Dari risalah Tentang Tritunggal oleh Didimus dari Aleksandria
Roh Kudus memperbarui kita dalam baptisan
Roh Kudus memperbarui kita dalam baptisan melalui keilahian-Nya, yang Ia bagi dengan Bapa dan Putra. Menemukan kita dalam keadaan yang tidak sempurna, Roh memulihkan keindahan asli kita dan memenuhi kita dengan rahmat-Nya, tidak menyisakan ruang untuk apa pun yang tidak layak bagi kasih kita. Roh membebaskan kita dari dosa dan kematian, dan mengubah kita dari manusia duniawi yang dulu kita, manusia debu dan abu, menjadi manusia rohani, yang turut serta dalam kemuliaan ilahi, anak-anak dan ahli waris Allah Bapa yang menyerupai Putra dan adalah sesama ahli waris dan saudara-Nya, yang ditakdirkan untuk memerintah bersama-Nya dan berbagi kemuliaan-Nya. Sebagai ganti bumi, Roh membuka kembali surga bagi kita dan dengan gembira menerima kita ke dalam firdaus, bahkan sekarang memberi kita kehormatan yang lebih besar daripada para malaikat, dan oleh air suci baptisan memadamkan api neraka yang tak terpadamkan.
Kita manusia dikandung dua kali: kepada tubuh manusia kita berutang konsepsi pertama kita, kepada Roh ilahi, yang kedua. Yohanes berkata: Kepada semua yang menerima-Nya, yang percaya kepada nama-Nya, Ia memberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Mereka ini dilahirkan bukan dari keturunan manusia, bukan dari keinginan daging, bukan dari kehendak manusia, melainkan dari Allah. Semua yang percaya kepada Kristus, katanya, menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu, dari Roh Kudus, dan untuk memperoleh kekerabatan dengan Allah. Untuk menunjukkan bahwa orang tua mereka adalah Allah Roh Kudus, ia menambahkan perkataan Kristus ini: Aku memberikan kepadamu peringatan yang sungguh-sungguh ini, bahwa tanpa dilahirkan dari air dan Roh, tidak seorang pun dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Secara kasat mata, melalui pelayanan para imam, bejana baptisan memberikan kelahiran simbolis kepada tubuh kita yang kasat mata. Secara tak kasat mata, melalui pelayanan para malaikat, Roh Allah, yang bahkan mata pikiran pun tidak dapat melihat-Nya, membaptis ke dalam diri-Nya sendiri baik jiwa maupun tubuh kita, memberi mereka kelahiran baru.
Berbicara secara harfiah, dan juga selaras dengan perkataan air dan Roh, Yohanes Pembaptis berkata tentang Kristus: Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Karena kita hanyalah bejana tanah liat, kita harus terlebih dahulu dibersihkan dalam air dan kemudian dikeraskan oleh api rohani , sebab Allah adalah api yang menghanguskan. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk menyempurnakan dan memperbarui kita, sebab api rohani dapat membersihkan kita, dan air rohani dapat membentuk kembali kita seperti dalam tungku dan menjadikan kita manusia baru.