Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengingatkan bahwa setiap waktu itu berharga, sebab tak akan terulang. Sing wis kliwat ora bakal bali, yang sudah lewat tak akan kembali.
Maka pergantian tahun bukan sekadar ganti angka. Ia undangan untuk menaruh waktu kita, yang sedikit dan cepat habis, ke dalam tangan Dia yang kekal. Keluarga Kudus mengajarkan bahwa hidup yang biasa, dijalani bersama dalam kasih dan kesetiaan, sudah cukup untuk menjadi kudus.
Ketika lonceng tengah malam berbunyi nanti, kepada siapa aku hendak menyerahkan tahun yang baru ini?
Tuhan, Firman kekal yang masuk ke dalam waktu, kuserahkan kepada-Mu tahun yang telah lewat dengan segala silap dan syukurnya, dan tahun yang baru dengan segala harapnya. Kuduskanlah keluarga kami dalam kasih dan kesetiaan yang sederhana. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
O datanglah, O datanglah, Imanuel
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Mazmur 28 (29)
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuatan;
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
AntifonSuara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Antifon 2Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Mazmur 65 (66)
O nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
O persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
AntifonBiarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Antifon 3Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
AntifonTerpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Responsorium Matius 3:16, 17; Lukas 3:22
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Antifon KidungOrang akan melihat Putera manusia datang di atas awan-awan dengan kekuatan dan kemuliaan besar.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungOrang akan melihat Putera manusia datang di atas awan-awan dengan kekuatan dan kemuliaan besar.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon KidungBarang siapa bertahan sampai akhir, akan memperoleh kehidupan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBarang siapa bertahan sampai akhir, akan memperoleh kehidupan.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Melania
Melania Muda adalah cucu Santa Melania Tua dan anak dari Rublicola dan Albina. Ia lahir di Roma dari sebuah keluarga Kristen yang kaya raya. Ayahnya seorang senator yang ambisius sekali. Demi harta dan nama baik keluarganya, ayahnya menikahkan Melania dengan saudara sepupunya: Pinianus. Melania tidak setuju, namun ia yang baru berusia 13 tahun itu tak berdaya menghadapi ambisi orang-tuanya. Dengan berat hati ia mengiakan juga perkawinan itu. Mereka dikaruniai 2 orang putra. Melania sangat baik, penuh pengabdian, dan berjiwa sosial. Sifat sosialnya itu membuatnya tidak disenangi oleh kaum kerabatnya. Sepeninggal kedua putranya, sikap sosial Melania baru diterima, bahkan ditiru oleh mereka. Melania sangat disenangi oleh kaum miskin karena karya amalnya kepada mereka dan kepada Gereja. Bersama suaminya, Melania menolong membebaskan ratusan budak belian dengan harga tebusan yang sangat mahal.
Tahun-tahun terakhir hidupnya penuh dengan cobaan. Ketika Roma diserang bangsa Visigoth, mereka terpaksa mengungsi ke Afrika. Di sana mereka memiliki tanah yang luas. Pada tahun 417 mereka pindah ke Yerusalem dan tinggal dekat makam suci Yesus. Terpengaruh oleh corak hidup pertapaan di padang gurun Mesir, maka mereka mulai menghayati cara hidup bertapa itu. Di situ ia berjumpa dengan kemenakannya: Santa Paula dan menjalin hubungan baik dengan Santo Hieronimus. Pada tahun 432 suaminya Pianus meninggal dunia. Ia tidak putus asa. Sebagai janda ia menghimpun para wanita untuk mendirikan satu biara di bukit Zaitun. Usahanya diperluas hingga ke Afrika dengan 2 buah biara di sana. Tahun-tahun terakhir hidupnya dimanfaatkannya di dalam kelompok orang-orang kudus seperti Santo Hieronimus, Agustinus, Paulinus, dll, dengan menyalin buku-buku rohani. Ia wafat pada tahun 439 di Betlehem, seminggu setelah merayakan Natal.
Santo Silvester
Paus Silvester adalah Paus dan orang kudus pertama yang wafat bukan sebagai martir. Sayang bahwa sedikit sekali informasi yang diketahui tentang kehidupannya. Silvester menjadi Paus antara tahun 314-335 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin Agung. Pada masa itu sesuai ketetapan kaisar di dalam Edikta Milano, agama Kristen menjadi agama resmi yang berlaku di seluruh kekaisaran. Dengan itu orang-orang Kristen mulai keluar dari tempat persembunyiannya di katakombe-katakombe dan tidak takut-takut lagi melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan di hadapan umum. Posisi hukum Gereja menjadi sangat kuat, di bawah Kaisar Konstantin Agung. Istana Lateran dihadiahkan kepada Takhta Suci oleh Konstantin. Oleh Paus Silvester, istana itu dirobah menjadi gereja Katedral Keuskupan Roma. Gereja Katedral ini menjadi lambang kemerdekaan Gereja dari penguasaan Kaisar-kaisar Romawi semenjak kelahirannya. Pada masa kepemimpinannya, Silvester juga mendirikan Gereja Santo Petrus di Vatikan dan rumah-rumah ibadat lainnya di seluruh kota Roma. Bersama kaisar, Silvester mengambil bagian juga di dalam penyelenggaraan Konsili Ekumenis Pertama di Nicea pada tahun 325 untuk menghukum ajaran sesat Arianisme. Selama masa pontifikatnya buku "Para Martir Romawi" (Martyrology Romanum) dikerjakan. Ia juga berjuang memajukan kehidupan liturgi dan mendirikan Sekolah Seni Suara di Roma.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari