Jumat, 24 Juni 2033
Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Tobit 11:5-17
Dalam pada itu duduklah Hana mengamati jalan yang harus ditempuh anaknya. Iapun telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia: "Sungguh anakmu tengah datang dan juga orang yang menyertainya." Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Sapukanlah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya." Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat, anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis. Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!" Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!" Kemudian masuklah Tobia ke rumah dengan sukacita sambil memuji Allah dengan segenap hatinya. Diceritakannya kepada ayahnya bahwa perjalanannya berhasil baik; bahwa ia telah membawa uang itu dan sudah mengambil Sara anak perempuan Raguel menjadi isterinya dan bahwa isterinya masih dalam perjalanan dan sudah dekat pada pintu gerbang kota Niniwe. Maka keluarlah Tobit menjemput anak menantunya pada pintu gerbang kota Niniwe dengan sukacita seraya memuji Allah. Melihat Tobit berjalan dan maju dengan kekuatannya seperti dahulu tanpa diantar oleh siapapun maka tercengang-cenganglah penduduk kota Niniwe. Tobitpun lalu memaklumkan di hadapan mereka bahwa ia telah dikasihani oleh Allah yang telah mencelikkan matanya. Akhirnya Tobit mendekati Sara, isteri anaknya Tobia, lalu diberkatinya dengan berkata: "Selamat datang, anakku. Terpujilah Allahmu yang mengantar engkau kepada kami, hai anakku! Tuhan memberkati ayahmu, memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. Masuklah ke rumahmu dengan selamat, dengan berkat dan gembira! Masuklah, hai anakku!"
Mazmur Tanggapan Mazmur 146:1-2,6-10
Bacaan Injil Markus 12:35-37
Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
Invitatorium
JUMAT IV PAGI
Pembukaan
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.
Ant. Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.
Ant. 2 Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. 3 Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.
Ant. Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 1:13, 15; Hakim-hakim 13:5
RESPONSORIUM Efesus 4:1, 3, 4; Roma 15:5, 6
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
JUMAT III PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
Madah
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Merasa muakkah Engkau terhadap Sion?*
dan bahwa leluhur kami berbuat jahat.*
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya .
Mazmur 99 (100)
Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT IV SIANG
Madah
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119),161-168
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Mazmur 132 (133)
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Mazmur 139 (140),1-9.13-14
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.
Bacaan singkat (Rom 12,17a.19b-21)
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT III SORE
Madah
Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.
Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Kelahiran S. Yohanes Pembaptis
Hari Raya
Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.
Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).
Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).
Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.
Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.
Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).
Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”
Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).
Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).
Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.