Kamis, 31 Oktober 2030
Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Ayub 19:1,23-27a
Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Kedua Roma 5:5-11
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Bacaan Injil Yohanes 6:37-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Renungan
Tidak Akan Kubuang
Di banyak rumah masih tergantung foto-foto lama: kakek yang sudah tiada, orang tua yang telah berpulang, wajah-wajah yang kini hanya bisa kita tatap dalam bingkai. Kalau lampu dinyalakan malam hari, foto-foto itu seolah ikut memandang kita. Mereka pergi, tetapi tidak sungguh-sungguh hilang dari ingatan. Setiap kali kita menatapnya, ada percakapan diam yang berlangsung, seolah mereka masih dekat, hanya berada di ruang lain yang belum bisa kita masuki.
Hari ini Gereja memperingati Arwah Semua Orang Beriman. Kita mendoakan mereka yang telah mendahului, dan sekaligus menegaskan sebuah keyakinan: yang telah pergi tidak lenyap ke dalam kegelapan. Mereka ada dalam tangan Allah.
Dari mana keyakinan itu? Bukan dari perasaan kita, melainkan dari janji Yesus sendiri. "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang." Kalimat itu perlu digenggam erat justru pada hari seperti ini. Tuhan tidak menolak siapa pun yang datang kepada-Nya, betapapun rapuh imannya semasa hidup. Ia bahkan menambahkan kehendak Bapa: supaya "dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman."
Paulus meletakkan dasarnya lebih dalam lagi. "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Perhatikan waktunya: bukan setelah kita menjadi baik, melainkan ketika kita masih jauh. Kalau Allah sudah rela mati bagi kita saat kita masih seteru, terlebih lagi Ia tidak akan melepaskan kita sesudah didamaikan. Itulah sebabnya, kata Paulus, pengharapan tidak mengecewakan.
Mendoakan arwah, dengan demikian, bukan tindakan sia-sia menembak kegelapan. Ia adalah ungkapan cinta yang percaya bahwa kasih lebih kuat daripada maut, dan bahwa ikatan kita dengan orang terkasih tidak diputus oleh kubur. Kita mendoakan mereka bukan karena ragu akan kerahiman Allah, melainkan karena cinta memang tidak pernah berhenti mengurus yang dikasihinya, bahkan setelah maut memisahkan pandangan.
Wajah-wajah dalam bingkai foto itu suatu hari akan kita susul. Dan iman berkata, perjumpaan itu bukan mustahil, sebab yang menanti bukan kehampaan, melainkan Dia yang tidak pernah membuang siapa pun yang datang kepada-Nya.
Hari ini, adakah nama yang perlu kudoakan dengan sungguh, dan sudahkah aku menaruh harapanku pada Dia yang tak menolak?
Tuhan, ke dalam tangan-Mu kuserahkan semua yang telah mendahului aku. Engkau tidak membuang siapa pun yang datang; terimalah mereka dalam terang-Mu, dan teguhkanlah pengharapanku yang tak mengecewakan. Amin.
Invitatorium
KAMIS II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa
MADAH
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 18
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. 3 Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
Ant. Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Lihat Ester 10:9; Yesaya 48:20
RESPONSORIUM Matius 7:7, 8; Mazmur 145:18
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
IBADAT ARWAH PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Madah
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
aku menuju pintu alam maut,*
di dunia orang yang hidup,*
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Bacaan Singkat (1Tes 4,34)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS II SIANG
Madah
Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Mazmur 118 (119),65-72
Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Mazmur 56 (57)
Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Bacaan singkat (Gal 5,22.23a.25)
Doa Penutup
Ibadat Sore
Madah
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Mazmur 120 (121)
Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Bruder Alfonsus Rodriguez
Pengaku Iman
Alfonsus lahir di Segovia, Spanyol pada tahun 1531. Ayahnya, Rodriguez adalah seorang pedagang kain wol yang tergolong kaya raya di negeri itu. Sementara belajar di Universitas Alkala, ayahnya terkasih meninggal dunia sehingga ibunya terpaksa memanggilnya pulang untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Selang beberapa tahun ia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Meskipun demikian, Tuhan yang menyelenggarakan hidup manusia, rupanya menginginkan sesuatu yang lain dari Alfonsus. Usaha dagangnya yang pada tahun-tahun awal berjalan begitu lancar tanpa masalah serius, lama-kelamaan berangsur-angsur merosot dan bangkrut. Isterinya terkasih tak terduga jatuh sakit keras lalu meninggal dunia. Lebih dari itu, kedua anaknya pun kemudian menyusul kepergian ibunya. Tinggallah Alfonsus seorang diri dalam bimbingan Tuhan secara rahasia. Tampaknya semua peristiwa ini sangat tragis dan menyayat hati. Tetapi Alfonsus yang sejak masa mudanya beriman teguh menerima segalanya dengan pasrah. Ia yakin bahwa Tuhan itu mahabaik dan penyelenggaraanNya terhadap hidup manusia tidak pernah mengecewakan manusia. Ia yakin bahwa Tuhan selalu memilih yang terbaik untuk manusia.
Lalu Tuhan menggerakkan hati Alfonsus untuk memasuki cara hidup bakti dalam suatu tarekat religius. Pada umur 40 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengajukan permohonan menjadi seorang bruder dalam Serikat Yesus di Valencia, Spanyol. Setelah dipertimbangkan agak lama, akhirnya ia diterima dan ditempatkan di Kolese Montesion di Palma de Majorca. Di sinilah ia menekuni sisa-sisa hidupnya dengan melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan kepadanya. Tugasnya sangat remeh dan sepele: membukakan pintu bagi tamu, memberitahu penghuni bila kedatangan tamu dan mengerjakan hal-hal kecil sembari menjaga pintu.
Tuhan yang mengenal baik Alfonsus mengaruniakan kepadanya karunia-karunia istimewa, antara lain ketekunan berdoa dan pengetahuanadikodrati. Karunia-karunia ini membuatnya dikenal banyak orang sebagai seorang yang diterangi Allah. Banyak orang datang kepadanya untuk minta nasehat, antara lain Santo Petrus Klaver sewaktu masih belajar. Oleh bimbingan Alfonsus, Petrus Klaver akhirnya tertarik untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan jiwa orang-orang Negro yang menjadi budak belian di Amerika Selatan.
Cita-citanya ialah melupakan dirinya. Konon, pada suatu upacara besar semua kursi biara termasuk yang dipakai oleh para biarawan di kamarnya, diangkat ke dalam gereja. Sehabis upacara itu, kursi bruder Alfonsus tidak dikembalikan ke kamarnya. Bruder yang rendah hati itu tidak memintanya juga. Ia membiarkan kamarnya tanpa kursi selama setahun. Pada tahun berikutnya ketika akan diadakan lagi upacara besar di gereja, barulah diketahui bahwa bruder Alfonsus tidak mempunyai kursi sudah selama satu tahun. Pemimpin biara itu tertegun memandang bruder Alfonsus yang rendah hati itu. Ia tidak memberontak karena ia menganggap dirinya seorang pengemis malang yang tidak segan menerima hal-hal yang paling sederhana.
Pengalaman-pengalaman rohaninya dituangkan dalam sebuah tulisan yang menarik atas permintaan atasannya. Setelah menikmati jalan yang ditunjukkan Tuhan padanya, ia menghembuskan nafasnya di Palma de Majorca pada tahun 1617.