Jumat, 1 Juni 2035

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 19:9a,11-16

Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Mazmur Tanggapan Mazmur 27:7-9,13-14

Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Injil Matius 5:27-32

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Jumat dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Tuhan gembalaku; takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau: Ia membimbing aku ke air yang tenang.
3 Ia menyegarkan jiwaku: Ia menuntun aku di jalan kebenaran demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya: sebab Engkau besertaku; tongkat-Mu dan gada-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan musuh-musuhku: Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku melimpah.
6 Sesungguhnya kebaikan dan kemurahan akan mengikutiku seumur hidupku: dan aku akan diam di rumah Tuhanku selama-lamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Aku lelah menangis, merindukan Allahku.

Mazmur 69:2-22; 30-37

Aku hangus oleh semangat bagi rumah-Mu

Mereka memberi-Nya campuran anggur dan empedu (Matius 27:34).

I
Selamatkanlah aku, ya Allah,

sebab air telah naik sampai ke leherku.
Aku telah tenggelam dalam lumpur yang dalam

dan tidak ada pijakan.

Aku telah masuk ke dalam air yang dalam

dan gelombang menenggelamkan aku.
Aku lelah karena semua tangisanku,

tenggorokanku kering.

Mataku telah habis

karena mencari Allahku.
Lebih banyak dari rambut di kepalaku

adalah mereka yang membenci aku tanpa sebab.

Mereka yang menyerang aku dengan dusta

terlalu banyak bagi kekuatanku.
Bagaimana aku dapat mengembalikan

apa yang tidak pernah aku curi?

Ya Allah, Engkau tahu kebodohan dosaku;

dosa-dosaku dapat Engkau lihat.
Janganlah mereka yang berharap kepada-Mu dipermalukan

melalui aku, Tuhan semesta alam:

janganlah mereka yang mencari Engkau dikecewakan

melalui aku, Allah Israel.
Demi Engkaulah aku menderita cemoohan,

sehingga rasa malu menutupi wajahku,

sehingga aku menjadi orang asing bagi saudara-saudaraku,

orang asing bagi anak-anak ibuku sendiri.

Aku terbakar oleh semangat bagi rumah-Mu

dan cemoohan terhadap-Mu menimpa aku.
Ketika aku menyiksa jiwaku dengan puasa

mereka menjadikannya cemoohan terhadapku.

Ketika aku mengenakan kain kabung dalam perkabungan

maka mereka menjadikanku bahan ejekan,

gosip orang-orang di gerbang,

subjek lagu-lagu pemabuk.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.

Ant. Aku lelah menangis, merindukan Allahku.

Ant. 2 Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

II
Inilah doaku kepada-Mu,

doaku memohon rahmat-Mu.

Dalam kasih-Mu yang besar, jawablah aku, ya Allah,

dengan pertolongan-Mu yang tak pernah gagal:

selamatkanlah aku dari tenggelam dalam lumpur;

selamatkanlah aku dari musuh-musuhku.
Selamatkanlah aku dari air yang dalam

jangan sampai gelombang menenggelamkan aku.

Jangan biarkan jurang menelanku

pun kematian menutup mulutnya atasku.
Tuhan, jawablah, karena kasih-Mu baik;

dalam belas kasihan-Mu, berpalinglah kepadaku.

Jangan sembunyikan wajah-Mu dari hamba-Mu;

jawablah segera karena aku dalam kesusahan.

Datanglah mendekat kepada jiwaku dan tebuslah aku;

bebaskanlah aku yang tertekan oleh musuh-musuhku.
Engkau tahu bagaimana mereka mencemooh dan mengejek aku;

para penindas aku semuanya ada di hadapan-Mu.

Cemoohan telah menghancurkan hatiku;

aku telah mencapai batas kekuatanku.
Aku mencari belas kasihan dengan sia-sia,

penghibur; tidak satu pun dapat kutemukan.

Untuk makanan mereka memberiku racun;

dalam dahagaku mereka memberiku cuka untuk diminum.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.

