Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Ambrosius

Jumat, 7 Desember 2029· Putih · Pekan Psalterium I
7 Desember 2029

Bacaan Misa

S. Ambrosius
Bacaan Pertama

Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan? Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel! Sebab orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis, dan semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: "Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di tengah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel; orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran."

Mazmur Tanggapan

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Injil

Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

Mata yang Dibuka

Renungan · 1 menit baca

Pada saat bangun tidur, ada jeda singkat ketika mata belum bisa dipakai. Dunia masih kabur, cahaya terasa menyilaukan, bentuk-bentuk belum jelas. Baru beberapa kejap kemudian mata menyesuaikan diri, dan ruangan yang tadi buram kembali tampak nyata.

Nabi Yesaya menjanjikan pembukaan mata yang jauh lebih dalam. "Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar dan mata orang-orang buta akan melihat." Ia tidak sedang bicara soal penyakit mata semata, melainkan soal bangsa yang lama hidup dalam kegelapan, yang perlahan dibuat melihat kembali.

Dalam Injil, dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru. Ia bertanya satu hal sebelum menyembuhkan, "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Baru sesudah mereka menjawab percaya, meleklah mata mereka. Iman ternyata mendahului penglihatan, bukan sebaliknya.

Kita sering menuntut terbalik: lihat dulu, baru percaya. Padahal banyak hal baru menjadi terang justru setelah kita berani percaya lebih dahulu. Santo Ambrosius, yang kita kenang hari ini, pernah menjadi mata bagi orang lain lewat kata-katanya, sampai seorang muda bernama Agustinus mulai melihat kebenaran yang lama ia hindari.

Adakah kebenaran yang sebenarnya sudah di depan mataku, tetapi belum berani kupercayai?

Tuhan, celikkanlah mata hatiku. Beri aku iman untuk melihat apa yang selama ini kuraba dalam gelap. Amin.

Invitatorium

S. Ambrosius

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Ibadat Bacaan

S. Ambrosius

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah membantu aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

O datanglah, O datanglah, Imanuel

Dan tebuslah Israel yang tertawan

Yang merana dalam pembuangan di sini

Hingga Putra Allah menampakkan diri

Bersukacitalah! Bersukacitalah! Imanuel

Akan datang kepadamu, hai Israel.
O datanglah, Engkau Tongkat Isai, bebaskanlah

Umat-Mu dari tirani Setan

Dari kedalaman Neraka, selamatkanlah umat-Mu

Dan berikanlah mereka kemenangan atas kubur

Bersukacitalah! Bersukacitalah! Imanuel

Akan datang kepadamu, hai Israel.
O datanglah, Engkau Fajar, datanglah dan hiburlah

Roh kami dengan kedatangan-Mu di sini

Singkirkanlah awan malam yang kelam

Dan bayangan maut yang gelap, usirlah.

Bersukacitalah! Bersukacitalah! Imanuel

Akan datang kepadamu, hai Israel.
O datanglah, Engkau Kunci Daud, datanglah,

Dan bukalah lebar-lebar rumah surgawi kami;

Jadikanlah aman jalan yang menuju ke atas,

Dan tutuplah jalan menuju kesengsaraan.

Bersukacitalah! Bersukacitalah! Imanuel

Akan datang kepadamu, hai Israel.
O datanglah, O datanglah, Engkau Tuhan yang perkasa,

Yang kepada suku-suku-Mu, di puncak Sinai,

Pada zaman dahulu memberikan Hukum,

Dalam awan, dan keagungan, dan kekaguman.

Bersukacitalah! Bersukacitalah! Imanuel

Akan datang kepadamu, hai Israel.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Mazmur 88 (89):39-53

Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud

Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, lahir dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).

IV
Namun Engkau telah menolak dan mencampakkan

dan murka kepada yang telah Engkau urapi.

Engkau telah membatalkan perjanjian-Mu dengan hamba-Mu

dan mencemarkan mahkotanya dalam debu.
Engkau telah merobohkan semua temboknya

dan meruntuhkan benteng-bentengnya menjadi puing.

Ia dijarah oleh semua yang lewat:

ia telah menjadi ejekan tetangganya.
Engkau telah meninggikan tangan kanan musuh-musuhnya;

Engkau telah membuat semua musuhnya bersukacita.

Engkau telah membuat pedangnya menyerah,

Engkau tidak menopangnya dalam pertempuran.
Engkau telah mengakhiri kemuliaannya;

Engkau telah menjatuhkan takhtanya ke tanah.

Engkau telah memendekkan tahun-tahun masa mudanya;

Engkau telah menumpuk aib padanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Antifon 2Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

V
Berapa lama, ya Tuhan? Akankah Engkau menyembunyikan diri-Mu selamanya?

Berapa lama murka-Mu akan membakar seperti api?

Ingatlah, Tuhan, betapa singkatnya hidupku

dan betapa rapuhnya Engkau telah menjadikan anak-anak manusia.

Manusia mana yang dapat hidup dan tidak pernah melihat kematian?

Siapa yang dapat menyelamatkan dirinya dari cengkeraman kubur?
Di manakah belas kasihan-Mu di masa lalu, ya Tuhan,

yang telah Engkau sumpah dalam kesetiaan-Mu kepada Daud?

Ingatlah, Tuhan, bagaimana hamba-Mu diejek,

bagaimana aku harus menanggung semua penghinaan bangsa-bangsa.

Demikianlah musuh-musuh-Mu mengejek aku, ya Tuhan,

mengolok-olok yang Engkau urapi di setiap langkah.
Terpujilah Tuhan selamanya.

Amin, amin!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Allah belas kasihan dan kesetiaan, Engkau membuat perjanjian baru dan abadi dengan manusia dan memeteraikannya dalam darah Putra-Mu. Ampunilah kebodohan ketidaksetiaan kami dan buatlah kami menaati perintah-perintah-Mu, agar dalam perjanjian baru kami, kami dapat menjadi saksi dan pewarta kesetiaan dan kasih-Mu di bumi, dan turut serta dalam kemuliaan-Mu di surga.

AntifonAkulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Mazmur 89 (90)

Semoga kami hidup dalam cahaya Allah

Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).

Ya Tuhan, Engkau telah menjadi perlindungan kami

dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebelum gunung-gunung lahir

atau bumi atau dunia diciptakan,

Engkau adalah Allah, tanpa permulaan atau akhir.
Engkau mengembalikan manusia menjadi debu

dan berkata: Kembalilah, anak-anak manusia.

Di mata-Mu seribu tahun

adalah seperti kemarin, datang dan pergi,

tidak lebih dari jaga malam.
Engkau menyapu manusia seperti mimpi,

seperti rumput yang tumbuh di pagi hari.

Di pagi hari ia tumbuh dan berbunga:

menjelang malam ia layu dan pudar.
Maka kami dihancurkan dalam murka-Mu,

dilanda ketakutan dalam amarah-Mu.

Kesalahan kami terbuka di hadapan-Mu;

rahasia kami dalam terang wajah-Mu.
Semua hari kami berlalu dalam murka-Mu.

Hidup kami berakhir seperti desahan.

Rentang hidup kami tujuh puluh tahun,

atau delapan puluh bagi mereka yang kuat.
Dan sebagian besar dari ini adalah kehampaan dan penderitaan.

Mereka berlalu dengan cepat dan kami pun tiada.

Siapa yang memahami kekuatan murka-Mu

dan takut akan kekuatan amarah-Mu?
Buatlah kami mengetahui betapa singkatnya hidup kami

agar kami memperoleh hikmat hati.

Tuhan, berbelas kasihanlah! Apakah murka-Mu selamanya?

Tunjukkanlah belas kasihan kepada hamba-hamba-Mu.
Di pagi hari, penuhilah kami dengan kasih-Mu;

kami akan bersukacita dan bergembira sepanjang hari-hari kami.

Berikanlah kami sukacita untuk menyeimbangkan penderitaan kami

untuk tahun-tahun ketika kami mengalami kemalangan.
Tunjukkanlah karya-Mu kepada hamba-hamba-Mu;

biarkanlah kemuliaan-Mu bersinar pada anak-anak mereka.

Biarlah kemurahan Tuhan menyertai kami:

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang kekal, Engkau memberi kami hidup meskipun kami bersalah dan bahkan menambahkan hari dan tahun pada hidup kami untuk membawa kami pada hikmat. Buatlah kami mengasihi dan menaati Engkau, agar pekerjaan tangan kami selalu menunjukkan apa yang telah dilakukan tangan-Mu, sampai hari kami memandang keindahan wajah-Mu.

AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Angkatlah kepalamu dan lihatlah.

Penebusanmu kini sudah dekat.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

46:1-13

Tuhan menentang berhala-berhala Babel
Bel membungkuk, Nebo menunduk,

berhala-berhala mereka ada di atas binatang dan ternak;

Mereka harus dipikul di bahu,

dibawa sebagai beban oleh yang lelah.

Mereka membungkuk dan menunduk bersama;

tidak dapat menyelamatkan mereka yang memikulnya,

mereka pun pergi ke dalam tawanan.

Dengarkanlah Aku, hai kaum Yakub,

semua yang tersisa dari kaum Israel,

Beban-Ku sejak kelahiranmu,

yang telah Aku pikul sejak masa bayimu.

Bahkan sampai masa tuamu Aku tetap sama,

bahkan ketika rambutmu beruban Aku akan memikulmu;

Akulah yang telah melakukan ini, Akulah yang akan melanjutkan,

dan Akulah yang akan membawamu ke tempat aman.
Dengan siapa akan kamu samakan Aku, sebagai yang setara,

atau bandingkan Aku, seolah-olah kami serupa?

Ada orang-orang yang menuangkan emas dari pundi-pundi

dan menimbang perak di timbangan;

Kemudian mereka menyewa tukang emas untuk menjadikannya dewa

di hadapan mana mereka bersujud dalam penyembahan.

Mereka mengangkatnya ke bahu untuk dibawa;

ketika mereka meletakkannya kembali, ia tetap di sana,

dan tidak bergerak dari tempatnya.

Meskipun mereka berseru kepadanya, ia tidak dapat menjawab;

ia tidak menyelamatkan siapa pun dari kesusahan.
Ingatlah ini dan teguhlah,

ingatlah baik-baik, hai kamu pemberontak;

ingatlah hal-hal yang dahulu, yang sudah lama:

Akulah Allah, tidak ada yang lain;

Akulah Allah, tidak ada yang seperti Aku.
Pada permulaan Aku memberitahukan hasilnya;

sebelumnya, hal-hal yang belum terjadi.

Aku berkata bahwa rencana-Ku akan teguh,

Aku melaksanakan setiap tujuan-Ku.

Aku memanggil dari timur seekor burung pemangsa,

dari negeri yang jauh, seseorang untuk melaksanakan rencana-Ku.

Ya, Aku telah berfirman, Aku akan melaksanakannya;

Aku telah merencanakannya, dan Aku akan melakukannya.
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang berhati lemah,

kamu yang tampaknya jauh dari kemenangan keadilan:

Aku sedang membawa keadilan-Ku, tidak jauh lagi,

keselamatan-Ku tidak akan tertunda;

Aku akan menempatkan keselamatan di Sion,

dan memberikan kemuliaan-Ku kepada Israel.

Responsorium Yesaya 46:12,13

Dengarkanlah Aku, hai kamu yang berhati lemah, yang jauh dari keadilan.

Aku akan menganugerahkan keselamatan di Sion, dan memberikan kemuliaan-Ku kepada Israel.
Aku sedang membawa keadilan-Ku dekat;

itu tidak akan tertunda,

pun keselamatan-Ku tidak akan terlambat.

Aku akan menganugerahkan keselamatan di Sion, dan memberikan kemuliaan-Ku kepada Israel.
Bacaan Kedua

Dari surat kepada Diognetus

Allah telah menyatakan kasih-Nya melalui Putra
Tidak seorang pun pernah melihat Allah atau mengenal-Nya, tetapi Allah telah menyatakan diri-Nya kepada kita melalui iman, yang dengannya saja dimungkinkan untuk melihat-Nya. Allah, Tuhan dan pencipta segala sesuatu, yang menciptakan dunia dan menatanya, tidak hanya mengasihi manusia tetapi juga sabar terhadapnya. Demikianlah Ia selalu, dan sekarang, dan akan selalu: baik hati, murah hati, bebas dari kemarahan, jujur; sesungguhnya, Ia dan hanya Ia sajalah yang baik.
Ia merancang sebuah rencana, sebuah rencana yang agung dan menakjubkan, dan membagikannya hanya kepada Putra-Nya. Selama Ia menjaga kerahasiaan ini dan menyimpan nasihat bijaksana-Nya sendiri, Ia tampak mengabaikan kita, tidak peduli pada kita. Tetapi ketika melalui Putra-Nya yang terkasih Ia mengungkapkan dan mengumumkan apa yang telah Ia persiapkan sejak awal, Ia memberi kita sekaligus karunia-karunia yang tidak pernah kita impikan, bahkan penglihatan dan pengetahuan tentang diri-Nya.
Ketika Allah telah membuat semua rencana-Nya dalam konsultasi dengan Putra-Nya, Ia menunggu sampai waktu kemudian, membiarkan kita mengikuti keinginan kita sendiri, tersapu oleh nafsu yang tidak terkendali, disesatkan oleh kesenangan dan keinginan. Bukan karena Ia senang dengan dosa-dosa kita: Ia hanya menoleransinya. Bukan karena Ia menyetujui masa dosa itu: Ia merencanakan era kekudusan ini. Ketika kita telah terbukti tidak layak hidup, kebaikan-Nya akan membuat kita layak untuk itu. Ketika kita telah menjelaskan bahwa kita tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah dengan kekuatan kita sendiri, kita akan dimampukan untuk melakukannya oleh kuasa Allah.
Ketika kejahatan kita telah mencapai puncaknya, menjadi jelas bahwa pembalasan sudah dekat dalam bentuk penderitaan dan kematian. Saatnya tiba bagi Allah untuk menyatakan kebaikan dan kuasa-Nya (betapa tak terukurnya kemurahan dan kasih Allah!). Ia tidak menunjukkan kebencian kepada kita atau menolak kita atau membalas dendam; sebaliknya, Ia sabar terhadap kita, menanggung kita, dan dalam belas kasihan mengambil dosa-dosa kita ke atas diri-Nya; Ia memberikan Putra-Nya sendiri sebagai harga penebusan kita, yang kudus untuk menebus yang jahat, yang tanpa dosa untuk menebus orang berdosa, yang adil untuk menebus yang tidak adil, yang tidak dapat binasa untuk menebus yang dapat binasa, yang abadi untuk menebus yang fana. Karena apa lagi yang dapat menutupi dosa-dosa kita selain ketidakberdosaan-Nya? Di mana lagi kita – yang jahat dan berdosa – dapat menemukan sarana kekudusan kecuali dalam Putra Allah saja?
Betapa menakjubkan sebuah transformasi, betapa misterius sebuah rancangan, betapa tak terbayangkan sebuah berkat! Kejahatan banyak orang ditutupi dalam Yang Kudus, dan kekudusan Yang Satu menguduskan banyak orang berdosa.

Responsorium Kisah Para Rasul 4:12; Yesaya 9:6

Tidak ada keselamatan dalam pribadi atau tempat lain;

pun tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia,

yang olehnya kita harus diselamatkan.
Nama-Nya akan disebut Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa Kekal, Raja Damai.

Pun tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia,

yang olehnya kita harus diselamatkan.

Doa Penutup

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa,

agar kami, yang sejak dahulu terbebani

oleh perbudakan di bawah kuk dosa,

dapat dibebaskan oleh kebaruan

Kelahiran Putra Tunggal-Mu

yang telah lama dinantikan.

Yang hidup dan meraja bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,

satu Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Ambrosius

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Guru abadi Kristus Tuhan kami
Satu-satunya guru bijaksana
Yang menyampaikan sabda kehidupan
Kepada insan.

Dengarkan kami Gembala sejati
S'moga Gereja Kauberi cahaya
Supaya rela menyiarkan warta
Kabar gembira.

Kauberi kami pujangga teruji
Yang menerangi budi serta hati
Supaya kami lebih menyelami
Kasih ilahi.

Semoga ia yang kini berpesta
Menghantar kami ke hidup yang suci
Hingga akhirnya kami bahagia
Di alam baka. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

"Akulah Tuhan, tiada yang lain,+
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,+
'sia-sialah kamu mencari Aku'.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,+
'Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?'

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,+
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,+
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

'KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah'.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan".

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Bacaan Singkat (Keb 7,13-14)

Aku telah mempelajari kebijaksanaan dengan tulus ikhlas dan mewartakannya dengan rela hati. Keluhurannya tidak kusembunyikan. Sebab kebijaksanaan itu amat berharga bagi manusia, dan orang yang memperolehnya menjadi sahabat Allah.

Lagu Singkat

℣.Kebijaksanaan orang suci,* Dikenangkan turun-temurun.℟.Kebijaksanaan.℣.Nama mereka harum selamanya.℟.Dikenangkan turun-temurun.℣.Kemuliaan.℟.Kebijaksanaan.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Doa Permohonan

Kristus, gembala yang baik, telah menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:

℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.

Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.

Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.

Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menjadikan Santo Ambrosius, uskupMu, pengajar iman katolik dan teladan keberanian apostolik. Bangkitkanlah dalam GerejaMu orang-orang yang berkenan di hatiMu, yang memimpinnya dengan tegas dan bijaksana. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Ambrosius

JUMAT — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 29, 11. 13)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Ambrosius

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Mazmur 118 (119),25-32

Dengan hati sedih aku rebah ke tanah,*
hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.

Suka dukaku kuceritakan kepadamu, dan engkau menanggapinya,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Berilah aku pengertian akan perintah-perintahMu,*
maka aku merenungkan segala kurniaMu yang mengagumkan.

Hatiku hancur luluh karena susah,*
tabahkanlah aku menurut firmanMu.

Jauhkanlah aku dari jalan yang sesat,*
dan kurniakanlah hukumMu kepadaku.

Aku telah memilih jalan yang benar,*
aku ingin berpegang pada ketetapanMu.

Aku telah berpaut pada firmanMu, ya Tuhan,*
janganlah aku Kaukecewakan.

Dengan rajin kuikuti perintahMu,*
sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Mazmur 25 (26)

Ya Tuhan, belalah hakku, sebab hidupku tulus,*
kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Uji dan cobailah aku, ya Tuhan,*
selidikilah hati dan batinku.

Karena kasih setiaMu tetap di hadapan mataku,*
maka aku tetap setia kepadaMu.

Aku tidak duduk bersama para penipu,*
dan tidak bergaul dengan para munafik.

Kubenci himpunan orang durjana,*
dan dengan kaum penjahat aku tidak bersidang.

Aku membasuh tanganku, tanda tak bersalah,*
lalu mengitari mesbahMu, ya Tuhan,

sambil memperdengarkan lagu syukur,*
dan mewartakan karyaMu yang luhur.

Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu,*
tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Jangan mencabut nyawaku bersama para pendosa,*
bersama para penumpah darah.

Tangan mereka penuh kebusukan,*
mereka suka menerima suapan.

Tetapi aku hidup dengan jujur,*
bebaskanlah dan kasihanilah aku.

Kakiku berdiri pada jalan yang rata,*
aku akan memuliakan Tuhan dalam himpunan umat.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Mazmur 27 (28),1-3.6-9

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
pelindungku, jangan menutup telinga terhadap aku.

Jika Engkau tetap membisu,*
pasti terjerumus aku ke dalam liang kubur.

Dengarkanlah doaku, jika aku berseru kepadaMu,*
sambil menadahkan tangan ke arah rumahMu yang kudus.

Janganlah menyeret aku bersama kaum pendosa,*
bersama orang yang berbuat jahat.

Mereka berbicara ramah dengan sahabatnya,*
tetapi hatinya penuh kejahatan.

Terpujilah Tuhan, sebab Ia mendengarkan doaku,*
Tukanlah kekuatan dan perisaiku.

KepadaNya hatiku percaya, dan aku tertolong,*
maka aku bersorak gembira dan bernyanyi memujiNya.

Tuhanlah kekuatan umatNya, dan benteng keselamatan,*
bagi raja yang diurapiNya.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan, berkatilah pusakaMu,*
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Bacaan singkat 1Tim 4,16

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah pengajaranmu. Bertekunlah di dalamnya. Sebab dengan berbuat demikian, engkau akan menyelamatkan dirimu dan para pendengarmu.

℣.Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah.℟.Sia-sialah para pembangun bekerja.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menjadikan Santo Ambrosius, uskupMu, pengajar iman katolik dan teladan keberanian apostolik. Bangkitkanlah dalam GerejaMu orang-orang yang berkenan di hatiMu, yang memimpinnya dengan tegas dan bijaksana. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Ambrosius

JUMAT — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Bar 3, 5-6 a)

Jangan ingat kepada kefasikan nenek moyang kami, tetapi sudilah kiranya pada saat ini juga ingat kepada tangan-Mu dan nama-Mu sendiri. Oleh karena Engkaulah Tuhan, Allah kami, maka kami hendak memuji Engkau, ya Tuhan.

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Ambrosius

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Ibadat Sore I Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (malam menjelang perayaan).

Madah

Maria bunda tercinta
Dengarkan kami semua
Yang bermohon dan berdoa
Dengan hati yang percaya.

Bila ditimpa bencana
Terancam bahaya dosa
Kami mohon perlindungan
Agar setya pada Tuhan.

Bila senja hidup tiba
Dan kami dipanggil Bapa
Kami mohon pertolongan
Agar tekun dalam iman.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putera dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria. Amin.

Antifon 1Berbahagialah engkau, ya perawan Maria, yang mengandung pencipta semesta alam, (M.P. Alleluya)

Mazmur 112 (113)

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Dari timur sampai ke barat,*
terpujilah nama Tuhan.

Tuhan menguasai segala bangsa,*
kemuliaanNya mengatasi langit.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,*
yang bersemayam di takhta yang luhur;

yang membungkuk untuk melihat ke bawah,*
untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu,*
dan mengangkat orang miskin dari sampah,

untuk mendudukkannya di tengah para penguasa,*
di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberikan keturunan kepada wanita mandul,*
dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Antifon 1Berbahagialah engkau, ya perawan Maria, yang mengandung pencipta semesta alam, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Santa Maria engkau dilahirkan penciptamu, namu engkau perawan selalu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Antifon 2Santa Maria engkau dilahirkan penciptamu, namu engkau perawan selalu, (M.P. Alleluya).

Antifon 3Engkaulah puteri yang diberkati Tuhan, sebab engkau melahirkan bagi kami sumber kehidupan, (M.P. Alleluya).

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Engkaulah puteri yang diberkati Tuhan, sebab engkau melahirkan bagi kami sumber kehidupan, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Gal 4,4-5)

Ketika sudah sampai saat yang ditetapkan Allah, Ia mengutus PuteraNya. PuteraNya itu dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat, supaya mereka semua yang tunduk pada hukum itu, dibebaskan olehNya dan diangkat menjadi anak Allah.

Lagu Singkat

℣.Sesudah melahirkan Kristus,* Engkau tetap perawan.℟.Sesudah.℣.Bunda Allah, doakanlah kami.℟.Engkau tetap perawan.℣.Kemuliaan.℟.Salam.

Antifon KidungSalam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSalam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, Bapa yang mahakuasa, dan bersuka ria di hadapanNya. Sebab Ia telah merahmati santa Maria yang disebut bahagia oleh semua bangsa. Maka hendaklah kita berdoa dengan rendah hati:

℟. Terimalah doa Maria dan kasihanilah kami.

Engkau telah mengangkat Maria menjadi bunda yang bermurah hati,* semoga semua orang yang ditimpa mara bahaya mengalami cintanya. ℟.

Engkau menghendaki Maria sebagai ibu keluarga di rumah Yesus dan Yusuf,* semoga berkat doanya semua ibu memupuk cinta kasih dalam rumah tangganya. ℟.

Engkau menguatkan Maria, ketika ia berdiri di kaki salib, dan menggembirakan hatinya dengan kebangkitan PuteraMu,*hiburkanlah orang yang bersusah dan kuatkanlah harapan mereka. ℟.

Engkau membuka hati Maria untuk mendengarkan sabdaMu dan menyerahkan dirinya kepadaMu sebagai hamba yang setia,* semoga berkat doanya, kami menjadi hamba dan murid PuteraMu. ℟.

Engkau telah memahkotai Maria di surga,* semoga semua arwah bersuka ria di dalam kerajaanMu bersama para kudus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang oleh Dikandung Tanpa Noda Santa Perawan menyiapkan kediaman yang layak bagi Putra-Mu, kami mohon, berilah, agar, sebagaimana Engkau memelihara dia dari setiap noda berkat wafat Putra-Mu, yang telah Engkau lihat sebelumnya, demikian pula, melalui perantaraannya, kami pun dapat disucikan dan diterima di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Ambrosius

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa

Semua manusia lahir di dalam belenggu dosa asal yang diwariskan Adam dan Hawa. Oleh karena itu, semua manusia dinyatakan 'berdosa' sejak lahir. Oleh karena warisan dosa asal itu melekat erat pada kemanusiaan kita, kita tampaknya lebih cenderung dan mudah untuk berdosa dan melakukan kejahatan daripada melakukan kebajikan-kebajikan. Kita kelihatan lamban sekali melakukan kebajikan-kebajikan. Kita lebih cenderung menjauhi Tuhan daripada mendekatiNya untuk menikmati kebaikan dan cintaNya.

"Pada hari ini terbitlah setangkal tunas dari akar Jesse; pada hari ini pun Maria dikandung tanpa cela dosa," demikian bunyi antifon Magnifikat. Gereja merayakan 'perkandungan Maria tanpa noda dosa' untuk mengingatkan kepada seluruh umat betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Penebus. Maria adalah satu-satunya manusia yang dikecualikan Allah dari warisan Adam itu. Sesungguhnya dara murni ini adalah manusia biasa sama seperti kita; ia juga keturunan Adam. Sebagaimana kita, ia pun hidup di dalam dunia yang penuh dosa ini. Namun ia punya keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun juga. Ia sudah sejak kekal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya, Sang Penebus dunia. Ia ditentukan untuk melahirkan Yesus, Anak Allah, dan karena itu sejak awal hidupnya, ia dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini.

Melalui dialah, Tuhan menyalurkan rahmat penyelamatanNya kepada manusia. Tuhanlah sumber rahmat, sedang Maria hanyalah 'saluran'nya. Sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia, maka sudah selayaknya Maria itu penuh rahmat dan suci tak bercela. Demikian ia ditebus dengan cara yang paling sempurna: diperkandungkan tanpa noda dosa, suci dan tak bercela di hadapan Allah.

Dalam rahim Maria, Perawan yang murni, Allah menemukan singgasana yang pantas bagi PuteraNya. Melalui Maria kutuk dosa diganti dengan berkat bagi manusia. Oleh karena itu, pada hari raya ini patutlah kita berdoa: "Ya Maria, dengan senang hati kami merenungkan rahasia kepilihanmu menjadi Bunda Penebus. Engkau telah dibebaskan Allah dari kutuk dosa yang telah menimpa umat manusia. Jiwamu diperkaya dengan rahmat Allah dan memancarkan semarak kemuliaan Allah. Ya Maria yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung kepadamu."

Santo Ambrosius

Uskup dan Pujangga Gereja · ± 340-397

Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Ia mendapat pendidikan yang baik dalam bahasa Latin, Yunani dan ilmu hukum. Di kemudian hari ia terkenal sebagai seorang ahli hukum yang disegani. Keberhasilannya di bidang hukum menarik perhatian Kaisar Valentinianus; ia kemudian dinobatkan menjadi Gubernur Liguria dan Aemilia, yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.

Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milano. Para Arian berusaha melibatkan Kaisar Valentinianus untuk menentukan bagi mereka calon uskup yang tepat. Kaisar menolak permohonan itu dan meminta supaya pemilihan itu dilangsungkan sesuai dengan kebiasaan yang sudah lazim yaitu pemilihan dilakukan oleh para imam bersama seluruh umat. Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Ambrosius dalam kedudukannya sebagai gubernur datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara mereka. Ia memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil: "Uskup Ambrosius, Uskup Ambrosius!" Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milano. Ambrosius enggan menerimanya karena ia belum dibaptis. Selain itu ia merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu.

Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Setelah itu ia ditahbiskan menjadi uskup. Seluruh hidupnya diabdikan kepada kepentingan umatnya; ia mempelajari Kitab Suci di bawah bimbingan imam Simplisianus; memberikan kotbah setiap hari minggu dan hari raya dan menjaga persatuan dan kemurnian ajaran iman yang diwariskan oleh para Rasul. Dengan bijaksana ia membimbing hidup rohani umatnya. Ia mengatur ibadat hari minggu dengan tata cara yang menarik, sehingga seluruh umat dapat ikut serta dengan gembira dan aktif; mengatur dan mengusahakan bantuan bagi pemeliharaan kaum miskin dan mentobatkan orang-orang berdosa. Ambrosius, seorang uskup yang baik hati dalam melayani umatnya. Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka. Seluruh umat mendukung dia selama krisis itu. Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut Arian. Ia berhasil membendung pengaruh buruk ajaran Arianisme.

Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankan dia masuk Gereja. Ia menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja. Katanya: "Kalau Yang Mulia mau meneladani perbuatan buruk Raja Daud dalam berdosa, Yang Mulia juga harus mencontohi dia dengan bertobat" - "Kepala Negara adalah anggota Gereja, tetapi bukan tuannya." Theodosius, yang dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius. Ia mengatakan: "Ambrosius adalah satu-satunya uskup yang menurut pendapatku layak memangku jabatan yang mulia ini".

Ambrosius, seorang uskup yang berjiwa praktis. Meskipun kepentingan politik sangat menyita perhatiannya, namun ia tetap berusaha mencari waktu untuk berdoa dan menulis tentang kebenaran-kebenaran Kristen. Kotbah-kotbahnya sangat menarik dan kemudian diterbitkan menjadi bacaan umat. Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga Gereja. Ia termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari