Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
“Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka.”
Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah- Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”
(Mzm 67:2-3.5.6.8; 2/4)
Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia
menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab
Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.
Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya
bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!
“Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan.”
Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak- Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah
anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris-ahli waris, oleh karena Allah.
Dahulu Allah berkata kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; kini Ia bersabda kepada kita dengan perantaraan Putera-Nya.
Berhadapan dengan kelahiran Yesus, ada berbagai macam tanggapan.
“Mereka mendapati Maria, Yusuf, dan si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus.”
Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya
heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Menyimpan dan Menimbang
Ada ibu yang menyimpan hal-hal kecil. Sehelai gelang bayi. Gigi susu yang pertama tanggal. Secarik kertas berisi coretan tangan yang belum bisa menulis huruf. Di pasar loak barang itu tak laku sepeser pun. Tetapi cobalah minta ibu itu membuangnya. Ia akan menggeleng.
Hari ini kita berdiri di halaman pertama sebuah tahun. Biasanya halaman itu kita isi dengan daftar keinginan. Mau begini, mau begitu, mau berubah. Tetapi Injil hari ini tidak menaruh daftar di tangan kita. Ia menaruh sebuah sikap. 'Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.'
Kata merenungkan di sini berarti menaruh banyak hal berdampingan, lalu menimbangnya. Seperti orang di pasar menimbang dua ikat sayur pada dua telapak tangan. Maria tidak langsung paham semuanya. Gembala datang tengah malam membawa cerita ganjil tentang malaikat dan nyanyian di langit. Ia tidak berdebat. Ia juga tidak lekas lupa. Ia simpan. Ia timbang. Ia biarkan mengendap.
Betapa berbeda dengan kita. Yang cepat datang cepat pula kita buang. Kabar pagi sudah basi sebelum petang. Hati kita seperti jalan raya, semua lewat, tak ada yang singgah.
Rasul Paulus menaruh alasannya. Kita bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan karena kita anak, Roh di dalam hati kita berani berseru, 'ya Abba, ya Bapa.' Seorang hamba menghitung upah pada akhir hari lalu pergi. Seorang anak menyimpan wajah bapaknya di dalam hati, dan membawanya ke mana-mana.
Maka tahun ini tidak kita mulai dengan menggenggam target. Kita mulai dengan menerima berkat. 'TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya,' kata Musa kepada Harun. Sebelum kita berbuat apa-apa, wajah itu sudah berpaling kepada kita. Tugas pertama kita bukan mencapai, melainkan menyimpan. Menyimpan bahwa kita dikenal, dinamai, dikasihi.
Ada satu detail kecil dalam berkat Harun. Nama TUHAN disebut tiga kali, seperti tangan yang diletakkan berulang di atas kepala. 'Demikianlah mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel,' firman-Nya. Berkat bukan mantra untuk menolak sial, melainkan nama Allah yang ditaruh atas hidup kita. Dan nama itu diberikan kepada umat yang belum berbuat apa-apa di tahun yang baru. Persis seperti Maria, yang menerima lebih dulu, baru kemudian menyimpannya.
Adakah satu perbuatan Tuhan tahun lalu yang belum sempat kutimbang, dan terlanjur kubuang?
Tuhan, di hari pertama ini ajarilah aku menyimpan seperti Maria. Bukan menggenggam keinginanku, melainkan menimbang kebaikan-Mu. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita memuliakan santa perawan Maria, bunda Allah. Marilah kita menyembah puteranya, Kristus, Tuhan kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita memuliakan santa perawan Maria, bunda Allah. Marilah kita menyembah puteranya, Kristus, Tuhan kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Angkatlah gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam Bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
AntifonAngkatlah gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Antifon 2Tuhan Yang Mahatinggi telah mendirikan sebuah kota, dan semua bangsa akan disebut anak-anaknya.
Mazmur 86 (87)
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita yang bebas; dialah ibu kita (Galatia 4:26).
AntifonTuhan Yang Mahatinggi telah mendirikan sebuah kota, dan semua bangsa akan disebut anak-anaknya.
Antifon 3Diperanakkan dari Bapa, sebelum bintang fajar bersinar atau waktu dimulai, Tuhan dan Juruselamat telah merendahkan diri-Nya untuk dilahirkan bagi kita hari ini.
Mazmur 98 (99)
Kuduslah Tuhan Allah kita
Ia bersemayam di atas kerubim; bumi bergoncang.
AntifonDiperanakkan dari Bapa, sebelum bintang fajar bersinar atau waktu dimulai, Tuhan dan Juruselamat telah merendahkan diri-Nya untuk dilahirkan bagi kita hari ini.
Responsorium Lukas 1:28
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Mazmur 62
Antifon 1Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Mazmur 149
Antifon 3Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Bacaan Singkat (Mik 5:3-5a)
Lagu Singkat
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Doa Permohonan
℟. Putera Maria, kasihanilah kami.
Kristus yang lahir dari perawan Maria, Engkaulah raja perkasa dan pangeran perdamaian,* ciptakanlah kiranya perdamaian di seluruh muka bumi. ℟.
Raja dan Allah kami, dengan kedatanganMu Engkau memperhatikan dan menghormati kami,* semoga kami seumur hidup menghormati Engkau dalam iman dan memperhatikan sabdaMu dalam perbuatan kami. ℟.
Engkau telah menjadi serupa dengan kami,* semoga kami juga semakin menyerupai Engkau. ℟.
Engkau telah menjadi warga dunia,* terimalah kami sebagai warga surga bersama Engkau. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Tim 1, 15)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat Zak 9,9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Io 1, 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1O pertukaran yang mengagumkan. Pencipta sudi menjadi manusia dan lahir dari perawan, untuk mengangkat kita anak Allah.
Mazmur 121 (122)
Antifon 1O pertukaran yang mengagumkan. Pencipta sudi menjadi manusia dan lahir dari perawan, untuk mengangkat kita anak Allah.
Antifon 2Ya Kristus, tatkala Engkau lahir dari santa perawan, terpenuhilah nubuat Kitab suci. Laksana embun turun di atas padang rumput. Engkau turun untuk menyelamatkan umat manusia.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Ya Kristus, tatkala Engkau lahir dari santa perawan, terpenuhilah nubuat Kitab suci. Laksana embun turun di atas padang rumput. Engkau turun untuk menyelamatkan umat manusia.
Antifon 3Semak yang dilihat Musa menyala namun tak terbakar menandakan keperawanan Maria yang tetap utuh. Bunda Allah, doakanlah kami.
Ef 1,3-10
Antifon 3Semak yang dilihat Musa menyala namun tak terbakar menandakan keperawanan Maria yang tetap utuh. Bunda Allah, doakanlah kami.
Bacaan Singkat (Gal 4,4-5)
Antifon KidungBerbahagialah rahim yang telah mengandung Engkau, ya Kristus, Tuhan dan penyelamat dunia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBerbahagialah rahim yang telah mengandung Engkau, ya Kristus, Tuhan dan penyelamat dunia, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Berikanlah damaiMu kepada semua orang, ya Tuhan.
Dalam kelahiranMu telah Kaunyatakan kebaikan cinta kasihMu terhadap kami manusia,* semoga kami tetap bersyukur atas segala anugerahMu. ℟.
Engkau telah melimpahi Maria, bundaMu dengan kepenuhan rahmat,* limpahilah semua orang dengan anugerah dan kurniaMu. ℟.
Engkau telah datang untuk memaklumkan kabar gembira kepada dunia,* lipat gandakanlah jumlah para pewarta dan para pendengar sabdaMu. ℟.
Engkau berkenan menjadi saudara kami ketika Engkau lahir dari perawan Maria,* tambahkanlah semangat persaudaraan dan cinta kasih di antara manusia. ℟.
Engkau telah menyatakan diri kepada dunia laksana matahari yang terbit,* semoga orang-orang yang telah berpulang melihat Engkau dari muka ke muka dalam sinar kemuliaanMu. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Maria Bunda Allah
Pada hari pertama tahun baru, Gereja merayakan gelar tertua dan termulia Santa Perawan Maria: Bunda Allah. Yang dirayakan bukan sekadar peran keibuan Maria, melainkan kebenaran iman bahwa Ia yang dikandung dan dilahirkan Maria sungguh adalah Allah sendiri yang menjadi manusia. Karena Yesus adalah satu pribadi ilahi, maka wanita yang melahirkan-Nya dengan tepat disebut Bunda Allah.
Gelar ini berakar pada Kitab Suci. Elisabet menyapa Maria sebagai ibu Tuhanku (Lukas 1:43), dan Santo Paulus menulis bahwa Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan (Galatia 4:4). Dari sinilah tumbuh sebutan Yunani Theotokos, yang berarti pengandung Allah, sebutan yang sudah dipakai umat beriman jauh sebelum diresmikan.
Ketika ajaran Nestorius pada abad kelima menyangkal gelar itu dan hanya mau menyebut Maria bunda Kristus sebagai manusia, Gereja berhimpun dalam Konsili Efesus tahun 431. Konsili itu menegaskan bahwa dalam Kristus hanya ada satu pribadi ilahi, sehingga Maria sungguh Theotokos, Bunda Allah. Keputusan ini disambut umat Efesus dengan sukacita besar.
Kota Roma sejak dini merayakan Maria pada 1 Januari, hari kedelapan sesudah Natal. Dalam perayaan ini iman akan Maria dan iman akan Yesus yang sejati Allah dan sejati manusia saling meneguhkan. Merayakannya di awal tahun berarti menyerahkan seluruh waktu yang akan datang ke dalam perlindungan sang Bunda.
Ditetapkan: gelar Bunda Allah disahkan Konsili Efesus tahun 431; perayaan pada 1 Januari dipulihkan oleh Paus Paulus VI melalui surat apostolik Marialis Cultus tahun 1974.
Santo Almakios atau Telemakus
Almakios adalah seorang biarawan. Tatkala ia mengunjungi kota Roma, ia berusaha menghentikan pertunjukan gladiator yang sering menimbulkan korban jiwa. Dalam usaha ini ia sendiri akhirnya terbunuh. Namun usahanya yang memuncak pada kematiannya itu membawa suatu perubahan, yakni bahwa sejak saat itu kaisar melarang pertunjukan berbahaya itu.
Yesus dari Nazaret
Delapan hari setelah kelahiran-nya, Kanak-kanak Yesus disunat sesuai aturan hukum Taurat Musa (Im 12:3: Luk 2:21; Kis 7:8; Flp 3:5), dan diberi nama Yesus (Yun.: Iesous; Ibr.: Yesyua, Yehosyua, yang berarti “Yahweh menyelamatkan”. Nama ini sebelum Yesus dari Nazaret sudah dipakai oleh Yosua, pengganti Musa. Melalui Yesus dari Nazaret, umat manusia diselamatkan (Kis 4:12; Flp 2:9 - 11). Dia-lah Al-Masih yang dijanjikan Yahweh kepada Israel, bangsa terpilih, dan kelahiran-nya melalui Perawan Maria menjadikan Dia seorang warga suku bangsa Israel. Sunat, sebagai upacara keagamaan di kalangan orang Ibrani dan lambang keanggotaan seseorang dalam masyarakat, menjadikan Yesus anggota masyarakat Yahudi.
Dengan demikian Yesus, yang adalah Al-Masih, menjadi batu pengunci antara Perjanjian Lama dan Baru, antara nubuat-nubuat nabi dan pemenuhannya, antara perumpamaan dan penetapannya, antara janji dan pelaksanaannya antara Kerajaan Daud, leluhurnya dan Kerajaan-Nya sendiri yang bersifat universal dan abadi.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari