Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu III Masa Biasa

Minggu, 26 Januari 2031· Hijau · Pekan Psalterium III
26 Januari 2031

Bacaan Misa

Minggu III Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti.

Sesudah umat Israel kembali dari pembuangan, pada hari pertama bulan ketujuh, Imam Ezra membawa Kitab Taurat ke depan jemaat, pria, wanita dan semua yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman di depan Gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di depan pria, wanita, dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Adapun Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat khusus untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang. Pada waktu ia membuka kitab itu, semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah Yang Mahaagung, dan semua orang menyahut, “Amin! Amin!” sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah. Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, kepala daerah, dan Imam Ezra, ahli kitab itu, serta orang-orang Lewi yang mengajar jemaat, berkata kepada seluruh hadirin, “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!” Karena semua orang itu menangis, ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat. Lalu berkatalah Imam Ezra kepada mereka, “Pergilah, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis; dan berikanlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa! Sebab hari ini kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Sabda-Mu adalah kebenaran, Hukum-Mu kebebasan.

Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja. Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati. Perintah Tuhan jelas, membuat mata berseri.

Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya. Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku, dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan Penebusku.

Bacaan Kedua

Kamu semua adalah Tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya.

Saudara-saudara, seperti halnya tubuh itu satu dan anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh dan juga diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh pun tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata, “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata, “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada semua anggota masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkan engkau!” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkan engkau!” Justru anggota-anggota tubuh yang tampaknya paling lemah, malah yang paling dibutuhkan. Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus; hal ini tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah Tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: Pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menetapkan juga: mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

Bait Pengantar Injil
Luk. 4:18-19

Alleluya. U Alleluya.

Bacaan Injil

Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci.

Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh saudara-saudara yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama dari awal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. Dengan demikian engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Selama di situ Ia mengajar di rumah-rumah ibadat dan semua orang memuji Dia. Lalu Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Dan menurut kebiasaan-Nya, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat lalu berdiri hendak membaca Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membukanya, Ia menemukan nas di mana ada tertulis: Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta; untuk membebaskan orang-orang yang tertindas untuk memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang. Kemudian Yesus menutup kitab itu, mengembalikannya kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya.”

I Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.

U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Di Depan Cermin yang Samar

Renungan · 2 menit baca

Minggu lalu Yesus berdiri di rumah ibadat Nazaret, membuka Kitab Yesaya, dan berkata bahwa nas itu genap pada hari itu juga. Hari ini Injil melanjutkan adegan yang sama, tetapi suasananya berubah masam. Orang-orang sekampung mulai bergumam, 'Bukankah Ia ini anak Yusuf?' Mereka melihat Yesus, tetapi hanya sebatas anak tetangga yang mereka kenal sejak kecil.

Di sinilah letak persoalan yang halus. Orang Nazaret mengira sudah mengenal Yesus, padahal pengenalan mereka cuma sepotong. Mereka tahu asal-usul-Nya, pekerjaan bapak-Nya, wajah-Nya waktu kecil. Tetapi justru merasa sudah tahu itulah yang membuat mereka menutup pintu. Yang paling sukar dikenali memang yang kita anggap sudah kita kenal.

Rasul Paulus, di bacaan kedua, menaruh gambaran yang pas. 'Sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar.' Cermin zaman dulu bukan kaca bening seperti sekarang, melainkan logam yang dipoles, yang hanya memantulkan bayangan kabur. Begitulah cara kita mengenal, termasuk mengenal Tuhan dan sesama, samar, tidak utuh, penuh prasangka.

Tetapi ada satu arah pengenalan yang tidak pernah kabur. Nabi Yeremia mendengarnya, 'Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau.' Sementara kita cuma mengenal secara samar, Allah mengenal kita dengan sempurna, bahkan sebelum kita ada. Kita meraba-raba, Ia menatap jelas.

Paulus menaruh gambar lain di sebelahnya. Dulu waktu kanak-kanak, katanya, ia berpikir seperti kanak-kanak, tetapi sesudah dewasa ia meninggalkan cara itu. Pengenalan memang bertumbuh. Yang dulu kita kira sudah lengkap ternyata baru sepotong. Maka berbahaya kalau kita membekukan penilaian atas seseorang, seolah ia tak mungkin berubah. Orang Nazaret membekukan Yesus pada gambar seorang anak tukang kayu, dan mereka pun kehilangan Dia.

Maka Paulus menutup dengan yang paling penting. Pengetahuan kita akan lenyap, nubuat akan berakhir, tetapi kasih tidak berkesudahan. Karena kita tidak pernah bisa mengenal siapa pun secara lengkap, satu-satunya jalan yang aman adalah mengasihi. Kasih tidak menunggu mengerti sepenuhnya. Ia menerima lebih dulu, seperti Yeremia diterima sebelum ia lahir.

Orang Nazaret gagal justru karena merasa sudah tahu. Kita pun bisa begitu terhadap orang serumah, terhadap Tuhan yang kita kira sudah kita pahami.

Siapa yang selama ini kuanggap sudah kukenal luar dalam, padahal sebenarnya baru kulihat samar-samar, dan pantas kudekati lagi dengan kasih?

Tuhan, aku cuma mengenal secara samar, tetapi Engkau mengenalku dengan sempurna dan tetap mengasihi. Ajar aku mengasihi tanpa menunggu mengerti segalanya. Amin.

Invitatorium

Minggu III Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu III Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Iman para Bapa kami! iman dan doa

Akan memenangkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa kami! kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu juga sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang berbudi.
Iman para Bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa kami! iman dan doa

Akan memenangkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Siapakah Engkau, Tuhan? Akulah Yesus yang kauaniaya; engkau hanya menyakiti dirimu sendiri dengan menendang gandar.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segala sesuatu

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan cerita,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

kata-kata mereka sampai ke ujung-ujung dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah jalannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSiapakah Engkau, Tuhan? Akulah Yesus yang kauaniaya; engkau hanya menyakiti dirimu sendiri dengan menendang gandar.

Antifon 2Pergilah, Ananias, dan carilah Saulus, yang sedang berdoa kepada-Ku; dialah yang telah Kupilih untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain dan raja-raja mereka, serta kepada umat Israel.

Mazmur 63 (64)

Doa memohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, ketika aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang jahat,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka mengasah lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang yang tidak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan memberi mereka luka-luka mendadak.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPergilah, Ananias, dan carilah Saulus, yang sedang berdoa kepada-Ku; dialah yang telah Kupilih untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain dan raja-raja mereka, serta kepada umat Israel.

Antifon 3Paulus pergi ke sinagoga-sinagoga dan memberitakan kepada orang Yahudi bahwa Yesus memang adalah Mesias.

Mazmur 96 (97)

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala suku akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pulau bergembira.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala merasa malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai segala roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bergembira

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

yang Mahatinggi di atas seluruh bumi,

yang ditinggikan jauh di atas segala roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang-orang jahat.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPaulus pergi ke sinagoga-sinagoga dan memberitakan kepada orang Yahudi bahwa Yesus memang adalah Mesias.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan itu murah hati dan berbelas kasihan.

Ia lambat marah dan penuh kasih sayang.

Bacaan

Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia

1:11–24

Bapa telah menyatakan Putra-Nya kepadaku agar aku dapat mewartakan Injil-Nya
Saudara-saudara, aku menegaskan kepadamu, Injil yang kuberitakan itu bukanlah Injil manusia. Karena aku tidak menerimanya dari manusia, dan bukan pula diajarkan kepadaku, melainkan aku menerimanya oleh wahyu Yesus Kristus.
Kamu tentu sudah mendengar tentang kehidupanku dahulu dalam agama Yahudi. Kamu tahu bahwa aku menganiaya Gereja Allah dengan sangat kejam dan berusaha membinasakannya; aku jauh lebih maju dalam agama Yahudi daripada banyak orang sezamanku, dalam semangatku yang berlebihan untuk menjalankan semua tradisi nenek moyangku.
Tetapi ketika tiba saatnya, Dia yang telah memisahkan aku sejak aku belum lahir dan memanggil aku oleh rahmat-Nya, berkenan menyatakan Putra-Nya kepadaku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Seketika itu juga, tanpa meminta nasihat manusia atau bahkan pergi ke Yerusalem untuk menemui mereka yang adalah rasul sebelum aku, aku pergi ke Arab; kemudian aku kembali ke Damsyik. Tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk mengenal Kefas, dan aku tinggal bersamanya lima belas hari. Aku tidak bertemu rasul lain kecuali Yakobus, saudara Tuhan. Aku menyatakan di hadapan Allah bahwa apa yang baru saja kutulis adalah benar.
Sesudah itu aku pergi ke daerah Siria dan Kilikia. Jemaat-jemaat Kristus di Yudea tidak tahu bagaimana rupaku; mereka hanya mendengar bahwa “dia yang dahulu menganiaya kami, sekarang memberitakan iman yang dahulu ia coba binasakan,” dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Responsorium Galatia 1:11-12; 2 Korintus 11:10, 7

Injil yang kuberitakan kepadamu bukanlah pesan manusia.

Aku tidak menerimanya dari manusia mana pun, melainkan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menyatakannya kepadaku.
Sebagaimana kebenaran Kristus ada padaku, aku telah memberitakan Injil kepadamu.

Aku tidak menerimanya dari manusia mana pun, melainkan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menyatakannya kepadaku.

Bacaan Kedua

Dari homili Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Demi kasih Kristus, Paulus menanggung setiap beban
Paulus, lebih dari siapa pun, telah menunjukkan kepada kita apa sebenarnya manusia itu, dan di mana letak kemuliaan kita, dan kebajikan apa yang mampu dilakukan oleh makhluk ini. Setiap hari ia bertujuan semakin tinggi; setiap hari ia bangkit dengan semangat yang lebih besar dan menghadapi dengan semangat baru bahaya-bahaya yang mengancamnya. Ia merangkum sikapnya dalam kata-kata: Aku melupakan apa yang di belakangku dan terus maju ke depan. Ketika ia melihat kematian mendekat, ia mengajak orang lain berbagi sukacitanya: Bersukacitalah dan bergembiralah bersamaku! Dan ketika bahaya, ketidakadilan, dan penganiayaan mengancam, ia berkata: Aku puas dengan kelemahan, perlakuan buruk, dan penganiayaan. Ini ia sebut sebagai senjata kebenaran, sehingga ia mengatakan kepada kita bahwa ia memperoleh keuntungan besar darinya.
Demikianlah, di tengah perangkap yang dipasang musuh-musuhnya, dengan hati yang bersukacita ia mengubah setiap serangan mereka menjadi kemenangan bagi dirinya; terus-menerus dipukuli, dianiaya, dan dikutuk, ia membanggakannya seolah-olah ia sedang merayakan pawai kemenangan dan membawa pulang piala, dan mengucap syukur kepada Allah untuk semuanya: Syukur kepada Allah yang selalu menang dalam kita! Inilah sebabnya ia jauh lebih bersemangat untuk menerima penganiayaan yang memalukan yang ditimbulkan oleh semangatnya dalam berkhotbah daripada kita untuk kehormatan yang paling menyenangkan, lebih bersemangat untuk mati daripada kita untuk hidup, untuk kemiskinan daripada kita untuk kekayaan; ia merindukan kerja keras jauh lebih daripada orang lain merindukan istirahat setelah kerja keras. Satu-satunya hal yang ia takuti, bahkan gentar, adalah menyinggung Allah; tidak ada hal lain yang dapat menggoyahkannya. Oleh karena itu, satu-satunya hal yang benar-benar ia inginkan adalah selalu menyenangkan Allah.
Namun, hal terpenting baginya adalah ia tahu dirinya dikasihi oleh Kristus. Menikmati kasih ini, ia menganggap dirinya lebih bahagia daripada siapa pun; jika ia tanpanya, tidak akan ada kepuasan menjadi sahabat penguasa dan kekuatan. Ia lebih suka dikasihi demikian dan menjadi yang terkecil dari semua, atau bahkan berada di antara orang-orang terkutuk, daripada tanpa kasih itu dan berada di antara orang-orang besar dan terhormat.
Terpisah dari kasih itu, di matanya, adalah siksaan terbesar dan paling luar biasa; rasa sakit karena kehilangan itu saja sudah merupakan neraka, dan siksaan yang tak berujung, tak tertahankan.
Demikian pula, dalam dikasihi oleh Kristus ia menganggap dirinya memiliki hidup, dunia, para malaikat, yang sekarang dan yang akan datang, kerajaan, janji, dan berkat-berkat yang tak terhitung. Terlepas dari kasih itu tidak ada yang menyedihkan atau menyenangkan dia; karena tidak ada hal duniawi yang ia anggap pahit atau manis.
Paulus tidak menghargai hal-hal yang memenuhi dunia kita yang terlihat, sama seperti seorang pria tidak menghargai rumput kering di ladang. Adapun penguasa tiran atau orang-orang yang marah kepadanya, ia tidak lebih memperhatikannya daripada nyamuk.
Kematian itu sendiri dan rasa sakit dan siksaan apa pun yang mungkin datang hanyalah permainan anak-anak baginya, asalkan dengan demikian ia dapat menanggung beban demi Kristus.

Responsorium 1 Timotius 1:13-14; 1 Korintus 15:9

Allah berbelas kasihan kepadaku,

karena dalam ketidakpercayaanku aku bertindak dalam ketidaktahuan.

Rahmat Tuhan kita yang melimpah dicurahkan kepadaku,

dan memberiku iman dan kasih yang adalah milik kita melalui persatuan dengan Kristus Yesus.
Aku tidak layak disebut rasul,

karena aku menganiaya Gereja Allah.

Rahmat Tuhan kita yang melimpah dicurahkan kepadaku,

dan memberiku iman dan kasih yang adalah milik kita melalui persatuan dengan Kristus Yesus.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang telah mengajar seluruh dunia

melalui khotbah Rasul Paulus yang terberkati,

tariklah kami, kami mohon, lebih dekat kepada-Mu

melalui teladan dia

yang pertobatannya kami rayakan hari ini,

dan demikian jadikanlah kami saksi kebenaran-Mu di dunia.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu III Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+
takhtaMu teguh sejak dahulu,*
dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+
air pasang meningkatkan suaranya,*
air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+
hebat melebihi empasan samudera,*
agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*
rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*
pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*
dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan,*
Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*
ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*
naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*
angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*
pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*
binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*
para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*
kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan,*
sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*
namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*
hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah: "Hai umatKu, sungguh, kuburmu akan Kubuka, dan Aku akan membangkitkan kamu dari kubur serta mengantar kamu kembali ke negeri Israel. Maka ketahuilah, hai umatKu, bahwa Aku Tuhan, yakni bila Aku membuka kuburmu dan membangkitkan kamu. Aku akan mencurahkan daya hidupKu dalam dirimu, lalu kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di tanah airmu. Maka kamu akan tahu, bahwa Aku, Tuhan, sudah bersabda dan melaksanakannya".

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon Kidung(Mi III): Tuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

Doa Permohonan

Allah telah mengutus Roh kudus untuk menyinari hati setiap manusia. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:

℟. Terangilah umatMu, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. ℟.

Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. ℟.

Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. ℟.

Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu III Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat

℣.Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.℟.Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu III Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat 2Tim 1,9

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Dan rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus.

℣.Pujilah Tuhan hai hatiku.℟.Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian.

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu III Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat

℣.Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.℟.Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu III Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Sebab, oleh belaskasihanNya yang besar, Allah memberi kita kehidupan baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang disimpan Allah bagimu; warisan mulia dan abadi yang tidak dapat binasa. Kuasa Allah telah memeliharamu dengan baik, sebab kamu percaya akan keselamatan, yang akan dinyatakan pada akhir zaman.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Di angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon Kidung(Mi III): Roh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungRoh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

Doa Permohonan

Allah menciptakan dunia pada awal mula, menciptakannya kembali dengan penebusan dan tetap membaharuinya dalam cinta kasih. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:

℟. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.

Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. ℟.

Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. ℟.

Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. ℟.

Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. ℟.

Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Minggu III Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

S. Timotius dan Titus

Uskup · abad ke-1

Timotius dan Titus adalah dua murid dekat dan rekan sekerja Rasul Paulus, yang kepada mereka Paulus menujukan tiga suratnya dalam Kitab Suci.

Timotius lahir di Listra, di Asia Kecil, dari ibu seorang Yahudi bernama Eunike dan ayah seorang Yunani. Ketika Paulus mewartakan Injil di kotanya, Timotius bersama ibu dan neneknya memeluk iman kepada Kristus. Paulus mengajaknya menyertai perjalanan misi, dan pemuda itu meninggalkan rumahnya untuk mengikuti sang rasul. Ia menjadi sahabat yang setia, dan Paulus memanggilnya "anakku yang sah dalam iman". Menurut tradisi ia diangkat menjadi Uskup Efesus dan wafat sebagai martir.

Titus adalah seorang Yunani yang bukan Yahudi. Ia terbukti dapat dipercaya dan cakap, sehingga Paulus berulang kali mengutusnya untuk meneguhkan iman jemaat dan memulihkan perdamaian saat timbul perselisihan. Paulus mengangkatnya menjadi Uskup di Pulau Kreta, tempat ia berkarya hingga akhir hayatnya.

Kedua tokoh ini dikenang sebagai teladan para gembala yang setia meneruskan iman yang mereka terima dari para rasul.

Pelindung: para uskup dan pemimpin jemaat.

Santa Paula

Janda

Paula dikenal sebagai seorang wanita bangsawan Romawi. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia menjalankan kewajiban dengan penuh semangat cinta kasih. Kecuali itu, ia mengisi hari-hari hidupnya dengan suatu hidup yang saleh di hadapan Tuhan. Ketika ia memasuki umur 32 tahun, suaminya yang tercinta meninggal dunia. Sekarang ia sendiri harus bertanggung jawab terhadap anak-anaknya dalam semua kebutuhannya, rohani dan jasmani. Pendidikan iman bagi anak-anaknya sungguh mendapat perhatian utama.

Selagi berada dalam kepedihan yang mendalam karena kematian suaminya, Tuhan mengetuk hatinya untuk suatu kehidupan bakti hanya kepada-Nya. Paula yang sudah biasa menjalin hubungan dengan Tuhan melalui doa-doanya, mendengarkan suara Tuhan itu. Ia lalu mengabdikan hidupnya kepada Tuhan dengan hidup menyendiri dalam kesunyian tapa dan karya-karya amal kasih.

Santo Hieronimus dimintainya untuk menjadi pembimbing rohaninya. Setelah menjalani hidup demikian selama tiga tahun, ia meninggalkan anak-anaknya yang sudah dewasa dan berangkat ke Tanah Suci bersama seorang putrinya Eustakia. Ia bermaksud untuk menetap di Betlehem, kota yang dimuliakan sebagai tempat kelahiran Yesus sang Penebus. Ia memberikan devosi khusus kepada Kanak-kanak Yesus dengan berdoa dan bermatiraga. Paula yakin bahwa orang yang tidak pernah merenungkan kehidupan Yesus selagi kanak-kanak, sulit untuk menghayati kebenaran-Nya. Cintanya kepada Yesus, kanak- kanak Suci, melebihi cintanya kepada anak-anaknya sendiri. Bila berada di gua Betlehem, hatinya terharu dan sambil menangis ia berdoa: Aku memberi Salam kepadamu hai Betlehem, rumah Roti Kehidupan, yang turun dari surga dan dilahirkan oleh Maria Perawan Yang Suci.

Kepada semua orang yang berziarah di Betlehem, ia menyediakan tempat tempat penginapan dan dengan rajin melayani mereka. Untuk Santo Hieronimus dan para biarawannya, ia membangun sebuah rumah khusus. Rumah inilah yang kelak menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Paula meninggal dunia pada tahun 404 dalam usia 57 tahun.

Santo Robertus Molesmes dkk: Alberik dan Stephan Harding

Pengaku Iman

Robertus Molesmes terkenal sebagai pendiri ordo Cistersian. Ia lahir sekitar tahun 1024 di Champagne, Prancis. Ketika berusia 15 tahun, ia masuk Ordo Benediktin di Biara Moutier Lacelle, dekat Troyes. Sebagai seorang pemuda yang luar biasa, ia diangkat menjadi pemimpin biara sesudah menyelesaikan novisiatnya. Pada tahun 1068, ia menjadi Abbas di biara Santo Micheal dari Tonnerre di Langers. Di biara ini ia berusaha menyusun meskipun tidak berhasil aturan-aturan yang lebih keras. Sementara itu, beberapa rahib yang bertapa di hutan Callan meminta Robert mengajari mereka aturan-aturan Santo Benediktus. Dengan restu Paus Aleksander II (1060 - 1073), Robert menjadi Superior kelompok ini. Pada tahun 1075 mereka mendirikan pertapaan di hutan Molesmes. Dibawah kepemimpinan Robert, komunitas ini berkembang pesat, menjadi makmur dan terkenal, tetapi lama kelamaan rahibnya mulai tidak taat lagi pada aturan ordo. Pada tahun 1098, kelompok rahib pembaharu sekitar 20 orang, termasuk 3 serangkai: Robert, Alberik dan Stephan Harding, meninggalkan pertapaan Molesme itu dan mendirikan sebuah komunitas baru di Citeuax, atau Cisterian, yang tidak jauh dari Dijon. Komunitas baru ini, dengan Robert sebagai pimpinannya, mendirikan satu ordo baru yang dikenal sebagai Ordo Cisterian. Tetapi kemudian atas pemohonan para Rahib Molesmes dan atas perintah Paus, Robert kembali ke pertapaan Molesmes untuk memperbaharui komunitas itu. Robert meninggal dunia di Molesmes pada tanggal 2 Maret 1110. Ia dinyatakan Kudus pada tahun 1222.

Santo Stefanus Harding

Pengaku Iman

Stefanus Harding lahir di tahun 1048. Pada masa mudanya ia memperoleh pendidikan di biara Sherborne di Dorsetshire. Kemudian sebagai seorang awam ia berziarah ke Roma. Dalam perjalanannya kembali, ia singgah di pertapaan Molesmes, di hutan belantara Burgundy, Prancis. Disana ia meminta bergabung dengan rahib-rahib yang tinggal di pertapaan itu.

Tetapi beberapa tahun kemudian ia mulai merasa tidak puas dengan cara hidup rahib yang ada disana. Menurut pendapatnya, mereka terlalu memperhatikan hal-hal kesenangan duniawi dan lupa mengembangkan kehidupan rohani yang mendalam. Dengan demikian semangat hidup awal yang mendasari pertapaan itu mulai ditinggalkannya. Kesan yang sama menghinggapi juga beberapa rahib yang lainnya. Maka bersama dengan rahib-rahib itu, Stefanus angkat kaki dari pertapaan itu dan berusaha mendirikan pertapaan baru. Pada tahun 1098, mereka mendirikan suatu pertapaan baru di Citeaux. Stefanus menjadi Abbas pertapaan itu pada tahun 1109. Ia berusaha membimbing perkumpulan baru yang berada dalam keadaan yang serba kekurangan itu: tidak ada dana dan sering kehabisan makanan. Selain itu, ia menghadapi kenyataan tidak adanya panggilan baru karena cara hidup mereka yang keras, dan penyakit misterius yang merenggut nyawa beberapa rekannya.

Tetapi pada waktu semangat hidup mereka mulai redup, datanglah 30 orang pemuda meminta diri untuk bergabung bersama mereka. 30 pemuda itu dipimpin oleh Bernadus, yang kemudian menjadi orang Kudus yang terkenal. Semenjak itu wajah pertapaan Citeaux mulai bersinar terang dan berkembang pesat. Dari Citeaux para rahib itu mulai mendirikan rumah-rumah pertapaan baru di Pontigny, Morimond, dan Clairvaux. Bernandus, ketika berusia 24 tahun diangkat sebagai Abbas Clairvaux. Setelah 9 biara didirikan, Stefanus menyusun Konstitusi Cistersian pada tahun 1119. ia kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Abbas pada tahun 1133, karena sudah lanjut umurnya dan mulai buta. Stefanus Harding meninggal dunia di Citeaux paa tahun 1134.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari