‹ Bacaan Rohani

Dari surat Santo Klemens, Paus, kepada jemaat Korintus

Pemeliharaan kesatuan

Klemens, Paus, kepada jemaat Korintus Paskah

Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus adalah keselamatan kita, Dialah imam agung yang melaluinya kita mempersembahkan persembahan kita dan penolong yang menopang kita dalam kelemahan kita. Melalui Dia pandangan kita menembus ketinggian surga dan kita melihat seperti dalam cermin, wajah Allah yang mahakudus. Melalui Kristus mata hati kita terbuka, dan pemahaman kita yang lemah dan mendung mencapai terang. Melalui Dia Tuhan Allah menghendaki agar kita merasakan pengetahuan abadi, karena Kristus adalah pancaran kemuliaan Allah, dan jauh lebih besar dari para malaikat sebagaimana nama yang Allah berikan kepada-Nya lebih unggul dari nama mereka.

Maka, saudara-saudaraku, marilah kita berjuang dengan segenap kekuatan kita di bawah perintah-Nya yang tak pernah salah. Pikirkanlah orang-orang yang melayani di bawah komandan militer kita. Betapa disiplinnya mereka! Betapa siap dan patuhnya mereka melaksanakan perintah! Tidak semua orang bisa menjadi prefek, tribun, perwira seratus, atau kapten lima puluh, tetapi setiap orang dalam pangkatnya sendiri melaksanakan perintah kaisar dan para perwira yang berkuasa. Yang besar tidak dapat ada tanpa yang rendah, demikian pula yang rendah tidak dapat ada tanpa yang besar. Selalu kerja sama yang harmonis dari berbagai bagiannya yang menjamin kesejahteraan keseluruhan. Ambil tubuh kita sendiri sebagai contoh: Kepala tidak berdaya tanpa kaki; dan kaki tidak dapat berbuat apa-apa tanpa hati. Bahkan anggota tubuh kita yang paling tidak penting pun berguna dan perlu bagi seluruh tubuh, dan semuanya bekerja sama demi kesejahteraannya dalam subordinasi yang harmonis.

Maka, marilah kita memelihara kesatuan tubuh yang kita bentuk dalam Kristus Yesus, dan biarlah setiap orang memberikan kepada sesamanya penghormatan yang sesuai dengan karunia-karunia khususnya. Biarlah yang kuat merawat yang lemah dan yang lemah menghormati yang kuat. Biarlah yang kaya membantu yang miskin dan orang miskin bersyukur kepada Allah karena memberinya seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Orang bijak harus menunjukkan kebijaksanaannya bukan dengan kefasihannya tetapi dengan perbuatan baik; orang yang rendah hati tidak boleh menyatakan kerendahan hatinya sendiri, tetapi membiarkan orang lain melakukannya; demikian pula orang yang memelihara kesuciannya tidak boleh membanggakannya, tetapi mengakui bahwa kemampuan untuk mengendalikan keinginannya telah diberikan kepadanya oleh orang lain.

Pikirkanlah, saudara-saudaraku, bagaimana kita pertama kali ada, bagaimana kita pada saat pertama keberadaan kita. Pikirkanlah kubur gelap dari mana Pencipta kita membawa kita ke dunia-Nya di mana Dia telah menyiapkan karunia-Nya bagi kita bahkan sebelum kita lahir. Semua ini kita berutang kepada-Nya dan untuk segala sesuatu kita harus bersyukur kepada-Nya. Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya. Amin.