Ant. Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

Ant. 3 Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

III
Adapun aku dalam kemiskinan dan penderitaanku

biarlah pertolongan-Mu, ya Allah, mengangkat aku.
Aku akan memuji nama Allah dengan nyanyian;

aku akan memuliakan Dia dengan syukur,

persembahan yang lebih menyenangkan Allah daripada lembu,

lebih daripada binatang yang disiapkan untuk kurban.
Orang miskin ketika melihatnya akan bersukacita

dan hati yang mencari Allah akan hidup kembali;

karena Tuhan mendengarkan orang yang membutuhkan

dan tidak menolak hamba-hamba-Nya dalam belenggu mereka.

Biarlah langit dan bumi memuji Dia,

laut dan semua makhluk hidupnya.
Karena Allah akan membawa pertolongan ke Sion

dan membangun kembali kota-kota Yehuda

dan manusia akan tinggal di sana dalam kepemilikan.

Anak-anak hamba-hamba-Nya akan mewarisinya;

mereka yang mengasihi nama-Nya akan tinggal di sana.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah Bapa kami, untuk menunjukkan jalan keselamatan, Engkau memilih agar panji salib mendahului kami, dan Engkau menggenapi nubuat-nubuat kuno dalam Paskah Kristus dari kematian menuju kehidupan. Jangan biarkan kami membangkitkan kemarahan-Mu yang menyala-nyala oleh dosa, melainkan, melalui perenungan luka-luka-Nya, buatlah kami terbakar oleh semangat bagi kehormatan Gereja-Mu dan dengan kasih yang bersyukur kepada-Mu.

Ant. Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan akan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada kita.

Dan kita akan mengikuti jejak langkah-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pengkhotbah 8:5—9:10

Penghiburan orang bijak
“Siapa yang memelihara perintah tidak akan mengalami kejahatan, dan hati orang bijak mengetahui waktu dan penghakiman; karena ada waktu dan penghakiman untuk segala sesuatu.” – Namun itu adalah penderitaan besar bagi manusia bahwa ia tidak mengetahui apa yang akan datang; karena siapa yang akan memberitahukan kepadanya bagaimana itu akan terjadi? Tidak ada manusia yang menguasai napas kehidupan sehingga dapat menahannya, dan tidak ada yang menguasai hari kematian. Tidak ada pengecualian dari perjuangan, pun orang fasik tidak diselamatkan oleh kefasikan mereka. Semua ini aku pertimbangkan dan aku terapkan pikiranku pada setiap pekerjaan yang dilakukan di bawah matahari, sementara satu orang menindas yang lain untuk kerugiannya.
Sementara itu aku melihat orang-orang fasik mendekat dan masuk; dan ketika mereka meninggalkan tempat kudus, mereka dipuji di kota atas apa yang telah mereka lakukan. Ini juga kesia-siaan. Karena hukuman terhadap pelaku kejahatan tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia dipenuhi dengan keinginan untuk melakukan kejahatan – karena orang berdosa melakukan kejahatan seratus kali dan tetap hidup. Meskipun sesungguhnya aku tahu bahwa akan baik bagi mereka yang takut akan Allah, karena penghormatan mereka kepada-Nya; dan bahwa tidak akan baik bagi orang fasik, dan ia tidak akan memperpanjang hari-harinya yang gelap, karena kurangnya penghormatan mereka kepada Allah.
Ini adalah kesia-siaan yang terjadi di bumi: ada orang-orang benar diperlakukan seolah-olah mereka telah melakukan kejahatan dan orang-orang fasik diperlakukan seolah-olah mereka telah melakukan keadilan. Ini juga, kataku, adalah kesia-siaan.
Oleh karena itu aku memuji kegembiraan, karena tidak ada yang baik bagi manusia di bawah matahari kecuali makan dan minum dan kegembiraan: karena ini adalah pendamping dari jerih payahnya selama hari-hari terbatas dari kehidupan yang Allah berikan kepadanya di bawah matahari.
Ketika aku menerapkan hatiku untuk mengetahui hikmat dan untuk mengamati apa yang dilakukan di bumi, aku menyadari bahwa manusia tidak dapat menemukan semua pekerjaan Allah yang dilakukan di bawah matahari, meskipun baik siang maupun malam matanya tidak menemukan istirahat dalam tidur. Betapapun manusia berjerih payah dalam mencari, ia tidak menemukannya; dan bahkan jika orang bijak mengatakan bahwa ia tahu, ia tidak dapat menemukannya.
Semua ini telah aku ingat dan aku akui: orang benar, orang bijak, dan perbuatan mereka ada di tangan Allah. Kasih dari kebencian tidak dapat diketahui manusia; keduanya tampak sama sia-sia, karena ada nasib yang sama untuk semua, untuk orang benar dan orang fasik, untuk yang baik dan yang jahat, untuk yang bersih dan yang najis, untuk dia yang mempersembahkan kurban dan dia yang tidak. Seperti halnya bagi orang baik, demikian pula bagi orang berdosa; seperti halnya bagi dia yang bersumpah sembarangan, demikian pula bagi dia yang takut akan sumpah.
Di antara semua hal yang terjadi di bawah matahari, ini adalah yang terburuk, bahwa segala sesuatu berakhir sama untuk semua. Oleh karena itu pikiran manusia dipenuhi dengan kejahatan, dan kegilaan ada di hati mereka selama hidup; dan sesudahnya mereka pergi kepada orang mati. Sesungguhnya, bagi siapa pun di antara yang hidup ada harapan; anjing hidup lebih baik daripada singa mati. Karena yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi yang mati tidak lagi tahu apa-apa. Tidak ada lagi ganjaran bagi mereka, karena semua ingatan tentang mereka hilang. Bagi mereka, kasih dan kebencian dan persaingan telah lama lenyap. Mereka tidak akan pernah lagi memiliki bagian dalam apa pun yang dilakukan di bawah matahari.
Pergilah, makanlah rotimu dengan sukacita dan minumlah anggurmu dengan hati yang gembira, karena sekaranglah Allah menyukai pekerjaanmu. Setiap saat biarlah pakaianmu putih, dan jangan pelit parfum untuk kepalamu. Nikmatilah hidup dengan istri yang kamu kasihi, sepanjang hari-hari kehidupan yang singkat yang diberikan kepadamu di bawah matahari. Inilah bagianmu dalam hidup, untuk jerih payah pekerjaanmu di bawah matahari. Apa pun yang dapat kamu kerjakan, lakukanlah dengan segenap kekuatanmu; karena tidak akan ada pekerjaan, pun alasan, pun pengetahuan, pun hikmat di dunia bawah tempat kamu akan pergi.

