Kamis, 10 Februari 2033
S. Skolastika
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Ibrani 12:18-19,21-24
Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
Mazmur Tanggapan Mazmur 48:2-4,9-11
Bacaan Injil Markus 6:7-13
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
Invitatorium
KAMIS I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 18:31-51
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang perkasa telah menopangku, Tuhan.
Ant. Tangan kanan-Mu yang perkasa telah menopangku, Tuhan.
Ant. 3 Semoga Allah yang hidup, Juruselamatku, dipuji selama-lamanya.
Ant. Semoga Allah yang hidup, Juruselamatku, dipuji selama-lamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Galatia 4:28, 31; 2 Korintus 3:17
RESPONSORIUM Efesus 4:15; Amsal 4:18
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Mazmur 56
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Yer 31,10-14
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Mazmur 47
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS I SIANG
Madah
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan singkat (Am 4,13)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS I SORE
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Mazmur 29
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Mazmur 31
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan singkat (lPetr 1,6-9)
Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Skolastika
Perawan · ± 480-543
Skolastika lahir sekitar tahun 480 di Nursia, Italia, dari keluarga bangsawan. Tradisi menyebutnya saudari kembar Santo Benediktus, bapa monastisisme Barat. Sejak masa mudanya ia membaktikan diri kepada Allah dan hidup sebagai perawan yang terbaktikan.
Ketika Benediktus mendirikan biaranya yang termasyhur di Monte Cassino, Skolastika menetap tak jauh dari sana, di Plombariola, dan memimpin sebuah biara para rubiah. Karena itu ia dihormati sebagai pendiri para rubiah Benediktin. Setahun sekali ia mengunjungi saudaranya, dan karena tidak boleh masuk ke dalam biara Benediktus, mereka bertemu di sebuah rumah tak jauh dari situ untuk berbincang tentang perkara-perkara rohani.
Kisah paling terkenal tentangnya terjadi pada pertemuan terakhir mereka. Ketika Benediktus hendak pulang, Skolastika, yang seakan merasa ajalnya sudah dekat, memintanya tinggal semalam lagi. Benediktus menolak, maka Skolastika menundukkan kepala dan berdoa. Seketika turun hujan badai hebat sehingga Benediktus tidak dapat pulang, dan mereka menghabiskan malam itu dalam percakapan rohani. Tiga hari kemudian Skolastika wafat, dan Benediktus melihat jiwanya naik ke surga dalam rupa seekor merpati. Ia wafat sekitar tahun 543.
Pelindung: para rubiah Benediktin, dan sering dimohonkan perlindungan terhadap badai dan hujan.
Santa Skolastika
Perawan, pendiri biarawati Benediktin · ± 480–543
Skolastika lahir di Nursia, Italia, dari keluarga berada, dan menurut tradisi adalah saudari kembar Santo Benediktus. Sejak muda ia membaktikan diri kepada Allah. Ketika Benediktus mendirikan biara di Monte Cassino, Skolastika menetap tak jauh dari sana di Plombariola dan memimpin sebuah biara perempuan, cikal bakal biarawati Benediktin.
Kisah yang paling dikenang adalah pertemuan terakhir mereka. Merasa ajalnya dekat, Skolastika memohon kakaknya tinggal semalam lagi untuk berbincang tentang hidup rohani. Benediktus menolak karena aturan biara. Skolastika lalu berdoa, dan seketika turun badai hebat sehingga Benediktus tak bisa pulang. Allah mendengarkan dia karena ia lebih mengasihi, tulis Paus Gregorius. Tiga hari kemudian Skolastika wafat; Benediktus melihat jiwanya naik ke surga sebagai merpati putih.
Pelindung: para biarawati Benediktin.
Santo Zenon
Pertapa
Zenon dikenal sebagai murid Santo Basilius Agung, dia adalah seorang perajurit rendah pada masa pemerintahan kaisar Maksimianus. Ia hidup sekitar tahun 350 -419. Atas dorongan rahmat Allah, ia sendiri meminta agar diberhentikan dari tugasnya sebagai seorang prajurit Romawi. Selanjutnya ia menjadi seorang pertapa di sebuah tempat sunyi dekat Antiokia, Syria selama 40 tahun.