Dari karya Santo Bonaventura, Uskup
Pada-Mu adalah sumber kehidupan
Renungkanlah sekarang, hai manusia yang telah ditebus, dan pertimbangkanlah betapa agung dan layak Dia yang tergantung di salib demi engkau. Kematian-Nya menghidupkan orang mati, tetapi pada saat wafat-Nya langit dan bumi diliputi duka dan batu-batu keras terbelah.
Adalah ketetapan ilahi yang mengizinkan salah seorang prajurit membuka lambung-Nya yang kudus dengan tombak. Ini dilakukan agar Gereja dapat dibentuk dari lambung Kristus saat Ia tidur dalam kematian di salib, dan agar Kitab Suci dapat digenapi: Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam. Darah dan air yang mengalir keluar pada saat itu adalah harga keselamatan kita. Mengalir dari jurang rahasia hati Tuhan kita seperti dari mata air, aliran ini memberi sakramen-sakramen Gereja kuasa untuk menganugerahkan kehidupan rahmat, sementara bagi mereka yang sudah hidup dalam Kristus itu menjadi mata air hidup yang memancar menuju hidup yang kekal.
Bangkitlah, hai kekasih Kristus! Tiru burung merpati yang bersarang di lubang tebing, berjaga di pintu masuk seperti burung pipit yang menemukan rumah. Di sana seperti burung tekukur sembunyikanlah anak-anakmu, buah dari kasihmu yang murni. Tempelkan bibirmu pada mata air, ambillah air dari sumur-sumur Penyelamatmu; karena inilah mata air yang mengalir dari tengah-tengah firdaus, terbagi menjadi empat sungai, membanjiri hati yang saleh, menyirami seluruh bumi dan membuatnya subur.
Berlarilah dengan kerinduan yang besar ke sumber kehidupan dan terang ini, kalian semua yang telah berjanji untuk melayani Allah. Datanglah, siapa pun kalian, dan berserulah kepada-Nya dengan segenap kekuatan hatimu. “Ya keindahan yang tak terlukiskan dari Allah yang mahatinggi dan pancaran termurni dari terang abadi! Hidup yang memberi segala kehidupan, terang yang menjadi sumber setiap terang lainnya, memelihara dalam kemuliaan abadi jutaan nyala api yang telah bersinar di hadapan takhta keilahian-Mu sejak fajar waktu! Mata air abadi dan tak terjangkau, aliran jernih dan manis yang mengalir dari mata air tersembunyi, tak terlihat oleh mata fana! Tak seorang pun dapat menyelami kedalaman-Mu atau mengukur batas-batas-Mu, tak seorang pun dapat mengukur luas-Mu, tak ada yang dapat menodai kemurnian-Mu. Dari-Mu mengalir sungai yang menggembirakan kota Allah dan membuat kami berseru dengan sukacita dan syukur dalam himne pujian kepada-Mu, karena kami tahu dari pengalaman kami sendiri bahwa pada-Mu adalah sumber kehidupan, dan dalam terang-Mu kami melihat terang.