Rabu, 14 Februari 2035
Rabu I Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yunus 3:1-10
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 51:3-4,12-13,18-19
Bacaan Injil Lukas 11:29-32
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
Invitatorium
RABU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Rabu dalam Pekan Pertama Prapaskah
MADAH
Ant. 1 Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Mazmur 18:2-30
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).
Ant. Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Ant. 2 Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Ant. Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Ant. 3 Tuhan, nyalakanlah terang untuk petunjukku dan serakkanlah kegelapanku.
Ant. Tuhan, nyalakanlah terang untuk petunjukku dan serakkanlah kegelapanku.
BACAAN
RESPONSORIUM Kebijaksanaan 18:4; 17:20; 18:1
RESPONSORIUM Ibrani 8:8, 10; 2 Korintus 3:3
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46
Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat: (Ul 7,6.8-9)
Ant.Kidung: Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU I SIANG
Madah
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan Singkat: (Yeh 18,30b-32)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU I SORE
MADAH
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Ant.2: WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat: (Flp 2,12b-15a)
Ant.Kidung: Seperti Yunus tinggal dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal dalam rahim bumi.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Seperti Yunus tinggal dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal dalam rahim bumi.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beato Yohanes dari Aldomovar
Pengaku Iman
Kepribadian Yohanes eorang bekas budak belian sangat dikagumi oleh Santa Theresia dari Avila. Kepadanya Santa Theresia dari Avila mengungkapkan: Yan belajarlah rajin-rajin. Sekali kelak engkau akan mengikuti jejakku. Kata-kata ramalan itu diturutinya dengan patuh. Sejak itu imamat dan belajar menjadi cita-cita dan program hidupnya. Yan kecil kemudian menjadi sangat pandai. Ia meneladani Santa Theresia dari Avila dalam doa dan tapa. Kepada kawan-kawannya ia berkata: Apabila tapa dan matiraga itu menyakitkan, maka itulah tanda bahwa tapa dan matiraga itu sesuatu yang menyehatkan. Akhirnya terjadilah atas dirinya apa yang diramalkan oleh Theresia dari Avila: Ia menjadi pembaharu disiplin hidup para rahib dalam ordonya, Ordo Tritunggal MahaKudus.
Semasa studinya, ia mengalami banyak sekali cobaan. Namun semuanya itu tidak berhasil menggagalkan cita-citanya. Setelah menyelesaikan studinya, ia menjadi rahib yang terkenal dalam ordo Tritunggal MahaKudus. Kepandaiannya dan ilmunya yang tinggi tidak menjerumuskan dia ke dalam keangkuhan melaiankan sebaliknya membuat dia semakin rendah hati. Ia terkenal sebagai pencinta orang-orang miskin dan sederhana. Cintanya kepada orang-orang itu terbukti ketika wabah pes merajalela pada tahun 1590. Tanpa mempedulikan segala kemungkinan bahaya atas dirinya, ia merawat orang-orang yang tertimpa penyakit yang berbahaya itu. Kesehatan badannya yang kurang baik tidak dihiraukannya. Selain itu, sambil tetap menjalankan kerasulannya di Andalusia, ia berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan tata tertib hidup dalam tarekatnya. Banyak kepahitan yang harus ditelannya karena usaha pembaharuan ini: ia difitnah oleh rekan-rekannya setarekat dan dilaporkan kepada Sri Paus. Namun ia tidak mundur dari usahanya yang luhur itu. Santo Fransiskus dari Sales, Santo Kamilus serta beberapa orang suci lainnya mendampingi dia dengan hiburan dan dukungan moril.
Akhirnya Yohanes yang rendah hati dan sabar itu keluar sebagai pemenang yang jaya. Hati rekan-rekannya yang keras membatu lambat laun dilembutkannya. Usaha pembaharuan ini diterima semua rekannya. Sepotong doanya yang terkenal dan selalu didengungkannya adalah: Ya Tuhan, bila aku masih Kau butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan-Mu yang agung itu, aku tak menolaknya. Jadilah padaku menurut kehendak Mu. Yohanes meninggal dunia pada tahun 1613.
S. Sirilus dan Metodius
Biarawan dan Uskup, Rasul Bangsa Slavia · ± 826-885
Sirilus dan Metodius adalah dua bersaudara yang lahir di Tesalonika, Yunani, sekitar tahun 826 dan 827, dari keluarga seorang perwira Bizantium. Keduanya terpelajar, dan Sirilus, yang semula bernama Konstantinus, dikenal karena kepandaiannya sehingga dijuluki sang Filsuf, sementara Metodius kelak diangkat menjadi uskup.
Pada tahun 862, Pangeran Rastislav dari Moravia Raya meminta kaisar mengirim misionaris yang dapat mengajar bangsanya dalam bahasa mereka sendiri. Kedua bersaudara itu diutus. Untuk menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi ke dalam bahasa Slavia, mereka menyusun abjad Glagolitik, abjad pertama yang menuliskan bahasa Slavia Gerejawi Kuno. Dari karya inilah kemudian berkembang aksara Kiril, yang hingga kini dipakai banyak bangsa Slavia.
Pekerjaan mereka merintis liturgi dalam bahasa setempat sempat ditentang, tetapi akhirnya direstui Paus di Roma. Sirilus wafat di Roma pada tahun 869 setelah menjadi biarawan, sedangkan Metodius meneruskan misi sebagai uskup dan wafat tahun 885. Karena pengaruh besar mereka atas kebudayaan seluruh bangsa Slavia, Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980 menetapkan keduanya sebagai pelindung Eropa bersama Santo Benediktus.
Pelindung: Eropa dan bangsa-bangsa Slavia.
Santo Maro
Abbas
Maro dikenal sebagai pertapa. Ia mendirikan beberapa biara pertapaan di Cyrrhus (dekat Kilis, Turki), Syria. Sebagai seorang pertapa, Maro lebih suka menggunakan waktunya untuk berdoa dan menyendiri dalam kesunyian. Meskipun demikian, ia juga dengan senang hati menerima semua orang yang datang kepadanya untuk mendapatkan bimbingan Rohani.
Bimbingannya sangat menghibur. Kepada orang-orang yang datang meminta bimbingan, Maro selalu memberi banyak keterangan tentang cara hidup membiara, mendorong mereka untuk menjalani hidup membiara agar hidup lebih dekat dengan Allah. Para rahib yang dipimpinnnya mendapat peneguhan iman yang sungguh berharga. Ketika Maro meningga dunia, ia dikuburkan dekat sebuah sumber air di Orontes, tak jauh dari Apamea, Syria. Sebuah gereja dan biara, yaitu biara Bait Marun, didirikan disana untuk menghormati Maro. Kaum Maronit, orang Katolik dari dunia Timur yang sekarang lebih banyak berdiam di Lebanon, menghormati Santo Maro sebagai Patriakh mereka.
Santo Syrilius dan Metodius
Uskup dan Rahib
Kedua kakak beradik ini lahir di Saloniki, Yunani. Mereka menjalani pendidikan di Konstantinopel dengan hasil yang gilang gemilang. Syrilius kemudian menjadi seorang filsuf yang masyur. Oleh Theodora, permaisuri kaisar Konstantinopel, Syrilius ditugaskan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa yang mendiami tepi sungai Donau. Sedangkan Metodius adiknya, mengasingkan diri dari dunia ramai dan menjadi seorang rahib. Setelah meletakkan dasar iman yang kokoh bagi umat di tepi sungai Donau, Syrilius kembali ke Konstantinopel. Untuk memperkuat iman dan semangat kerasulannya, ia pergi ke biara adiknya Metodius. Sementara berada disana, Raja Radislaus dari Moravia mengundang para misionaris ke negerinya yang belum beragama Kristen. Metodius bersama Syrilius diutus kesana untuk mewartakan Injil.
Disana Syrilius dan Metodius merayakan liturgi dengan menggunakan bahasa Slavia dalam suasana yang semarak dan indah. Hasil kerasulannya sangat gemilang sehingga nama mereka tersebar hingga ke Roma. Mendengar berita tentang Syrilius dan Metodius, Paus Nikolas I (858-867) memanggil mereka ke Vatikan. Mereka disambut dengan meriah oleh Sri Paus. Tetapi beberapa orang yang iri hati terhadap keberhasilan kedua kakak beradik itu, mengajukan mereka ke pengadilan Sri Paus sebagai pengkhianat karena merayakan liturgi suci dengan menggunakan bahasa Slavia.
Tetapi setelah mendengar keterangan mereka berdua perihal karya kerasulannya, Paus tidak saja menyetujui tindakan dan kebijakan mereka, tetapi juga menabhiskan mereka menjadi Uskup. Sayang tidak lama kemudian, Syrilius meninggal dunia di Roma. Metodius adiknya kembali ke Eropa Timur untuk melanjutkan karyanya di tengah bangsa Slavia. Metodius berhasil memperkokoh iman umat di Yugoslavia, Bulgaria dan Dalmasia. Ia kemudian pergi ke Karintia. Disana ia menghadapi banyak tantangan terutama dari orang-orang yang irihati padanya. Orang-orang ini melaporkan dia kepada Sri Paus berbagai macam tuduhan yang memojokkan. Guna membela dirinya Metodius pergi ke Roma. Kali ini ia mengalahkan musuh-musuhnya. Sebagai penghormatan baginya, Sri Paus mengangkat dia menjadi Uskup Agung dan ditugaskan di Bohemia dan daerah-daerah lainnya di Eropa Timur. Menurut cerita, Metodiusah yang mendirikan keuskupan Kiev di Rusia.
Pada tahun 885 Metodius meninggal dunia di Cekoslovakia. Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980 mengangkat Santo Syrilius dan Metodius menjadi Santo pelindung seluruh kawasan Eropa.
Santo Valentinus
Martir
Daftar para martir Roma menetapkan dua orang Santo Valentinus. Valentinus pertama adalah seorang imam yang disiksa dan dianiaya pada tahun 269 pada masa penganiayaan umat-umat Kristen Roma oleh Kaisar Klaudius (268-270). Valentinus ini dimakamkan di jalan Flaminia. Di jalan ini dibangunlah sebuah basilik pada tahun 350 untuk menghormati dia.
Valentinus kedua adalah seorang Uskup dari Terni, sebuah dusun kecil di bagian Utara kota Roma. Beliau juga mengalami nasib yang sama. Ia disiksa dan dianiaya hingga mati pada masa penganiayaan umat Kristen Roma oleh kaisar Klaudius pada tahun 269.