Selasa, 2 Mei 2034
S. Atanasius
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 11:19-26
Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Mazmur Tanggapan Mazmur 87:1-7
Bacaan Injil Yohanes 10:22-30
Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."
Invitatorium
SELASA IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Paskah IV
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.
Mazmur 102
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.
Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.
Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.
Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.
Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 14:7, 6, 7
RESPONSORIUM Wahyu 5:9, 10
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.
Mazmur 100 (101)
Ant.1: Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.
Ant.2: Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.
Dan 3,26.27.29.34-41
Ant.2: Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.
Mazmur 143 (144), 1-10
Ant.3: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 13,30-33)
Ant.Kidung: Karya yang Kukerjakan atas nama BapaKu memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Karya yang Kukerjakan atas nama BapaKu memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA IV SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.
Mazmur 118 (119),137-144
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 87 (88) I
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.
Mazmur 87 (88) II
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 3,1-2)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA IV SORE
Madah
Ant.1: Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.
Mazmur 136 (137),1-6
Ant.1: Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.
Ant.2: Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.
Mazmur 137 (138)
Ant.2: Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.
Ant.3: PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,4-5)
Ant.Kidung: Aku mengenal domba-dombaKu. Domba-dombaKu mengikuti Aku dan Aku memberi mereka hidup kekal, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Aku mengenal domba-dombaKu. Domba-dombaKu mengikuti Aku dan Aku memberi mereka hidup kekal, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Atanasius
Uskup dan Pujangga Gereja · ± 296-373
Atanasius lahir sekitar tahun 296 di Aleksandria, Mesir, pusat kebudayaan dan teologi Kristen kuno. Sejak muda ia menonjol karena kecerdasan dan kesalehannya, sehingga menjadi diakon dan sekretaris Uskup Aleksander. Dalam kedudukan itu ia mendampingi uskupnya pada Konsili Nicea tahun 325, konsili yang merumuskan bahwa Yesus sehakikat dengan Allah Bapa melawan ajaran sesat Arianisme.
Arianisme mengajarkan bahwa Sang Firman, yaitu Yesus, adalah makhluk ciptaan yang tidak setara dengan Bapa. Pada tahun 328 Atanasius diangkat menjadi Uskup Aleksandria, dan selama 45 tahun ia membaktikan hidupnya untuk membela iman yang benar. Perjuangannya membuatnya banyak musuh di kalangan istana. Karena keteguhannya, ia lima kali diusir ke pembuangan oleh kaisar-kaisar yang berbeda, seluruhnya berjumlah sekitar 17 tahun jauh dari umatnya.
Meski sering sendirian melawan arus zamannya, sampai muncul ungkapan Athanasius contra mundum (Atanasius melawan dunia), ia tidak pernah menyerah. Ia menulis banyak karya teologi, di antaranya De Incarnatione tentang penjelmaan Sang Sabda, dan menulis riwayat Santo Antonius dari Padang Gurun yang menyebarkan cita-cita hidup membiara. Ia wafat dengan damai pada tanggal 2 Mei 373. Kemenangan imannya diteguhkan pada Konsili Konstantinopel tahun 381. Ia dihormati sebagai Bapak Ortodoksi dan salah satu Pujangga Agung Gereja Timur.
Pelindung: para teolog dan pembela iman yang benar.
Santo Athanasius Agung
Uskup dan Pujangga Gereja
Pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal MahaKudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia ialah santo Athanasius, Uskup Aleksandria, Mesir. Athanasius lahir di Aleksandria, kurang lebih pada tahun 297 dan meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373. Beliau dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu.
Pada tahun 318, Athanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti santo Antonius, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.
Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Athanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Sebagai pengganti Uskup Aleksandria, Athanasius dipilih menjadi uskup Aleksandria. Dalam tugasnya sebagai uskup, Athanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia memimpin keuskupannya selama 45 tahun.
Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373.
Santo Boris
Raja dan Pengaku Iman
Boris adalah raja pertama Bulgaria yang menganut agama Kristen dan giat menyebarkan Injil. Sembilan tahun sebelum kematiannya, ia turun takhta dan menjadi biarawan. Boris dihormati sebagai santo nasional Bulgaria. Ia meninggal dunia pada tahun 709.
Santo Sigismund
Pengaku Iman
Raja Burgundia yang baru menjadi Katolik itu atas hasutan istrinya yang kedua menyuruh orang mencekik puteranya sendiri dari ratu pertama (yang sudah meninggal). Tidak lama berselang, ia bertobat sungguh-sungguh dan banyak berbuat amal. Sigismund dikalahkan oleh raja Franken dan di buang ke dalam sumur bersama anak-istrinya dan mati lemas pada tahun 524