Minggu, 30 Desember 2029
Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Yohanes 1:1-4
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Mazmur Tanggapan Mazmur 97:1-2,5-6,11-12
Bacaan Injil Yohanes 20:2-8
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Renungan
Sukacita yang Dibagi
Menjelang tutup tahun, banyak rumah kembali ramai. Anak-anak yang merantau pulang, meja makan yang biasanya sepi mendadak penuh, dapur bekerja tanpa henti. Ada sukacita khas yang hanya muncul ketika orang-orang yang saling mengasihi berkumpul kembali di satu atap. Sukacita itu tidak bisa dinikmati sendirian. Ia baru terasa penuh ketika dibagi.
Santo Yohanes menulis tentang sukacita seperti itu, tetapi pada tingkat yang lebih dalam. "Apa yang telah kami lihat dan dengar, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya." Lalu ia menutup, "Semuanya ini kami tuliskan supaya sukacita kami menjadi sempurna."
Perhatikan, sukacita Yohanes belum sempurna selama ia menyimpannya sendiri. Ia baru genap ketika dibagikan, ketika orang lain ikut masuk ke dalam persekutuan yang sama. Iman ternyata bukan urusan pribadi antara aku dan Tuhan saja. Ia selalu menarik kita ke dalam sebuah keluarga.
Hari ini Gereja merayakan Keluarga Kudus, Yesus, Maria, dan Yusuf. Allah memilih tidak datang sebagai tokoh yang menyendiri, melainkan tumbuh di dalam sebuah keluarga: ada yang mengasuh, ada yang melindungi, ada yang menanggung susah bersama. Sang Firman hidup pun mau mengenal rasanya punya rumah, punya meja, punya orang-orang yang menyebut-Nya dengan sayang.
Dari keluarga kecil di Nazaret itulah kita belajar bahwa kekudusan tidak tumbuh dalam kesendirian, melainkan dalam sabar menanggung satu sama lain hari demi hari. Persekutuan tidak selalu manis. Ada gesekan, ada luka, ada yang harus diampuni berulang kali. Justru di situ kasih diuji dan dimurnikan.
Maka merayakan Keluarga Kudus bukan berarti membayangkan sebuah keluarga tanpa masalah, seolah Yusuf dan Maria tidak pernah cemas atau lelah. Mereka pernah kehilangan Yesus di Bait Allah selama tiga hari, pernah lari mengungsi di tengah malam, pernah menanggung bisik-bisik tetangga soal kelahiran yang tidak biasa. Yang membuat keluarga itu kudus bukan tidak adanya kesulitan, melainkan bahwa di tengah semua kesulitan itu mereka tetap saling memegang, dan tetap berpegang pada Tuhan.
Keluarga macam apa yang sedang kubangun: yang menyimpan sukacita sendiri, atau yang membaginya sampai penuh?
Tuhan, Engkau bertumbuh dalam sebuah keluarga dan mengajar kami bahwa sukacita menjadi penuh ketika dibagi. Kuduskanlah keluargaku, dengan segala gesekan dan lukanya. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Pembaptisan Tuhan
MADAH
O datanglah, O datanglah, Imanuel
Ant. 1 Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Mazmur 29
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuatan;
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. 2 Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Mazmur 66
O nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
O persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. 3 Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
BACAAN
RESPONSORIUM Matius 3:16, 17; Lukas 3:22
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Madah
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Orang akan melihat Putera manusia datang di atas awan-awan dengan kekuatan dan kemuliaan besar.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Orang akan melihat Putera manusia datang di atas awan-awan dengan kekuatan dan kemuliaan besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung: Barang siapa bertahan sampai akhir, akan memperoleh kehidupan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Barang siapa bertahan sampai akhir, akan memperoleh kehidupan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Sabinus
Uskup dan Martir
Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia.
Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati.
Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian.
Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.