Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
mendapat murka, melainkan ditebus-Nya. Inilah kabar keselamatan bagi para pendosa untuk segera bertobat.
Aku akan mengikat perjanjian baru dan takkan lagi mengingat dosa mereka.
Beginilah Firman Tuhan, ”Sungguh, akan datang waktunya Aku akan mengikat perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuikat dengan nenek moyang mereka, ketika Aku memegang tangan mereka dan membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Perjanjian-Ku itu sudah mereka ingkari, meskipun Akulah tuan yang berkuasa atas mereka,”
demikianlah Firman Tuhan. ”Tetapi beginilah perjanjian yang Kuikat dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah Firman Tuhan. ”Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka. Maka, Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan ‘Kenalkan Tuhan!’ sebab mereka semua benar, besar kecil akan mengenal Aku,” demikianlah Firman Tuhan, ”sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan takkan lagi mengingat dosa mereka.”
Refren: Karna belas kasih-Mu sayangi hamba-Mu. Semoga Dikau
Aku hamba durhaka dalam kecemasan. Mohon belas kasih-Mu, di
takhtaMu Tuhan. Kar’na kemurahan-Mu, bersihkan jiwaku. Semoga Kauleburkan segala dosaku.
Hati merasa datang kepada-Mu. Kar’na ingat selalu, noda di hatiku.
Dengan rendah hati mohon kepadaMu. Semoga Kau ampuni segala dosaku.
Mohon kekuatan-Mu, mohon bantuan-Mu, agar tiap langkahku,
Dikau serta s’lalu. Dari lembah sengsara, angkatlah diriku, hingga pada akhirnya sampai kepada-Mu.
Kristus telah belajar menjadi taat, dan menjadi pokok keselamatan yang abadi.
Saudara-saudara, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut;
dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Peristiwa salib sering dimengerti oleh banyak orang sebagai peristiwa aib. Namun, makna peristiwa penyaliban Yesus yang sesungguhnya adalah peristiwa peninggian dan pemuliaan Allah Bapa dan Yesus.
Jikalau biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Di antara orang-orang yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah terdapat beberapa orang Yunani. Orang-orang itu pergi kepada Filipus yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu bertanya kepada-Nya, “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas, dan berdua mereka menyampaikannya pula kepada Yesus. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Sekarang jiwa- Ku terharu, dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak sebab untuk itulah Aku datang ke dalam
saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Ku! “Maka terdengarlah suara dari surga,” Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengar-Nya berkata bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata, “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” Tetapi Yesus menyahut, “Suara itu telah terdengar bukan karena Aku, melainkan karena kamu. Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini; sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan keluar; dan Aku, apabila sudah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ini dikatakan Yesus untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
Hitungan Sawah
Petani mana pun tahu satu paradoks yang aneh. Untuk menyimpan benih, ia harus merelakannya hilang. Segenggam gabah bisa disimpan di lumbung bertahun-tahun, tetap utuh, tetap kering, tetap satu genggam. Tetapi selama ia disimpan, ia tidak menghasilkan apa-apa. Baru ketika benih itu dibenamkan ke tanah basah dan lenyap dari pandangan, ia mulai berbuah.
Yesus memakai gambar ini justru ketika beberapa orang Yunani ingin bertemu dengan-Nya. Permintaan itu sederhana, 'Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.' Tetapi jawaban-Nya tidak sederhana. Ia berbicara tentang biji gandum yang harus jatuh ke tanah dan mati. Seolah Ia berkata, kalau kalian sungguh ingin melihat siapa Aku, lihatlah Aku ditanam.
Kita hidup di zaman yang mengajarkan sebaliknya. Peganglah nyawamu erat-erat. Jaga dirimu. Utamakan diri sendiri. Semua benar menurut hitungan lumbung. Tetapi Yesus berbicara menurut hitungan sawah. 'Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.' Yang digenggam terlalu erat justru mengering. Yang direlakan justru berbuah.
Bacaan kedua menolong kita mengerti bahwa ini bukan teori. Surat Ibrani mengatakan sesuatu yang mengejutkan tentang Yesus sendiri, 'Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.' Kata belajar itu mengharukan. Anak Allah pun menempuh jalan itu, bukan melompatinya. Ia tidak berpura-pura kuat. Dalam Getsemani Ia berdoa dengan ratap tangis. Ketaatan-Nya bukan sikap dingin, melainkan penyerahan yang mahal.
Lalu apa buah dari benih yang ditanam itu? Nabi Yeremia sudah menubuatkannya jauh-jauh hari. Sebuah perjanjian baru, bukan lagi ditulis di atas batu, melainkan di dalam hati. 'Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka.' Hukum yang dulu berdiri di luar kita, seperti rambu di pinggir jalan, kini hendak ditanam ke dalam, menjadi denyut yang tumbuh dari dalam diri.
Perhatikan ada satu benang merah. Batu menjadi hati. Benih menjadi buah. Derita menjadi ketaatan. Semuanya bergerak dari yang keras dan luar menuju yang hidup dan dalam. Dan semuanya menuntut satu hal yang sama, kesediaan untuk direlakan, untuk ditanam, untuk tidak lagi disimpan aman.
Pekan ini kita mendekati Pekan Suci. Kita akan melihat sebutir gandum yang paling agung dibenamkan ke dalam tanah. Untuk sesaat, seolah semua hilang. Tetapi justru dari situ tumbuh panen yang tak terhitung, sampai kepada kita yang hari ini duduk mendengarkan-Nya.
Adakah satu bagian dari hidup kita yang masih kita simpan terlalu erat di lumbung, takut merelakannya kepada Tuhan?
Tuhan, ajarilah aku hitungan sawah, bukan hitungan lumbung. Berilah aku keberanian untuk jatuh ke tanah-Mu dan percaya bahwa Engkau menumbuhkan. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Ibrani 1:3; 12:2
Responsorium Ibrani 6:20; Yohanes 1:29
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Mazmur 149
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Mazmur 113
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Henry Walpole
Henry Walpole lahir di Docking, Norfolk pada tahun 1558 dari pasangan Kristofer Walpole dan Margery Beckham. Ia terhitung sebagai salah satu martir yang menambah keharuman sejarah Gereja Katolik di Inggris selama kekuasaan Elisabeth I.
Setelah menyelesaikan studi hukumnya di Universitas Cambridge, ia masuk seminari di Reims, Perancis pada tahun 1582. Dua tahun kemudian ia pindah ke Roma dan masuk Serikat Yesus. Setelah menerima tabhisan imamat di Paris pada tahun 1588, ia bekerja selama beberapa tahun di Lorraine. Dari Lorraine ia dipindahkan ke Nederland. Disini ia dipenjarakan selama satu tahun oleh orang-orang Kalvinis. Setelah dilepaskan pada tahun 1590, ia ditugaskan mengajar di Seminari-seminari Inggris, lalu di Seville dan Valladolid di Spanyol. Kemudian ia dikirim ke misi Flanders. Akhirnya ia diijinkan untuk pulang ke negerinya sendiri pada bulan Desember 1593.
Situasi politik di Inggris pada masa itu panas oleh berbagai pergolakan: imam-imam ditangkap dan dibunuh. Begitu tiba di Inggris pada tanggal 4 Desember 1593 Henry ditangkap dan dipenjarakan selama 24 jam. Mulanya ia dipenjarakan di York, lalu dipindahkan ke Tower London; disini ia dianiaya oleh Richard Topcliffe agar bisa memberitahukan nama teman-temannya. Setelah satu tahun, ia dikirim kembali ke York untuk hukuman percobaan dan hukuman gantung. Akhirnya ia dihukum mati di York pada tahun 1595. Pada tahun 1923 Paus Pius XI (1922-1939) menyatakan dia beato.
Santo Yohanes de la Salle
Ia adalah anak sulung dari sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Yohanes Baptista lahir di Reims, Perancis pada tanggal 7 April 1719. Kekayaan orangtuanya kiranya menjadi jaminan kokoh bagi masa depannya. Orangtuanya bercita-cita agar Baptista menjadi seorang ahli hukum. Untuk itu, semenjak kecil Baptista telah menerima pendidikan di rumah di bawah bimbingan seorang guru ahli. Neneknya pun cukup berpengaruh selama bertahun-tahun awal kehidupannya. Pendidikan awal dalam keluarga ini berhasil menanamkan dalam dirinya kemampuan menilai makna kekayaan keluarganya sebagai sesuatu yang fana belaka. Baptista sebaliknya lebih tertarik pada kehidupan rohani. Semenjak kecil ia tertarik menjadi seorang imam.
Setelah menanjak besar, Baptista menjalani pendidikan calon imam di Seminari St. Sulpius di Paris. Tetapi pendidikan dan persiapannya untuk menjadi imam ini dihentikan sementara karena orangtuanya meninggal. Ia terpaksa meninggalkan seminari untuk kembali mendampingi adik-adiknya di Reims, kota kelahirannya. Dua orang saudaranya kemudian menjadi imam dan saudarinya Rose Marie menjadi biarawati tarekat St. Agustinus.
Beberapa tahun kemudian, Baptista kembali ke seminari dan ditabhiskan menjadi imam di Reims pada tahun 1778. Sebagai imam baru ia bekerja di katedral Reims. Perhatiannya pada pendidikan kaum miskin sangatlah besar.
Seorang rekan imamnya, yaitu Pater Roland-seorang imam yang saleh-mempunyai minat yang sama dalam pendidikan kaum miskin, terutama anak-anak wanita yang berasal dari keluarga tak mampu. Pater Roland telah mendirikan sebuah sekolah bagi anak-anak ini dan menorganisir sekelompok guru dalam sebuah perkumpulan yang disebut Perkumpulan suster-suster dari Kanak-Kanak Yesus. Baptista diminta oleh Pater Roland untuk membantu membina suster-suster itu.
Sementara itu, Nyonya Mailever, yang punya hubungan keluarga dengan Baptista, ingin mendirikan sekolah untuk anak-anak lelaki yang ada di Reims. Untuk maksud itu, ia bekerja sama dengan seorang awam saleh, Andrien Nyel. Dengan sebuah surat pengantar dari Nyonya Mailever kepada pemimpin Perkumpulan Suster-suster dari Kanak-Kanak Yesus, Nyel tiba di biara itu untuk mengadakan pembicaraan dengan mereka.
Pastor Baptista segera merasakan pentingnya rencana ini. Dua orang lainnya telah membuka sebuah sekolah kecil di Paroki St. Maurisius pada tanggal 15 April 1670. Sekolah ini dimulai dengan sukses, tetapi Nyel yang ingin memperluas kegiatannya bersikap diam saja, banyak kali absen dari tugasnya. Tentang hal ini, Baptista merasakan suatu tanda bahaya. Tetapi sebagai seorang guru yang tulen, ia tetap tabah dan teguh sambil mengumpulkan beberapa guru muda di rumahnya. Ia mendidik guru-guru muda itu menjadi guru-guru yang benar-benar tangguh, beriman, ramah dan bertanggungjawab, demi keberhasilan pendidikan anak-anak.
Guru-guru muda yang berhasil dikumpulkannya, menjadi perintis lembaga Baptista. Pada tanggal 24 Juni 1680, Baptista mendirikan Perkumpulan Bruder Sekolah-sekolah Kristen. Sistem pendidikannya disusun dengan Statuta Sekolah-sekolah Kristen. Kerasulannya dibidang pendidikan kaum muda, terutama yang miskin, sampai kini masih diteruskan di berbagai negara.
Lembaga pendidikannya tersebar di Paris pada tahun 1699, di Sint Denis pada tahun 1709 dan diterima oleh Tahkta Suci pada tahun 1725. Baptista juga mendirikan sebuah seminari untuk mendidik para bruder dan yang lain untuk berkarya diantara para pengungsi Irlandia yang datang ke Perancis sesudah revolusi melawan para bangsawan Inggris pada tahun 1688. Baptista juga membuka sebuah sekolah Teknik dan sekolah rehabilitasi untuk anak-anak nakal.
Baptista dikenal sebagai seorang imam yang rendah hati, rajin berdoa dan bertapa. Kepemimpinannya atas tarekat yang didirikannya diserahkan kepada seorang bruder muridnya. Ia sendiri memusatkan perhatiannya pada kehidupan rohani dan menulis banyak buku pendidikan. Setelah lama mengabdi Gereja, Baptista meninggal dunia pada tanggal 7 April 1719, tepat pada hari Jumat Besar. Ia digelari Kudus pada tahun 1900 dan dinyatakan sebagai tokoh teladan para guru pada tahun 1950.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari