Dari risalah tentang surat kepada jemaat di Filipi oleh Santo Ambrosius, uskup
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan
Saudara-saudari terkasih, kasih Allah memanggil kita kepada sukacita kebahagiaan abadi demi keselamatan jiwa kita. Kalian baru saja mendengarkan bacaan dari Rasul di mana ia berkata: Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sukacita dunia ini mengarah pada penderitaan abadi, tetapi sukacita yang sesuai dengan kehendak Tuhan, membawa mereka yang bertekun di dalamnya kepada sukacita yang abadi dan kekal. Oleh karena itu Rasul berkata: Sekali lagi aku berkata: bersukacitalah.
Ia mendesak kita untuk menemukan sukacita yang semakin meningkat dalam Allah dan dalam menaati perintah-perintah-Nya. Semakin kita berusaha di dunia ini untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Allah kita dengan menaati perintah-perintah-Nya, semakin besar kebahagiaan kita di kehidupan yang akan datang, dan semakin besar kemuliaan yang akan menjadi milik kita di hadapan Allah.
Hendaklah kemurahan hatimu diketahui semua orang. Artinya, kekudusan hidupmu harus nyata, tidak hanya di hadapan Allah, tetapi juga di hadapan manusia. Itu harus memberikan contoh kemurahan hati dan pengendalian diri kepada semua orang sezamanmu di bumi dan juga berfungsi sebagai peringatan kebaikan di hadapan Allah dan manusia.
Tuhan sudah dekat; janganlah khawatir. Tuhan selalu dekat dengan semua orang yang memohon pertolongan-Nya dengan ketulusan, iman yang benar, harapan yang pasti, dan kasih yang sempurna. Ia mengetahui apa yang kalian butuhkan, bahkan sebelum kalian memohon kepada-Nya. Ia selalu siap datang menolong semua hamba-Nya yang setia dalam setiap kebutuhan. Tidak ada alasan bagi kita untuk berada dalam keadaan sangat cemas ketika kejahatan mengancam; kita harus ingat bahwa Allah sangat dekat dengan kita sebagai pelindung kita. Tuhan sudah dekat bagi mereka yang berhati gelisah, dan Ia akan menyelamatkan mereka yang bersemangat rendah. Kesengsaraan orang benar banyak, dan Tuhan akan menyelamatkan mereka dari semuanya. Jika kita melakukan yang terbaik untuk menaati dan memelihara perintah-perintah-Nya, Ia tidak menunda dalam memberikan kepada kita apa yang telah Ia janjikan.
Tetapi dalam setiap doa dan permohonan, biarlah permintaanmu diketahui Allah, dengan ucapan syukur. Di saat kesulitan kita tidak boleh mengeluh atau berkecil hati; jangan sampai! Kita harus lebih sabar dan ceria, bersyukur kepada Allah senantiasa dalam segala hal.