Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Murka Allah dinyatakan lewat pembuangan, kerahiman-Nya di-nyatakan lewat pembebasan.
Ketika Israel diperintah oleh Raja Zedekia, semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan Tuhan di Yerusalem mereka najiskan. Namun, Tuhan, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya karena Tuhan sayang kepada umat-Nya dan kepada tempat kediaman-Nya. Tetapi, mereka mengolok-olok para utusan Allah itu, menghina segala Firman Allah, dan mengejek nabi-nabiNya. Oleh sebab itu, murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya sehingga tidak mungkin lagi ada pemulihan. Maka, Tuhan menggerakkan raja orang-orang Kasdim. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu, sehingga musnahlah segala perabotan yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan terluput dari pedang diangkutnya ke Babel, mereka dijadikan budak raja dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian, genaplah Firman Tuhan yang diucapkan Yeremia, sampai tanah ini pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabat karena tanah itu menjadi tandus selama tahun sabat hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja negeri Persia itu, untukmenggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia. Maka, dimaklumkanlah di seluruh kerajaan Koresh, secara lisan dan tulisan maklumat ini, “Beginilah perintah Koresh, rajaPersia. Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, kira-nya Tuhan Allah menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!”
Refren: Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Dí tepi Sungaí Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu, kita gantungkan kecapi kita.
Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita, “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”
Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhandi negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak suka-citaku!
Kamu mati karena kesalahan, tetapi diselamatkan berkat kasih karunia.
Saudara-saudara, terdorong oleh kasih karunia-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus. Sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kamu diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu, Allah telah membangkitkan kita juga dan memberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan itu, Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kepada kita kasih karunia-Nya yang berlimpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab, berkat kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi, keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka, jangan sampai ada orang yang memegahkan diri. Sebab, sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia untuk menyelamatkannya.
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam, “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab, Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan, inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat sebab barangsiapa berbuat jahat, ia membenci terang dan tidak datang kepada terang itu supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
Jeda Sukacita
Para pendaki mengenal pos peristirahatan. Di tengah tanjakan yang panjang, ada tanah datar untuk menarik napas, meneguk air, dan memandang puncak yang mulai kelihatan. Bukan akhir pendakian, tetapi cukup untuk menyegarkan kaki.
Minggu ini Gereja menyediakan pos semacam itu. Namanya Minggu Laetare, dari kata Latin laetare yang berarti bersukacitalah. Warna liturgi melunak dari ungu menjadi jambon. Di tengah tanjakan Prapaskah, Gereja seperti berkata: tariklah napas, pandanglah Paskah yang mulai kelihatan, dan bersukacitalah.
Apa alasan sukacitanya? Injil hari ini memuat kalimat yang barangkali paling sering dikutip di seluruh dunia: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Minggu lalu kita melihat Yesus membalikkan meja-meja di Bait Allah, cinta yang menyala-nyala. Minggu ini, dalam percakapan malam dengan Nikodemus, cinta yang sama berbicara dengan lembut: Allah mengutus Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Bacaan pertama merangkum sejarah panjang yang kelam: umat berkali-kali berubah setia, mengolok-olok para utusan Allah, sampai Yerusalem runtuh dan mereka terbuang ke Babel tujuh puluh tahun lamanya. Tetapi bahkan di ujung kisah segelap itu, Allah menggerakkan hati Koresh, raja Persia yang tidak mengenal-Nya, untuk memulangkan mereka. Sejarah keselamatan penuh kejutan semacam itu: ketika pintu tampak habis, Allah membuka yang tidak terpikirkan.
Paulus menyimpulkannya dalam dua kata yang layak kita hafal di luar kepala: kasih karunia. Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Keselamatan bukan upah yang kita kumpulkan seperti menabung, melainkan hadiah yang tinggal disambut. Inilah sumber sukacita Laetare: beban yang paling berat, yaitu menyelamatkan diri sendiri, ternyata tidak pernah dibebankan kepada kita.
Tinggal satu syaratnya, dan di sinilah ujian kita: datang kepada terang. Yohanes berkata, terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan. Bukan karena terang itu jahat, melainkan karena kita malu perbuatan kita kelihatan. Sukacita Injil hanya bisa dialami oleh orang yang berani berdiri di bawah terang, apa adanya.
Separuh Prapaskah sudah kita jalani. Adakah bagian hidup yang masih kita sembunyikan dari terang-Nya?
Tuhan, terima kasih untuk kasih karunia yang tidak kubayar. Tariklah aku keluar dari gelapku, dan penuhilah sisa perjalanan ini dengan sukacita. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 23 (24)
dunia dan semua penghuninya.
Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;
AntifonSiapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.
Mazmur 65 (66)
Tuhan telah bangkit dan semua orang telah dibawa oleh-Nya kepada Bapa (Hesychius).
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup.
Antifon 3Dengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.
AntifonDengarkanlah aku, semua yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku.
Responsorium Ibrani 7:23, 24; Sirakh 45:7, 8
Responsorium Mazmur 119:104-105; Yohanes 6:69
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.
Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.
Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.
Mazmur 150
Antifon 3Pujilah Tuhan, karena karyaNya yang agung.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBelum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Antifon 1Kristus ditetapkan Allah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Bangunlah, engkau yang tidur, bangkitlah dari kematianmu; dan Kristus akan menyinari engkau.
Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman yang berlimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAnakku, engkau selalu bersama dengan daku, dan segala milikku juga milikmu. Tetapi patut kita bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali, telah hilang dan terdapat kembali.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Benyamin
Dalam kisah para rasul, kita membaca kisah Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada Dewan Sanhendrin karena mereka mewartakan Injil Kristus dan menyembuhkan seorang yang lumpuh. Kedua rasul itu dilarang keras mengajar lagi atas nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab: Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar dihadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar. (Kis4:19 20).
Kata- kata inilah yang mendorong Benyamin untuk mengorbankan hidupnya bagi Kristus dan Injil. Benyamin adalah seorang diakon, berkebangsaan Persia. Ia hidup kurang lebih pada permulaan abad ke lima. Oleh karena kesalahan seorang Uskup bernama Abdas, penganiayaan kepada kaum Kristen mulai berkecamuk lagi. Uskup Abdas membakar kuil utama dewa orang- orang Persia. Perbuatan ini menimbulkan reaksi hebat diantara orang- orang Persia yang masih kafir itu. Mereka menangkap orang - orang Kristen dan menyiksa mereka hingga mati. Diantara orang- orang Kristen yang ditangkap itu ada Diakon Benyamin yang sama sekali tidak terlibat dalam tindakan pembakaran kuil kafir itu. Diakon Benyamin dianiaya dengan kejam.
Kebetulan ada seorang Romawi yang mengenal baik Benyamin. Ia memohon kepada Raja Persia agar membebaskan Benyamin. Permohonan ini dikabulkan raja Persia, tetapi dengan syarat: Benyamin tidak boleh lagi mewartakan Injil atau menyebarkan agama Kristen di kalangan orang Persia.
Mendengar syarat pelepasan itu, Benyamin dengan gagah berani menolak persyaratan itu. Seperti santo Petrus dan Yohanes, Benyamin menjawab: tidak mungkin saya tidak mewartakan Kristus dan Injil- Nya. Karena jawaban ini, Benyamin dihukum mati pada tahun 424.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari