Dari sebuah buku tentang pembentukan Kristen oleh Santo Gregorius dari Nyssa, uskup
Perjuangkanlah perjuangan iman yang baik
Barangsiapa ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu. Sekarang dengan "ciptaan baru" Paulus berarti kediaman Roh Kudus dalam hati yang murni dan tanpa cela, bebas dari segala kejahatan, kefasikan, atau hal yang memalukan. Sebab ketika jiwa telah membenci dosa dan telah menyerahkan dirinya sejauh mungkin kepada kuasa kebajikan, ia mengalami transformasi dengan menerima rahmat Roh. Kemudian ia disembuhkan, dipulihkan, dan dijadikan sepenuhnya baru. Sesungguhnya dua teks: Buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, dan: Marilah kita merayakan pesta, bukan dengan ragi yang lama, melainkan dengan roti tak beragi dari ketulusan dan kebenaran, mendukung bagian-bagian yang berbicara tentang ciptaan baru.
Namun penggoda menyebarkan banyak jerat untuk menjebak jiwa, dan kodrat manusia itu sendiri terlalu lemah untuk mengalahkannya. Inilah sebabnya Rasul memerintahkan kita untuk mempersenjatai diri dengan senjata surgawi, ketika ia berkata: Kenakanlah baju zirah kebenaran dan kakimu berkasutkan Injil damai sejahtera dan kebenaran di pinggangmu sebagai ikat pinggang. Tidakkah kamu melihat berapa banyak bentuk keselamatan yang ditunjukkan Rasul, semuanya mengarah pada jalan yang sama dan tujuan yang sama? Mengikuti mereka ke puncak perintah-perintah Allah, kita dengan mudah menyelesaikan perlombaan hidup. Sebab di tempat lain Rasul berkata: Marilah kita berlari dengan setia dalam perlombaan yang telah ditetapkan di hadapan kita, dengan mata tertuju kepada Yesus, asal dan tujuan iman kita.
Jadi, seorang pria yang secara terbuka meremehkan pujian dunia ini dan menolak semua kemuliaan duniawi juga harus mempraktikkan penyangkalan diri. Penyangkalan diri semacam itu berarti bahwa kamu tidak pernah mencari kehendakmu sendiri melainkan kehendak Allah, menggunakan kehendak Allah sebagai panduan yang pasti; itu juga berarti tidak memiliki apa pun selain apa yang dimiliki bersama. Dengan cara ini akan lebih mudah bagimu untuk melaksanakan perintah atasanmu dengan segera, dalam sukacita dan dalam harapan; ini dituntut dari hamba-hamba Kristus yang ditebus untuk melayani saudara-saudari. Sebab inilah yang Tuhan inginkan ketika Ia berkata: Barangsiapa ingin menjadi yang pertama dan besar di antara kamu, ia harus menjadi yang terakhir dari semua dan pelayan bagi semua.
Pelayanan kita kepada sesama harus diberikan secara cuma-cuma. Orang yang berada dalam posisi seperti itu harus tunduk kepada semua orang dan melayani saudara-saudarinya seolah-olah ia melunasi utang. Selain itu, mereka yang bertanggung jawab harus bekerja lebih keras daripada yang lain dan berperilaku dengan penyerahan diri yang lebih besar daripada bawahan mereka sendiri. Hidup mereka harus menjadi contoh nyata tentang arti pelayanan, dan mereka harus ingat bahwa mereka yang dipercayakan kepada mereka adalah kepercayaan dari Allah.
Maka, mereka yang berada dalam posisi otoritas harus menjaga saudara-saudarinya seperti guru yang teliti menjaga anak-anak kecil yang telah diserahkan kepada mereka oleh orang tua mereka. Jika baik murid maupun guru memiliki hubungan kasih ini, maka bawahan akan senang mematuhi apa pun yang diperintahkan, sementara atasan akan senang memimpin saudara-saudarinya menuju kesempurnaan. Jika kamu berusaha saling mengungguli dalam menunjukkan rasa hormat, hidupmu di bumi akan seperti hidup para malaikat.