RESPONSORIUM 1 Korintus 2:9-10; Pengkhotbah 8:17

Mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, pun hati manusia belum pernah membayangkan, apa yang telah Allah sediakan bagi mereka yang mengasihi Dia;

hal-hal ini telah Allah nyatakan kepada kita melalui Roh-Nya, yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan kedalaman-kedalaman Allah.
Manusia berdiri kebingungan di hadapan misteri semua pekerjaan Allah.

Hal-hal ini telah Allah nyatakan kepada kita melalui Roh-Nya, yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan kedalaman-kedalaman Allah.
Bacaan Kedua

Dari sebuah tafsiran atas Kitab Pengkhotbah oleh Santo Gregorius dari Agrigentum, uskup

Bersukacitalah, jiwaku, dalam Tuhan
Datanglah, makanlah rotimu dengan sukacita dan minumlah anggurmu dengan hati yang gembira, karena pekerjaanmu telah menyenangkan Allah. Jika kita menafsirkan teks ini dalam arti yang jelas dan biasa, akan benar untuk menyebutnya sebagai nasihat yang benar, di mana Pengkhotbah menasihati kita untuk menganut cara hidup yang sederhana dan dibimbing oleh ajaran-ajaran yang melibatkan iman yang tulus kepada Allah. Maka kita dapat makan roti kita dengan sukacita dan minum anggur kita dengan hati yang gembira. Kita tidak akan jatuh ke dalam perkataan fitnah pun terlibat dalam hal-hal yang licik; sebaliknya kita harus memikirkan apa yang benar, dan, sejauh yang kita bisa, kita harus membantu orang miskin dan yang membutuhkan dengan belas kasihan dan kemurahan hati, benar-benar mengabdikan diri pada pengejaran dan perbuatan baik yang menyenangkan Allah.
Tetapi penafsiran rohani dari teks ini membawa kita pada makna yang lebih tinggi dan mengajarkan kita untuk menganggap ini sebagai roti surgawi dan mistik, yang telah turun dari surga, membawa kehidupan bagi dunia, dan untuk minum anggur rohani dengan hati yang gembira, anggur yang mengalir dari sisi pokok anggur sejati pada saat sengsara-Nya yang menyelamatkan. Mengenai hal ini Injil keselamatan kita mengatakan: Ketika Yesus mengambil roti dan memberkatinya, Ia berkata kepada murid-murid dan rasul-rasul-Nya yang kudus, Ambillah, makanlah; inilah tubuh-Ku yang dipecah-pecahkan bagimu untuk pengampunan dosa; dan dengan cara yang sama, Ia mengambil cawan dan berkata, Minumlah kamu semua dari ini: inilah darah-Ku dari perjanjian baru, yang akan ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Karena siapa pun yang makan roti ini dan minum anggur mistik ini menikmati kebahagiaan sejati dan bersukacita, berseru: Engkau telah menaruh sukacita dalam hatiku.
Sesungguhnya, aku pikir inilah roti dan inilah anggur yang disebut dalam kitab Amsal oleh Hikmat Allah yang subsisten, Kristus Juruselamat kita, berkata: Datanglah, makanlah rotiku dan minumlah anggur yang telah aku campur untukmu, dengan ini mengacu pada persekutuan mistik kita dalam Sabda. Karena mereka yang layak menerima ini selalu mengenakan perbuatan terang, yang bersinar seperti terang yang terang seperti yang Tuhan katakan dalam Injil: Biarlah terangmu bersinar di hadapan manusia, supaya mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapamu yang di surga. Dan, sesungguhnya, minyak tampaknya mengalir terus-menerus di atas kepala mereka, minyak yaitu Roh kebenaran, menjaga dan memelihara mereka dari segala bahaya dosa.

RESPONSORIUM Mazmur 16:8-9, 5

Tuhan ada di sisi kananku, aku tidak akan goyah.

Oleh karena itu hatiku bersukacita, dan rohku bergembira.
Tuhan adalah warisanku dan pialaku.

Oleh karena itu hatiku bersukacita, dan rohku bergembira.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa,

agar, senantiasa merenungkan hal-hal rohani,

kami dapat melaksanakan baik dalam perkataan

maupun perbuatan apa yang menyenangkan Engkau.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala masa.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan bersama)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

JUMAT III PAGI

Pembukaan

Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu

Namun jangan tunda janganlah menunggu

Carilah wajah-Nya sekarangpun juga

Tanpa menantikan senja.
Kristus sungguh ada dalam diri kami

Meski kami hina meski kami papa

Carilah wajah-Nya serukan nama-Nya

Kita pasti dibimbing-Nya.
Ya Bapa surgawi tolonglah hamba-Mu

Agar mengikuti Roh Kudus selalu

Hingga hari ini kami sungguh mampu

Mencari wajah Putra-Mu. Amin.

Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,*

menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah kesalahanku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*

dan cucilah aku dari dosaku.
Kusadari pelanggaranku,*

dosaku selalu membayang di hadapan mataku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*

yang jahat di hadapan-Mu kulakukan.
Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*

dan tepatlah keputusan-Mu.
Sungguh aku dIllahirkan dalam kesalahan,*

dan dalam dosa aku dikandung ibu.
Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*

Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.
Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*

basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.
Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*

semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.
Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku,*

hapuskanlah segala kesalahanku.
Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*

baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Janganlah Kaubuang aku dari hadapan-Mu,*

janganlah Kauambil roh-Mu yang kudus dari padaku.
Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatan-Mu,*

dan berilah aku semangat yang rela.
Maka aku akan mengajarkan sikap hati-Mu kepada orang berdosa,*

supaya mereka kembali kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*

maka aku akan memashyurkan keadilan-Mu.
Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*

supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.
Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*

kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.
Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*

hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.

Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.

Yer 14,17-21
Mataku becucuran air mata,*

siang malam tiada hentinya.
Sebab malapetaka besar menimpa rakyatku,*

suatu malapetaka yang amat besar.
Bila aku keluar ke padang,*

kulihat orang yang ditembusi pedang.
Bila aku masuk kota,*

kulihat orang yang merana kelaparan.
Bahkan nabi dan imampun,*

berkeliaran tanpa tujuan.
Sungguhkah Yehuda Kautolak sama sekali?+

Merasa muakkah Engkau terhadap Sion?*

Mengapa kami Kaupukul tanpa harapan akan sembuh?
Kami berharap akan selamat, tetapi tak ada kabar baik.*

Kami berharap akan sembuh, tetapi hanya ada kegelisahan.
Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa,+

dan bahwa leluhur kami berbuat jahat.*

Sungguh, kami telah berdosa terhadap-Mu.
Demi kemuliaan nama-Mu, janganlah menolak kami,+

janganlah membiarkan takhta-Mu yang mulia dihinakan.*

Ingatlah, ya Tuhan, jangan membatalkan perjanjian-Mu dengan kami.

Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.

Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya .

Mazmur 99 (100)

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*

berbaktilah kepada-Nya dengan gembira.
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*

ketahuilah bahwa Tuhan Allah.
Dialah pencipta, dan kami milik-Nya,*

kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
Masukilah pintu gerbang-Nya dengan lagu syukur,*

pelataran-Nya dengan puji-pujian.
Bersyukurlah kepada-Nya, pujilah nama-Nya,*

sebab Tuhan baik.
Cinta kasih-Nya tetap selama-lamanya,*

dan kesetiaan-Nya turun-temurun.

Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.

Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)

Aku senang bermegah atas kelemahanku, agar kekuatan Kristus tinggal dalam diriku. Karena itu, demi Kristus, aku senang dan rela dalam kelemahanku, dalam siksaan dan kesukaran, dalam penganiayaan dan dalam kecemasan. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Lagu Singkat
P: Nyatakanlah kemurahan-Mu kepadaku,* Di pagi hari.

U: Nyatakanlah.

P: Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kutempuh.

U: Di pagi hari.

P: Kemuliaan.

U: Nyatakanlah.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Doa Permohonan

Kristus telah lahir, wafat dan bangkit kembali untuk umat-Nya. Marilah kami menengadah kepada-Nya, dan dalam kepercayaan yang teguh berdoa:

U: Selamatkanlah kami dengan darah-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Yesus, penyelamat manusia, sebab Engkau telah rela menderita sengsara pada salib bagi kami,* dan Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu yang berharga.

P: Engkau telah berjanji memberi kami air hidup yang memancarkan kehidupan abadi,* maka curahkanlah Roh-Mu kepada semua manusia.

P: Engkau telah mengutus para murid-Mu untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa,* maka bantulah mereka meluaskan kemenangan salib-Mu.

P: Engkau telah mengikutsertakan orang yang sakit dan malang dalam penderitaan-Mu di salib,* maka berilah mereka kekuatan dan ketabahan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Bapa yang Maha -Kuasa, urapilah kiranya hati dan budi kami, supaya kami berjalan dalam cahaya kebenaran-Mu dan selalu mengikuti Engkau sebagai guru dan pemimpin kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT IV SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka".

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan singkat (Rom 12,17a.19b-21)

Janganlah membalas kejatan dengan kejahatan. Sebab ada tertulis: Pembalasan itu hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi kalau seterumu lapar, berilah dia makan. Kalau ia haus, berilah dia minum. Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

P: Kemurahan Tuhan berlangsung turun-temurun.
U: Bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT III SORE

Madah

Yesus cahaya sejati

Yang bersinar dalam hati

Membawa keselamatan

Dan damai yang tahan zaman.
Engkau laksana pelita

Di tengah gelap gulita

Yang menjamin perjalanan

Agar mencapai tujuan.
Bila senja sudah tiba

Engkau tetap bercahaya

Menyinarkan kasih suci

Memancarkan cinta murni.
Terpujilah Kristus Tuhan

Yang rela menjadi kurban

Namun kini sudah jaya

Mulia untuk selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.

Mazmur 134 (135) – I
Pujilah nama Tuhan,*

pujilah karya Tuhan.
hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*

di pelataran rumah Allah kami.
Pujilah Tuhan, sebab Tuhan baik,*

bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama indah.
Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diri-Nya,*

dan Israel sebagai milik pusaka-Nya
Sungguh kuakui, bahwa Tuhan agung,*

bahwa Tuhan kami melebihi segala dewata.
Tuhan melakukan semua yang dikehendaki-Nya,*

di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.
Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+

memanahkan kilat yang menyertai hujan,*

menyuruh angin ke luar dari sumbernya.
Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*

baik manusia maupun hewan.
Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*

melawan Firaun dan semua hambanya.
Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*

dan membunuh raja-raja yang kuat.
Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*

dan semua raja Kanaan.
Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*

sebagai milik pusaka kepada Israel, umat-Nya.

Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.

Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.

Mazmur 134 (135) – II
Ya Tuhan, nama-Mu kekal abadi,*

ya Tuhan, gelar-Mu berlaku turun-temurun
Sebab Tuhan membela hak umat-Nya,*

dan menaruh kasih sayang kepada para hamba-Nya.
Berhala kaum kafir perak dan emas belaka,*

buatan tangan manusia.
Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*

mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.
Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*

juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.
Yang membuat mereka akan sama nasibnya,*

dan juga semua yang percaya pada mereka.
Hai kaum Israel, pujilah Tuhan,*

hai kaum Harun, pujilah Tuhan.
Hai kaum Lewi, pujilah Tuhan,*

hai semua orang takwa, pujilah Tuhan.
Terpujilah Tuhan yang tinggal di Sion,*

Tuhan yang diam di Yerusalem!

Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.

Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Mengapa 15,3-4
Agung dan mengagumkan segala karya-Mu,*

ya Tuhan Allah yang Maha -Kuasa
Adil dan benar segala tindakan-Mu,*

ya raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*

dan tidak memuliakan nama-Mu?
Sebab hanya Engkaulah kudus,+

semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu,*

sebab telah nyatalah segala keputusan-Mu.

Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (Yak 1,2-4)
Saudara-saudara, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, kalau Engkau diuji dengan pelbagai godaan. Sebab Engkau tahu, bahwa ujian terhadap imanmu akan menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan menghasilkan buah yang matang, supaya Engkau menjadi sempurna dan utuh, dan tak kekurangan apa pun juga.
Lagu Singkat
P: Kristus telah mencintai dan menyucikan kami,* Dalam darah-Nya.

U: Kristus.

P: Ia menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.

U: Dalam darah-Nya.

P: Kemuliaan.

U: Kristus.

Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha -Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.

Doa Permohonan

Bapa telah menyerahkan Tuhan Yesus kepada kematian karena pelanggaran kami, dan membangkitkan-Nya demi penyelamatan kami. Maka marilah kami berdoa:

U: Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan Yesus.

P: Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami dan ampunilah kesalahan kami,* limpahilah kami dengan rahmat dan damai.

P: Rasul Paulus berkata: “Ketika dosa bertambah, rahmat semakin melimpah”,* maka ampunilah kiranya dosa kami yang banyak itu.

P: Kami memang sudah berdosa banyak, ya Tuhan, namun kami berharap kepada kemurahan-Mu yang tak terbatas,* ubahlah hati kami, supaya kami bertobat.

P: Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dari segala dosa,* supaya Engkau berkenan kepada kami.

P: Engkau membuka pintu firdaus bagi penjahat yang mengakui Engkau sebagai penyelamat,* maka janganlah Kaututup pintu surga bagi kaum kerabat kami yang telah berpulang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Bapa yang kudus, Engkau telah menyerahkan Kristus Putera-Mu sebagai tebusan bagi keselamatan kami. Semoga dalam kehidupan ini kami mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, supaya dikuatkan pula oleh kebangkamin-Nya. Sebab Dialah Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Yustinus

Martir dan Filsuf · ± 100-165

Yustinus lahir sekitar tahun 100 di Flavia Neapolis (kini Nablus) di Samaria, dari sebuah keluarga penyembah dewa-dewi. Sejak muda ia haus akan kebenaran dan menekuni berbagai aliran filsafat Yunani, mulai dari kaum Stoa, Peripatetik, Pitagoras, hingga Platonis, namun tak satu pun sungguh memuaskan hatinya.

Titik balik hidupnya terjadi di tepi pantai. Seorang tua bersahaja mengajaknya berbincang tentang Allah dan para nabi, lalu menunjukkan bahwa kebenaran yang dicarinya sejak lama justru terpenuhi dalam Kristus. Yustinus pun bertobat sekitar tahun 130. Ia tidak membuang ilmu filsafatnya, melainkan menjadikannya jembatan menuju iman. Baginya, benih kebenaran (logos spermatikos) yang tersebar pada para pemikir kafir mencapai kepenuhannya dalam Sang Sabda, Yesus Kristus.

Pada masa Kaisar Antoninus Pius, Yustinus tiba di Roma dan membuka sekolah filsafat Kristen. Dengan jubah filsuf yang tetap dikenakannya, ia membela iman di hadapan kaum terpelajar. Ia menulis dua Apologia yang ditujukan kepada kaisar untuk membela umat Kristen dari tuduhan keji, serta Dialog dengan Tryfo. Tulisannya sangat berharga karena memuat gambaran tertua tentang perayaan Ekaristi jemaat perdana.

Karena imannya, Yustinus ditangkap bersama enam orang lain. Ketika hakim Rustikus memerintahkannya mempersembahkan kurban kepada dewa, ia menolak dengan tegas. Ia dicambuk lalu dipenggal sekitar tahun 165, dan sejak itu dikenang sebagai Yustinus Martir.

Pelindung: para filsuf dan apologet.

Santo Ahmed

Martir

Ahmed adalah saudara Almansur, kepala negeri Lerida di Spanyol. Bersama dengan kedua adiknya Zaida dan Zoraida. Ahmed bertobat mengikuti Kristus dan dipermandikan menjadi Kristen. Masing- masing dengan nama permandian: Bernard, Maria dan Gracia. Setelah menjadi Kristen ketiga kaka – beradik ini berusaha mengKristenkan Almansur, kakak mereka. Namun tindakan mereka ini justru mengakibatkan kematian mereka sebagai martir. Mereka ditangkap dan diserahkan ke tangan algojo untuk di bunuh.

Santo Johannes Storey

Martir

Yohanes Storey hidup diantara tahun 1510-1571. Ia adalah Anggota parlemen Inggris dan sama sekali menolak mengakui Ratu Elisabeth I sebagai kepala Gereja. Akibatnya ia dipenjarakan. Namun sempat lolos dan melarikan diri ke Belgia. Dengan tipu muslihat, ia dibawa kembali ke Inggris dan digantung hingga menghembuskan nafasnya di London.

Santo Pamphilus dari Sasarea

Martir

Pamphilus lahir di Berytus, Pheonicia (sekarang: Beirut, Lebanon) pada tahun 240 dari sebuah keluarga terkemuka dan kaya. Pamphilus mempunyai minat dan bakat besar dalam masalah-masalah sekular di Berytus sambil meneruskan studi teologi di Sekolah Kateketik Aleksandria yang tersohor namanya di bawah bimbingan Pierius, pengganti Origenes. Dari Aleksandria dia pergi ke Sasarea, ibukota Palestina. Tak lama setelah ia tiba di Sasarea, ia ditabhiskan menjadi imam oleh Uskup Agapius. Ia menetap disana dan teguh membela iman Kristen selama masa penganiayaan orang-orang Kristen sampai hari kematiannya sebagai martir pada tahun 309/310.

Pamphilus seorang imam, dosen, ekseget, dan pengumpul buku-buku yang bernilai tinggi. Dengan buku-buku yang berhasil dikumpulkannya, ia mengorganisir dan mengembangkan perpustakaan besar yang telah dirintis oleh Origenes. Perpustakaan ini berguna sekali bagi berbagai studi tentang Gereja. Dengan keahliannya di bidang teologi dan Kitab Suci, ia membimbing sekelompok pelajar dalam studi Kitab Suci. Eusebius, salah seorang muridnya - yang kemudian dijuluki " Bapa Sejarah Gereja " sangat akrab dengannya. Bersama dia, Pamphilus menulis sebuah biografi tentang gurunya (buku biografi ini telah hilang) sambil terus mengembangkan perpustakaan Sasarea di atas. Ia memusatkan perhatian pada pengumpulan teks-teks Alkitab beserta komentar-komentarnya sehingga koleksinya menjadi sumber informasi penting bagi penerbitan suatu versi penulisan Kitab Suci yang secara tektual lebih tinggi daripada versi-versi lainnya pada masa itu. Koleksi teks-teks Kitab Suci dan buku-buku lainnya di dalam perpustakaan ini merupakan sumbangannya yang utama bagi Gereja, karena memberikan data yang lengkap dan terpercaya tentang literatur-literatur Kristen perdana. Karya santo Hieronimus dan Eusebius di bidang sejarah Gereja dan Kitab Suci didasarkan pada informasi yang disediakan di dalam perpustakaan Pimphilus ini. Sayang sekali bahwa perpustakaan ini dan semua buku yang ada di dalamnya dirusak oleh orang- orang Arab pada abad ketujuh.

Kira-kira antara tahun 307-308, Pimphilus ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa karena imannya. Sementara berada di penjara, ia bersama Eusebius - yang juga dipenjarakan - menulis sebuah apologi untuk membela Origenes; sebagian fragmen dari tulisan ini kini masih ada. Karena ia menolak untuk membawa kurban kepada dewa-dewa kafir selama aksi penganiayaan oleh Maximinus Daza, ia dipenggal kepalanya antara tahun 309 atau 310.

Santo Simeon

Pengaku Iman

Simeon menempuh pendidikan di Konstantinopel dan hidup bertapa di tepi sungai Yordan. Pria berdarah Yunani ini kemudian menjadi rahib di biara Betlehem dan Gunung Sinai. Ia lebih suka hidup menyendiri dan menetap di seputar Pantai Laut Merah dan di puncak gunung. Namun kemudian pemimpin biara mengutusnya ke Prancis. Setelah menjelajahi berbagai daerah, ia secara sukarela hidup terkunci di dalam sebuah bilik di suatu biara di Trier, Jerman sampai saat kematiannya.

Santo Yustinus

Martir

Yustinus lahir dari sebuah keluarga kafir di Nablus, Samaria, Asia Kecil pada permulaan abad kedua kira-kira pada kurun waktu meninggalnya Santo Yohanes Rasul.

Yustinus mendapat pendidikan yang baik semenjak kecilnya. Kemudian ia tertarik pada pelajaran filsafat untuk memperoleh kepastian tentang makna hidup ini dan tentang Allah. Suatu ketika ia berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai soal. Ia bertemu dengan seorang orang-tua. Kepada orang tua itu, Yustinus menanyakan berbagai soal yang sedang direnungkannya. Orang tua itu menerangkan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang diramalkan para nabi serta tentang agama Kristen. Ia dinasehati agar berdoa kepada Allah memohon terang surgawi.

Di samping filsafat, ia juga belajar Kitab Suci. Ia kemudian dipermandikan dan menjadi pembela kekristenan yang tersohor. Sesuai kebiasaan jaman itu, Yustinus pun mengajar di tempat-tempat umu, seperti alun-alun kota, dengan mengenakan pakaian seorang filsuf. Ia juga menulis tentang berbagai masalah, tertutama yang menyangkut pembelaan ajaran iman yang benar. Di sekolahnya di Roma, banyak kali diadakan perdebatan umum guna membuka hati banyak orang bagi kebenaran iman Kristen.

Yustinus bangga bahwa ia menjadi seoranng Kristen yang saleh, dan ia bertekad meluhurkan kekristenan dengan hidupnya. Dalam bukunya, "Percakapan dengan Truphon Yahudi", Yustinus menulis: "Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong- moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh."

Di Roma, Yustinus ditangkap dan bersama para martir lainnya dihadapkan dihadapankan ke depan penguasa Roma. Setelah banyak disesah, kepala mereka dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Yustinus dikenal sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Purba.