Bacaan Misa
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Bara yang Terpisah
Kemarin surat Ibrani mengajak kita menghampiri Allah dengan hati yang tulus. Hari ini ia memberi nasihat yang sangat praktis. 'Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, tetapi marilah kita saling menasihati.' Sebuah peringatan sederhana, jangan menyendiri.
Siapa yang pernah memasak dengan tungku arang mengerti gambaran ini. Selama bara-bara berkumpul, mereka saling menyalakan, dan api bertahan lama membara. Tetapi coba tarik satu bara keluar, pisahkan dari yang lain. Dalam beberapa menit ia meredup, lalu dingin, lalu jadi arang hitam yang mati. Bukan karena bara itu jelek, melainkan karena ia sendirian.
Iman kita mirip bara itu. Ia bisa hidup karena ditopang yang lain. Kehangatan kita sering datang bukan dari kekuatan sendiri, melainkan dari kebersamaan. Bertemu, berdoa bersama, saling menegur, saling menopang, itulah yang menjaga api tetap menyala. Orang yang menjauh dari umat, yang merasa cukup beriman sendiri di rumah, pelan-pelan mendingin tanpa ia sadari.
Ada memang kalimat yang sering kita dengar, cukup iman di hati saja. Tetapi bara tidak pernah menyala sendirian. Kita saling dibutuhkan justru agar tidak padam.
Adakah aku mulai menarik diri dari kebersamaan umat, dan diam-diam mulai mendingin?
Tuhan, jangan biarkan aku menyendiri sampai padam. Satukan aku dengan saudara-saudari seiman, agar kami saling menjaga api yang Kaunyalakan. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Mazmur 88 (89):39-53
Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud
Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).
AntifonPandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Antifon 2Akulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
AntifonAkulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
Mazmur 89 (90)
Semoga kami hidup dalam cahaya Allah
Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).
AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
Responsorium Yeremia 29:13-14; Matius 7:7
Responsorium Kebijaksanaan 9:10, 4
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Mazmur 86 (87)
Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Yes 40,10-17
Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Mazmur 98 (99)
Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Bacaan Singkat (1Ptr 4,10-11)
Lagu Singkat
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Doa Permohonan
℟. Terpujiah Engkau, Tuhan, selama-lamanya.
Bapa yang mahamurah, kami memuji Engkau karena cinta kasihMu, sebab luhurlah karyaMu ketika menciptakan kami,* dan lebih lurhur lagi karyaMu ketika membaharui kami. ℟.
Pada permulaan hari ini curahkanlah ke dalam hati kami keinginan untuk mengabdi Engkau,* supaya kami tetap memuliakan Dikau dengan pikiran dan perbuatan. ℟.
Sucikanlah hati kami dari setiap keinginan jahat,* agar kami selalu memperhatikan kehendakMu. ℟.
Bukalah kiranya hati kami terhadap keperluan saudara-saudara kami dan semua orang lain,* supaya kami mencintai mereka semua sebagai saudara. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Sap 19, 22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Mazmur 118 (119),113-120
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Mazmur 78 (79)1-5.8-11.13
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Mazmur 79 (80)
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Bacaan singkat Ul 4,7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Est 10, 3f)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Mazmur 131 (132) I
Antifon 1UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Antifon 2Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Mazmur 131 (132) II
Antifon 2Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan singkat 1Ptr 3,8-9
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Dengarkanlah kami, ya Allah, pelindung kami.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah memanggil kami masuk ke dalam umatMu yang suci,* semoga kami tetap setia dalam GerejaMu. ℟.
Paus kami... Kauserahi tugas memperhatikan semua jemaat,* berikanlah kepadanya iman yang teguh, harapan yang hidup dan cinta kasih penuh pengertian. ℟.
Semoga orang-orang yang berdosa menyesal, yang jatuh bangun kembali,* dan kami semua bertobat dan memperoleh keselamatan. ℟.
Engkau telah rela tinggal di perasingan,* ingatlah akan mereka yang tinggal jauh dari keluarga dan tanah air. ℟.
Anugerahkanlah kiranya damai abadi,* kepada arwah semua orang yang telah berharap kepadaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Sebastianus
Sebastianus berasal dari keluarga miskin. Keluarganya sangat mengharapkan agar ia membantu menghidupi keluarganya. Tetapi cita citanya untuk menjadi seorang imam lebih menggugah dan menarik hatinya daripada keadaan keluarganya yang serba kekurangan itu. Ia masuk seminari dan mengikuti pendidikan imamat. Banyak sekali tantangan yang ia hadapi selama masa pendidikan itu, terutama karena ia kurang pandai untuk menangkap semua mata pelajaran yang diajarkan. Ia sendiri sungguh sungguh insyaf akan kelemahannya. Satu satunya jalan keluar baginya adalah dengan melipatgandakan usaha belajarnya.
Perjuangannya yang gigih itu akhirnya memberikan kepadanya hasil akhir yang menyenangkan. Ia mencapai cita citanya menjadi imam. Karyanya sebagai imam dimulainya di Torino. Sebagaimana biasa, ia selalu melakukan tugasnya dengan rajin, sabar, bijaksana dan penuh cinta kepada umatnya. Tarekatnya sungguh senang karena mendapatkan seorang anggota yang sungguh sungguh menampilkan diri sebagai tokoh teladan dalam perbuatan perbuatan baik. Selama 60 tahun ia mengabdikan hidupnya pada Tuhan, Gereja dan umatnya.
Tuhan berkenan mengaruniakan kepadanya rahma
Santa Batildis
Ketika masih gadis, ia dijual kepada seorang pejabat istana, tetapi kemudian ia dinikahi oleh Raja. Sepeninggal suaminya ia memerintah sampai puteranya dewasa dan menggantikannya sebagai raja. Batildis kemudian menjadi suster biasa di Chelles, Perancis. Ia meninggal dunia pada tahun 680.
Santa Maria Ward
Maria Ward hidup antara tahun 1585-1645. Puteri bangsawan Inggris ini berkali kali terpaksa mengungsi karena ingin mengikuti misa Kudus. Sebab perayaan Ekaristi dilarang oleh Ratu Elisabeth. Pada umur 20 tahun ia melarikan diri ke Belgia untuk masuk biara Klaris. Ia mencoba dua kali, tetapi selalu gagal walaupun sudah berusaha setaat mungkin pada aturan biara. Akhirnya ia mendirikan kumpulan wanita yang hidup bersama tanpa klausura atau pakaian biara. Sebab, mereka mau kembali ke Inggris untuk memperkuat iman umat yang dianiaya. Beberapa kali pulang, di kejar kejar, dipenjarakan dan dihukum, namun ia dibebaskan lagi. Ia kemudian kembali ke Belgia, memimpin Puteri puteri Inggris dan berusaha mendapatkan pengakuan dari Sri Paus di Roma. Di Munchen ia dipenjarakan sebagai seorang bidaah, dan pada tahun 1631 Suster suster Jesuit-nya dilarang oleh Paus. Namun akhirnya ia rehabilitir dan perjuangannya supaya kaum wanita boleh merasul seperti kaum pria diterima oleh pejabat Gereja yang masih berpikiran kolot.
Santo Gerardus
Gerardus adalah kakak Santo Bernadus. Ia mula – mula tidak mau masuk biara. Tetapi setelah terluka dalam perang, ditawan dan secara ajaib dibebaskan, ia mengikuti adiknya dalam kehidupan membiara dalam pertapaan yang menganut aturan keras. Ia meninggal dunia pada tahun 1138.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari