Bacaan Misa
Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Sudah Anak, Belum Rupa
Kalau kita menanam biji mangga, yang terlihat cuma tanah. Beberapa hari kemudian muncul tunas hijau kecil, dua helai daun. Tidak ada yang mirip pohon, apalagi buah. Tetapi kalau orang bertanya, kita tetap menjawab, 'Itu pohon mangga.' Sudah pohon mangga, walau belum berupa pohon.
Rasul Yohanes memakai logika yang mirip. 'Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.' Bukan akan menjadi. Sekarang, sudah. Lalu ia menambahkan kalimat yang jujur, 'belum nyata apa keadaan kita kelak.'
Jadi kita ini seperti tunas tadi. Nama sudah diberikan, rupa belum jadi. Kita anak Allah, tetapi belum kelihatan seperti anak Allah. Masih pemarah. Masih pelit. Masih gampang jatuh. Dan di sinilah banyak orang keliru. Mereka menunggu merasa suci dulu, baru berani menyebut diri milik Allah.
Padahal urutannya terbalik. Nama datang lebih dulu, rupa menyusul. 'Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia.' Kita bertumbuh bukan supaya menjadi anak. Kita bertumbuh karena sudah anak. Seorang bayi tidak berlatih dulu supaya diakui. Ia diakui, lalu dibesarkan dalam pengakuan itu.
Hari ini, apakah aku hidup sebagai orang yang sudah diakui, atau sebagai orang yang masih menunggu layak?
Bapa, aku belum jadi seperti yang Kaukehendaki. Tetapi aku sudah Kausebut anak. Besarkanlah aku dalam nama itu. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonKristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.
Mazmur 104 (105)
Tuhan setia pada janji-janji-Nya
AntifonNyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.
Antifon 2Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
AntifonTuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.
Antifon 3Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
AntifonTuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.
Dari Kitab Nabi Yesaya
Responsorium Yesaya 61:1; Yohanes 8:42
Responsorium 1 Yohanes 4:14; 1:9
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Mazmur 91 (92)
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Ul 32,1-12
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Mazmur 8
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Bacaan Singkat (Keb 7:26-27)
Lagu Singkat
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Doa Permohonan
℟. Baharuilah kami berkat kelahiranMu, ya Tuhan.
Dengan menjadi manusia, Engkau merupakan tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami,* semoga kami mengenal Engkau dalam sabda dan perjamuan yang Kaupercayakan kepada umatMu. ℟.
Pencipta manusia, Engkau lahir sebagai manusia sejati dari perawan tersuci,* semoga berkat doa Maria, kami menerima hidup ilahi seperti Engkau. ℟.
Penebus kami, Engkau telah turun ke dunia laksana hujan yang menyuburkan tanah,* limpahilah hati kami dengan air hidup yang menyucikan. ℟.
Kami merayakan awal hidupMu di dunia ini,* semoga kami berkembang menjadi manusia dewasa dan semakin mendekati kepenuhanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ez 20, 41-42 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan singkat 1Raj 2,2b-3
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Mich 2, 12)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Mazmur 134 (135) - I
Antifon 1Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Mazmur 134 (135) - II
Antifon 2Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Kidung 1Tim 3,16
Antifon 3Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Bacaan Singkat (2Tim 1:9-10)
Antifon KidungPara sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPara sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah kami yang papa ini, ya Tuhan.
Raja para bangsa, Engkau memanggil para sarjana untuk menyembah Engkau atas nama bangsa-bangsa,* kurniakanlah semangat bakti dan pengabdian kepada kami. ℟.
Raja mahamulia, Engkau memerintah umatMu dengan adil,* limpahkanlah damai sejahtera kepada umat manusia. ℟.
Raja abadi, Engkau berkuasa sepanjang masa,* resapkanlah sabdaMu ke dalam hati kami. ℟.
Raja adil, Engkau membebaskan si miskin yang tidak mempunyai penolong,* bermurahhatilah terhadap orang yang papa dan melarat. ℟.
Tuhan, namaMu terpuji sepanjang masa,* sempurnakanlah karya keselamatanMu dalam arwah saudara-saudara kami. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Elisabeth Bayley Anna Seton
Elisabeth lahir di New York, Amerika Serikat pada tahun 1774 dari sebuah keluarga Anglikan yang saleh. Beberapa hari setelah kelahirannya, ia dipermandikan di Trinity Church, sebuah gereja Anglikan di New York. Ayahnya adalah seorang dokter. Tatkala berumur 3 tahun, ibunya meninggal dunia. Ia dibesarkan oleh ayahnya dan dididik dengan penuh kasih sayang baik dalam bidang kerohanian maupun dalam bidang ilmu pengetahuan.
Pada usia 20tahun, ia menikah dengan William Seton, seorang pedagang kaya raya. Hidup perkawinannya dengan William sangat membahagiakan. Tuhan mengaruniakan lima orang anak kepada mereka. Kelima anak ini berkembang menjadi orang - orang Kristen yang saleh dan dididik oleh ibunya secara Kristiani. Kepada mereka, Elisabeth selalu memberi nasehat: "Rajin-rajinlah berdoa dan pergi ke gereja agar kamu selalu dekat dengan Tuhan. Aku lebih suka kamu mati daripada jiwamu tercemar oleh dosa."
Namun kebahagiaan keluarga yang sudah lama mereka nikmati hilang seketika, tatkala William meninggal mendadak di Italia. Elisabeth bersama anak-anaknya sangat terpukul. Akan tetapi peristiwa sedih ini justru menjadi sumber rahmat dan awal suatu hidup yang baru bagi Elisabeth. Di Italia, Elisabeth menumpang rumah sebuah keluarga Katolik yang saleh. Ia merasa bahagia sekali karena keramah-tamahan keluarga itu. Dan karena kesaksian hidup keluarga Katolik itu, Elisabeth mulai tertarik dengan Gereja Katolik yang satu, kudus dan Apostolik. Setibanya di New York, Elisabeth mengajukan permohonan agar diterima sebagai anggota gereja Katolik. Permohonannya dikabulkan dan ia diterima dalam pangkuan gereja yang Kudus pada tanggal 14 maret 1805.
Keputusannya mendatangkan banyak tantangan baginya. Sanak saudaranya tidak lagi senang bergaul dengannya dan tidak mau membantunya untuk membiayai hidup keluarganya. Meski demikian, Elisabeth tetap teguh pada keyakinannya akan kebenaran yang ada di dalam gereja Katolik. Semua tantangannya itu dipersembahkan kepada Yesus, Bunda Maria dan Santo Yusuf. Tuhan ternyata menerima persembahan dari Elisabeth. Pada tahun 1808, Elisabeth diminta oleh seorang pastor, pemimpin sebuah Kolese di Baltimore untuk membuka dan memimpin sebuah lembaga Pendidikan Katolik bagi anak - anak puteri. Semenjak itu menyingsinglah fajar baru dalam kehidupannya. Sekolah baru ini menarik minat puteri - puteri Amerika. Tak lama kemudian, di buka lagi sebuah sekolah baru untuk menampung anak - anak Katolik tanpa membeda-bedakan kemampuannya.
Tuhan sungguh dekat pada Elisabeth dan senantiasa memberkati usahanya. Lama kelamaan terbitlah dalam hatinya untuk menyerahkan diri secara lebih khusus kepada Tuhan. Niat ini terwujud pada tahun 1809, tatkala Elisabeth bersama beberapa gadis muridnya mengikrarkan ketiga kaul di depan Uskupnya. Mereka menjadi perintis dan peletak dasar sebuah dasar Kongregasi baru: Kongregasi Suster-Suster Santo Yusuf, yang bekerja di bidang pendidikan bagi puteri - puteri yang kurang mampu bahkan tidak mampu membiayai pendidikannya. Kongregasi itu berkembang pesat dan disahkan oleh Uskup Agung Baltimore. Elisabeth diangkat menjadi pemimpinnya. Bekal pengalamannya menjadi ibu dari anak-anakanya yang terdahulu membuat ia mampu menjadi seorang pemimpin biara yang ramah, bijaksana dan penuh kasih sayang kepada suster-susternya. Pada tahun 1960 kongregasi ini telah berjumlah 9000 orang suster. Mereka menghormati Elisabeth sebagai ibunya. Elisabeth meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1821 dan dinyatakan Gereja menjadi Beata. Karyanya bagi gereja Katolik di Amerika, khususnya di bidang pendidikan sangat besar.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari