‹ Bacaan Rohani

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Hari-hari antara kebangkitan dan kenaikan Tuhan kita

Leo Agung, Paus Paskah

Saudara-saudari terkasih, hari-hari yang berlalu antara kebangkitan Tuhan dan kenaikan-Nya sama sekali tidak tanpa peristiwa; selama itu misteri-misteri sakramental yang agung diteguhkan, kebenaran-kebenaran besar diungkapkan. Pada hari-hari itu ketakutan akan kematian dengan segala kengeriannya dihilangkan, dan keabadian tubuh dan jiwa ditegaskan. Saat itulah Tuhan menghembuskan napas pada semua rasul-Nya dan memenuhi mereka dengan Roh Kudus; dan setelah memberikan kunci-kunci kerajaan kepada Petrus yang terberkati, yang telah Dia pilih dan tempatkan di atas semua yang lain, Dia mempercayakan kepadanya pemeliharaan kawanan domba-Nya.

Selama hari-hari ini Tuhan bergabung dengan dua murid-Nya sebagai teman mereka di jalan, dan dengan mencela mereka karena ketakutan mereka yang pemalu dan ragu-ragu, Dia menyapu bersih semua awan ketidakpastian kita. Hati mereka yang suam-suam kuku dinyalakan oleh terang iman dan mulai membara di dalam mereka saat Tuhan membuka Kitab Suci. Dan saat mereka berbagi makanan dengan-Nya, mata mereka terbuka dalam pemecahan roti, terbuka jauh lebih bahagia pada pemandangan kemanusiaan mereka yang dimuliakan daripada mata orang tua pertama kita pada rasa malu dosa mereka.

Sepanjang seluruh periode antara kebangkitan dan kenaikan, penyelenggaraan Allah bekerja untuk menanamkan satu pelajaran ini ke dalam hati para murid, untuk menempatkan satu kebenaran ini di hadapan mata mereka, bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, yang benar-benar lahir, benar-benar menderita dan benar-benar mati, harus diakui sebagai benar-benar bangkit dari antara orang mati. Para rasul yang terberkati bersama dengan semua yang lain telah diintimidasi oleh bencana salib, dan iman mereka pada kebangkitan tidak pasti; tetapi sekarang mereka begitu dikuatkan oleh kebenaran yang nyata sehingga ketika Tuhan mereka naik ke surga, jauh dari merasakan kesedihan apa pun, mereka dipenuhi dengan sukacita yang besar.

Memang jemaat yang terberkati itu memiliki alasan yang besar dan tak terlukiskan untuk bersukacita ketika sifat manusia naik di atas martabat seluruh ciptaan surgawi, di atas tingkatan malaikat, di atas status agung malaikat agung. Juga tidak akan ada batas bagi perjalanannya ke atas sampai kemanusiaan diterima di tempat di sebelah kanan Bapa yang kekal, untuk akhirnya bertahta dalam kemuliaan Dia yang sifat-Nya disatukan dengannya dalam pribadi Putra.